Capcom belum lama ini telah kembali memberikan kesempatan kepada media untuk menjajal Onimusha: Way of the Sword selama kurang lebih tiga jam di PlayStation 5 menggunakan tingkat kesulitan Action. Tim kami kebetulan ikut berpartisipasi dalam sesi hands-on tersebut, di mana kami bisa melihat lebih dekat bagaimana game ini mengembangkan identitas klasik Onimusha melalui sistem pertarungan yang lebih modern, eksplorasi yang lebih dinamis, hingga sistem progression karakter yang jauh lebih mendalam dibandingkan seri-seri terdahulu.
Meski masih terbatas pada preview build, impresi awal yang ditinggalkan sudah cukup untuk menunjukkan arah baru yang ingin ditempuh oleh Capcom untuk franchisenya.
Sistem Combat Kini Jauh Lebih Kompleks
Sepanjang demo, kami dihadapkan berbagai musuh standar seperti pendekar pedang, pemanah, pengguna perisai, Kubi Akari, Togemaru, hingga musuh elit yang memiliki HP dan daya serang lebih tinggi dibandingkan musuh biasa. Meski variasi musuh reguler belum terasa terlalu beragam, fokus utama demo ini jelas berada pada pertarungan melawan para boss yang menjadi sorotan utama.
Demo ini melanjutkan cerita setelah pertarungan melawan Ganyu yang diperlihatkan pada demo sebelumnya. Setelah melewati sejumlah area eksplorasi dan puzzle, kami berhadapan dengan boss pertama bernama Daidara dalam wujud Genma raksasa yang bertarung menggunakan gada berukuran besar.

Daidara digambarkan sebagai monster yang selalu diliputi rasa lapar. Karakteristik tersebut bukan hanya menjadi bagian dari desain karakternya, tetapi juga berkaitan langsung dengan salah satu mekanik utama dalam game. Setiap kali boss menjatuhkan soul selama pertarungan, kamu harus segera menyerapnya. Jika dibiarkan terlalu lama, boss justru akan menyerap soul tersebut untuk memperkuat dirinya sendiri sekaligus membuka pola serangan baru yang lebih berbahaya.
Desain arena juga ikut memainkan peranan penting selama pertarungan. Tubuh Daidara yang sangat besar bisa menghancurkan maupun berinteraksi dengan berbagai objek di sekitarnya. Senjatanya terkadang tersangkut pada dinding, bahkan gerakannya bisa terganggu akibat rintangan yang ada di arena. Memasuki fase kedua, gada yang digunakannya berubah menjadi cambuk raksasa sehingga ritme pertarungan ikut berubah drastis dan memaksamu beradaptasi dengan jangkauan serangannya yang jauh lebih luas.

Boss kedua adalah Rasho-gan, sosok humanoid yang tubuhnya tersusun dari kumpulan tangan. Berbeda dengan Daidara yang mengandalkan serangan lambat tapi mematikan, Rasho-gan tampil jauh lebih lincah. Dia mampu melemparkan bola energi, melakukan serangan tiba-tiba untuk menangkapmu, hingga menggunakan gunting raksasa pada fase kedua dengan kombinasi tempo serangan cepat dan lambat yang sengaja dibuat untuk mengecoh timing.
Salah satu serangannya yang paling unik adalah ketika dia memanggil bola energi raksasa. Kamu bisa memilih untuk menghindarinya sepenuhnya atau menggunakan kemampuan tertentu guna menghancurkan serangan tersebut. Menurut sang sutradara, pertarungan ini memang dirancang agar pemain memiliki beberapa solusi berbeda dalam menghadapi situasi yang sama, bukan hanya mengandalkan satu pendekatan saja.
Boss ketiga bernama Byakue, musuh berukuran sedang yang mengandalkan agresivitas tinggi. Dia terus memberi tekanan menggunakan kapak berukuran besar serta serangan lompatan yang sulit diprediksi. Berbeda dari dua boss sebelumnya, Byakue tidak memiliki arena khusus. Dari sesi hands-on ini, terlihat jelas kalau Capcom memberikan perhatian besar pada AI musuh agar mampu memanfaatkan arena selama bertarung.
Tiga Pilar Utama Combat
Secara keseluruhan, sistem combat Onimusha: Way of the Sword dibangun di atas tiga fondasi utama, yaitu defensive counter, forced stagger, dan area-of-effect burst. Untuk menghadapi serangan musuh biasa, kamu harus mengandalkan mekanik Parry, Deflect, serta Evade sebagai pertahanan utama. Kemudian terdapat kemampuan Reflex yang memungkinkanmu membalas secara instan setelah berhasil membaca celah serangan lawan.
Teknik ikonik Issen juga kembali hadir. Tapi kali ini timing untuk mengaktifkannya terasa jauh lebih sempit dibandingkan sebelumnya sehingga tidak mudah dilakukan secara konsisten. Justru karena sulit dieksekusi, Issen menjadi salah satu teknik paling memuaskan karena mampu langsung membuyarkan ritme serangan lawan dan membuka peluang serangan balik yang besar.

Selain itu terdapat mekanik seperti Blade Barrage & Lock yang memberikan nuansa duel samurai lebih kuat dan membuat setiap pertarungan terasa lebih dinamis dibandingkan sekadar menghafal pola serangan musuh. Capcom juga menyediakan alternatif bagi kalian yang tidak ingin selalu bergantung pada parry presisi. Ketika musuh sedang mengisi serangan kuat, kamu bisa menggunakan Oni Armaments untuk langsung menghentikan serangan tersebut sekaligus membuat lawan mengalami stagger. Pendekatan ini memberikan opsi bermain yang lebih aman tanpa menghilangkan kedalaman sistem combat.
Salah satu kemampuan yang cukup menarik perhatian adalah Wind-Whipper. Dengan memutar naginata bermata ganda, kamu bisa menciptakan pusaran angin yang melempar musuh di sekitar sekaligus meniadakan seluruh proyektil yang masuk ke area pusaran tersebut. Menariknya lagi, apabila pusaran angin bersentuhan dengan api di lingkungan sekitar, serangan tersebut akan berubah menjadi tornado api yang menghasilkan damage jauh lebih besar. Efek visual maupun mekaniknya sama-sama terasa memuaskan selama dimainkan.

Secara keseluruhan, Capcom tampaknya ingin membuat Onimusha: Way of the Sword lebih mudah diakses oleh pemain baru tanpa mengorbankan kedalaman mekaniknya. Setiap boss menawarkan berbagai pendekatan berbeda untuk ditaklukkan, lingkungan sekitar juga bisa dimanfaatkan selama pertarungan, sementara kamu bebas memilih antara tingkat kesulitan Story maupun Action.
Bagi kalian yang masih kesulitan membaca pola serangan musuh, tersedia pula berbagai opsi assist yang bisa diaktifkan. Sebaliknya, pemain veteran bisa mematikan seluruh bantuan tersebut untuk memperoleh pengalaman yang lebih menantang. Perlu diingat kalau preview build ini membuka seluruh skill sejak awal agar media bisa mencoba seluruh sistem yang tersedia. Capcom sendiri menegaskan kalau progression skill dan tingkat kesulitan pada versi final nantinya akan berbeda, sehingga pengalaman bermain saat peluncuran diperkirakan akan terasa lebih menantang dibandingkan demo ini.
Eksplorasi Mengandalkan Beragam Kemampuan Oni

Mengesampingkan combat, eksplorasi kini menjadi bagian yang jauh lebih penting dibandingkan seri-seri Onimusha sebelumnya. Progress kararkter sering kali bergantung pada kemampuan baru yang membuka akses menuju area maupun puzzle yang sebelumnya tidak bisa diselesaikan.
Dalam preview build ini, dua kemampuan utama yang diperkenalkan adalah Oni Strength dan Oni Bow. Oni Bow tidak hanya berfungsi sebagai senjata jarak jauh, tetapi juga menjadi alat untuk menyelesaikan berbagai puzzle. Kamu bisa mengaktifkan mekanisme tertentu atau bahkan menjatuhkan bebatuan ke arah musuh menggunakan busur tersebut. Beberapa puzzle bahkan mengharuskanmu mencari sudut tembakan yang sangat spesifik sehingga penyelesaiannya tidak selalu mudah.

Sementara itu, Oni Strength berfungsi sebagai kemampuan eksplorasi yang mirip dengan Oni Vision dari sisi progresi permainan. Bedanya, kemampuan ini juga bisa dimanfaatkan secara langsung saat bertarung. Beberapa serangan musuh hanya bisa diatasi menggunakan Oni Bow, sedangkan Oni Strength mampu menghancurkan jalur yang tertutup sekaligus memukul mundur musuh pengguna perisai.
Dari apa yang diperlihatkan dalam demo, cara memperoleh kemampuan-kemampuan tersebut masih terasa cukup linear. Saat mendapatkan kemampuan baru, kamu lalu akan langsung menggunakannya untuk melanjutkan progress. Meski demikian, tim pengembang mengungkapkan dalam sesi wawancara terpisah kalau mereka ingin memberikan hadiah bagi yang bersedia kembali mengunjungi area-area sebelumnya. Artinya, kemungkinan besar akan terdapat item maupun reward tersembunyi yang hanya bisa diperoleh melalui proses backtracking.
Selain itu Oni Vision juga membantu proses navigasi. Ketika kehilangan arah, kemampuan ini terkadang akan memberikan petunjuk mengenai tujuan berikutnya, ditambah adanya penanda berwarna kuning yang tersebar di berbagai area permainan.
Kyoto Sebagai Hub Utama
Preview build ini juga memperlihatkan sebuah kawasan kota di Kyoto yang berfungsi sebagai hub utama. Kamu bisa berpindah antar-checkpoint melalui sistem fast travel, sementara berbagai kelompok musuh tersebar di sejumlah lokasi. Mengalahkan mereka akan membuka peti berisi berbagai hadiah.
Selain itu terdapat side quest sederhana dari para penduduk desa. Kamu hanya perlu membantu mereka mengusir para Genma untuk memperoleh hadiah tambahan. Tujuan utama area ini sendiri adalah memurnikan sejumlah rift yang masing-masing dijaga oleh satu hingga dua gelombang musuh.
Ukuran kota ini memang tidak terlalu besar, terdiri atas beberapa bangunan dengan markas utamamu berada di bagian tengah. Hampir seluruh fitur penting seperti titik teleportasi, Bell Tower, hingga Oni Lady dikumpulkan dalam area ini sehingga kamu tidak perlu berpindah terlalu jauh untuk mengakses berbagai sistem upgrade.

Salah satu fasilitas menarik di hub tersebut adalah Bell Tower, yang berfungsi sebagai arena latihan. Dari sini kamu bisa mempelajari tutorial dasar, mencoba berbagai kombinasi combo, hingga kembali menantang boss yang sebelumnya sudah dikalahkan. Bell Tower juga menyediakan reward tersendiri yang dibedakan berdasarkan tingkat kesulitan Story maupun Action, sehingga kamu memiliki alasan tambahan untuk terus mengasah kemampuan mereka.
Capcom juga memperkenalkan mekanik kabut merah, yang membatasi akses menuju area tertentu hingga berhasil memenuhi syarat progress tertentu. Pendekatan ini membuat alur eksplorasi tetap terarah sekaligus membangun rasa penasaran terhadap lokasi-lokasi yang belum bisa dijangkau. Selebihnya, aktivitas eksplorasi masih mencakup elemen-elemen klasik seperti membuka peti, menghancurkan kendi, dan mengumpulkan material crafting maupun item konsumsi.
Sistem Progression Berlapis
Checkpoint yang disebut Spirit Mirror bukan sekadar tempat untuk melakukan fast travel. Lokasi ini juga menjadi pusat pengembangan karaktermu. Capcom membagi sistem upgrade menjadi tiga kategori utama. Yang pertama adalah Equipment Enhancement, yang memungkinkanmu meningkatkan atribut pakaian, pedang, dan gauntlet untuk meningkatkan damage, HP, maupun statistik lainnya.
Kategori kedua merupakan sistem yang menyerupai skill tree. Dari sini kamu bisa mempelajari berbagai Basic Skills, tapi kemampuan baru baru bisa dibuka setelah menemukan Power Stones selama eksplorasi. Berbagai teknik seperti Deflect, Reflex Combo, hingga Chain Issen termasuk ke dalam sistem ini.

Kategori terakhir adalah Special Skills, yang berfokus pada peningkatan berbagai Oni Armaments dan Oni Vision. Menariknya, tim developer menegaskan kalau tidak ada urutan upgrade yang dianggap paling benar. Kamu diberi kebebasan mengembangkan karakter sesuai gaya bermain, sehingga setiap orang bisa membangun kombinasi kemampuan yang berbeda.
Selain fitur upgrade, Spirit Mirror juga memberikan akses menuju Storehouse dan Practice Ground. Storehouse sendiri menjadi tempat penyimpanan item karena setiap jenis barang memiliki batas kapasitas tertentu, sehingga kamu tetap harus mengatur inventaris mereka dengan baik selama bermain.
Performa di Nintendo Switch 2

Selain mencoba versi PlayStation 5, media juga sempat memainkan Onimusha: Way of the Sword selama sekitar sepuluh menit di Nintendo Switch 2 melalui mode Practice Ground.
Selama sesi singkat tersebut, performa game terasa stabil tanpa penurunan frame rate yang berarti. Meski masih terlalu dini untuk memberikan penilaian menyeluruh, impresi awal menunjukkan kalau game ini juga mampu berjalan dengan baik di perangkat terbaru Nintendo tersebut.
Impresi Sejauh Ini

Berdasarkan sesi hands-on ini, Onimusha: Way of the Sword memperlihatkan upaya CAPCOM untuk memodernisasi franchise tanpa meninggalkan identitas utamanya sebagai game aksi bertema duel pedang. Sistem combat kini menawarkan ruang bereksperimen yang jauh lebih luas melalui kombinasi Deflect, Reflex, Issen, hingga berbagai Oni Armaments, sementara setiap boss menghadirkan karakteristik pertarungan yang benar-benar berbeda satu sama lain.
Eksplorasi memang masih terasa cukup linear dalam preview build ini. Tapi keberadaan berbagai kemampuan Oni, area hub di Kyoto, serta konfirmasi dari tim pengembang mengenai adanya reward untuk aktivitas backtracking menunjukkan kalau versi final kemungkinan akan menawarkan eksplorasi yang lebih kaya.
Perlu diingat kalau seluruh pengalaman bermain ini berasal dari media preview build. Seluruh skill sengaja dibuka sejak awal dan tingkat kesulitannya belum mewakili versi final. Meski demikian, dari kualitas pertarungan, desain lingkungan, hingga performa teknis yang diperlihatkan sejauh ini, Onimusha: Way of the Sword telah meninggalkan kesan yang sangat positif. Kini tinggal bagaimana CAPCOM mampu menyatukan seluruh elemen tersebut menjadi sebuah pengalaman yang memuaskan, baik bagi para penggemar lama maupun pendatang baru ketika game ini resmi dirilis nanti.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post