gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Echoes of Aincrad: Sword Art Online dengan Bandai Namco – Sekarang Mau Nyoba Ala Souls Like

Taufik by Taufik
March 6, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Kami baru saja mendapat kesempatan untuk berbincang langsung dengan Yosuke Futami, Produser dari Sword Art Online: Echoes of Aincrad

Kami baru saja mendapat kesempatan untuk berbincang langsung dengan Yosuke Futami, Produser dari Sword Art Online: Echoes of Aincrad

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kami baru saja mendapat kesempatan untuk berbincang langsung dengan Yosuke Futami, Produser dari Echoes of Aincrad: Sword Art Online sekaligus General Producer untuk seri game konsol Sword Art Online. Dalam sesi wawancara ini, Futami membahas banyak hal menarik soal arah baru yang diambil game ini, mulai dari alasan kembali ke kisah awal Aincrad, pendekatan gameplay yang berbeda dari seri sebelumnya, sampai berbagai sistem baru yang sedang disiapkan tim pengembang.

Lewat obrolan ini juga terungkap bagaimana Echoes of Aincrad mencoba membawa pemain merasakan kembali momen awal death game Sword Art Online dengan cara yang lebih imersif. Tidak hanya mengandalkan nostalgia, game ini juga dirancang agar tetap relevan untuk pemain baru lewat sistem combat yang fleksibel, eksplorasi dunia Aincrad yang lebih luas, dan berbagai fitur yang membuat pengalaman bermain terasa lebih hidup. Mari simak!

Kembali ke Awal Tragedi Aincrad

Setelah hampir dua dekade perjalanan franchise game Sword Art Online dengan belasan judul utama dan berbagai spin off, Sword Art Online: Echoes of Aincrad mencoba mengambil pendekatan yang terasa sangat berbeda dibandingkan seri sebelumnya. Menurut produser Yosuke Futami, ide utama di balik game ini adalah membawa pemain kembali ke titik paling awal dari cerita Aincrad, tepat ketika insiden death game pertama kali terjadi.

Futami menjelaskan bahwa banyak game SAO sebelumnya biasanya mengambil cerita setelah berbagai kejadian besar di Aincrad atau menggunakan pendekatan alternatif. Kali ini tim pengembang justru ingin pemain benar benar merasakan kembali momen awal yang penuh ketegangan. Ia bahkan menyebut bahwa tujuan utama game ini adalah menghadirkan kembali atmosfer brutal dan penuh tekanan yang terasa di episode pertama animenya. Dalam penjelasannya ia sempat menekankan, “the most important concept is the tense and violent atmosphere when the animation started.”

Pendekatan ini juga membuat Echoes of Aincrad terasa lebih terbuka bagi dua tipe pemain sekaligus. Pemain baru yang belum pernah mengikuti anime atau novelnya bisa merasakan cerita dari awal, sementara fans lama bisa kembali menghidupkan ulang momen legendaris Aincrad dengan sudut pandang yang lebih interaktif. Intinya, game ini dirancang agar siapa pun bisa merasakan bagaimana rasanya terjebak di dalam dunia SAO sejak awal tragedinya.

Tidak hanya sekadar mengulang cerita lama, game ini juga mencoba memberi pengalaman yang lebih personal. Pemain bisa berjalan melalui dunia Aincrad sambil menemukan kembali berbagai kejadian yang sebelumnya hanya terlihat dari sudut pandang karakter utama di anime.

Combat yang Masih Terus Disempurnakan

Salah satu hal yang cukup menarik dari build awal yang diperlihatkan adalah sistem combat yang terasa cukup teknis dengan kombinasi light attack, heavy attack, dan berbagai sword skill. Futami mengakui bahwa sistem ini memang masih terus disempurnakan sebelum rilis penuh.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya pemain sudah bisa mengubah berbagai pengaturan aksi dalam build yang tersedia sekarang. Misalnya dengan mempercepat action speed agar pergerakan karakter terasa lebih responsif. Selain itu pemain juga bisa membatalkan format combo default dan membuat kombinasi serangan sendiri dengan tiga aksi yang berbeda.

Pendekatan ini membuat sistem pertarungan jadi lebih fleksibel tergantung preferensi pemain. Futami bahkan menyarankan mencoba berbagai tipe senjata seperti short dagger atau spear jika ingin merasakan gaya bertarung yang jauh lebih cepat. Dengan kata lain, meski pada awalnya terasa agak kaku, sistem combat ini sebenarnya dirancang untuk memberi ruang eksperimen yang cukup besar.

Seiring progres permainan, variasi skill juga akan berkembang cukup signifikan. Setiap senjata pada dasarnya memiliki sekitar sepuluh skill yang bisa dibuka secara bertahap. Tidak hanya itu, skill tersebut juga bisa diperkuat sehingga membuka lebih banyak variasi aksi saat bertarung.

Eksplorasi Aincrad dan Sistem Progression yang Unik

Hal lain yang membedakan Echoes of Aincrad dari banyak game SAO sebelumnya adalah fokus besar pada eksplorasi. Futami menjelaskan bahwa pemain akan menjelajahi area area yang sebelumnya belum pernah digali secara detail di seri game lain.

Selama menjelajah, pemain bisa membuka bagian peta yang belum terisi. Konsep ini membuat eksplorasi terasa seperti proses menemukan dunia Aincrad secara perlahan. Bukan sekadar mengikuti jalur cerita, tapi juga mengisi celah celah dunia yang sebelumnya belum diketahui.

Game ini juga memiliki siklus gameplay yang cukup khas. Saat menjalankan misi, pemain tidak bisa langsung mengganti equipment atau melakukan level up di tengah perjalanan. Untuk melakukan hal tersebut pemain harus kembali ke kota atau checkpoint tertentu.

Menurut Futami, sistem ini memang sengaja dibuat untuk membangun ritme permainan yang unik. Di awal permainan mungkin terasa sedikit aneh karena pemain cenderung ingin langsung mengganti item yang baru ditemukan. Namun setelah beberapa jam bermain, pemain biasanya akan mulai terbiasa dengan siklus kembali ke kota untuk memperkuat senjata, menggabungkan equipment, dan membangun build baru.

Ia bahkan mengatakan bahwa dalam sekitar 10 sampai 20 menit pemain biasanya sudah mulai memahami ritme ini. Setelah satu atau dua jam bermain, siklus tersebut justru menjadi bagian yang membuat proses progression terasa lebih memuaskan.

Dunia MMORPG yang Terasa Lebih Realistis

Meski mengambil setting MMORPG fantasi, tim pengembang ingin dunia Echoes of Aincrad terasa lebih realistis dari sisi cerita. Futami mengaku ia cukup memperhatikan bagaimana karakter di dalam game menjalani kehidupan mereka.

Beberapa karakter di cerita digambarkan sebagai streamer atau YouTuber, sementara yang lain justru mengalami kesulitan di dunia nyata karena terlalu terjebak dalam game. Ada juga karakter yang sedih karena tidak bisa pergi bekerja setelah masuk ke dunia virtual tersebut.

Pendekatan ini membuat dunia SAO terasa lebih dekat dengan kehidupan modern. Futami menyebut bahwa meskipun dunia Aincrad terlihat seperti dunia fantasi, isi ceritanya sebenarnya sangat realistis dan mencerminkan kehidupan saat ini.

Dengan cara ini, pengalaman MMORPG dalam game terasa lebih hidup. Bukan hanya sekadar petualangan di dunia virtual, tapi juga cerita tentang bagaimana kehidupan nyata para pemain ikut terdampak oleh dunia game tersebut.

Senjata, Partner, dan Gaya Bertarung

Soal senjata, Echoes of Aincrad memang masih sangat setia dengan konsep utama Sword Art Online yang berfokus pada pertarungan pedang. Futami menjelaskan bahwa senjata jarak jauh memang sangat terbatas karena dunia SAO sendiri memang didesain sebagai dunia pertarungan pedang.

