gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review The Last of Us Part 2 Remastered PC – Porting yang Lebih Baik dari Sebelumnya

Taufik by Taufik
April 4, 2025
in PC, Review
0
Kami mendapatkan kesempatan untuk nyobain dan review The Last of Us Part 2 Remastered di PC. Mari simak artikelnya!

Kami mendapatkan kesempatan untuk nyobain dan review The Last of Us Part 2 Remastered di PC. Mari simak artikelnya!

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

The Last of Us Part 2 Remastered akan rilis di PC, membawa salah satu game terbaik dari era PlayStation 4 ke platform yang lebih luas. Setelah sebelumnya Naughty Dog dan Sony menghadirkan The Last of Us Part 1 dengan berbagai peningkatan visual dan gameplay, kini giliran sekuelnya yang mendapatkan kesempatan bersinar di layar PC.

Dengan berbagai perbaikan serta optimasi yang dijanjikan, banyak yang berharap bahwa versi remaster ini bisa memberikan pengalaman yang lebih mulus dibandingkan dengan port sebelumnya yang sempat bermasalah. Kami mendapatkan kesempatan untuk nyobain dan review The Last of Us Part 2 Remastered di PC. Seperti apa optimalisasinya? Mari simak artikelnya!

Ringkasan The Last of Us Part 2

Sebelum kita bahas versi PC-nya, mari kita bicara sedikit tentang The Last of Us Part 2 sendiri. Game ini adalah salah satu eksklusif terbesar Sony sebelum beralih ke era PlayStation 5. Sebagai sekuel dari The Last of Us yang dianggap sebagai salah satu game terbaik dekade lalu, Part 2 membawa dunia dan karakter yang sama tapi dengan arah cerita yang sama sekali berbeda. Kali ini, kita melihat segalanya dari perspektif Ellie dan Abby, dan ini adalah petualangan yang sangat intens.

Naughty Dog benar-benar menunjukkan keahlian mereka dalam menciptakan pengalaman single-player berkualitas tinggi. Meski awalnya rilis di PS4, game ini masih terlihat dan bermain seperti game next-gen. Visualnya memukau, narasinya sangat kuat dengan akting suara terbaik, dan gameplay-nya intens yang terus membuat kita tegang. Semua ini membuat The Last of Us Part 2 tetap menjadi salah satu game terbaik yang pernah ada, terlepas dari kontroversinya.

Tapi karena ini adalah sekuel langsung dengan pergeseran cerita besar, kami nggak merekomendasikan langsung main ini kalau belum main yang pertama. Kabar baiknya? Naughty Dog sudah merilis The Last of Us Part 1 (versi remaster) di PC, sebuah remake dari game original dengan peningkatan gameplay dan grafis yang membuatnya lebih sejalan dengan sekuelnya.

Mengenai versi PC

Saya main game ini dengan spek PC berikut:

  • Prosesor: Ryzen 5 3600
  • RAM: 32GB @3600MHz
  • GPU: AMD Radeon RX 6800
  • Monitor: 1440p

Sebelum masuk ke performa, The Last of Us Part 2 Remastered di PC nggak butuh login PlayStation Network (PSN). Itu cuma opsional kalau mau dapat skin kosmetik tambahan untuk mode No Return. Udah itu aja.

Performa Optimal, Masih CPU Bound

Jujur aja, The Last of Us Part 1 punya peluncuran yang berantakan di PC. Optimisasinya buruk, sering stuttering, framerate rendah, dan sering crash sampai bikin game ini hampir nggak bisa dimainkan. Pemain PC pasti frustrasi, dan itu jadi momen buruk untuk porting game Sony ke PC. Tapi untungnya, Sony dan Nixxes Software kayaknya udah belajar dari kesalahan.

Jadi, gimana performa The Last of Us Part 2 Remastered di PC? Secara mengejutkan, sangat baik. Setidaknya berdasarkan pengalaman saya, game ini berjalan lancar. Berikut hasil tes performa contohnya:

  • Tanpa FSR: 65 FPS
  • FSR Quality: 75 FPS
  • FSR Ultra Performance: 77 FPS
  • FSR Quality + Frame Generation: 130 FPS

PC saya sendiri bisa jalan lancar bahkan tanpa pake metode upscaling kayak FSR. Dengan preset grafis High, saya masih dapat sekitar 60 FPS. Lebih dari cukup untuk game yang fokusnya ke cerita. Ini menunjukkan kalau porting PC The Last of Us Part 2 Remastered beneran dikerjain dengan baik, apalagi karena nggak bergantung sama upscaling kayak kebanyakan game modern sekarang. Menurut saya, ini poin plus banget.

Seperti biasa, AMD FSR 3 bisa nambah framerate secara signifikan. Saya fokus ngetes antara setting Quality dan Ultra Performance kali ini. Peningkatan performanya nggak terlalu besar antara Quality ke Ultra Performance, dan saya nggak rekomen main di mode Ultra Performance karena grafisnya jadi agak blur. Mode Quality udah lebih dari cukup. Tapi jelas, Frame Generation adalah game-changer kalau butuh framerate lebih tinggi.

Satu hal yang menonjol adalah implementasi Frame Generation—beneran solid. Di beberapa game, Frame Generation bisa bikin input lag parah, yang bikin game terasa lambat dan nggak responsif. Tapi di sini? Nggak ada delay yang mengganggu. Berjalan mulus, dan buat yang pengen dapetin 60 FPS, ini beneran membantu. Thanks to AMD Anti-Lag yang bikin ini lebih baik lagi.

Hal lain yang patut diapresiasi adalah detail pengaturan grafisnya. Devs benar-benar ngasih penjelasan gimana setiap setting memengaruhi penggunaan GPU, VRAM, atau CPU. Ini langkah yang sangat bagus, apalagi buat pemain PC yang mau fine-tune setting berdasarkan spek hardware mereka. Nggak semua game ngelakuin ini, jadi ini beneran diapresiasi.

Tapi nggak semuanya sempurna. Salah satu masalah yang mencolok adalah shader compilation. Kebanyakan game PC mengompilasi shader sebelum main, jadi nggak ada stuttering mengganggu pas gameplay. Tapi di The Last of Us Part 2 Remastered, shader dikompilasi pas kita main, terutama saat transisi antar cutscene. Ini bisa makan waktu dan bikin saya berharap mereka ngompilasi semuanya di awal daripada memperlambat di tengah game.

Dan kalau kamu pake CPU lama atau low-end kayak Ryzen 3, Intel Core i3, atau prosesor generasi lama, mungkin bakal nemu bottlenecking dan stuttering. Meski porting PC-nya udah jauh lebih optimal, The Last of Us Part 2 Remastered tetep game yang berat di CPU, artinya lebih bergantung sama prosesor daripada GPU. Jadi kalau CPU kamu nggak bagus, siap-siap aja ada masalah performa.

Pakai DualSense Lebih Enak

Salah satu hal terbaik dari game PlayStation yang rilis di PC adalah kita masih bisa dapet pengalaman DualSense lengkap—kalau punya. The Last of Us Part 2 Remastered di PC termasuk dukungan penuh untuk Adaptive Triggers dan Haptic Feedback, persis kayak di PS5.

Adaptive Triggers-nya terutama kerasa pas pake senjata berat. Misalnya, aiming pake senapan terasa lebih kaku dan berat dibanding pistol, yang bikin combat terasa jauh lebih immersive.

Dan Haptic Feedback-nya beneran keren banget. Kamu bakal merasakan setiap pukulan melee, getaran kaki kuda waktu naik kuda, bahkan getaran halus pas jatuh dari ketinggian. Cara kontroller bereaksi di situasi berbeda bikin semuanya terasa lebih intens dan beneran narik kita ke dalam game.

Main pake mouse dan keyboard juga nyaman. Pemilihan tombol default-nya gampang dipake dan terasa optimal kayak porting game Sony lainnya. Jadi buat yang nggak punya DualSense atau gamepad, nggak perlu khawatir.

Verdict

The Last of Us Part 2 Remastered di PC, tanpa diragukan lagi, peningkatan besar dibanding peluncuran PC Part 1 yang berantakan. Kali ini, optimisasinya solid, dan game-nya berjalan sangat baik bahkan tanpa bergantung sama teknologi upscaling kayak FSR. Perhatian ke detail di pengaturan grafis adalah poin plus besar, yang kasih pemain PC fleksibilitas buat fine-tune performa berdasarkan hardware mereka. Frame Generation juga jadi sorotan—berjalan mulus dengan input lag minimal, bikin ini tambahan bagus buat yang pengen framerate tinggi.

Ditambah, dukungan penuh DualSense dengan Adaptive Triggers dan Haptic Feedback memastikan fans PlayStation nggak ketinggalan pengalaman konsol yang immersive. Bahkan kalau lebih suka mouse dan keyboard, kontrolnya terasa natural dan dioptimalkan dengan baik, bikin game ini bisa dinikmati semua tipe pemain.

Tapi porting ini nggak sempurna sepenuhnya. Kelemahan terbesarnya adalah shader compilation yang terjadi pas main daripada di awal, yang bikin prosesnya lama, apalagi di transisi cutscene. Selain itu, game ini tetap berat di CPU, jadi yang pake prosesor lama atau lemah mungkin bakal nemu bottlenecking atau stuttering, bahkan dengan GPU bagus. Masalah ini nggak sampe merusak pengalaman, tapi bikin porting PC-nya nggak sempurna. Tapi kalau kamu udah nunggu buat main The Last of Us Part 2 di PC, ini cara terbaik buat memainkannya.

The Last of Us Part 2 Remastered sudah resmi dirilis dan bisa kamu mainkan di platform Steam dan Epic Games Store.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

The Last of Us Part 2 Remastered PC

8 Score

PROS

  • Optimisasi PC yang solid – Berjalan lancar bahkan tanpa upscaling kayak FSR
  • Implementasi Frame Generation yang mulus – Input lag minimal, bikin high FPS terasa enak
  • Pengaturan grafis detail – Kasih liat penggunaan GPU, VRAM, dan CPU
  • Dukungan penuh DualSense – Adaptive Triggers dan Haptic Feedback nambah immersion
  • Kontrol mouse & keyboard terasa natural – Dioptimalkan dengan baik buat pemain non-kontroller

CONS

  • Shader compilation terjadi saat main – Sangat makan waktu, apalagi di transisi cutscene
  • Berat di CPU – Prosesor lama atau lemah mungkin bermasalah dengan bottlenecking dan stuttering

Review Breakdown

  • 8 0
Tags: PCReviewThe Last of Us Part 2 Remastered
ShareTweetShare
Previous Post

Antusiasme Meningkat untuk gamescom asia x Thailand Game Show di Oktober

Next Post

Livestream Game Nintendo Dibanjiri Demo “Turunkan Harga”

Related Posts

Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7.
Konsol

Wawancara Ace Combat 8 dengan Bandai Namco – Menjadi Lebih Realistis dan Dinamis Disaat yang Sama!

June 4, 2026
Berikut ini adalah impresi kami setelah memainkan versi preview awal dari Ace Combat 8: Wings of Theve
Konsol

Nyobain Ace Combat 8: Wings of Theve – Keseruan Baru Dibalik Wajah Familiar!

June 4, 2026
Jadwal rilis Avatar Legends: The Fighting Game kini sudah diundur hingga mendekati akhir bulan Juli nanti
Berita

Avatar Legends: The Fighting Game Ditunda Rilisnya ke Juli 2026

June 4, 2026
Halaman resmi Persona 4 Revival di Xbox Store telah mencantumkan rating ESRB jelang beberapa hari sebelum pengadaan Xbox Games Showcase
Berita

Persona 4 Revival Resmi Dapatkan Rating Mature 17+

June 4, 2026
ILL akhirnya mendapat jadwal rilis resmi. Developer Team Clout mengonfirmasi bahwa game survival horror ini akan meluncur pada tahun 2027.
Berita

ILL Dipastikan Rilis 2027, Horor Sadis dengan Monster yang Ngeri

June 3, 2026
Silent Hill: Townfall akhirnya resmi mendapat tanggal rilis. Konami, Annapurna Interactive, dan Screen Burn Interactive mengumumkan.
Berita

Silent Hill: Townfall Dipastikan Rilis 24 September

June 3, 2026
Next Post
Sekarang para fans membanjiri chat YouTube di livestream Nintendo Treehouse dengan satu permintaan: "Turunin harga dong!"

Livestream Game Nintendo Dibanjiri Demo "Turunkan Harga"

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd