gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Onimusha: Way of the Sword dengan Capcom – Filosofi Dibalik Tingkat Kesulitan, Eksplorasi, hingga Progression!

Fadhil by Fadhil
August 6, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Rangkuman wawancara kami dengan Satoru Nihei dan Akihito Kadowaki dari Capcom yang kembali membahas Onimusha: Way of the Sword

Rangkuman wawancara kami dengan Satoru Nihei dan Akihito Kadowaki dari Capcom yang kembali membahas Onimusha: Way of the Sword

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Setelah menjajal Onimusha: Way of the Sword lewat sesi media hands-on terbaru, tim kami juga berkesempatan berbincang dengan Director Satoru Nihei dan Producer Akihito Kadowaki mengenai berbagai aspek di balik pengembangan game ini. Topiknya sudah mencakup alasan mengapa katana menjadi satu-satunya senjata utama, filosofi di balik sistem combat, hingga bagaimana Capcom menyeimbangkan tingkat kesulitan agar dapat dinikmati pemain baru maupun penggemar lama.

Director Satoru Nihei dan Producer Akihito Kadowaki

Combat yang Tetap Menantang, Tapi Kini Lebih Fleksibel

Salah satu perubahan terbesar di Onimusha: Way of the Sword adalah keputusan Capcom untuk memusatkan keseluruhan sistem pertarungan pada penggunaan katana. Berbeda dengan seri terdahulu yang menawarkan beragam jenis senjata, kali ini tim pengembang ingin memperdalam setiap aspek duel pedang, mekanik parry, hingga deflect.

“Kami benar-benar ingin memperluas cara pertarungan pedang dapat diekspresikan di game ini. Mulai dari benturan antarbilah pedang, mekanik parry, hingga deflect adalah elemen yang benar-benar ingin kami kembangkan.”

Meski begitu, bukan berarti variasi gameplay hilang sepenuhnya. Capcom memperkenalkan Oni Armaments sebagai kemampuan pendukung yang dapat digunakan dalam berbagai situasi sehingga pemain tetap memiliki banyak pilihan saat menghadapi musuh.

 

Teknik ikonik Issen pun kembali hadir, namun kali ini tidak lagi menjadi kemampuan yang wajib dikuasai untuk menyelesaikan permainan.

“Issen bukanlah sesuatu yang wajib dikuasai untuk menyelesaikan game. Kami ingin menjadikannya sebagai elemen pertarungan yang menantang bagi pemain yang ingin mencobanya dan memperoleh hadiah dari keberhasilan tersebut.”

Hal yang sama juga berlaku pada sistem animasi. Serangan tidak dapat dibatalkan secara bebas menjadi dodge atau aksi lainnya karena Capcom ingin setiap ayunan pedang memiliki konsekuensi.

“Jika pemain bisa membatalkan serangan kapan saja untuk langsung masuk ke manuver bertahan, maka unsur risiko dalam pertarungan akan berkurang. Itu adalah sesuatu yang memang tidak ingin kami masukkan ke dalam game.”

Sebaliknya, pemain tetap bisa melakukan cancel menuju Parry maupun Deflect pada timing tertentu. Menurut Nihei, pendekatan ini dipilih demi menciptakan duel yang terasa lebih realistis dan memberikan sensasi benar-benar bertarung sebagai seorang samurai.

Tingkat Kesulitan Dirancang Agar Bisa Dinikmati Semua Pemain

Walaupun seri Onimusha dikenal dengan gameplay action yang menuntut presisi, Capcom menegaskan kalau mereka tidak ingin pemain merasa harus mengulang boss berkali-kali hanya karena tingkat kesulitannya.

Game ini menyediakan Story Difficulty bagi pemain yang kurang terbiasa dengan game action, lengkap dengan panduan timing yang akan menunjukkan kapan harus melakukan evade maupun parry. Selain itu, pemain juga bisa meningkatkan statistik karakter melalui sistem progression sehingga tantangan tidak hanya bergantung pada kemampuan mekanis pemain.

“Kami tidak mendesain boss sebagai tantangan yang harus dihadapi berulang kali selama berjam-jam. Selama pemain memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia, mereka seharusnya bisa mengatasi tantangan tersebut.”

Capcom juga memastikan kalau pemain bebas bereksperimen dengan build karakter karena seluruh alokasi skill dapat di-reset kapan saja.

“Kalian benar-benar bisa melakukan reset skill. Fitur itu sudah menjadi bagian dari desain game sejak awal, jadi pemain tidak perlu khawatir akan terkunci pada pilihan skill tertentu.”

Untuk pemain yang baru memulai, Nihei merekomendasikan agar lebih dahulu membuka kemampuan Deflect serta berbagai skill yang berkaitan dengan Blazing State, karena keduanya merupakan fondasi utama sistem combat. Menariknya, meski banyak pemain menganggap demo terasa cukup mudah, Kadowaki mengatakan tim tidak berniat menaikkan tingkat kesulitan hanya demi memenuhi permintaan sebagian pemain.