Meski begitu, beberapa senjata tetap memiliki cara unik untuk menyerang dari jarak menengah. Misalnya short dagger yang bisa dilempar menggunakan skill tertentu, atau battle axe yang bisa dilontarkan menggunakan rantai. Selain itu ada juga item seperti bomb stone yang bisa digunakan untuk menyerang musuh dari jarak lebih jauh.

Untuk pemain baru, Futami menyarankan menggunakan pedang satu tangan karena merupakan senjata paling seimbang dan mudah dipelajari. Senjata ini memiliki kombinasi serangan yang cukup sederhana serta skill yang relatif mudah digunakan.

Sebaliknya untuk pemain yang lebih berpengalaman, ia merekomendasikan short dagger atau pedang dua tangan. Short dagger bisa memberikan efek status seperti poison atau burn sehingga cocok untuk membuat combo panjang. Sementara pedang dua tangan memiliki damage besar serta kemampuan recovery yang membuat build karakter jadi lebih tahan lama di medan pertempuran.

Mode Death Game dan Tantangan 

Salah satu fitur yang paling ingin dilihat reaksinya oleh Futami adalah mode khusus yang disebut Death Game. Mode ini menghadirkan pengalaman yang jauh lebih menegangkan karena data save bisa benar benar hilang jika pemain gagal bertahan hidup.

Ia mengatakan bahwa biasanya save data dalam game cukup aman, tetapi mode ini menawarkan pengalaman yang lebih ekstrem. “You save the data, but it will just completely disappear,” jelasnya ketika menjelaskan sistem tersebut.

Mode ini juga sangat menarik bagi para streamer karena setiap keputusan menjadi jauh lebih berisiko. Beberapa pemain mungkin akan bermain sangat agresif dan akhirnya mati berkali kali. Sementara pemain lain mungkin akan bermain lebih hati hati dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum menghadapi musuh.

Menurut Futami, melihat reaksi pemain ketika menghadapi situasi seperti ini adalah salah satu hal yang paling ia nantikan setelah game ini dirilis.

Menghidupkan Nostalgia Aincrad untuk Generasi Baru

Karena kembali menggunakan setting Aincrad yang sangat ikonik, tim pengembang juga berusaha menyeimbangkan unsur nostalgia dengan pendekatan yang lebih modern. Futami menjelaskan bahwa dunia dalam game tetap mempertahankan elemen klasik dari cerita SAO, tetapi juga ditambahkan berbagai cerita baru yang terasa lebih relevan dengan kehidupan saat ini.

Beberapa elemen cerita bahkan tidak ada di karya originalnya. Misalnya kisah tentang streamer atau kehidupan pemain dari berbagai negara yang terjebak di dalam game. Pendekatan ini membuat dunia Aincrad terasa lebih hidup dan lebih dekat dengan kondisi zaman sekarang.

Meski Aincrad dalam lore memiliki 100 lantai, game ini hanya akan fokus pada bagian awal saja. Futami menjelaskan bahwa membuat seluruh 100 lantai secara detail akan memakan waktu sangat lama. Ia bahkan bercanda bahwa hal tersebut mungkin membutuhkan sekitar 20 tahun pengembangan.

Karena itu Echoes of Aincrad lebih difokuskan pada awal perjalanan di dunia tersebut, terutama lantai pertama dan kedua. Dari sana pemain bisa mulai membangun party, menjalin kerja sama dengan karakter lain, dan merasakan bagaimana awal dari petualangan besar Sword Art Online dimulai.

Action RPG yang Terinspirasi dari Souls Like

Beberapa pemain mungkin melihat kemiripan dengan game Souls like karena adanya stamina bar dan sistem pertarungan yang cukup taktis. Namun Futami menegaskan bahwa Echoes of Aincrad sebenarnya tidak pernah dirancang sebagai Souls like.

Memang ada beberapa inspirasi dari sisi emosi gameplay dan mekanik stamina, tetapi fokus utama game ini tetap sebagai action RPG yang lebih mudah diakses. Tim pengembang tidak ingin game ini terlalu sulit sampai pemain harus menghadapi boss yang hampir mustahil dikalahkan.

Tujuannya justru agar pemain tetap bisa mengalahkan boss setelah mencoba beberapa kali. Futami menjelaskan bahwa jika pemain mencoba dua atau tiga kali, seharusnya boss sudah bisa dikalahkan.

Pendekatan ini membuat Echoes of Aincrad mencoba berada di tengah tengah antara sistem combat yang menantang dan pengalaman RPG yang tetap nyaman dimainkan oleh banyak tipe pemain.

Fondasi Baru untuk Masa Depan Game SAO

Di akhir wawancara, Futami juga menjelaskan bahwa Echoes of Aincrad sebenarnya menjadi semacam fondasi baru untuk seri game Sword Art Online ke depannya. Kali ini tim benar benar mengubah format dasar game dari sekadar konsep MMORPG virtual menjadi action RPG yang lebih modern.

Dengan fondasi ini, tim pengembang berharap bisa memperluas berbagai ide gameplay di masa depan. Echoes of Aincrad bukan hanya sekadar nostalgia ke dunia Aincrad, tetapi juga langkah baru untuk membawa seri game Sword Art Online ke arah yang lebih segar.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, game ini bisa menjadi titik awal bagi berbagai judul SAO berikutnya yang dibangun di atas sistem dan konsep baru yang lebih fleksibel.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: InterviewSword Art Online: Echoes of AincradWawancaraYosuke Futami
ShareTweetShare
Previous Post

Nyobain Echoes of Aincrad: Sword Art Online – Potensi Besar dengan Gameplay yang Berbeda

Next Post

Game Mobile Rhythm ‘hololive Dreams’ Buka Pra-Registrasi untuk Persiapan Rilis Global

Related Posts

Rangkuman wawancara kami dengan Masayuki Hirano selaku producer DRAGON BALL XENOVERSE 3 yang sudah membahas tuntas mengenai premis gamenya
Konsol

Wawancara DRAGON BALL XENOVERSE 3 dengan Masayuki Hirano – Bahas Latar Baru, Soul Switch, hingga Rencana Jangka Panjang!

October 21, 2026
Simak impresi kami dari sesi hands-on selama satu jam dengan DRAGON BALL XENOVERSE 3 dari ajang Tokyo Game Show 2026
Konsol

Nyobain DRAGON BALL XENOVERSE 3 – Suksesor yang Lebih Eksperimental Tapi Tetap Familiar!

October 21, 2026
Pre-order digital GTA 6 kabarnya sudah menembus sekitar 6,45 juta copy di seluruh dunia. PS5 mendominasi penjualan.
Berita

Pre-Order Digital GTA 6 Tembus 6,45 Juta Copy, PS5 Kuasai 74% Penjualan

October 21, 2026
AMD ngumumin perluasan besar buat teknologi FSR 4.1 Upscaling berbasis machine learning ke lebih banyak perangkat AMD lain.
Berita

AMD FSR 4.1 Bakal Hadir di Radeon RX 6000, Laptop Ryzen AI, dan Handheld

October 21, 2026
Menyusul rilis awalnya di Jepang, Villion: Code besutan Compile Heart rencananya akan menyusul di wilayah barat pada Januari 2027
Berita

Villion: Code Rilis Januari 2027, Game Action RPG Baru yang Ikut Libatkan Mantan Kreator Megami Tensei

October 21, 2026
Azur Promilia dipastikan akan mendapat rilis di Asia Tenggara dengan PlayPark yang memegang peran sebagai publishernya
Android

Azur Promilia Akan Rilis di Asia Tenggara Lewat Publisher PlayPark dan Dukung Bahasa Indonesia

October 21, 2026
Next Post
Game mobile resmi pertama hololive yaitu hololive Dreams kini sudah membuka pra-registrasi yang juga tersedia di Indonesia

Game Mobile Rhythm ‘hololive Dreams’ Buka Pra-Registrasi untuk Persiapan Rilis Global

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd