gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara SEGA Football Club Champions dengan Katsuya Hisai – Bukan Sekedar Game F2P, Bisa Dinikmatin Terus

Taufik by Taufik
January 20, 2026
in Android, iOS, Mobile Games, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Wawancara
0
Kami mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan Katsuya Hisai - Produser untuk SEGA Football Club Champions 2026.

Kami mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan Katsuya Hisai - Produser untuk SEGA Football Club Champions 2026.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

SEGA Football Club Champions 2026 datang sebagai wajah baru dari seri Sakatsuku yang legendaris di Jepang, tapi kali ini arahnya jelas lebih global. Dengan status free to play dan fokus ke manajemen klub, game ini ingin ngajak pemain lama maupun baru buat ngerasain serunya membangun tim dari nol, tanpa harus ribet atau punya pengetahuan sepak bola yang dalam.

Kami mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan Katsuya Hisai – Produser untuk SEGA Football Club Champions 2026. Di balik rilis global ini, ada banyak pertimbangan besar yang diambil oleh tim pengembang. Lewat cerita dari Katsuya Hisai sebagai produser, kelihatan kalau game ini bukan cuma soal pemain bintang atau gacha, tapi soal perjalanan, keputusan manajerial, dan kepuasan ngeliat klub kecil tumbuh sampai dikenal dunia.

Katsuya Hisai – Produser untuk SEGA Football Club Champions 2026

Membawa Sakatsuku Keluar dari Jepang dan Memperkenalkan Diri ke Dunia

Di balik kelahiran SEGA Football Club Champions 2026, ada tantangan besar yang bahkan sejak awal sudah disadari oleh produsennya, Katsuya Hisai. Sakatsuku adalah nama yang sangat kuat di Jepang, sebuah seri manajemen sepak bola yang sudah hidup puluhan tahun dan langsung dipahami bentuk serta rasanya oleh pemain lokal. Masalahnya, di luar Jepang, nama itu nyaris tidak punya konteks apa pun. Bagi pasar global, ini bukan sekadar rilis baru, tapi benar benar seperti memperkenalkan game yang sepenuhnya baru.

Hisai menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya bukan soal konten atau kualitas, melainkan bagaimana menjelaskan game ini ke pemain global. “Di Jepang, semua orang sudah tahu Sakatsuku itu game seperti apa. Tapi di luar Jepang, orang bahkan tidak tahu ini game manajemen atau seperti apa cara mainnya,” kurang lebih begitu inti pemikirannya. Karena itu, proses globalisasi game ini terasa seperti membangun identitas dari nol, mencari posisi yang tepat, dan menjelaskan kenikmatan bermainnya tanpa bergantung pada nama besar masa lalu.

Upaya tersebut tidak hanya berhenti di desain game, tapi juga cara distribusi. Selain platform besar seperti Google dan iOS, tim juga bekerja sama dengan mitra lokal di berbagai wilayah, termasuk Huawei dengan AppGallery. Pendekatan ini dilakukan supaya game bisa lebih dekat dengan pemain di berbagai region, bukan hanya sekadar hadir secara global, tapi juga terasa relevan secara lokal.

Manajer, Pemilik Klub, dan Perjalanan dari Lokal ke Global

Hal paling ingin ditonjolkan dari SEGA Football Club Champions 2026 adalah peran pemain sebagai manajer sekaligus pemilik klub. Bukan sekadar menyusun tim kuat, tapi membangun klub dari titik paling bawah, dari kota kecil, lalu perlahan naik hingga dikenal di panggung dunia. Konsep perjalanan dari lokal ke global ini jadi fondasi utama yang diharapkan bisa diterima pemain internasional.

Hisai melihat banyak game sepak bola free to play lain terlalu fokus pada gacha dan kekuatan kartu pemain. Pemain kuat ditarik, lalu langsung dipakai untuk menang. Di sini, pendekatannya sengaja dibelokkan. Gacha memang ada, tapi pemain yang didapat masih mentah. Performa mereka sepenuhnya ditentukan oleh bagaimana pemain melatih, mengatur, dan mengelola tim sepanjang musim. Hasil dari proses itulah yang kemudian dibawa ke mode PvP.

“Yang membedakan kami adalah fokus ke skill manajerial pemainnya,” kira kira seperti itu garis besarnya. Kemenangan tidak ditentukan oleh satu bintang saja, tapi bagaimana sebelas pemain bekerja sebagai satu kesatuan, sesuai gaya latihan dan filosofi manajemen yang dipilih.

Realisme yang Dibuat Masuk Akal dan Tidak Melelahkan

Soal realisme, Hisai menegaskan bahwa fondasi terkuat game ini ada pada lisensi pemain asli. Lebih dari lima ribu pemain dunia hadir dan bisa digunakan, dilatih, serta dikembangkan. Dari sisi data, tim bekerja sama dengan tim Football Manager sebagai basis statistik, lalu mengolahnya agar cocok dengan struktur dan ritme SEGA Football Club Champions 2026.

Namun realisme di sini tidak diterjemahkan sebagai simulasi super rumit. Justru sebaliknya, beberapa aspek sengaja disederhanakan agar tetap terasa seru. Sistem investasi misalnya. Pemain bisa mengalokasikan dana untuk membuat merchandise, menjualnya, lalu memutar kembali uang itu ke klub. Tidak ada urusan ribet seperti rantai suplai atau logistik. Hisai menyebut sistem ini “cukup dekat dengan kenyataan, tapi tidak berlebihan”.

Untuk Asia Tenggara, tim sebenarnya ingin menghadirkan klub dan liga lokal berlisensi sejak awal. Sayangnya, hal itu belum terwujud. Sebagai gantinya, tersedia liga Asia Tenggara tanpa lisensi yang tetap memungkinkan pemain memulai dari wilayahnya sendiri sebelum menembus level global. Indonesia dan Thailand disebut sebagai dua region dengan respons paling positif sejauh ini, terutama dari sisi pre registration dan feedback awal.

Ke depan, Hisai membuka kemungkinan pemecahan liga Asia Tenggara menjadi liga yang lebih spesifik seperti Indonesia atau Thailand, bahkan menghadirkan klub berlisensi secara bertahap. “Ini masih proses dan belum bisa dikonfirmasi,” tapi arahnya sudah jelas.

SEGA Football Club Champions

Dari Game Premium ke Free to Play Tanpa Mengorbankan Inti Pengalaman

Keputusan mengubah seri yang sebelumnya premium menjadi free to play adalah salah satu keputusan tersulit bagi tim. Hisai secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat bimbang. Namun riset global menunjukkan bahwa brand awareness Sakatsuku di luar Jepang sangat rendah. Bahkan di Jepang sendiri, sudah cukup lama tidak ada rilis versi konsol, sehingga gaungnya tidak sekuat dulu.

Free to play akhirnya dipilih agar sebanyak mungkin orang bisa mencoba. Filosofinya sederhana. Main dulu, rasakan serunya, baru kalau suka silakan mengeluarkan uang. Tidak ada stamina, tidak ada pembatas waktu, dan mode karier bisa dimainkan penuh tanpa harus bayar. Hisai menekankan bahwa pengalaman single player adalah prioritas utama.

Monetisasi lewat gacha lebih difokuskan ke pemain yang ingin memaksimalkan tim untuk PvP. Di luar itu, seluruh konten inti bisa dinikmati gratis. “Kami ingin gameplay jadi alasan orang bertahan, bukan karena dipaksa oleh sistem,” kurang lebih begitu semangat yang ingin dibawa, sekaligus harapan agar industri bisa lebih fokus ke kualitas permainan.

Menyeimbangkan Ribuan Pemain dan Dinamika PvP

Dengan ribuan pemain dunia, termasuk nama besar seperti Erling Haaland yang bisa didapat pemain, tantangan balancing jelas tidak kecil. Namun Hisai menegaskan bahwa satu pemain kuat tidak akan otomatis mendominasi. Dalam satu tim ada sebelas pemain, dan skor tim adalah gabungan dari semuanya. Tanpa komposisi yang solid, satu bintang tidak akan bisa menggendong sepuluh pemain lain.

Di mode karier, mimpi membangun tim super memang dibiarkan mengalir bebas. Tapi di PvP, filosofi berubah. Ada matchmaking berbasis kekuatan tim agar pertandingan tetap adil. Selain itu, ada sistem playstyle dan policy yang bekerja seperti sistem counter ala RPG. Gaya bermain tertentu bisa mengungguli gaya lain, dan semuanya terhubung dengan formasi.

Ke depannya, tim bahkan berencana menghadirkan tren musiman. Jika satu gaya bermain sedang populer, pemain harus menyesuaikan timnya. Di situlah elemen manajemen benar benar diuji, bukan hanya siapa yang punya kartu terbaik.

SEGA Football Club

Tutorial, Aksesibilitas, dan Pemain Baru yang Tidak Takut Sepak Bola

Soal tutorial, Hisai tidak terlalu khawatir. Data dari closed beta menunjukkan tingkat penyelesaian tutorial di Asia Tenggara berada di kisaran tujuh puluh sampai delapan puluh persen. Retensi setelah tutorial juga sesuai atau bahkan di atas ekspektasi. Dari situ, tim menyimpulkan bahwa tutorial bukan penghalang utama.

Sejak awal, filosofi seri ini memang bukan tentang sepak bola yang rumit. Bahkan ketika Sakatsuku pertama kali hadir di Jepang, sepak bola belum sepopuler sekarang. Fokusnya selalu tentang mengelola klub. Di versi 2026, pendekatan itu dipertahankan. Sistem dibuat cukup sederhana agar pemain tanpa pengetahuan sepak bola pun bisa langsung menikmati.

Contohnya lewat sistem investasi yang ringkas, atau player drama system yang menyampaikan informasi penting lewat percakapan yang jelas. Pemain selalu tahu konsekuensi dari pilihan yang diambil. Seiring waktu, klub berkembang, pemain makin kuat, dan pemahaman pemain terhadap game ikut tumbuh secara alami.

SEGA Football Club

Tantangan Terbesar dan Harapan ke Depan

Bagi Hisai, tantangan terbesar justru ada di monetisasi. Bagaimana memastikan game free to play yang sangat fokus ke single player ini bisa berkelanjutan secara bisnis. Tim masih menunggu reaksi pemain setelah rilis, karena pendekatan yang diambil cukup berbeda dari game mobile sepak bola kebanyakan.

Soal rilis di tahun Piala Dunia 2026, Hisai menegaskan itu bukan alasan utama. Namun ia mengakui momennya terasa pas. Konten bertema Piala Dunia masih mungkin, entah dalam bentuk update besar atau mode tim nasional, meski belum ada detail final.

Menutup pembicaraan, Hisai menyampaikan pesan sederhana. Ini adalah rilis global besar pertama mereka, penuh tantangan sekaligus sangat mendebarkan. Ia mengajak semua pemain untuk mencoba sendiri gamenya secara gratis saat rilis pada 22 Januari, merasakan intinya, dan membentuk opini masing masing. Bagi timnya, kesenangan bermain adalah hal utama yang ingin disampaikan ke semua orang.


SEGA Football Club Champions 2026 akan dirilis pada 22 Januari mendatang untuk banyak platform sekaligus seperti Android, iOS, PC, PS4, dan PS5. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: InterviewKatsuya HisaiSEGASega Football Club ChampionsWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Mantan Bos Assassin’s Creed Gugat Ubisoft, Tuntut Lebih dari 22 Miliar Rupiah

Next Post

Granblue Fantasy Versus: Rising Masih Akan Terus Didukung Lewat Update dan Event Offline

Related Posts

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia
Android

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

September 4, 2026
Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Sony ikut meramaikan hype GTA lewat hardware baru yang diperlihatkan dalam rangkaian State of Play berupa DualSense.
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi GTA 6 Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Next Post
ygames dan Arc System Works masih berkomitmen untuk terus mendukung Granblue Fantasy Versus: Rising lewat update hingga event offline

Granblue Fantasy Versus: Rising Masih Akan Terus Didukung Lewat Update dan Event Offline

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd