Gamescom 2025 jadi panggung besar buat ASUS ROG memperlihatkan salah satu kolaborasi paling ambisius mereka sejauh ini, yaitu ROG Xbox Ally. Perangkat ini adalah konsol handheld hasil kerja sama resmi dengan Microsoft, sesuatu yang langsung menarik perhatian karena menyatukan dua nama besar di dunia gaming: ROG dengan keahlian di perangkat keras, dan Xbox dengan ekosistem gaming yang sudah mendunia.
Kami berkesempatan ngobrol langsung dengan Galip Fu, selaku Marketing Director ASUS dan ROG Consumer PC Business Unit. Dari obrolan itu, terungkap bagaimana proyek ini lahir, apa saja yang membedakan perangkat ini dari ROG Ally X, hingga rencana ke depan saat konsol handheld tersebut rilis secara global pada Oktober 2025.

Dari ROG Ally ke Xbox Ally
Menurut Galip Fu, kerja sama dengan Xbox ini memang terasa sebagai langkah alami setelah perjalanan panjang ROG di ranah handheld gaming. ASUS sudah membuktikan sejak 2023 lewat ROG Ally bahwa ada pasar besar untuk perangkat PC gaming portabel kelas premium. Lalu di 2024, ROG Ally X hadir dengan banyak perbaikan, dari daya tahan baterai hingga desain yang lebih matang. Keberhasilan itu membuat Xbox melihat ASUS sebagai partner paling tepat untuk masuk ke pasar handheld.
Fu menyebutkan bahwa hubungan ASUS dan Microsoft sebenarnya sudah terjalin puluhan tahun, terutama lewat dunia laptop. Jadi, ketika Xbox ingin menghadirkan pengalaman konsol dalam bentuk handheld, ASUS langsung berada di urutan pertama dalam daftar pilihan mereka. Bisa dibilang, pengalaman ASUS di hardware dan keinginan Xbox untuk memperluas ekosistemnya akhirnya bertemu di satu titik.

Apa yang Membuat ROG Xbox Ally Berbeda
Kalau ROG Ally X sudah berhasil menjawab sebagian besar kritik dari komunitas, seperti masalah panas, kapasitas baterai, dan pilihan warna, Xbox Ally dibawa ke level berbeda. Menurut Fu, perbedaan utamanya ada pada pengalaman konsol yang lebih menyeluruh, sesuatu yang hanya bisa terwujud dengan dukungan langsung dari Xbox.
Kini perangkat ini bisa langsung booting ke dalam antarmuka Xbox, sehingga pemain merasa familiar sejak awal. Tidak perlu repot belajar kontrol baru, karena sistem ini dirancang agar terasa seperti sedang memegang konsol Xbox biasa. Dan meski fokusnya ada di Xbox Game Pass, perangkat ini tetap mendukung Steam maupun platform PC lain. Jadi, pengalaman konsol yang simpel tetap dipadukan dengan fleksibilitas PC.
Konsol Sejati dari Hari Pertama
Menariknya, ketika ditanya soal pergeseran identitas dari “mini komputer” menjadi “konsol handheld,” Fu menegaskan bahwa visi mereka sejak awal memang ingin menghadirkan konsol. Keterbatasan teknis pada ROG Ally generasi pertama membuat kesan itu belum maksimal. Tetapi, dengan menggandeng Xbox, mereka akhirnya bisa mewujudkan konsol handheld seperti yang diimpikan sejak awal.
Fu menyebutkan bahwa tentu saja perangkat ini masih bisa dipakai seperti mini-PC, namun itu bukan niat utama mereka. Sejak awal, arah pengembangan ROG Ally adalah untuk memberikan pengalaman konsol dalam genggaman tangan. Kolaborasi dengan Microsoft membuat ambisi tersebut akhirnya benar-benar terasa nyata.

Rencana Rilis dan Edisi Spesial
ROG Xbox Ally dijadwalkan meluncur secara global pada 16 Oktober 2025. Dengan skala peluncuran sebesar ini, banyak yang penasaran apakah ASUS akan menyiapkan edisi khusus seperti yang pernah mereka lakukan dengan tema Gundam atau LEGO. Fu hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ASUS selalu terbuka dengan kemungkinan tersebut. Jadi walaupun belum ada konfirmasi resmi, penggemar masih bisa berharap hadirnya edisi kolektor yang unik di masa depan.
Sementara itu, satu pertanyaan yang juga banyak muncul adalah nasib lini ROG Ally biasa. Apakah akan tetap ada, ataukah seluruh fokus akan beralih ke versi Xbox? Fu menjawab dengan jujur bahwa saat ini ASUS masih dalam tahap diskusi internal. Jadi ada kemungkinan kedua lini produk berjalan bersamaan, atau justru Xbox Ally jadi fokus utama di masa depan.

Konsol dengan Kebebasan Ala PC
Satu hal yang ditekankan Fu adalah meski perangkat ini membawa nama Xbox, bukan berarti pemain akan terkunci dalam ekosistem tertentu saja. Xbox Ally memang dirancang agar identitas konsol tetap ada, tetapi fleksibilitas PC juga tidak hilang. Dengan begitu, gamer bisa menikmati pengalaman konsol yang simpel sekaligus tetap punya kebebasan untuk menjelajahi platform lain.
Inilah yang membuat ROG Xbox Ally terasa berbeda dari handheld lainnya. Ia tidak hanya sekadar perangkat gaming, tetapi juga simbol dari filosofi keterbukaan ASUS dan Microsoft. Gamer bisa bermain game Xbox dengan nyaman, tetapi juga bebas mengakses Steam dan berbagai layanan lain.

Tonggak Baru untuk ASUS dan Microsoft
Kolaborasi ini bisa dibilang jadi tonggak sejarah, baik untuk ASUS maupun Microsoft. ASUS membawa pengalaman panjang mereka di perangkat keras gaming, sementara Xbox menyumbangkan ekosistem software dan antarmuka konsol yang sudah akrab dengan jutaan pemain di seluruh dunia. Hasilnya adalah sebuah handheld yang menggabungkan kesederhanaan konsol dengan kebebasan PC, dirancang agar terasa akrab sekaligus fleksibel.
Seperti yang dirangkum Fu di akhir wawancara: “Ini bukan hanya sekadar perangkat baru. Ini adalah cara kami menghadirkan pengalaman konsol terbaik langsung di genggaman pemain.”
ROG Xbox Ally siap dirilis pada 16 Oktober 2025 di seluruh dunia. Gamer bisa menantikan lebih banyak detail melalui situs resmi ROG Xbox Ally DI SINI, sekaligus menunggu kejutan lain yang mungkin disiapkan ASUS dan Xbox setelah peluncuran nanti. Semoga untuk region Indonesia akan segera diumumkan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post