gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[BIC2026] Wawancara dengan Hiroaki Nagashima dari Toei Games – IP Original, Pasar Asia, hingga Ambisi Besar

Taufik by Taufik
August 19, 2026
in Industri, Wawancara
0
Kami berkesempatan wawancara dengan Hiroaki Nagashima, New Business Development Manager di Toei Co., Ltd. sekaligus Producer di Toei Games.

Kami berkesempatan wawancara dengan Hiroaki Nagashima, New Business Development Manager di Toei Co., Ltd. sekaligus Producer di Toei Games.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Nama Toei mungkin lebih sering dikenal lewat film, serial, atau berbagai franchise besar yang sudah mereka pegang selama bertahun-tahun. Sebut saja Kamen Rider dan Super Sentai, dua nama yang rasanya sudah nggak perlu diperkenalkan panjang lebar lagi. Tapi sekarang Toei mulai mencoba sesuatu yang cukup berbeda karena mereka ikut terjun langsung ke industri game lewat Toei Games.

Kami berkesempatan wawancara dengan Hiroaki Nagashima, New Business Development Manager di Toei Co., Ltd. sekaligus Producer di Toei Games. Menariknya, arah yang mereka ambil ternyata nggak sesimpel memanfaatkan IP terkenal milik Toei lalu dibuatkan game. Mereka justru mau mulai dari IP original, bekerja sama dengan kreator dari luar, dan bahkan punya ambisi untuk membawa IP yang lahir dari game berkembang ke film atau media lainnya.

Dalam interview ini, Nagashima juga cerita soal alasan Toei akhirnya serius masuk ke bisnis game, bagaimana The Exit 8 ternyata ikut menginspirasi langkah tersebut, hubungan mereka dengan partner seperti Bandai Namco, sampai kenapa pasar PC Jepang menjadi salah satu hal yang ingin mereka dorong ke depannya.

Toei Games Nggak Mau Cuma Jadi Publisher Game Indie

Hiroaki Nagashima sendiri saat ini menjabat sebagai Manager di New Business Development Department Toei Co., Ltd. sekaligus Producer di Toei Games. Dari posisinya saja sebenarnya sudah cukup kelihatan kalau Toei Games memang menjadi salah satu bagian dari usaha Toei untuk mencari bisnis baru dan nggak cuma mengandalkan apa yang sudah mereka punya selama ini.

Kalau melihat game-game yang sedang mereka tangani sekarang, mungkin cukup wajar kalau banyak orang mengira Toei Games adalah publisher yang fokus ke game indie. Tiga game mereka saat ini memang punya skala yang relatif kecil dan secara ukuran masih masuk ke kategori yang biasanya disebut sebagai indie game. Tapi ternyata Toei Games sendiri nggak pernah benar-benar menyebut mereka sebagai publisher indie.

Menurut Nagashima, kondisi itu lebih karena tiga game pertama mereka kebetulan memang punya skala yang kecil. “Kami sebenarnya nggak menyebut diri kami sebagai publisher game indie. Tiga game yang sedang kami tangani sekarang kebetulan memang skalanya relatif kecil dan masuk ke ukuran yang biasanya dianggap sebagai game indie,” jelasnya.

Ke depannya, mereka juga nggak mau terus bermain di skala yang sama. Toei Games ternyata punya keinginan untuk menangani game dengan budget yang jauh lebih besar. Jadi tiga game awal ini bisa dibilang baru menjadi langkah pertama mereka untuk masuk ke industri game. Kalau bisnisnya terus berkembang, bukan nggak mungkin nantinya kita bakal melihat Toei Games membawa proyek dengan skala yang jauh lebih besar.

Punya Kamen Rider dan Super Sentai, Tapi Malah Mau Bikin IP Baru

Hal yang cukup bikin penasaran dari Toei Games tentu saja keputusan mereka untuk nggak langsung memakai IP besar yang sudah dimiliki Toei. Padahal secara gampangnya, mereka punya Kamen Rider dan Super Sentai yang sudah terkenal banget dan punya fanbase besar di banyak negara. Kalau mau mencari jalan yang lebih aman untuk masuk ke industri game, menggunakan salah satu dari dua nama tersebut jelas terdengar masuk akal.

