gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Tales of Arise Beyond the Dawn Edition (Nintendo Switch 2) – Lumayan Solid Meski dengan Batasan Performa!

Fadhil by Fadhil
May 20, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, Review
0
Review Tales of Arise Beyond the Dawn Edition (Nintendo Switch 2) – Lumayan Solid Meski dengan Batasan Performa!

Simak review terbaru kami untuk Tales of Arise Beyond the Dawn Edition yang akhirnya tersedia di platform Nintendo Switch 2

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Tales of Arise jadi salah satu judul JRPG yang sebelumnya absen di Nintendo Switch, dan sekarang Bandai Namco akhirnya membawa game ini ke Switch 2 lewat Tales of Arise: Beyond the Dawn Edition.

Lewat kesempatan ini kami telah menjajal gamenya secara langsung di Nintendo Switch 2, jadi review berikut lebih berfokus pada sisi teknisnya saja, sehingga cerita, karakter, dan desain gameplay bukan fokus utama di sini. Untuk review game utama dan juga expansion tersebut kalian bisa cek artikel kami sebelumnya DI SINI dan DI SINI.

Dengan hardware Switch 2 yang jauh lebih kuat, pertanyaannya tentu sederhana, yaitu apakah versi ini akhirnya bisa memberikan pengalaman Tales of Arise portable yang benar-benar nyaman dimainkan? 

Cerita

Buat kalian yang belum pernah terjun ke game ini dan penasaran, kita recap singkat cerita dari Tales of Arise dan expansion-nya untuk mengenalkan tentang apa sih Tales of Arise dan Beyond of the Dawn. Tales of Arise mengambil setting di dua dunia, Dahna dan Rena. Selama lebih dari 300 tahun, bangsa Rena menjajah Dahna dengan teknologi dan kekuatan militer yang jauh lebih maju. Dahna kemudian dibagi menjadi beberapa wilayah yang dipimpin para Lord Rena demi memperebutkan kekuatan bernama Master Core dan gelar Sovereign.

Cerita utamanya mengikuti Alphen, seorang budak bertopeng besi yang kehilangan ingatan dan bahkan tidak bisa merasakan sakit. Dalam perjalanannya dia bertemu Shionne, wanita misterius dari Rena yang justru dijauhi bangsanya sendiri karena kutukan duri listrik yang melukai siapapun yang menyentuhnya.

Bersama Crimson Crows dan karakter lain seperti Rinwell, Law, Kisara, serta Dohalim, mereka mulai memberontak melawan para Lord satu per satu demi membebaskan Dahna. Meski premisnya cukup klasik dan alur awalnya terasa linear, kekuatan utama Tales of Arise justru ada di chemistry antar party member-nya. Interaksi mereka lewat cutscene dan Skit berhasil bikin perjalanan terasa hangat dan personal, terutama hubungan Alphen dan Shionne yang jadi inti emosional cerita.

Semakin jauh progres cerita berjalan, game ini juga mulai membuka misteri besar soal hubungan sebenarnya antara Dahna dan Rena, membuat konfliknya berkembang jauh lebih besar dari sekadar perang antar dunia. Sementara itu Beyond the Dawn mengambil latar satu tahun setelah ending game utama. Setelah Dahna dan Rena akhirnya menyatu, dunia ternyata belum benar-benar damai. Konflik antar ras, ketidakstabilan alam, dan trauma masa lalu masih terus membekas.

Dalam usaha membantu proses pemulihan dunia, Alphen dan teman-temannya bertemu Nazamil, gadis muda keturunan Lord Rena yang hidup dalam penuh penolakan dan kebencian dari berbagai sisi. Fokus cerita expansion ini terasa jauh lebih personal. Alih-alih mencoba menghadirkan ancaman sebesar game utamanya, Beyond the Dawn lebih terasa seperti epilog emosional yang memperdalam hubungan antar karakter, terutama bagaimana party utama mencoba menjadi tempat baru bagi Nazamil untuk merasa diterima.

Versi Nintendo Switch 2

Skema Pengujian

Karena Nintendo Switch 2 adalah console hybrid yang bisa dimainkan dalam mode docked maupun handheld, pengujian dilakukan di kedua mode tersebut untuk melihat perbedaan pengalaman bermain. Dalam mode docked, game kami mainkan menggunakan monitor 1440p, sementara handheld diuji langsung lewat layar bawaan Switch 2.

Sayangnya tidak ada opsi mode Performance maupun Quality di versi ini. Berbeda dengan versi PlayStation atau PC, pemain tidak diberi opsi memilih frame rate tinggi atau kualitas visual terbaik. Dan opsi visual hanyalah pengaturan brightness. Beberapa jam gameplay dicoba di porsi cerita utama dan expansion untuk melihat performa game di berbagai situasi, mulai dari eksplorasi, combat intens, sampai area ramai.

Visual Style yang Masih Bertahan Sangat Kuat

Pengalaman kami bermain Tales of Arise: Beyond the Dawn Edition di Switch 2 secara keseluruhan bisa dibilang sangat memuaskan. Kami jujur tidak menyangka dunia Tales of Arise bisa terasa se-smooth ini di console portable. Loading antar area maupun transisi masuk combat terasa cepat dan tidak terasa memutuskan rasa imersif, sementara visual gamenya sendiri tetap terlihat sangat cantik berkat artstyle anime yang memang kuat sejak awal.

Texture karakter dan lingkungan masih terlihat tajam, particle effect saat combat tetap ramai dan memanjakan mata, dan secara umum game ini tidak terasa seperti “downgrade version” yang dipaksa jalan di hardware portable. Cutscene in-game yang bukan pre-rendered atau animasi bahkan terlihat berjalan di 60FPS dengan resolusi 1080p penuh saat handheld tanpa pengorbanan visual yang terlalu terasa. Tapi sayangnya, 60FPS itu hanya muncul di cutscene.

Gameplay utama baik saat eksplorasi maupun combat tetap terkunci di 30FPS, baik dalam mode handheld maupun docked. Untungnya frame pacing game terasa cukup stabil dan selama pengujian kami hampir tidak menemukan penurunan frame rate yang mengganggu, bahkan saat efek visual memenuhi layar di pertarungan yang intens. Jadi apakah 30FPS ini merusak pengalaman bermain? Tidak juga. Combat tetap responsif dan masih nyaman dimainkan.

Tapi karena beberapa bagian game terbukti bisa berjalan di 60FPS, muncul pertanyaan kenapa gameplay utamanya tidak diberi opsi performa tambahan. Bahkan mungkin tidak perlu langsung 60FPS penuh, mode 45 FPS saja sebenarnya sudah bisa memberikan pengalaman yang jauh lebih nyaman, terutama untuk combat yang sangat action-heavy seperti ini.

Beberapa masalah visual kecil juga masih terlihat, ada beberapa shadow pop-in yang cukup noticeable di area ramai seperti kota, dan kami merasa ini lebih sering muncul di konten Beyond the Dawn, tidak sering tapi ada, sedangkan detail jauh terlihat menyatu dengan natural sangat baik dan tidak mengganggu.

Selain itu kualitas visual Skit juga terasa kurang tajam dibanding gameplay utama. Panel dialog bergaya komik ini terlihat seperti punya resolusi lebih rendah dengan garis seperti di rambut yang terlihat bergerigi dan cukup terlihat ketika dibandingkan dengan visual gameplay keseluruhan yang justru terlihat cukup clean.

Tetap saja, secara keseluruhan versi Switch 2 ini berhasil mempertahankan identitas visual Tales of Arise dengan sangat baik. Hardware Switch 2 dan teknologi upscaling-nya jelas membantu game ini terlihat jauh lebih tajam dibanding yang mungkin banyak orang ekspektasikan dari console portable Nintendo.

Aksesibilitas dan Fitur Lainnya

Untuk fitur tambahan, pemain bisa mengatur mapping tombol, sensitivitas kamera horizontal dan vertical, baik di dalam maupun luar combat, serta mengganti difficulty kapan saja lewat settings.

Sayangnya fitur vibration terasa kurang dimanfaatkan secara maksimal. Getaran besar hanya terasa di beberapa momen tertentu dalam cutscene, dan intensitas serangan juga tidak terlalu mempengaruhi feedback vibration yang diberikan. Ini memang bukan masalah besar, tapi untuk sebagian pemain fitur haptic feedback seperti ini cukup penting untuk menambah sensasi combat.

Kesimpulan

Tales of Arise: Beyond the Dawn Edition di Switch 2 pada akhirnya berhasil menjadi port portable yang sangat solid. Visualnya tetap cantik, loading cepat tanpa merusak flow, combat sangat seru dan nyaman dimainkan, dan yang paling penting game ini tidak terasa seperti versi kompromi besar hanya demi bisa berjalan di handheld.

Memang cukup disayangkan Bandai Namco tidak memberikan opsi performance mode atau frame rate yang lebih tinggi, apalagi hardware Switch 2 sebenarnya terlihat cukup capable untuk itu terbukti dari cutscene in-game yang tetap 60FPS tanpa mengurangi visual. Beberapa masalah visual kecil seperti shadow pop-in dan kualitas Skit yang kurang tajam juga ada.

Tapi di luar kekurangan tersebut, ini tetap jadi cara yang sangat nyaman untuk menikmati salah satu JRPG terbaik Bandai Namco secara portable.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Tales of Arise - Beyond the Dawn Edition (Nintendo Switch 2)

9 Score

PROS

  • Visual anime-style tetap terlihat sangat cantik
  • Loading cepat di handheld maupun docked tanpa merusak imersi
  • Performa dalam Combat stabil dan responsif
  • Tidak terasa seperti downgraded portable port

CONS

  • Gameplay terkunci di 30 FPS
  • Tidak ada opsi Performance atau Quality mode
  • Shadow pop-in yang masih ada di beberapa tempat

Review Breakdown

  • 9.0 0
Tags: Bandai NamcoNintendo Switch 2ReviewTales of AriseTales of Arise - Beyond the Dawn Edition
ShareTweetShare
Previous Post

Square Enix Resmikan Game Contest 2026 dengan Hadiah 300 Juta Yen!

Next Post

Ubisoft Udah Rugi 23 Triliun Rupiah Karena Penundaan & Pembatalan Game

Related Posts

Cygames telah meresmikan brand barunya yang diberi nama CygamesEdge serta Where the Winds Fall sebagai game debutnya
Berita

Cygames Resmikan Brand Baru Bernama CygamesEdge dan Game Pertama Timnya

September 4, 2026
Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Sony ikut meramaikan hype GTA lewat hardware baru yang diperlihatkan dalam rangkaian State of Play berupa DualSense.
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi GTA 6 Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Next Post
Ubisoft merilis laporan keuangan FY26 mereka dan mencatat kerugian operasional sebesar 1,3 miliar Euro atau lebih dari Rp 23 triliun.

Ubisoft Udah Rugi 23 Triliun Rupiah Karena Penundaan & Pembatalan Game

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd