Tahun ini industri game di Asia Tenggara siap mengalami perubahan besar dengan pindahnya gamescom asia, salah satu ajang game terbesar di seluruh wilayah dari Singapura ke Thailand. Dalam liputan ke gamescom 2025, kami telah berbincang langsung dengan Daria La Valle selaku Project Director gamescom asia x Thailand Game Show untuk memahami arti penting langkah ini bagi komunitas game.

Visi Regional yang Strategis
Daria La Valle, perempuan asal Italia berusia 42 tahun yang telah menetap di Singapura selama 15 tahun, sudah memimpin gamescom asia sejak peluncurannya enam tahun lalu. Visi utamanya selalu jelas: menghadirkan ajang yang mewakili seluruh komunitas game Asia Tenggara, bukan hanya satu negara.
“gamescom asia memang sejak awal ditujukan untuk kawasan ini, khususnya Asia Tenggara,” jelas La Valle. “Kami tahu suatu saat perlu mencari lokasi baru, dan kesempatan itu datang ketika event dipindahkan ke Bangkok dan digabungkan dengan Thailand Game Show, sebuah event besar yang sudah dikenal luas oleh komunitas, brand game, dan para fans.”
Menyatukan Kompetisi Lewat Kolaborasi
Selama bertahun-tahun, para publisher game dihadapkan pada pilihan sulit. Thailand Game Show dan gamescom asia sering digelar berdekatan, sehingga perusahaan harus memilih salah satu dan membagi sumber daya mereka. Persoalan inilah yang akhirnya mendorong keputusan untuk melebur kedua event.

“Kami memang kerap bersaing, terutama dengan Thailand Game Show. Dengan bergabung, kami menciptakan ajang konsumen dan digital terbesar untuk industri game di Asia Tenggara,” kata La Valle. “Itulah tujuan kami sejak awal, dan kemitraan ini memungkinkan hal itu tercapai.” Penggabungan ini tidak hanya menyelesaikan masalah lama, tapi juga melahirkan event yang lebih besar dari sebelumnya.
Skala dan Jangkauan Event yang Lebih Luas
Ajang gabungan ini diperkirakan akan jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. La Valle memperkirakan hampir 200.000 pengunjung, dengan luas area pameran bertambah sekitar 40%. Dari jumlah itu, sekitar 5.000 merupakan profesional industri yang hadir untuk segmen B2B. “Event ini jelas akan lebih besar dari apa yang pernah Anda lihat beberapa tahun terakhir, baik di gamescom asia maupun Thailand Game Show,” ujarnya.
Menghormati Sejarah Sekaligus Membangun Masa Depan
Merger ini bukan hanya soal memperbesar skala event, tapi juga menghargai sejarah dan hubungan yang sudah terbangun. Thailand Game Show telah hadir selama 18 tahun dan menjadi bagian penting bagi komunitas game Thailand.

“Thailand Game Show adalah merek yang sudah mapan dan dicintai di Thailand. Kami tidak ingin menghapus warisan itu. Karena itu, kami menggunakan branding gabungan,” jelas La Valle. Tapi branding gabungan ini bersifat transisi. Rencana jangka panjangnya adalah menuju identitas baru yang menyatu, meski waktunya masih fleksibel.
Kejutan yang Bisa Dinanti di Eventnya
Event gabungan ini akan mencakup segmen B2C (business-to-consumer) dan B2B (business-to-business). Publisher besar seperti Bandai Namco Entertainment, Capcom, Xbox, dan Nintendo akan menghadirkan ratusan game. Perusahaan teknologi seperti AMD dan Intel juga akan tampil besar di sisi konsumen.
Untuk kalangan profesional, konferensi B2B akan menampilkan Glen Schofield, yang disebut La Valle sebagai “veteran industri game, developer sekaligus produser pemenang penghargaan.” Selain itu, akan ada kompetisi pitch untuk mengapresiasi para developer dan karya mereka.
Indie developer juga mendapat panggung khusus, dengan area yang diperluas baik di sisi B2C maupun B2B. “Kami membawa area indie ke Thailand untuk dipamerkan,” ujar La Valle, menegaskan dukungan pada talenta baru di samping studio besar.
Fleksibilitas di Masa Depan

Meski kini berpindah ke Thailand, La Valle tidak menutup kemungkinan gamescom asia bisa kembali berpindah di masa depan. “gamescom asia adalah ajang untuk kawasan ini, untuk industri dan para penggemarnya. Bisa saja suatu saat nanti kami pindah lagi. Tapi untuk sekarang, rencana kami adalah di Thailand,” jelasnya.
Sambutan dari Industri
Menurut La Valle, tanggapan awal industri game cukup positif. “Sejauh ini, umpan balik yang saya terima adalah ini langkah yang tepat. Mereka senang tidak lagi harus membagi sumber daya seperti dulu.”
“Anda bisa nantikan event yang jauh lebih besar tahun ini di Bangkok. Kami menargetkan 200.000 pengunjung, dengan 5.000 di antaranya dari kalangan profesional. Area pameran pun diperluas di sisi B2C dan B2B,” tegasnya.
Lebih dari Sekadar Pindah Lokasi
Merger ini bukan hanya perubahan tempat, melainkan konsolidasi strategis yang menjawab kebutuhan nyata industri sekaligus melahirkan ajang game terbesar di Asia Tenggara. Seiring berkembangnya industri game di kawasan ini, keberadaan satu event besar yang menyatukan publisher, developer, dan fans akan menjadi platform kuat untuk merayakan budaya game bersama.

Tertarik untuk ikut berpartisipasi di eventnya? gamescom asia x Thailand Game Show sudah dipastikan siap berlangsung pada 16–19 Oktober di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand. Untuk segala perkembangan terupdate dari eventnya nanti bisa kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post