Serial Silent Hill kembali dengan pendekatan yang cukup berbeda lewat Silent Hill: Townfall. Kali ini kami berkesempatan memainkan sekitar tiga setengah jam versi preview di PlayStation 5 dan berhasil menyelesaikan demo hands-on tersebut pada tingkat kesulitan Normal.
Sejak awal permainan, Silent Hill: Townfall langsung membangun banyak tanda tanya seputar Simon, sang protagonis, kota yang ia datangi, hingga para karakter yang tampaknya memiliki hubungan erat dengannya. Misteri menjadi salah satu kekuatan utama game ini, membuat rasa penasaran terus muncul seiring eksplorasi berlangsung.
Yang paling terasa selama memainkan preview ini adalah bagaimana Townfall benar-benar ingin membuat pemain merasa lemah dan tidak berdaya. Berbeda dengan beberapa protagonis Silent Hill sebelumnya, Simon bukan karakter yang bisa dengan mudah melawan setiap ancaman. Hampir setiap pertemuan dengan musuh terasa menegangkan karena sumber daya yang dimiliki benar-benar terbatas.
Simon Bukan Petarung, Bertahan Hidup Jadi Prioritas

Simon terasa sangat rentan sepanjang permainan. Untuk melawan musuh, ia membutuhkan papan kayu sebagai senjata jarak dekat. Namun papan kayu ini tidak bisa digunakan selamanya karena memiliki tingkat ketahanan yang terbatas.
Setiap kali digunakan untuk menyerang ataupun menahan serangan musuh, daya tahannya akan terus berkurang. Ketika papan kayu hancur dan tidak ada senjata lain di tangan, Simon praktis menjadi sasaran empuk dan hanya bisa mengandalkan pelarian atau bersembunyi.
Senjata api memang tersedia, tetapi pelurunya benar-benar langka. Bahkan ketika berhasil menemukannya, musuh ternyata memiliki daya tahan yang cukup tinggi. Dibutuhkan dua tembakan sempurna tepat ke kepala untuk mengalahkan satu musuh, sementara jika tembakan mengenai bagian tubuh lain, sekitar empat peluru baru cukup untuk menjatuhkannya.
Pendekatan seperti ini terasa sangat disengaja. Game benar-benar ingin membuat setiap peluru terasa berharga dan setiap keputusan untuk bertarung memiliki risiko besar. Rasa takut muncul bukan karena jumlah musuh yang banyak, melainkan karena pemain sadar bahwa mereka hampir tidak memiliki cara untuk melawan.
CRTV Jadi Gadget yang Sangat Penting

Salah satu fitur baru yang paling menarik di Silent Hill: Townfall adalah kehadiran CRTV, sebuah televisi portabel yang akan menemani Simon sepanjang perjalanan. Perangkat ini menjadi salah satu alat paling penting selama bermain. Pemain akan sangat sering menggunakannya untuk mendapatkan petunjuk yang sangat halus mengenai tujuan berikutnya, sekaligus memindai keberadaan musuh di sekitar area.
Keberadaan CRTV juga menjadi evolusi dari radio ikonik Silent Hill. Alih-alih hanya memberi tanda saat bahaya mendekat, kini perangkat tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih luas dan menjadi bagian penting dari eksplorasi maupun pemecahan misteri.
Puzzle Tetap Menarik Tanpa Terlalu Rumit

Sebagai seri Silent Hill, tentu puzzle menjadi bagian penting dari permainan. Untungnya, selama sesi preview, tingkat kesulitannya terasa cukup seimbang.
Puzzle yang dihadirkan tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya, tetapi tetap memberikan kepuasan saat berhasil dipecahkan. Petunjuk yang diberikan juga cukup masuk akal sehingga pemain tidak akan terlalu sering merasa kebingungan atau terjebak terlalu lama.
Karena banyak puzzle yang terhubung langsung dengan cerita, setiap penyelesaiannya juga terasa memiliki makna terhadap misteri yang sedang diungkap Simon.
Stealth Jadi Kunci Bertahan Hidup

Tidak semua ancaman harus dihadapi secara langsung. Bahkan dalam banyak situasi, pilihan terbaik justru adalah menghindari musuh sepenuhnya. Saat tidak memiliki senjata atau ketika papan kayu mulai rusak, pemain akan lebih sering memanfaatkan sistem stealth. Terdapat berbagai tempat persembunyian di lingkungan permainan, seperti lemari, yang bisa digunakan untuk menghindari patroli musuh.
Lingkungan sekitar juga memiliki peran penting. Radio, botol kaca, maupun batu bata dapat dilempar untuk mengalihkan perhatian musuh sehingga pemain bisa menyelinap melewati mereka tanpa harus bertarung. Pendekatan ini membuat eksplorasi terasa jauh lebih menegangkan. Setiap langkah harus dipikirkan dengan matang karena kesalahan kecil bisa membuat situasi berubah menjadi sangat berbahaya.
Hal lain yang cukup menarik adalah selama sesi preview tidak ditemukan jumpscare sama sekali. Atmosfer mencekam dibangun sepenuhnya melalui suasana, desain lingkungan, suara, dan tekanan psikologis. Pendekatan seperti ini terasa jauh lebih efektif dibanding mengandalkan kejutan mendadak.
Kembali ke St. Amelia yang Diselimuti Kabut

Silent Hill: Townfall mengikuti kisah Simon Ordell yang dipanggil kembali ke Pulau St. Amelia untuk “membereskan semuanya”. Sesampainya di sana, ia menemukan sebuah kota yang sunyi di bawah kabut tebal. Tempat itu terlihat seperti telah lama ditinggalkan, tetapi jelas belum benar-benar mati.
Semakin jauh Simon menjelajahi kota tersebut, semakin banyak pula potongan masa lalu yang mulai muncul ke permukaan. Hubungannya dengan kota maupun para penduduk perlahan mulai terungkap melalui berbagai kejadian yang dialaminya.
Seluruh pengalaman dimainkan dari sudut pandang orang pertama. Pemain akan menjelajah, menghindari bahaya, dan bertahan hidup menggunakan persediaan senjata serta peralatan yang sangat terbatas, termasuk CRTV yang mampu menangkap sinyal analog tidak stabil.
Pertarungan berlangsung cepat dan brutal, sementara proses menghindari musuh dipenuhi ketegangan. Puzzle yang berfokus pada cerita secara perlahan mengungkap sebuah kebenaran yang selama ini terus berusaha tenggelam.
Silent Hill: Townfall merupakan game psychological horror berdurasi penuh dengan cerita yang berdiri sendiri. Latar utamanya berada di Skotlandia pada tahun 1996 dengan nuansa dingin, terpencil, dan penuh kesunyian.
Skotlandia Jadi Latar Baru Silent Hill

St. Amelia menghadirkan jalanan berkabut, komunitas yang telah ditinggalkan, serta berbagai sudut kota yang menceritakan sejarahnya melalui atmosfer dan lingkungan. Realitas dan delusi perlahan bercampur tanpa disadari pemain. Dunia yang tampak nyata sedikit demi sedikit berubah menjadi semakin aneh, membawa pemain masuk lebih dalam ke sisi gelap St. Amelia.
Latar Skotlandia juga memberikan identitas baru bagi seri Silent Hill. Jalanan yang berkabut tetap menjadi ciri khas, tetapi kali ini dipadukan dengan nuansa pedesaan yang dingin dan terisolasi sehingga menghadirkan suasana yang berbeda dari seri-seri sebelumnya.
Silent Hill: Townfall bukan sekadar menghadirkan kisah horor biasa. Ceritanya berfokus pada introspeksi, kehilangan, serta konsekuensi dari masa lalu. Ketakutan dibangun dari detail-detail kecil, momen-momen sunyi, dan bayangan panjang kehidupan Simon sendiri. Horor yang dihadirkan terasa lebih psikologis dibanding sekadar mengandalkan monster atau adegan mengejutkan.
Kesimpulan
Dari sesi preview sekitar tiga setengah jam ini, Silent Hill: Townfall berhasil meninggalkan kesan sebagai pengalaman horror yang jauh lebih lambat, penuh tekanan, dan sangat mengandalkan atmosfer. Rasa takut dibangun melalui keterbatasan pemain, misteri yang terus berkembang, serta dunia yang dipenuhi kabut dan kesunyian, bukan sekadar melalui kejutan sesaat.
Silent Hill: Townfall akan dirilis pada 24 September 2026 untuk PlayStation 5 dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post