gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Film DAN DA DAN: EVIL EYE — Supernatural yang Seru, Penuh Warna, dan Sedikit Chaos

Taufik by Taufik
June 5, 2025
in Anime, Film, Review
0
DAN DA DAN: EVIL EYE. Tim kami sudah menonton duluan di Malaysia dan film ini baru akan ditayangkan di Indonesia sekitar Juni.

DAN DA DAN: EVIL EYE. Tim kami sudah menonton duluan di Malaysia dan film ini baru akan ditayangkan di Indonesia sekitar Juni.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Buat yang udah nunggu kelanjutan anime Dan Da Dan, akhirnya pertanyaan soal apa yang sebenarnya ada di balik lubang misterius di rumah Jiji mulai terjawab lewat DAN DA DAN: EVIL EYE. Tim kami sudah menonton duluan di Malaysia dan film ini baru akan ditayangkan di Indonesia sekitar Juni

Bukan cuma film biasa, tapi gabungan dari episode terakhir Season 1 dan tiga episode awal dari Season 2. Jadi, penonton bukan cuma dikasih tontonan seru, tapi juga diajak langsung nyemplung ke kelanjutan ceritanya tanpa harus nunggu rilis mingguan. Buat penggemar yang udah ngikutin sejak awal, ini seperti sajian buffet yang langsung ngenyangin. Tapi di sisi lain, format ini juga bikin film terasa agak padat dan sedikit campur aduk dari sisi pacing.

Segmen Wawancara yang Agak Ganggu Ritme

Sebelum episode barunya mulai, penonton disuguhi dua segmen wawancara bersama sang sutradara—satu di awal, satu lagi di akhir. Total durasinya kurang lebih 20 menit, dengan segmen penutup terasa paling panjang. Sebenarnya, insight yang dibagikan cukup menarik, apalagi buat yang penasaran gimana proses di balik layar anime ini. Tapi harus diakui, penyisipan segmen wawancara di tengah-tengah alur cerita yang lagi panas-panasnya malah bikin flow tontonan jadi agak terganggu. Buat penonton yang memang datang hanya untuk menikmati aksi dan ceritanya, bagian ini mungkin terasa agak bertele-tele dan mengganggu ritme menonton secara keseluruhan.

Ada Recap Kok

Supaya penonton nggak bingung, film ini dibuka dengan recap sepanjang 20 menit yang merangkum perjalanan cerita dari Season 1. Recap ini cukup membantu buat yang udah nonton sebelumnya tapi mungkin agak lupa detail ceritanya. Tapi sayangnya, buat yang benar-benar baru atau belum sempat nonton Season 1, rangkuman ini nggak cukup untuk membangun koneksi emosional atau memahami sepenuhnya relasi antar karakter. Jadi, buat yang baru tertarik setelah lihat trailer atau poster filmnya, sangat disarankan untuk nonton Season 1 dulu supaya bisa lebih nyambung dan menikmati semua twist dan aksi yang disajikan.

Aksi Dibuka dengan Langsung Tancap Gas

Begitu masuk ke konten barunya, suasana langsung berubah drastis. Nggak pakai lama, Season 2 dibuka dengan ketegangan tinggi saat Okarun dan Jiji menemukan ruang misterius di dalam rumah, sementara di sisi lain Momo tiba-tiba diserang lima orang asing misterius. Alur ceritanya langsung ngebut, hampir tanpa jeda. Meskipun ada beberapa penjelasan singkat soal latar belakang, tapi cerita langsung tancap gas menuju konflik utama. Buat yang suka anime dengan ritme cepat dan intensitas tinggi, ini jelas awal yang memuaskan.

Yang paling mencuri perhatian tentu saja kualitas visualnya. Setiap adegan pertarungan ditampilkan dengan koreografi yang super dinamis dan penuh ledakan warna. Animasinya terasa hidup, dengan warna-warna neon yang mencolok dan bikin mata terpaku terus ke layar. Rasanya seperti masuk ke dunia lain yang penuh energi dan kekacauan supernatural, tapi dalam cara yang sangat menyenangkan. Efek visualnya juga nggak cuma sekadar keren-kerenan, tapi benar-benar mendukung narasi dan atmosfer cerita.

Warna jadi salah satu elemen paling kuat di adaptasi anime ini. Karena versi manganya hitam-putih, melihat karakter dan makhluk-makhluk aneh dalam versi animasi yang penuh warna bikin pengalaman nontonnya jadi jauh lebih menyenangkan. Cacing raksasa yang bersinar emas, Evil Eye yang diselimuti aura ungu gelap, dan Okarun dengan efek merah menyala—semuanya tampil mencolok dan memberikan kontras visual yang tajam. Perpaduan warna ini bukan cuma cantik, tapi juga nambah intensitas emosi di setiap adegan penting.

Satu hal yang bikin adaptasi ini lebih menarik adalah kehadiran beberapa adegan baru yang nggak ada di manga. Jadi buat pembaca manganya pun tetap ada kejutan kecil yang bikin cerita terasa segar dan bukan sekadar copy-paste dari versi cetak. Misalnya, beberapa panel kecil di manga yang cuma satu frame dikembangkan jadi adegan penuh di anime. Penjelasan soal cacing raksasa diperluas, dan pemandangan kota sekitar juga lebih diperlihatkan. Tambahan-tambahan kecil ini bikin dunia Dan Da Dan terasa lebih hidup dan lebih dalam secara keseluruhan.

Namun, ada satu kekurangan yang cukup terasa, terutama buat penonton yang menonton ini di bioskop: tidak adanya lagu pembuka atau opening theme. Di format layar lebar, lagu pembuka bisa jadi momen pembuka yang bikin hype dan nambah semangat sebelum masuk ke cerita. Sayangnya, di versi ini, bagian itu dilewatkan begitu saja. Padahal dengan visual sekuat ini, sebuah OP yang bombastis pasti bisa bikin kesan pertama yang lebih kuat dan nempel di ingatan.

Meski begitu, buat yang udah ngikutin Dan Da Dan sampai titik ini, film ini tetap jadi pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan. Semua elemen khas serial ini—dari aksi supernatural, misteri aneh, sampai karakter-karakter yang unik—ditampilkan dengan maksimal. Ceritanya memang agak chaos, visualnya ramai, tapi justru itu yang jadi daya tarik utama Dan Da Dan. Film ini terasa seperti perayaan penuh energi dari segala hal yang membuat serial ini dicintai para penggemarnya.

Kesimpulan

DAN DA DAN: EVIL EYE adalah tontonan yang penuh energi dan sangat memanjakan mata, terutama buat para penggemar setia. Dengan pertarungan supernatural yang seru, animasi berkelas, dan tambahan konten baru yang memperkaya cerita, film ini jadi lanjutan yang solid dari Season 1. Walau pacing sempat terganggu karena segmen wawancara dan tidak adanya lagu pembuka, keseluruhan pengalaman tetap seru dan berkesan.

Namun, buat penonton baru, sebaiknya tonton dulu Season 1 supaya bisa benar-benar ikut merasakan serunya kisah ini dari awal. Tiket sudah tersedia di situs resmi TGV Cinemas, jadi sekarang saat yang tepat untuk kembali menyelami misteri yang belum terpecahkan.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

DAN DA DAN: EVIL EYE

9 Score

PROS

  • Pertarungan spektakuler dan animasi memukau: Setiap adegan aksi dikemas dengan koreografi cepat dan penuh energi, ditambah efek supernatural yang dinamis, bikin nonton jadi tegang tapi menyenangkan.
  • Desain warna yang hidup dan berani: Warna-warna neon seperti emas, ungu, dan merah membuat karakter dan monster tampil lebih mencolok dan memperkuat atmosfer cerita.
  • Adegan tambahan yang eksklusif di anime: Adaptasi ini nggak cuma menyalin dari manga, tapi juga memperluas beberapa momen jadi lebih mendalam dan memberikan kejutan kecil buat penggemar lama.
  • Awal Season 2 yang langsung ngebut: Cerita langsung masuk ke konflik utama tanpa basa-basi, bikin penonton langsung tertarik dan penasaran akan kelanjutannya.

CONS

  • Tidak ada lagu pembuka: Absennya opening theme terasa seperti kehilangan satu elemen penting dalam membangun mood dan semangat nonton, apalagi dalam format bioskop.
  • Segmen wawancara ganggu ritme: Meskipun isi wawancaranya menarik, durasi total 20 menit untuk dua sesi wawancara membuat pacing cerita jadi agak terganggu, terutama buat yang datang hanya ingin menikmati animenya.

Review Breakdown

  • 9 0
Tags: AnimeDAN DA DAN: EVIL EYEFilmReview
ShareTweetShare
Previous Post

Review F1 25 – Kembali ke Jalan yang Mulai Benar

Next Post

[GUIDE] Yixuan Zenless Zone Zero: Build, Skill, dan Komposisi Tim

Related Posts

Simak impresi awal kami setelah menjajal versi demo Persona 4 Revival di markas utama SEGA
Konsol

Nyobain Persona 4 Revival – Upgrade Murni di Hampir Segala Sisi!

July 22, 2026
Stranger Than Heaven jadi salah satu game yang paling menarik perhatian dari Ryu Ga Gotoku Studio. Simak impresi hands on kami!
Konsol

Nyobain Stranger Than Heaven – Pertarungan Brutal Jadi Daya Tarik Utama

July 22, 2026
Kuro Games meresmikan Kuro Onroad yang langsung garap adaptasi serial animasi untuk Wuthering Waves
Anime

Wuthering Waves Dapat Seri Animasi Garapan Brand Baru Kuro Games

July 20, 2026
Aniplex dan Crunchyroll memamerkan Ghost of Tsushima: Legends lewat teaser awal dari beberapa wujud karakter utamanya
Anime

Anime Ghost of Tsushima: Legends Pamer Teaser Awal yang Berisi Artwork Karakter

July 10, 2026
Seri terbarunya, Echoes of Aincrad, yang dikembangkan oleh Game Studio, mencoba menghadirkan pengalaman action RPG yang lebih dalam.
Konsol

Review Echoes of Aincrad – Setidaknya Bukan Game SAO Terburuk

July 9, 2026
Setelah penantian panjang, akhirnya film anime Witch on the Holy Night siap tayang pada November mendatang di bioskop Jepang
Anime

Film Anime Witch on the Holy Night Akhirnya Tetapkan Jadwal Tayang Pasti

July 8, 2026
Next Post
Simak guide lengkap kami untuk Pan Yinhu yang bisa jadi alternatif karakter support andalan terbaru di Zenless Zone Zero

[GUIDE] Pan Yinhu Zenless Zone Zero: Build, Skill, dan Komposisi Tim

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd