Di Tokyo Game Show 2025, kami berkesempatan menghabiskan waktu sekitar satu jam mencoba Neverness to Everness (NTE). Dari awal hands-on, kesan yang langsung muncul adalah bagaimana game ini benar-benar menekankan kebebasan dalam menjelajah dunia luasnya. Tidak ada paksaan untuk mengikuti jalur tertentu, melainkan pemain bisa bebas menentukan aktivitas apa yang ingin dilakukan.
Bisa menjelajah kota, mengendarai kendaraan, mengambil quest cerita, hingga menantang boss besar, semuanya terbuka dari awal. Rasanya langsung seperti masuk ke sebuah dunia yang tidak ingin membatasi pemain, melainkan memberi ruang untuk berpetualang sesuai ritme sendiri. Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!
Eksplorasi Dunia yang Penuh Warna

Bagian eksplorasi jadi salah satu highlight utama. Dunia dalam NTE terasa seperti gabungan open world modern dengan sentuhan estetika anime yang penuh warna. Pemain bisa melompat antar atap, memanjat bangunan, atau sekadar berkeliling dengan kendaraan. Sistem mengemudi ini mungkin tidak revolusioner secara teknis, tapi terasa menyatu dengan gaya visual anime yang stylish. Bahkan hanya sekadar menyusuri jalanan sudah terasa menyenangkan karena atmosfernya hidup.

Selain mengemudi, eksplorasi juga membuka banyak kemungkinan. Pemain bisa teleport langsung ke lokasi yang sudah ditandai, menemukan quest sampingan, mengumpulkan material, atau bahkan bertemu boss tersembunyi yang muncul di titik acak. Ada juga fitur unik bernama Anomagram, sebuah peta khusus untuk menemukan rahasia seperti boss tersembunyi atau stage misterius. Dalam demo, dua zona terpisah bisa diakses, dan keduanya memberikan rasa bahwa dunia ini benar-benar luas dan penuh rahasia yang menunggu untuk dibuka.
Sistem Karakter dan Party

Satu hal yang membuat NTE berbeda adalah sistem party empat karakter yang bisa digonta-ganti sesuai kebutuhan. Dalam demo, ada sekitar dua belas karakter yang bisa dicoba, masing-masing dengan peran berbeda seperti DPS, Burst damage, Shield, atau support yang bisa mengalihkan aggro musuh. Walaupun sistem gacha aslinya belum tersedia di sesi hands-on ini, variasi karakter sudah cukup memberi gambaran betapa dalamnya gameplay yang ditawarkan.

Setiap karakter tidak hanya unik secara visual, tetapi juga punya gaya bertarung dan spesialisasi sendiri. Berganti karakter di tengah pertarungan terasa mulus dan membuat pertempuran lebih dinamis. Kombinasi antara skill, ultimate, dan peran dalam tim membuka banyak kemungkinan strategi, sehingga setiap encounter bisa ditangani dengan cara yang berbeda.
Pertarungan yang Cepat dan Bergaya

Combat di NTE terasa cepat, intens, dan penuh gaya. Setiap karakter memiliki serangan normal, skill khusus, dan ultimate yang bisa dikombinasikan untuk menghasilkan rangkaian combo yang halus. Elemen dodge juga jadi kunci, karena menghindar dengan timing sempurna bisa membuka kesempatan counterattack atau bahkan membuka skill baru. Sistem ini membuat pertempuran terasa aktif dan menuntut refleks yang tajam.

Dalam demo, salah satu momen paling berkesan adalah pertarungan melawan boss bernama Bopp. Awalnya Bopp muncul sebagai sosok aneh menyerupai lukisan di dinding, menyerang sambil bersembunyi dalam kanvas tersebut. Setelah darahnya berkurang, ia keluar dari dinding dan berubah menjadi makhluk yang bergerak cepat mengelilingi arena, seolah sedang berselancar liar.

Pertarungan ini memaksa pemain untuk menguasai dodge, membaca pola serangan, dan memanfaatkan kemampuan karakter secara cerdas. Rasanya chaotic tapi juga sangat memuaskan ketika akhirnya berhasil mengalahkannya.
Kesan Awal dan Potensi

Meskipun hanya bermain selama satu jam, Neverness to Everness berhasil meninggalkan kesan yang sangat kuat. Kebebasan eksplorasi, desain dunia yang penuh gaya, serta sistem pertarungan yang cepat dan stylish membuatnya terasa berbeda dari kebanyakan game open world gacha lain. Variasi karakter dan fitur party empat orang memberi kedalaman strategis, sementara detail seperti Anomagram menambah rasa penasaran untuk terus menjelajah.
Tentu masih banyak hal yang belum terlihat, terutama bagaimana sistem gacha, progresi jangka panjang, dan konten endgame akan diatur. Namun sebagai hands-on di TGS 2025, NTE sukses menunjukkan bahwa ia punya identitas yang jelas dan daya tarik yang kuat. Ini bukan sekadar game open world dengan visual anime, tapi sesuatu yang terasa segar, penuh kebebasan, dan punya potensi jadi kejutan besar berikutnya di genre ini.

Neverness to Everness (NTE) belum memiliki jadwal rilis, tapi yang pasti game tersebut akan rilis untuk Android, iOS, PS5 dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post