“Kami ingin game ini dapat dinikmati oleh berbagai macam pemain dengan tingkat pengalaman yang berbeda-beda. Karena itu kami tidak ingin menaikkan tingkat kesulitan hanya demi memenuhi keinginan kelompok tertentu.”

Eksplorasi Kini Menjadi Aspek yang Lebih Penting

Selain pertarungan, Capcom juga memperluas sisi eksplorasi melalui sebuah area semi-terbuka di Kyoto yang berfungsi sebagai hub utama permainan. Pada area tersebut pemain bisa bertemu NPC, menerima quest sampingan, menghadapi boss opsional, hingga menemukan berbagai item untuk memperkuat karakter.

“Akan ada boss yang bukan bagian dari alur cerita utama, serta NPC yang dapat diajak berbicara dan nantinya memberikan quest maupun misi untuk diselesaikan.”

Area ini akan berkembang seiring progres cerita. Semakin jauh pemain melangkah, semakin banyak lokasi, NPC, maupun item baru yang bisa diakses. Capcom juga mengonfirmasi kalau kemampuan seperti Oni Strength akan membuka jalur-jalur yang sebelumnya tertutup. Meski backtracking bersifat sepenuhnya opsional, pemain yang bersedia kembali menjelajahi area lama akan memperoleh berbagai hadiah tambahan.

“Kami memang ingin memberikan hadiah bagi pemain yang meluangkan waktu untuk menjelajah dan kembali ke area-area sebelumnya.”

Boss yang Dibangun dari Sejarah, Legenda, dan Imajinasi

Ketika ditanya mengenai inspirasi di balik desain para boss, Nihei menjelaskan kalau tidak semuanya dibuat berdasarkan satu yokai tertentu. Sebagai contoh, Rasho-gan justru lebih banyak terinspirasi dari kuil yang menjadi latar kemunculannya, sebuah tempat yang dalam legenda dikenal memiliki kaitan dengan konsep mengikat maupun memutus takdir.

“Rasho-gan tidak didasarkan pada satu yokai tertentu dalam mitologi Jepang. Desainnya lebih banyak dipengaruhi oleh lokasi yang berkaitan dengannya.”

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan menjadi desain gunting raksasa, tema memanen anggota tubuh, hingga gestur menyilangkan jari yang dalam budaya Jepang melambangkan takdir, bukan kebohongan seperti yang sering dipahami di Barat.

Sementara itu, mengenai cerita utama dan identitas pemimpin Genma, Capcom masih memilih untuk merahasiakannya. Namun Nihei memastikan kalau game ini tetap memiliki hubungan dengan empat seri Onimusha sebelumnya, meski membawa dunia dan narasi baru yang dirancang agar mudah diikuti pemain baru.

Demo Hanya Menampilkan Sebagian Kecil dari Konten Penuhnya

 

Menutup wawancara, Kadowaki menjelaskan kalau area yang dimainkan media sebenarnya baru mencakup sekitar seperempat porsi konten gamenya. Karena itu, tingkat kesulitan musuh reguler memang masih sengaja dibuat lebih ringan agar pemain dapat mempelajari dasar-dasar combat.

“Bagian yang kalian mainkan di demo masih berada cukup awal dalam permainan, mungkin sekitar seperempat perjalanan. Seiring progres, kalian akan menghadapi varian musuh baru, bahkan musuh yang sama pun akan menjadi lebih kuat. Kelompok musuh juga akan semakin besar dan lebih beragam, sehingga pemain benar-benar harus memikirkan pendekatan mereka di setiap pertarungan.”

Nihei juga menambahkan kalau banyaknya opsi counter yang tersedia di demo bukanlah representasi pengalaman sebenarnya. Pada versi final, seluruh kemampuan akan diperkenalkan secara bertahap agar pemain memiliki waktu untuk mempelajari setiap mekanik secara alami. Practice Ground juga disediakan sebagai tempat berlatih, lengkap dengan panduan tombol yang dapat diaktifkan selama pertarungan.

Menariknya, meski banyak pemain menganggap demo terasa cukup mudah, ada satu hal yang justru berada di luar dugaan tim pengembang.

“Apa yang benar-benar mengejutkan kami adalah ternyata cukup banyak pemain yang berhasil melakukan Issen selama demo. Itu benar-benar di luar dugaan kami, dalam arti yang positif.”

Meski menerima berbagai masukan dari demo publik, Kadowaki menegaskan kalau Capcom tidak melakukan perubahan besar terhadap arah pengembangan game. Menurutnya, tim tetap yakin dengan pengalaman bermain yang telah mereka rancang dan ingin memastikan Onimusha: Way of the Sword dapat dinikmati oleh pemain baru maupun veteran ketika versi finalnya resmi dirilis.

