Di saat banyak publisher game AAA sekarang lebih memilih bermain aman dengan terus mengandalkan franchise yang sudah populer, Capcom justru masih berani mengambil risiko lewat pengembangan IP baru. Tren industri memang sedang mengarah ke sana. Bahkan Xbox di bawah Microsoft baru saja melakukan restrukturisasi besar, memangkas sekitar 3.200 karyawan, dan disebut akan lebih fokus mengembangkan franchise-franchise utamanya.
Hal itu juga disinggung oleh legenda industri game, Hideki Kamiya. Saat ditanya seorang penggemar di X tentang apa yang membuat Capcom berbeda dari publisher lain, Kamiya mengaku tidak bisa berbicara soal perusahaan lain. Namun menurutnya, Capcom punya banyak talenta hebat dan yang paling terasa adalah keberanian para petinggi perusahaan untuk terus mendorong lahirnya IP baru. Menurutnya, sikap itulah yang ikut membawa Capcom ke posisi sekarang.
ほかの会社のことは分からないけど、カプコンは、優秀なスタッフがたくさんいることはもちろんとして、例えば近年のプラグマタを見ても特に思うんだけど、積極的に新規IPの創出に取り組もうという攻めの姿勢を、上層部のリーダー陣が持ち続けていることが、良い結果に繋がってるのではないだろうか… https://t.co/uWlkVPYpr6
— 神谷英樹🍀 Hideki Kamiya🍀 (@HidekiKamiya_X) July 5, 2026
Kalau melihat deretan game Capcom beberapa tahun terakhir, memang terlihat bagaimana franchise besar seperti Resident Evil, Monster Hunter, dan Street Fighter tetap berjalan beriringan dengan IP baru seperti Kunitsu-Gami: Path of the Goddess dan PRAGMATA. Memang, tidak semua IP baru langsung meledak di pasaran. Kunitsu-Gami misalnya, meski menawarkan perpaduan action dan tower defense yang unik, penjualannya tidak terlalu besar. Sebaliknya, PRAGMATA berhasil mencuri perhatian dan menjadi salah satu kejutan terbesar Capcom.
Strategi seperti ini dianggap menjadi salah satu alasan Capcom bisa bangkit setelah sempat melewati masa-masa sulit di era PlayStation 3 dan Xbox 360. Dengan tetap merawat franchise lama sambil terus berani meluncurkan IP baru, Capcom berhasil menjaga portofolio gamenya tetap segar. Ditambah lagi, pengelolaan internal perusahaan juga dinilai cukup solid dibandingkan banyak studio besar lainnya.
Capcom juga bukan satu-satunya publisher Jepang yang masih berani mencoba hal baru. Square Enix juga terus menghadirkan IP baru dalam beberapa generasi terakhir. Contohnya Octopath Traveler, yang kemudian berkembang menjadi franchise sendiri sekaligus mempopulerkan gaya visual HD-2D. Setelah itu muncul Triangle Strategy dan The Adventures of Elliot: The Millennium Tales, yang bahkan sempat mendapat pujian langsung dari salah satu pemegang saham Square Enix.
Di sisi lain, banyak studio Xbox sebenarnya juga sempat mencoba berbagai ide baru, terutama sejak era Game Pass. Sayangnya, tidak semua proyek tersebut berhasil sesuai harapan hingga akhirnya berujung pada restrukturisasi besar. Karena itu, tidak sedikit yang menilai keseimbangan antara terus mengembangkan franchise lama dan tetap berani membuat IP baru seperti yang dilakukan Capcom bisa menjadi salah satu resep penting agar industri game AAA tetap kreatif di masa depan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post