Tapi ternyata Toei memang punya rencana lain. Nagashima menjelaskan kalau perusahaan punya visi untuk sepuluh tahun ke depan, dan salah satu misinya adalah menciptakan IP baru di luar Kamen Rider dan Super Sentai. Jadi mereka nggak mau selamanya cuma bergantung pada franchise yang sudah terkenal, tetapi juga ingin punya IP baru yang benar-benar dimulai dari nol.

Ketika mencari cara untuk menciptakan IP baru tersebut, Toei sebenarnya mempertimbangkan berbagai jenis konten. Bisa saja dimulai dari drama atau film, sesuatu yang jelas sudah sangat dekat dengan bisnis mereka selama ini. Tapi setelah melihat berbagai kemungkinan, akhirnya mereka memilih game sebagai salah satu medium untuk mencoba melahirkan IP baru.

Yang menarik, ada satu game yang ternyata ikut memberikan inspirasi besar untuk keputusan tersebut, yaitu The Exit 8. Nagashima cerita kalau rencana bisnis ini mulai disusun sekitar Maret tahun lalu. Kebetulan di periode yang kurang lebih sama, muncul kabar kalau The Exit 8 yang awalnya lahir sebagai sebuah game akan diadaptasi menjadi film.

Dari situlah Toei melihat kalau jalurnya ternyata bisa dibalik. Mereka nggak harus selalu membuat film atau serial dulu, baru setelah terkenal dibuatkan game. Sebuah IP bisa saja lahir sebagai game terlebih dahulu, mendapatkan banyak perhatian, lalu berkembang menjadi film atau media visual lainnya. “Itu membuat kami sadar kalau mungkin ada kesempatan untuk memulainya dari sebuah game, lalu nantinya dikembangkan menjadi media visual,” jelas Nagashima.

Kami kemudian memastikan apakah The Exit 8 memang bisa disebut sebagai salah satu inspirasi mereka, dan Nagashima langsung membenarkannya. Buat perusahaan seperti Toei yang memang sudah punya pengalaman panjang di dunia film dan hiburan visual, pendekatan seperti ini jelas menarik. Game bisa menjadi tempat lahirnya IP baru, sementara kalau IP tersebut berhasil, Toei sudah punya banyak pengalaman untuk membawanya berkembang ke bentuk hiburan lainnya.

Kamen Rider dan Super Sentai Tetap Belum Dicoret

Walaupun sekarang fokusnya adalah IP original, bukan berarti Toei Games sama sekali nggak tertarik dengan franchise lama mereka. Kami tentu saja penasaran apakah suatu saat nanti mereka juga bisa membuat game Kamen Rider atau Super Sentai sendiri lewat Toei Games.

Nagashima menjelaskan kalau untuk sekarang mereka memang sengaja memilih bertarung dengan IP original terlebih dahulu. Itu juga menjadi alasan kenapa Kamen Rider nggak dipilih untuk proyek mereka saat ini. Mereka ingin membangun sesuatu yang baru lebih dulu daripada langsung mengandalkan nama besar yang memang sudah dimiliki Toei.

Tapi yang cukup menarik, kemungkinan tersebut juga nggak ditutup. “Kemungkinan kami merilis game Kamen Rider atau Super Sentai di masa depan bukan berarti nol,” jelas Nagashima. Jadi memang belum ada sesuatu yang sedang diumumkan atau bisa dipastikan sekarang, tapi setidaknya mereka juga nggak bilang kalau hal tersebut mustahil terjadi.

Artinya, kalau Toei Games semakin berkembang dalam beberapa tahun ke depan, masih ada kemungkinan mereka akhirnya ikut menangani franchise besar milik Toei sendiri. Untuk sekarang saja, fokus utamanya memang masih cukup jelas, mereka mau membuktikan dulu kalau Toei Games bisa membangun dan membesarkan IP baru dari nol.

Hubungan dengan Bandai Namco dan Kenapa Toei Mulai Terjun Sendiri

Kehadiran Toei Games juga menimbulkan pertanyaan soal hubungan mereka dengan perusahaan game yang selama ini sudah menjadi partner Toei. Salah satu contoh yang kami bahas adalah Bandai Namco, terutama karena perusahaan tersebut sudah lama menangani berbagai game yang berhubungan dengan IP dari grup Toei.

Untuk kasus Digimon, Nagashima menjelaskan kalau haknya berada di perusahaan grup mereka, yaitu Toei Animation. Toei Animation kemudian memberikan lisensi IP tersebut kepada Bandai Namco, lalu Bandai Namco menggunakan lisensi itu untuk mengembangkan game. Jadi model bisnisnya memang berupa kerja sama lisensi, bukan Toei sendiri yang mengembangkan gamenya.

Tapi ternyata ada cerita lain yang ikut mendorong lahirnya Toei Games. Nagashima mengatakan kalau sempat ada periode ketika beberapa perusahaan partner yang biasanya cukup konsisten membuat game menggunakan IP milik Toei untuk sementara berhenti membuat game baru berdasarkan IP tersebut.

Situasinya bukan berarti hubungan mereka putus atau partner tersebut benar-benar meninggalkan Toei. Menurut Nagashima, lebih tepatnya memang sempat ada periode ketika game baru nggak dibuat. Nah, dari situ Toei mulai berpikir, kalau untuk sementara partner mereka nggak membuat game, kenapa mereka nggak mulai mencoba membuatnya sendiri?

“Saat itu kami berpikir, kalau untuk sementara memang nggak akan ada game yang dibuat, mungkin kami sebaiknya mulai membuatnya sendiri,” jelas Nagashima. Pemikiran tersebut akhirnya menjadi salah satu alasan kenapa tim Toei Games dibentuk.

Jadi kehadiran Toei Games bukan berarti Toei sekarang mau menggantikan semua partner yang selama ini bekerja sama dengan mereka. Hubungan lisensi seperti yang dilakukan dengan Bandai Namco masih menjadi hal yang berbeda. Toei Games lebih seperti membuka jalur baru supaya Toei juga bisa bergerak sendiri di industri game ketika ada kesempatan untuk melakukannya.

Developer Luar Bisa Kerja Sama, IP Original Tetap Punya Kreatornya

Walaupun Toei Games punya misi membuat IP baru, mereka ternyata nggak berniat membuat semuanya sendiri dari dalam perusahaan. Bahkan tiga game yang sedang mereka tangani sekarang bukan game yang konsepnya dibuat langsung oleh Toei Games. Game-game tersebut datang dari kreator masing-masing.

Karena itu, mereka juga sangat terbuka kalau nantinya ada developer lain yang punya game menarik dan ingin bekerja sama dengan Toei Games. Ketika kami menanyakan apakah mereka bersedia menandatangani dan menerbitkan game buatan developer eksternal, Nagashima langsung menjawab kalau tentu saja mereka mau.

Yang lebih menarik justru ada di urusan kepemilikan IP. Biasanya ini menjadi salah satu bagian yang cukup sensitif ketika developer kecil bekerja sama dengan perusahaan yang jauh lebih besar. Tapi menurut Nagashima, untuk game yang mereka tangani, hak original dari IP tersebut pada dasarnya tetap sepenuhnya berada di tangan kreatornya.

“Pada dasarnya, hak original tetap sepenuhnya berada pada kreatornya. Perusahaan kami memegang hak untuk penggunaan sekundernya,” jelas Nagashima. Penggunaan sekunder yang dimaksud bisa berupa merchandise, event, adaptasi ke media visual, dan berbagai bentuk pengembangan lain di luar game originalnya.

Pendekatan ini sebenarnya nyambung banget dengan alasan Toei Games dibentuk sejak awal. Mereka ingin menemukan IP baru lewat game, tapi kalau game tersebut ternyata berkembang dan punya potensi lebih besar, Toei bisa ikut membawanya ke media lain. Bisa lewat merchandise, event, bahkan mungkin film atau bentuk media visual lainnya.

Di sisi lain, kreator aslinya tetap memegang hak original dari IP tersebut. Jadi Toei Games nggak sekadar mencari game menarik untuk kemudian mengambil seluruh kepemilikannya, tetapi lebih ingin bekerja sama untuk membesarkan IP tersebut ke arah yang mungkin lebih luas.

