Minggu ini tim kami berkesempatan mengikuti sesi hands-on untuk Persona 4 Revival di markas utama SEGA, dan kali ini ada dua porsi konten yang ditawarkan. Bagian pertama menampilkan perjalanan awal tim ke dalam TV World yang berujung pada momen Yosuke Hanamura membangkitkan Persona miliknya. Sementara itu, bagian kedua mengambil latar di dungeon Yukiko’s Castle yang menampilkan momen kebangkitan Persona milik Chie Satonaka, sedikit eksplorasi dungeon, serta pertarungan melawan boss.

Masing-masing sesi berlangsung sekitar lima belas menit, jadi kami memang tidak mendapat banyak porsi untuk benar-benar meresapi kontennya, tapi di saat bersamaan ini sudah lumayan cukup untuk meningkatkan antusiasme akan rilis finalnya nanti.
Peningkatan yang paling langsung terasa adalah kualitas visualnya. Inaba (setidaknya dalam versi TV World) yang sebelumnya dibatasi oleh keterbatasan hardware dan tampilan yang sedikit buram kini tampil jauh lebih hidup berkat tekstur resolusi tinggi dan sistem pencahayaan modern. Mulai dari jalanan, toko, hingga berbagai detail lingkungan kini terlihat jauh lebih ditingkatkan, sementara model karakter dan ekspresi wajah mereka juga sangat ekspresif. Secara keseluruhan, kualitas visualnya setara, bahkan bisa dibilang melampau beberapa game Persona terbaru.
Seluruh cutscene dalam gamenya kali ini ditangani MAPPA, dan ciri khas mereka dari pergerakan kamera yang mulus serta animasi frame-by-frame yang padat sudah bisa terlihat lumayan jelas. Ini menjadikan momen-momen yang membangun misteri maupun adegan klimaks terasa jauh lebih dramatis dibandingkan versi original. Ada juga beberapa sentuhan baru pada animasinya, seperti kemunculan beberapa Shadow kecil di layar yang tiba-tiba ditelan oleh bayangan yang jauh lebih besar sebelum kamera berpindah ke anggota party yang menciptakan skenario bahaya lebih intens.

Adegan dialog juga tidak lagi menggunakan penyajian ala game original yang hanya menampilkan sprite statis dan teks berjalan. Ambil contoh saat Yosuke berhadapan dengan Shadow dirinya sendiri. Pada versi original, adegan tersebut hanya berupa dialog teks sebelum langsung berpindah ke cutscene. Tapi di Persona 4 Revival, kamera kini menyorot close-up karakter dan berpindah sudut pada momen-momen penting sepanjang percakapan. Teknik sinematografi seperti shot-reverse-shot dan berbagai pengambilan gambar dasar lainnya digunakan secara efektif tanpa mengubah tone percakapan. Mengingat salah satu tema utama game ini adalah “menghadapi dan menerima sisi gelap diri sendiri”, peningkatan seperti ini memberikan dampak yang besar terhadap penyampaian konflik batin para karakternya.
Sementara itu dari eksplorasi dungeon, perombakan baru yang paling menonjol adalah mekanik Guard Counter. Saat menjelajahi dungeon, sekarang kamu bisa menggunakan aksi guard untuk menahan serangan dari Shadow. Jika berhasil, Shadow akan terkena stun dan memicu kondisi Advantage yang memiliki animasi masuk serta lagu battle tersendiri. Mekanik ini bukan hanya mengatasi masalah lama berupa “apa yang harus dilakukan saat Shadow mengejarmu”, tapi juga memberikan inisiatif yang lebih besar selama eksplorasi.

Posisi guard juga bisa ditahan tanpa batas waktu daripada mengandalkan timing seperti parry, sehingga kamu bisa berdiri di satu tempat dan menunggu Shadow mendekat sebelum melancarkan serangan. Eksplorasi juga semakin dibantu dengan adanya jejak partikel cahaya berwarna kuning yang menunjukkan jalur menuju lantai berikutnya. Mengikuti jalur tersebut akan membawamu langsung langsung ke tujuan berikutnya, sementara bergerak berlawanan arah menjadi cara yang efektif untuk menemukan rute tersembunyi atau ruangan berisi harta karun.
Sistem combat utamanya tetap terasa familiar bagi para fans. Kamu masih harus mengeksploitasi kelemahan musuh, mendapatkan giliran tambahan, melumpuhkan seluruh musuh, atau berusaha mengakhiri pertarungan dengan All-Out Attack. Meski begitu, ada cukup banyak perubahan baru seperti bagaimana animasi All-Out Attack kini tampil jauh lebih spektakuler, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang terbaik dibanding semua game terdahulu. Sistem Baton Pass juga kembali hadir dan menambah lapisan strategi baru.

Setelah mengeksploitasi kelemahan musuh dan memicu kondisi 1 More, kamu bisa mengoper giliran tambahan tersebut kepada anggota party lain yang lebih cocok untuk menyerang kelemahan musuh berikutnya. Selain itu dua mekanik yang sebelumnya sudah diumumkan yaitu Send Flying yang memungkinkanmu menghempaskan musuh ke arah musuh lain untuk menyebarkan status ailment, serta Prime Time yang memberi rentetan serangan gratis yang bisa digunakan setelah gauge tertentu terisi dan diakhiri dengan sebuah finishing blow, sayangnya keduanya belum tersedia dalam demo ini sehingga kami belum bisa mendapat impresi terutama dari sisi balancing.
Transisis antara eksplorasi dan combat juga terasa sangat mulus. Layar hasil pertarungan tetap mempertahankan ciri khas seri Persona, di mana anggota party berpose setelah pertarungan selesai, hasil battle ditampilkan di layar, lalu kamera kembali ke dungeon dengan filter menyerupai kamera pengawas sebelum eksplorasi berlanjut secara mulus. Transisi ini terasa rapi sekaligus selaras dengan arah artistik game yang sangat berfokus pada tema televisi dan layar.

Tampilan UI juga layak mendapat pujian. Persona 4 Revival tetap mempertahankan motif visual televisi CRT dari game original, tapi mengemasnya menjadi desain yang lebih modern dan lebih mengandalkan simbol. Hasil akhirnya menghadirkan tampilan yang sederhana tapi tetap terasa memiliki tekstur serta nuansa nostalgia kuat di balik lapisan modernnya. Dari sisi musik juga tidak kalah menarik. Saat ini sudah ada tiga lagu battle reguler yang berbeda, yaitu sebuah lagu baru yang masih belum diumumkan untuk trigger combat dari Guard Counter, Reach Out to the Truth untuk kondisi Advantage, serta Time to Make History untuk battle biasa. Ketiganya hadir dengan aransemen baru yang terdengar lebih modern.
Secara keseluruhan Persona 4 Revival bukanlah sebuah remake yang membangun ulang semuanya dari nol, tapi lebih ke sebuah penyempurnaan di banyak sisi. Semua kelebihan yang dimiliki Persona 4 Golden didorong menjadi lebih baik lagi, sementara berbagai elemen yang mulai terasa usang telah dipoles agar sesuai dengan standar modern. Hasil akhirnya terasa seperti evolusi yang matang dan penuh pertimbangan.

Jika versi finalnya mampu mempertahankan atau bahkan melampaui kualitas yang ditunjukkan dalam versi demo ini, maka ini berpeluang jadi game Persona yang paling sempurna yang pernah dibuat. Meski begitu, tiga puluh menit tentu masih merupakan porsi yang sangat kecil untuk sebuah JRPG sebesar ini, sehingga kami rasa masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai sebuah mahakarya mutlak. Tapi berdasarkan apa yang sudah kami lihat dan mainkan sejauh ini, Persona 4 Revival jelas menjadi game yang sangat layak untuk dinantikan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post