Ubisoft baru saja merilis laporan keuangan FY26 mereka, dan hasilnya masih cukup berat. Publisher asal Prancis itu mencatat kerugian operasional sebesar 1,3 miliar Euro atau lebih dari Rp 23 triliun. Walau angka ini sedikit lebih baik dibanding FY25 yang rugi 1,46 miliar Euro, kondisi Ubisoft jelas masih jauh dari kata aman.
Kerugian besar ini ternyata datang dari biaya restrukturisasi dan perubahan besar-besaran di internal perusahaan. Divisi riset dan pengembangan Ubisoft menghabiskan sekitar 1,855 miliar Euro selama periode itu. Yang paling parah, sekitar 75% dari angka itu atau sekitar 1,402 miliar Euro berasal dari depresiasi game-game yang dibatalkan dan ditunda pengembangannya.
CFO Ubisoft, Frederick Duguet, menjelaskan kalau kenaikan biaya ini memang sudah diprediksi sejak awal tahun. Ubisoft sengaja melakukan perubahan roadmap dan fokus ulang terhadap portfolio game mereka supaya kualitas rilisan ke depan bisa lebih terjaga. Jadi sederhananya, mereka rela rugi besar sekarang demi mencoba memperbaiki arah perusahaan ke depannya.

Sayangnya, FY27 yang sedang berjalan sekarang juga diprediksi belum akan membaik. Ubisoft bahkan sudah mengonfirmasi kalau mereka kemungkinan masih akan mencatat kerugian operasional lagi sampai Maret 2027 nanti. Mereka baru berharap bisa kembali menghasilkan cash flow positif mulai FY28. Yves Guillemot, mengatakan proses transformasi dua tahun ini memang penuh keputusan berat dan hasil jangka pendeknya mengecewakan, tapi dianggap perlu untuk menyelamatkan perusahaan dalam jangka panjang.
Di tengah kondisi itu, Ubisoft tetap menyiapkan beberapa franchise besar mereka untuk beberapa tahun ke depan. Sampai Maret 2029 nanti, Ubisoft memastikan bakal merilis game baru dari tiga franchise utama mereka, yaitu Assassin’s Creed, Far Cry, dan Ghost Recon. Selain itu, Ubisoft juga masih menjalankan fase terakhir program pengurangan biaya operasional yang kemungkinan bisa berujung pada PHK tambahan di berbagai studio dan divisi penting mereka.
Belakangan ini memang banyak game Ubisoft yang performanya kurang memuaskan dan sering kena kritik keras dari gamer. Mulai dari kualitas game, formula open-world yang dianggap repetitif, sampai keputusan live service yang sering bikin fans kecewa. Karena itu, harapan besar sekarang tertuju pada Assassin’s Creed Black Flag Resynced yang diharapkan bisa jadi salah satu proyek penyelamat dan membantu mengembalikan kepercayaan gamer terhadap Ubisoft.
Sumber: Ubisoft
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post