Mau Ikut Bikin PC Gaming Lebih Besar di Jepang

Selain urusan IP, Nagashima juga punya satu target lain yang cukup menarik untuk Toei Games. Menurutnya, industri yang biasa disebut sebagai indie game di Jepang masih berada dalam kondisi di mana PC gaming belum terlalu menyebar luas. Jepang dari dulu memang lebih kuat di console dan handheld, jadi kondisi pasar PC-nya cukup berbeda dibanding beberapa negara Asia lainnya.

Karena itu, salah satu hal yang ingin dilakukan Toei Games adalah ikut memperbesar porsi pasar game PC di Jepang. Untuk pasar Jepang sendiri, mereka berencana merilis game secara bersamaan di Steam dan Nintendo Switch. Jadi mereka tetap masuk ke Switch yang punya pasar sangat besar di Jepang, tapi di saat yang sama juga terus mendorong game mereka lewat PC.

Sementara kalau bicara soal pasar yang lebih luas, Toei Games untuk sekarang mau fokus ke Asia terlebih dahulu. Mereka tentu saja tetap memikirkan pasar global, tapi Asia bakal menjadi target awal. Untuk wilayah Asia di luar Jepang, fokus marketing mereka nantinya bakal lebih banyak diarahkan ke Steam.

Salah satu alasannya tentu karena Steam jauh lebih gampang dipakai untuk membawa sebuah game ke banyak negara sekaligus. Nagashima mengatakan kalau untuk ekspansi global, mereka juga sudah mempertimbangkan pasar yang menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin. Jadi arahnya memang nggak berhenti di Jepang saja.

Strateginya kurang lebih cukup jelas. Di Jepang, mereka bakal mengandalkan kombinasi Nintendo Switch dan Steam karena karakter pasarnya memang masih sangat kuat di console. Sementara untuk Asia lainnya, Steam bakal menjadi salah satu senjata utama mereka. Dari sana, Toei Games kemudian bisa perlahan membawa game-game mereka ke pasar global yang lebih luas.

Nama Toei Games Sudah Mulai Dikenal, Sekarang Gamenya yang Harus Ikut Dikenal

Di akhir interview, Nagashima juga menyampaikan satu hal yang menurutnya masih menjadi tantangan buat mereka. Nama Toei Games sendiri sekarang ternyata sudah mulai cukup dikenal. Semakin banyak orang yang tahu brand tersebut dan mulai paham kalau Toei sekarang memang punya bisnis yang bergerak langsung di industri game.

Masalahnya, orang yang mengenal nama Toei Games belum tentu mengenal game-game yang mereka bawa. Menurut Nagashima, masing-masing judul mereka masih belum terlalu dikenal dan pemahaman orang terhadap game tersebut juga masih cukup rendah. Jadi sekarang mereka ingin perhatian tersebut nggak cuma berhenti di nama besar Toei saja.

“Brand Toei Games sendiri sudah mulai cukup dikenal dan orang-orang mulai memahami apa itu Toei Games. Tapi saya merasa masing-masing game kami masih belum benar-benar dipahami dan tingkat pengenalannya masih relatif rendah,” ujar Nagashima. Karena itu, ia berharap orang-orang mulai melihat dan tertarik dengan game yang mereka terbitkan, bukan cuma penasaran karena ada nama Toei di belakangnya.

Kami kemudian memastikan lagi kalau yang mereka inginkan memang seperti itu, pemain bukan cuma mengingat nama Toei Games, tapi juga mulai mengenal masing-masing game yang mereka punya. Nagashima pun langsung mengiyakan. Buat Toei Games yang masih terbilang baru, ini jelas bakal menjadi pekerjaan besar berikutnya.

Mereka ingin punya IP baru yang bisa berdiri sendiri, dimulai dari game, dibesarkan bersama kreatornya, lalu kalau memang sukses, siapa tahu suatu hari nanti justru game-game inilah yang berkembang menjadi film, merchandise, atau bahkan franchise besar baru milik Toei.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: BIC 2026Busan Indie Connect Festival 2026InterviewToei GamesWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Speaker Wireless PULSE Elevate dari PlayStation Siap Masuk Asia Tenggara di November 2026

Next Post

CONTROL Resonant Masih Targetkan Rilis September, Tapi Tunda Versi Fisiknya ke Oktober

Related Posts

Cyberleek, sosok atau kelompok yang ada di balik bocoran besar GTA 6 terbaru, ternyata bilang mereka nggak cuma iseng.
Berita

Leaker GTA 6 Bilang Nggak Akan Berhenti Sampai Rockstar dan Take-Two Minta Maaf

August 19, 2026
Di tengah banyaknya game simulation yang terus bermunculan, Dungeon Settlers mencoba mengambil jalur yang sedikit berbeda.
PC

[BIC2026] Wawancara Eksklusif Dungeon Settlers dengan Logan Moon – Simulasi Strategi Terinspirasi DanMachi, Lizardman Jadi Icon, Hingga Fokus Combat

August 18, 2026
Simak rangkuman wawancara eksklusif kami dengan Yongha Kim selaku director Blue Archive dari ajang Busan Indie Connect Festival 2026
Wawancara

[BIC2026] Wawancara Blue Archive dengan Director Yongha Kim – Bahas Masa Depan IP hingga Kecintaan Terpendam dengan Scene Indie!

August 18, 2026
Di BIC 2026, kami berkesempatan duduk bersama Yoshida dalam sebuah interview eksklusif untuk membahas peran barunya.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Shuhei Yoshida – Dari PlayStation ke Advisor Dev Indie, AI, dan Masa Depan Industri Gaming

August 18, 2026
Crimson Desert ternyata benar-benar jadi cuan besar buat Pearl Abyss. Game open-world ini disebut berhasil menghasilkan sekitar $200 juta.
Berita

Crimson Desert Laku Keras, Bonus Karyawan Pearl Abyss Naik 94%

August 14, 2026
Indonesia Game Rating System (IGRS) ditargetkan bakal aktif lagi tahun 2026. Tapi sampai sekarang, Komdigi belum bisa kasih tanggal pastinya.
Berita

IGRS Ditargetkan Aktif Lagi Tahun 2026, Komdigi Evaluasi Besar-besaran

August 14, 2026
Next Post
Remedy Entertainment mengonfirmasi kalau pengembangan CONTROL Resonant kini sudah rampung dan akan rilis sesuai jadwal

CONTROL Resonant Masih Targetkan Rilis September, Tapi Tunda Versi Fisiknya ke Oktober

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code JoJo's Bizarre Adventure: Golden Spirit.

JoJo’s Bizarre Adventure: Golden Spirit Redeem Code – Reward Gratis

by Taufik
August 14, 2026
0

JoJo's Bizarre Adventure: Golden Spirit adalah game mobile resmi JoJo yang menghadirkan karakter dari Phantom Blood sampai Stone Ocean dan...

Game monster-catching RPG open-world free-to-play Aniimo akhirnya punya tanggal rilis. Hadir bulan depan di banyak platform.

Game Monster-Catching Aniimo Rilis 16 September, Bisa Main Gratis

by Taufik
August 13, 2026
0

Game monster-catching RPG open-world free-to-play Aniimo akhirnya punya tanggal rilis. Game ini bakal meluncur pada 16 September 2026 untuk PS5,...

MINTROCKET sudah mengonfirmasi kalau DAVE THE DIVER akan rilis di Android dan iOS pada 17 September mendatang

Game Indie Populer DAVE THE DIVER Akan Rilis di Android dan iOS Bulan Depan!

by Fadhil
August 13, 2026
0

MINTROCKET sudah mengonfirmasi kalau DAVE THE DIVER akan rilis di Android dan iOS pada 17 September mendatang.

Granblue Fantasy rencananya akan membawa rerun kolaborasi Gintama dan My Hero Academia pada bulan Oktober mendatang

Granblue Fantasy Akan Hadirkan Rerun Event Kolaborasi Gintama dan My Hero Academia

by Fadhil
August 11, 2026
0

Granblue Fantasy rencananya akan membawa rerun kolaborasi Gintama dan My Hero Academia pada bulan Oktober mendatang.

Industri game mobile Jepang lagi masuk periode yang cukup berat. Data terbaru dari Teikoku Databank, sebut banyak yang bangkrut.

Banyak Developer Game Mobile Jepang Bangkrut, 2026 Bisa Yang Terparah

by Taufik
August 11, 2026
0

Industri game mobile Jepang lagi masuk periode yang cukup berat. Data terbaru dari Teikoku Databank menunjukkan sudah ada 10 perusahaan...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd