Sebagai DLC berbayar untuk CODE VEIN II, Mask of Idris membawa pemain menuju area baru bernama Forsaken World yang menjadi tempat berlangsungnya cerita dan petualangan baru. Dalam sesi hands-on terbaru dari Bandai Namco, kami telah menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam untuk menjajal DLC ini, mulai dari bagian awal hingga berhasil mengalahkan dua boss.
Setelah melihat bagian pembukanya, satu hal langsung terasa. Mask of Idris lebih terasa seperti kelanjutan dari CODE VEIN II daripada sebuah pengalaman yang benar-benar baru.
Forsaken World dan Cerita Baru yang Tetap Familiar

Mask of Idris mengambil tempat di Forsaken World, sebuah area baru yang terhubung dengan timeline yang telah terpecah dalam game. Di sini, pemain akan menjelajahi dunia yang telah terlupakan sambil perlahan mengungkap lebih banyak tentang sejarahnya. Dari sisi visual, Forsaken World masih sangat mempertahankan gaya dari game utamanya. Mulai dari reruntuhan, lingkungan, hingga atmosfernya, area ini tetap terasa sangat khas CODE VEIN II.
Bahkan, pemain yang sudah menyelesaikan game utama seharusnya tidak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan DLC ini. Struktur gamenya secara keseluruhan masih terasa familiar. Pemain akan menjelajahi area, mencari jalan melewati lingkungan, melawan musuh, lalu melanjutkan perjalanan menuju area berikutnya. Bagi pemain yang kembali, praktis tidak ada learning curve yang berarti. Tapi di sisi lain, ini juga membuat DLC tidak langsung terasa seperti menawarkan pengalaman gameplay yang jauh berbeda.
Air Asam dan Musuh yang Lebih Menyerupai Binatang

Salah satu area pertama yang ditemui dalam DLC dipenuhi oleh air asam. Begitu masuk ke dalamnya, HP pemain akan terkuras secara perlahan. Karena itu, pemain perlu lebih memperhatikan posisi dan arah pergerakan saat menjelajahi area tersebut. Desain musuh yang ditemui juga sedikit berbeda dari apa yang biasa ditemukan dalam game utama.
Jika game utama cukup banyak menghadirkan musuh humanoid, bagian awal DLC ini justru lebih banyak diisi oleh hewan dan makhluk yang menyerupai binatang. Ada musuh yang berdiri dengan dua kaki, sementara lainnya bergerak merangkak di sepanjang tanah. Kehadiran mereka memberikan sedikit variasi secara visual dan memiliki pola serangan masing-masing. Tapi dari segi gameplay, mereka tetap terasa cocok dengan sistem combat CODE VEIN II yang sudah ada.
Combat dan Boss yang Masih Familiar

Dua boss yang kami lawan selama sesi hands-on juga masih mengikuti pendekatan yang sudah digunakan game utama. Keduanya tidak terasa terlalu sulit. Setelah memahami pola serangan dan siklus mereka, mencari celah untuk memberikan damage menjadi cukup mudah. Beragam pilihan serangan dan build yang tersedia juga memberi pemain banyak cara untuk menghadapi pertarungan.
Jadi, jika kamu sudah terbiasa dengan sistem combat CODE VEIN II, boss dalam DLC ini seharusnya tidak terasa seperti tantangan yang benar-benar baru. Ini bukan sesuatu yang buruk, tetapi semakin memperkuat kesan kalau Mask of Idris lebih memilih untuk mengembangkan fondasi yang sudah dibangun game utama daripada melakukan perubahan besar terhadap gameplay.
Cerita dan Partner Menjadi Daya Tarik Utama

Setelah sekitar 90 menit bermain, tambahan yang paling terasa justru datang dari cerita, karakter, dan partner baru. Materi resmi juga telah mengonfirmasi kalau Liv dan Lou akan hadir dalam Mask of Idris. Menyelesaikan cerita DLC juga akan membuka versi dengan warna alternatif untuk seluruh 14 karakter partner. Versi tersebut nantinya bisa digunakan ketika memainkan ulang cerita dengan save data yang dibawa dari permainan sebelumnya.
Bagi pemain yang sudah tertarik dengan dunia dan karakter CODE VEIN II, bagian inilah yang kemungkinan menjadi daya tarik terbesar DLC. Forsaken World memberikan kesempatan untuk melihat sisi lain dari cerita sekaligus menghadirkan interaksi baru antara para karakter. Tapi dari sisi gameplay setidaknya berdasarkan bagian yang kami mainkan, tidak banyak hal yang terasa benar-benar berbeda.
Impresi Sejauh Ini

Setelah menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam bersama Mask of Idris, kesan terbesar kami cukup sederhana. Ini lebih didominasi CODE VEIN II, bukan sebuah pengalaman CODE VEIN yang benar-benar berbeda. Area, musuh, boss, karakter, dan cerita baru memang memberikan alasan untuk kembali bermain. Tapi fondasi utamanya seperti combat, eksplorasi, dan progresi sebagian besar masih sama seperti game utama.
Karena itu, Mask of Idris tampaknya paling cocok untuk pemain yang menikmati CODE VEIN II dan memang menginginkan lebih banyak dunia, karakter, serta cerita yang ditawarkannya. Sebaliknya, mereka yang berharap mendapatkan sistem baru, perubahan besar pada combat, atau pengalaman gameplay yang benar-benar berbeda mungkin akan merasa DLC ini kurang memberikan sesuatu yang baru.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post