Jika tidak sabar menantikan gamenya, Onimusha: Way of the Sword dijadwalkan rilis pada 4 September untuk PC (Steam, Microsoft Store, dan Epic Games Store), PlayStation 5, Xbox Series, serta Nintendo Switch 2. Untuk ragam detail dan perkembangan terupdate dari gamenya bisa kamu cek langsung lewat website resmi mereka DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: CapcomInterviewNintendo Switch 2Onimusha: Way of the SwordPCPS5WawancaraXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

STEINS;GATE RE:BOOT Hadirkan Rute Cerita Baru yang Hilangkan Rintaro Okabe

Next Post

Kembali Nyobain Onimusha: Way of the Sword – Makin Seru, Makin Intens, Makin Terpoles!

Related Posts

Simak impresi kami dari sesi hands-on terbaru Onimusha: Way of the Sword yang semakin memperlihatkan kualitas jempolannya
Konsol

Kembali Nyobain Onimusha: Way of the Sword – Makin Seru, Makin Intens, Makin Terpoles!

August 6, 2026
Rute cerita baru STEINS;GATE RE:BOOT akan memberi nuansa yang sangat berbeda, apalagi dengan dihilangkannya sang protagonis
Berita

STEINS;GATE RE:BOOT Hadirkan Rute Cerita Baru yang Hilangkan Rintaro Okabe

August 6, 2026
Nexon Games kembali membagikan informasi terbaru soal Project RX, game 3D bertema bishojo isekai, katanya akan berbeda dari Blue Archive.
Berita

Film Spider-Man: Brand New Day Bikin Jumlah Pemain Game Marvel’s Spider-Man Naik Drastis

August 6, 2026
NetEase Games mengumumkan bahwa update Season 9.5 untuk Marvel Rivals bakal membawa perubahan besar dari sisi ukuran game.
Berita

NetEase Bakal Pangkas Ukuran Game Marvel Rivals Hingga 40 GB

August 6, 2026
Di tengah ramainya pasar game gacha RPG saat ini, Silver Palace baru saja menggelar tahap 2nd Beta-nya. Simak preview kami!
Android

Nyobain Silver Palace – Cerita Kuat, Combat Berbobot, Visual Fantastis

August 6, 2026
S-GAME mengonfirmasi kalau pengembangan Phantom Blade Zero kini sudah rampung dan akan dirilis sesuai jadwal
Berita

Phantom Blade Zero Akhirnya Rampung, Pre-Order Siap Menyusul Minggu Depan!

August 6, 2026
Next Post
Simak impresi kami dari sesi hands-on terbaru Onimusha: Way of the Sword yang semakin memperlihatkan kualitas jempolannya

Kembali Nyobain Onimusha: Way of the Sword - Makin Seru, Makin Intens, Makin Terpoles!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Nexon Games kembali membagikan informasi terbaru soal Project RX, game 3D bertema bishojo isekai, katanya akan berbeda dari Blue Archive.

Nexon Sebut Project RX Akan Sangat Berbeda dengan Blue Archive

by Taufik
August 6, 2026
0

Nexon Games kembali membagikan informasi terbaru soal Project RX, game 3D bertema bishojo isekai yang sedang dikembangkan oleh tim di...

Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Oopsie Croco.

Oopsie Croco Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
August 5, 2026
0

Oopsie Croco adalah game petualangan yang menggabungkan berbagai elemen menarik, mulai dari roguelike, auto battler, hingga pertarungan PvP dan kamu...

Kabar kurang menyenangkan datang dari Refactor Games, studio yang mengembangkan FIFA World Cup: Launch Edition untuk Netflix.

Studio Pembuat Game FIFA World Cup untuk Netflix Kena PHK Massal Setelah Game Rilis

by Taufik
August 5, 2026
0

Kabar kurang menyenangkan datang dari Refactor Games, studio yang mengembangkan FIFA World Cup: Launch Edition untuk Netflix Games. Menurut sejumlah...

Marvelous resmi mengumumkan kalau game mobile Story of Seasons dari seri Bokujou Monogatari dibatalkan karena kerja sama dengan Tencent abis.

Story of Seasons Mobile Resmi Dibatalkan, Imbas Marvelous Putus Kerja Sama dengan Tencent

by Taufik
August 4, 2026
0

Marvelous resmi mengumumkan kalau game mobile Story of Seasons dari seri Bokujou Monogatari dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengakhiri...

Koei Tecmo dan Gust lewat kerjasamanya dengan SpiralAI baru saja mengumumkan RyzaChat AI sebagai RPG unik dengan basis sistem chat AI

RyzaChat AI Diumumkan, Game RPG Interaktif Baru Berbasis Sistem Chat AI untuk Mobile!

by Fadhil
August 4, 2026
0

Koei Tecmo dan Gust lewat kerjasamanya dengan SpiralAI baru saja mengumumkan RyzaChat AI sebagai RPG unik dengan basis sistem chat...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd