gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[TGS 2024] Ngobrolin The Hundred Line -Last Defense Academy- Bareng Kazutaka Kodaka!

Fadhil by Fadhil
October 17, 2024
in Wawancara
0
Simak bahasan lebih dalam mengenai The Hundred Line -Last Defense Academy- antara tim kami dengan sang kreator Kazutaka Kodaka

Simak bahasan lebih dalam mengenai The Hundred Line -Last Defense Academy- antara tim kami dengan sang kreator Kazutaka Kodaka

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Sejak pengumuman resminya beberapa bulan lalu, The Hundred Line -Last Defense Academy- langsung menarik banyak perhatian berkat art style hingga konsep cerita yang terasa begitu khas dengan Danganronpa. Impresi tersebut memang bisa dimaklumi, karena gamenya memang melibatkan peran Kazutaka Kodaka selaku mantan kreator franchise Danganronpa yang kini tergabung dalam Too Kyo Games serta mendapat dukungan dari Media.Vision dan Aniplex.

Untuk mendapat gambaran lebih dalam termasuk ambisi semacam apa yang berusaha direalisasikan gamenya, tim kami sempat berpartisipasi dalam sesi presentasi gamenya dengan Kodaka-san di ajang Tokyo Game Show 2024, termasuk menyampaikan beberapa pertanyaan lewat sesi wawancara tambahan. Sayangnya Kotaro Uchikoshi selaku salah satu kreator utama lain dari gamenya belum bisa berpatisipasi, tapi Kodaka sendiri sudah ditemani oleh Shuntaro Ino selaku sang produser yang ikut mengisi sesi presentasi terpisah dengan fokus lebih pada sisi gameplay.

Dari Kiri ke Kanan: From Left to Right: Shuntaro Ino (Producer) dan Kazutaka Kodaka (Director)

Awal Mula Sebagai “Limit x Despair”

Ide dibalik pengembangan The Hundred Line -Last Defense Academy- sudah berawal sejak pembentukan Too Kyo Games di 2018 lalu. Pada waktu itu mereka menggambarkannya sebagai proyek ambisius yang melibatkan seluruh kreator dalam tim, terutama dari kolaborasi antara Kazutaka Kodaka (Danganronpa, Master Detective Archives: RAIN CODE) dan Kotaro Uchikosi (Zero Escape, AI: The Somnium Files). Mereka memberinya label “Limit x Despair” dengan tampilan key visual yang nampak sangat berbeda dibanding game finalnya, termasuk juga dari bagaimana karakter-karkater yang diperlihatkan sepertinya hanya terbatas pada konsep saja.

Kami tentu saja penasaran mengenai seberapa jauh gamenya telah berubah sejak saat itu, dan Kodaka sendiri tidak ragu untuk membeberkannya “Proyek ini sangat berbeda dengan konsep awalnya. Jadinya proyek ini pernah dibatalkan sekali dan itulah alasan kenapa ada perubahan drastis seperti yang diperlihatkan sekarang. Pada waktu itu kami harus mengerjakan ulang semua komponen yang ada, termasuk karakter dan bahkan genre gamenya sendiri. Sebagai hasil dari upaya ini, saya rasa saya berhasil memasukkan lebih banyak ide khas sendiri ke dalam gamenya dan ini terbukti dengan beberapa adegan mengerikan yang ada di game ini. Menurut saya, ini adalah game dengan beberapa konten ekstrim yang jarang bisa ditemui di era sekarang.”

Sebuah jawaban yang memang sangat menarik, karena ternyata The Hundred Line -Last Defense Academy- berpotensi akan jadi game yang jauh berbeda dari wujud finalnya sekarang, bahkan dari genre yang akan diusung. Tidak heran juga bagaimana mereka membutuhkan waktu pengembangan lama bahkan sejak awal pembentukan awal timnya, karena mereka ternyata memang sempat membatalkan proyeknya untuk kemudian direalisasikan menjadi game yang lebih cocok dengan style Kodaka dan kemungkinan tentunya juga dengan Uchikoshi sendiri.

Terwujudnya Kolaborasi Impian

Tentunya saat mendengar nama Kodaka dan Uchikoshi dalam satu proyek rasanya adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, khususnya bagi para fans game dengan cerita mendalam yang penuh misteri dan dipenuhi skenario ekstrim. Masing-masing kreator memiliki spesialisasinya sendiri, sehingga ada lebih banyak elemen yang bisa diimplementasikan dalam game ini dibanding karya lama mereka.

“Ini adalah game dengan multiple-end pertama saya. Uchikoshi sangat ahli dalam urusan multi-ending, jadi saya serahkan hal itu kepadanya dan fokus menulis skenario seperti yang biasa saya lakukan. Cerita game ini akan berubah secara dramatis tergantung pada pilihan yang Anda buat, dan ceritanya bisa menjadi sangat berbeda tergantung pada masing-masing pemain, sehingga skenarionya bisa berkembang dengan bebas, yang bisa dibilang juga serasa menikmati kebebasan dari memainkan game open-world.” ungkap Kodaka.

Inilah yang menjadi contoh dari bagaimana masing-masing kreator dapat berfokus pada keahlian mereka. Jika biasanya Kodaka lebih berfokus pada cerita linear tanpa adanya opsi ending berbeda, kini berkat kolaborasinya dengan Uchikoshi dia bisa membuat cerita yang memiliki begitu banyak skenario yang merubah alur cerita secara drastis hingga ke endingnya. Mereka bahkan mengklaim kalau game ini memiliki 100 ending dengan skenario ekstrim dan penuh rasa putus asa.

Upaya Menciptakan Game dengan Skenario Ambisius

Menciptakan game dengan skenario yang dipenuhi dengan cabang alur dan ending berbeda tentunya tidak mudah, tapi The Hundred Line -Last Defense Academy- sejauh ini sudah memberi intipan akan konsepnya tersebut yang tentu sangat membuat penasaran. Salah satunya seperti lewat trailer “Extreme and Despair” yang memperlihatkan kematian dari banyak karakter utama gamenya dan apakah ini semua termasuk contoh dari ragam skenario “Bad End” tersebut.

Untuk ini Kodaka telah menjelaskan “Skenario gamenya akan berubah secara dramatis bergantung pada pemain. Jadi meskipun beberapa pemain mungkin melihat adegan-adegan ekstrim tersebut, beberapa pemain lain mungkin saja tidak akan pernah melihatnya dalam playthrough mereka sendiri”. Meski trailernya memang terkesan mengandung spoiler, pada akhirnya itu hanyalah sebagian dari skenario ekstrim yang bisa pemain dapati di gamenya bergantung dari keputusan mereka, sehingga The Hundred Line -Last Defense Academy- adalah game yang benar-benar membawamu dalam sebuah cerita yang sulit untuk diprediksi bahkan setelah kamu memainkannya secara langsung.

Kematian karakter sudah menjadi pemandangan yang sangat normal di game-game Kodaka maupun Uchikoshi, serta bagaimana setiap momen yang ada selalu membawa impact besar ke perasaan pemain hingga perkembangan cerita di gamenya sendiri. Kami juga ikut menanyakan soal bagaimana proses dibalik pembuatan skenario semacam ini, serta apakah ada semacam runtutan khusus yang harus diikuti seperti memilih karakter mana yang harus mati lebih dulu sebelum kemudian memikirkan ide untuk momen kematiannya.

Kodaka kemudian menjawab “Karakterisasi, drama, dan trik semuanya dipertimbangkan secara paralel saat menciptakan skenario pembunuhan atau trial. Kami mempertimbangkan drama (aspek cerita) dan trik apa yang sesuai untuk karakter tersebut, sampai terkadang juga menyesuaikan karakterisasi yang sesuai.”

Menentukan hal-hal semacam itu mungkin terasa lebih bebas di masa lalu, tapi karena ini adalah game yang melibatkan Kodaka dan Uchikoshi sebagai sang kreator, pasti ada semacam momen di mana mereka harus mencapai keputusan yang sama atau bahkan bisa saling tidak setuju akan suatu ide. Tapi nyatanya ternyata Kodaka dan Uchikoshi dapat bekerja dengan mulus karena mereka telah berfokus pada satu direksi yang cocok dengan gamenya.

“Kami memutuskan siapa yang akan mati pada tahap-tahap plot khusus, dan tidak sampai ada momen di mana kami saling berselisih pada saat itu. Kami tidak terlalu berfokus pada siapa saja karakter yang akan mati, melainkan pada jenis cerita yang ingin kami sampaikan, dan kematian karakter mana yang sesuai dengan perkembangan narasi tersebut.” jelas Kodaka.

The Hundred Line -Last Defense Academy- rencananya akan rilis untuk Nintendo Switch dan PC pada 24 April 2025. Jadwal rilisnya tersebut baru dikhususkan untuk wilayah Jepang saja, tapi mereka tetap berniat merilis versi globalnya pada awal tahun depan juga. Ragam informasi terupdate mengenai gamenya bisa terus kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI. 

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: AniplexMedia.VisionThe Hundred Line: Last Defense AcademyTokyo Game Show 2024Too Kyo Games
ShareTweetShare
Previous Post

AirAsia Warnai Langit Dengan Pesawat Unik Sonic the Hedgehog!

Next Post

Corpse Party II: Darkness Distortion Ditunda Rilisnya ke 2025

Related Posts

Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7.
Konsol

Wawancara Ace Combat 8 dengan Bandai Namco – Menjadi Lebih Realistis dan Dinamis Disaat yang Sama!

June 4, 2026
im kami telah berkesempatan mewawancarai Katsuhiro Harada yang kini telah memimpin VS Studio sebagai bagian dari SNK
Wawancara

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Katsuhiro Harada dari VS Studio – Lembaran Baru Penuh Mimpi Bersama SNK!

May 29, 2026
Kami mendapat kesempatan wawancara dengan Michael Murray selaku producer TEKKEN Project untuk membahas lebih dalam soal comeback Kunimitsu.
Konsol

Wawancara Tekken 8 dengan dengan Michael Murray – Bahas Kunimitsu si Ninja Cantik yang Kini Makin Agresif

May 21, 2026
Rangkuman wawancara terbaru kami dengan Masaaki Hoshino dari The Pokémon Company yang membahas lebih dalam soal Pokémon Champions
Android

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Masaaki Hoshino dari The Pokémon Company – Bahas Soal Ekspansi ke Mobile Lewat Pokémon Champions!

May 12, 2026
Kami juga dapat kesempatan wawancara eksklusif dengan Jushiro Kitamura, Director of the Asian Promotion Department di The Pokémon Company.
Pop Culture

[EKSKLUSIF] Wawancara Dengan Jushiro Kitamura dari The Pokémon Company – Di Balik Ramainya Turnamen Pokémon Asia

May 12, 2026
Overview serta wawancara lengkap dengan Dong Huang selaku produser Monster Hunter Outlanders yang memberi banyak informasi menarik
Android

Wawancara Monster Hunter Outlanders – Ekspansi Baru Franchisenya yang Mengagumkan dan Fleksibel!

April 29, 2026
Next Post
MAGES. dan XSEED Games terpaksa kembali menunda Corpse Party II: Darkness Distortion ke 2026 mendatang tanpa jadwal spesifik

Corpse Party II: Darkness Distortion Ditunda Rilisnya ke 2025

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd