gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Death Stranding 2 Dengan Hideo Kojima dan Yoji Shinkawa – Koneksi, Kreativitas, dan Kekosongan

Taufik by Taufik
July 7, 2025
in Berita, Konsol, PlayStation 5
0
Kami mendapatkan kesempatan menghadiri sesi tanya jawab Hideo Kojima dan Yoji Shinkawa saat ajang Death Stranding 2 World Tour.

Kami mendapatkan kesempatan menghadiri sesi tanya jawab Hideo Kojima dan Yoji Shinkawa saat ajang Death Stranding 2 World Tour.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Dalam rangkaian tur dunia Death Stranding 2, Hideo Kojima dan Yoji Shinkawa mampir ke Taipei dan duduk bersama beberapa media Asia, termasuk dari Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Dari sesi gabungan ini, terungkap banyak cerita menarik soal proses kreatif di balik Death Stranding 2, mulai dari filosofi desain hingga momen pribadi yang membentuk arah narasi game-nya.

Kami mendapatkan kesempatan menghadiri sesi tanya jawab Hideo Kojima dan Yoji Shinkawa saat ajang Death Stranding 2 World Tour tersebut. Kojima menjelaskan bahwa Death Stranding 2 masih membawa tema besar yang sama seperti game pertamanya: tentang siklus kehidupan, koneksi antar manusia, dan bagaimana kita terus menerus mewariskan sesuatu ke generasi berikutnya.

Buat Kojima, kehidupan itu seperti semesta—berputar dan terus berkembang, dari kekosongan menuju sesuatu yang bermakna. Game ini bukan hanya lanjutan dari cerita Sam Porter Bridges, tapi juga ekspresi personal Kojima tentang harapan dan ketakutan terhadap masa depan umat manusia.

Desain Visual dan Kehadiran Musuh yang Mencekam

Salah satu elemen paling mencolok dalam Death Stranding 2 adalah kehadiran Ghost Mechs, sosok musuh dengan tampilan merah mencolok yang seolah membawa nuansa ritual atau religius. Yoji Shinkawa, sang desainer visual, menjelaskan bahwa ia mengawali desain dengan bayangan “peti mati besar”, sebelum kemudian dikembangkan lebih lanjut bersama Kojima agar terlihat hidup dalam game. Menariknya, kepala dari salah satu makhluk raksasa BT justru terinspirasi dari desain ikonik H.R. Giger di Alien—membuktikan bahwa referensi Shinkawa sangat beragam dan personal.

Shinkawa dan Kojima juga sudah bekerja bersama sejak era Policenauts, dan ternyata dinamika mereka tidak banyak berubah. Meski teknologi dan skala proyek makin kompleks, proses kreatif mereka tetap saling melengkapi. Dari sekadar panggilan jam lima sore di tahun 90-an sampai model 3D Metal Gear yang dibuat dari rumah, hubungan mereka sudah seperti simbiosis dalam dunia game development.

Ketika Sunyi Menjadi Inspirasi

Kojima mengungkap bahwa proses pembuatan Death Stranding sangat dipengaruhi oleh masa pandemi. Ia sendiri sempat merasa kesepian karena kantor kosong dan sebagian besar staf bekerja dari rumah. Saat itulah, kebiasaannya berjalan kaki di malam hari mulai memberi bentuk pada dunia Death Stranding. Sepi, sunyi, dan terisolasi—semua nuansa itu terekam kuat dalam pengalaman Sam saat menjelajahi dunia yang rusak. Kojima menyebut masa-masa itu sebagai momen pembentukan visual dan emosi game, bahkan sebelum gameplay utamanya terbentuk.

Bagi banyak pemain, Death Stranding terasa seperti terapi berjalan kaki—sebuah bentuk pelarian dari dunia nyata yang kacau. Kojima pun tidak menyangkal bahwa game-nya punya efek serupa baginya. Meski ia tidak mencari kenyamanan secara langsung dari proses develop, koneksi emosional itu tetap tumbuh seiring waktu, terutama ketika membaca pesan dari pemain yang merasa terbantu secara mental saat memainkan game-nya di masa pandemi.

Musik, Mekanik, dan Inovasi Gila

Salah satu ciri khas Death Stranding adalah bagaimana musik muncul secara dinamis di titik-titik tertentu, seolah mengiringi perjalanan pemain dengan sentuhan emosional yang pas. Kojima bilang, titik-titik itu dipilih secara hati-hati, biasanya di tempat dengan pemandangan dramatis atau suasana yang menyentuh.

Musik hanya muncul saat keadaan aman, sehingga momen tersebut terasa benar-benar sebagai “hadiah” bagi pemain. Kojima sendiri turun langsung dalam proses penyempurnaan, termasuk pengaturan kamera untuk memaksimalkan dampaknya.

Dalam hal mekanik, Kojima mengaku paling bangga dengan perangkat baru bernama Ring Terminal, yang menggantikan handcuff dari game pertama. Kali ini, Sam sudah bukan bagian dari Bridges lagi, jadi perlu simbol baru—dan ring di jempol dengan gestur thumbs-up dianggap pas dan unik.

Shinkawa juga menambahkan bahwa ia sangat menikmati merancang kendaraan seperti pick-up roader dan tri-cruiser bike, lengkap dengan interaksi analog yang memberi rasa lebih “hidup” meski tak realistis. Baginya, hal-hal seperti itu membuat pengalaman bermain jadi jauh lebih imersif.

Dari Pengakuan Pribadi ke Filosofi Kreatif

Menariknya, baik Kojima maupun Shinkawa sama-sama punya cara unik untuk menghadapi tekanan dari industri game yang intens. Kojima melihat tekanan sebagai bahan bakar kreatif—ia tidak berusaha menghindar, tapi justru merangkulnya. Salah satu caranya mengisi ulang semangat adalah dengan menonton film-film hebat dari seluruh dunia. Sedangkan Shinkawa merasa paling tenang saat menyetir pulang, dan mengaku kalau ia sebenarnya menikmati proses pembuatan game, jadi nyaris tidak merasa tertekan sama sekali.

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, pandangan mereka juga ikut berubah. Jika dulu Kojima membuat game untuk memuaskan dirinya sendiri, kini ia merasa termotivasi oleh dukungan pemain dari seluruh dunia. Ia ingin menciptakan sesuatu yang bermakna bagi mereka. Sementara Shinkawa, setelah memiliki anak, menemukan inspirasi dalam melihat generasi baru seniman dan kreator tumbuh di industri ini.

Harapan untuk Pemain

Menutup sesi, Kojima menyampaikan rasa syukurnya karena Death Stranding 2 bisa lahir dan diterima dengan baik. Ia senang melihat bagaimana pemain menikmati game dengan berbagai cara—apakah lewat aksi, stealth, atau sekadar menyerap ceritanya. Ia berharap Death Stranding 2 bisa menjadi medium untuk menyambung kembali koneksi yang sempat putus selama masa pandemi. Shinkawa sendiri mengaku sangat terhubung secara emosional dengan karakter Lou, dan berharap pemain bisa menemukan makna personal dalam setiap perjalanan yang mereka tempuh di dalam game.

Buat Kojima dan timnya, Death Stranding 2 bukan cuma game tentang mengantarkan barang—tapi juga tentang mengantarkan emosi, harapan, dan refleksi tentang dunia yang terus berubah.


Death Stranding 2: On the Beach sudah resmi dirilis dan bisa kamu mainkan di PS5. Kamu bisa baca review selengkapnya dari kami melalui artikel DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Death Stranding 2: On the BeachHideo KojimaYoji Shinkawa
ShareTweetShare
Previous Post

Cyberpunk: Edgerunners II Resmi Diumumkan, Kembali Digarap Studio TRIGGER

Next Post

Black Desert Online Kini Bisa Diklaim Gratis di Steam

Related Posts

Cygames telah meresmikan brand barunya yang diberi nama CygamesEdge serta Where the Winds Fall sebagai game debutnya
Berita

Cygames Resmikan Brand Baru Bernama CygamesEdge dan Game Pertama Timnya

September 4, 2026
SEGA/ATLUS akan membuka booth yang megah di Tokyo Game Show 2026 dengan highlight utama pada STRANGER THAN HEAVEN dan Persona 4 Revival
Berita

SEGA/ATLUS Siapkan Booth yang Lebih Megah untuk Tokyo Game Show 2026

September 4, 2026
Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia
Android

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

September 4, 2026
Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Sony ikut meramaikan hype GTA lewat hardware baru yang diperlihatkan dalam rangkaian State of Play berupa DualSense.
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi GTA 6 Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Next Post
Kabar bagus buat gamer PC: Black Desert Online lagi digratiskan di Steam, tapi promo ini cuma berlaku sampai 11 Juli.

Black Desert Online Kini Bisa Diklaim Gratis di Steam

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd