CODE VEIN II akan memperluas kisahnya melalui Mask of Idris, sebuah expansion yang membawa pemain menuju Forsaken World, dunia yang telah lenyap sebagai akibat dari perubahan sejarah. Untuk mendalami konten seperti apa yang akan ditawarkannya, tim kami telah berkesempatan mewawancarai Director Hiroshi Yoshimura dan Producer Keita Iizuka yang telah memberi beragam insight menarik.

Pendekatan Berbeda yang Dibawa Forsaken World
Dalam game utama, pemain secara langsung ikut campur dalam berbagai tragedi sejarah dan menentukan hasilnya melalui pilihan mereka sendiri. Forsaken World mengambil pendekatan berbeda dengan memperlihatkan dunia-dunia yang tidak lagi ada, sekaligus orang-orang dan emosi yang ikut menghilang bersamanya.
“Forsaken World dibuat dari sudut pandang yang berbeda. Fokusnya adalah pada dunia-dunia yang menghilang sebagai konsekuensi dari perubahan sejarah, serta perasaan dan emosi yang ikut hilang bersama mereka, di luar perjalanan langsung sang protagonis,” jelas Hiroshi Yoshimura.

Konsep tersebut juga menjadi alasan mengapa pengalaman memainkan game utama terlebih dahulu dianggap penting. Setelah mengetahui berbagai peristiwa dan karakter yang ada dalam cerita utama, pemain akan memiliki konteks untuk memahami apa yang mereka temukan di dunia yang telah berubah tersebut. Menurut Yoshimura, game utama dan DLC pada akhirnya dirancang untuk saling melengkapi.
“Dengan bersentuhan dengan orang-orang dan emosi dari dunia-dunia yang mungkin sebenarnya pernah ada, pemain bisa mendapat pemahaman yang lebih dalam mengenai cerita yang mereka alami dalam game utama dan drama yang mengelilingi karakter-karakternya.”
Pendekatan ini turut memengaruhi bagaimana tim membangun cerita dan eksplorasi dalam Mask of Idris. Expansion tersebut memang menghadirkan area baru, tetapi skalanya tidak dibuat dengan tujuan untuk menandingi luasnya dunia utama. Keita Iizuka menjelaskan kalau keseluruhan area dan cerita DLC kurang lebih bisa dibandingkan dengan bagian yang berfokus pada satu hero dalam game utama.

Alih-alih membawa pemain melintasi area terbuka yang sangat luas, tim memilih untuk membuat area yang lebih padat dan berorientasi pada dungeon. Eksplorasi menjadi lebih terkonsentrasi, sementara lingkungan tersebut juga memiliki hubungan erat dengan cerita yang sedang berlangsung.
“Jadi, dalam Mask of Idris, kami ingin pemain mengalami eksplorasi yang lebih padat bersama dengan cerita yang memiliki hubungan erat dengan lingkungan tersebut,” ujar Iizuka.
Skala Minimalis, Tapi Juga Lebih Padat
Dari segi ukuran map, Mask of Idris memang tidak dibuat untuk menghadirkan wilayah sebesar keseluruhan dunia dalam game utama. Iizuka mengatakan bahwa jika dilihat dari gabungan area dan pengalaman ceritanya, skalanya kurang lebih setara dengan bagian yang berhubungan dengan satu hero di game utama.
“Dalam hal skala keseluruhan, termasuk area dan pengalaman ceritanya, kalian secara kasar dapat membayangkannya setara dengan alur cerita dan wilayah yang berkaitan dengan satu hero dalam game utama.”

Tapi perbedaannya terletak pada bagaimana pemain akan menjelajahi dunia tersebut. Tim tidak terlalu berfokus pada perjalanan melintasi area terbuka yang sangat luas. Sebaliknya, Forsaken World memiliki area dungeon yang lebih padat dan dirancang untuk benar-benar dieksplorasi. “Jadi, dalam Mask of Idris, kami ingin pemain mengalami eksplorasi yang lebih padat bersama dengan cerita yang memiliki hubungan erat dengan lingkungan tersebut.”
Bukan Ending Canon atau Jembatan ke Game Baru
Salah satu hal yang mungkin membuat pemain penasaran adalah hubungan DLC ini dengan ending kedua CODE VEIN II, “Luna Fraterna.” Untuk mengakses Mask of Idris, pemain memang harus mencapai ending tersebut. Tapi Iizuka menegaskan kalau persyaratan itu tidak berarti Luna Fraterna merupakan ending yang dianggap paling canon.
“Mencapai ‘Luna Fraterna’ tidak berarti kalau ending tersebut harus dianggap sebagai satu-satunya ending yang ‘canon’.”
Alasannya lebih berkaitan dengan cara pemain memahami dunia yang ditampilkan dalam DLC. Forsaken World berisi situasi yang muncul sebagai konsekuensi perubahan sejarah, termasuk berbagai hal yang tidak pernah diperlihatkan secara langsung dalam cerita utama. Karena itu, pengalaman setelah menyelesaikan game utama akan membuat perbedaan-perbedaan tersebut lebih mudah dikenali.

Pemain mungkin akan menemukan karakter yang nasibnya berbeda atau wilayah yang mengalami keadaan berbeda dari apa yang mereka kenal sebelumnya. Justru melalui perbandingan tersebut, hubungan antara perjalanan mereka di game utama dengan dunia yang hilang dalam DLC menjadi lebih jelas. Selain itu, Mask of Idris tidak akan mengubah kejadian maupun ending dalam cerita utama. “Tidak ada hal yang terjadi dalam game utama yang akan diubah, dan ending-nya tidak akan berubah,” jelas Iizuka.
“Expansion ini justru menggambarkan dunia-dunia yang mungkin telah hilang di balik layar sebagai akibat dari perubahan sejarah.”
Hal tersebut juga menjawab pertanyaan mengenai apakah DLC ini merupakan penutup cerita CODE VEIN II atau persiapan menuju proyek berikutnya. Iizuka menjelaskan kalau keduanya bukan tujuan utama expansion. “DLC ini sebenarnya tidak dimaksudkan sebagai penutup game utama atau sebagai sesuatu yang secara langsung mengarah kepada proyek masa depan.”

Sebaliknya, tim ingin memperlihatkan kalau cerita yang terlihat oleh pemain dalam game utama bukanlah satu-satunya hal yang pernah terjadi. Di balik sejarah yang terus berubah, terdapat dunia dan peristiwa lain yang mungkin pernah ada tetapi kemudian menghilang. Dengan pendekatan tersebut, Mask of Idris lebih tepat dipandang sebagai bagian lain dari gambaran besar CODE VEIN II, bukan sekadar epilog.
Mempelajari Feedback dari Pemain
Dalam mengembangkan DLC, tim juga menggunakan feedback yang mereka terima setelah CODE VEIN II dirilis. Yoshimura mengatakan kalau berbagai reaksi pemain digunakan dalam proses penyempurnaan dan penyesuaian akhir. “Ya, tentu saja. Setelah game dirilis, kami terus mengumpulkan reaksi dan feedback dari pemain, dan kami menggunakan informasi tersebut ketika melakukan penyempurnaan dan penyesuaian akhir.”

Salah satu contohnya adalah update yang meningkatkan responsivitas aksi pemain. Perubahan tersebut kemudian menjadi dasar untuk combat dalam DLC. “DLC dirancang dan diseimbangkan berdasarkan tempo aksi yang telah ditingkatkan tersebut, dengan tujuan membuat pertarungan terasa lebih seru dan responsif.”
Konten Baru Lainnya untuk Melihat Dunia Setelah Ending
Bersamaan dengan Mask of Idris, CODE VEIN II juga akan mendapatkan update gratis yang memperluas pengalaman setelah cerita utama selesai. Salah satu tambahan terbesar adalah sejumlah episode yang berlangsung setelah ending. Tim menerima cukup banyak permintaan dari pemain yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai keadaan dunia setelah cerita utama berakhir, sehingga update tersebut akan memberikan kesempatan untuk melihat kembali karakter-karakter yang masih ada setelah perjalanan mereka selesai.

Selain itu, update gratis tersebut juga akan menghadirkan mode rematch boss, serupa dengan fitur yang terdapat dalam game sebelumnya. Bagi pemain yang lebih tertarik menikmati cerita daripada menghadapi tantangan combat yang berat, akan tersedia pula mode yang memperkuat karakter pemain. Iizuka menjelaskan kalau update tersebut pada dasarnya dirancang untuk menambahkan elemen baru ke berbagai bagian pengalaman CODE VEIN II, bukan hanya sebagai pendamping DLC.
“Karena banyak pemain mungkin sudah menyelesaikan cerita utama, kami ingin memperlihatkan sedikit lebih banyak seperti apa dunia setelahnya, dengan berbagai karakter yang masih hadir, melalui beberapa episode tambahan.”
Untuk ukuran keseluruhan, Mask of Idris sendiri tetap berada di kisaran konten satu hero dalam game utama. Tim tidak memberikan estimasi waktu bermain dalam hitungan jam karena menurut mereka angka tersebut tidak akan menggambarkan kontennya secara akurat. Mereka lebih memilih pemain membandingkannya dengan skala satu bagian hero dalam game utama.
Build Baru untuk Eksplorasi Forsaken World
Mask of Idris juga akan memberikan pemain lebih banyak pilihan untuk membangun karakter. Sepanjang perjalanan, pemain akan mendapatkan Blood Codes, senjata, Formae, dan Jails baru. “Beberapa di antaranya memiliki properti dan kemampuan yang tidak muncul dalam game utama, termasuk opsi yang sedikit lebih tidak konvensional atau rumit.”

Tambahan tersebut memungkinkan pemain membuat build yang sebelumnya tidak bisa digunakan dalam game utama. “Karena itu, pemain akan dapat membuat build yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan dalam game utama.”
Memperluas Dunia Tanpa Mengubahnya
Pada akhirnya, Mask of Idris bukanlah upaya untuk mengubah kembali cerita yang sudah dialami pemain dalam CODE VEIN II. Justru sebaliknya, expansion ini mencoba menunjukkan apa yang berada di luar cerita tersebut yaitu lewat dunia yang hilang, karakter yang mengalami nasib berbeda, serta emosi yang tidak pernah sempat terlihat.

Yoshimura melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk memperlihatkan sisi dunia CODE VEIN II yang sebelumnya sulit dimasukkan ke dalam cerita utama. Ada banyak fakta sejarah dan informasi latar yang menjadi dasar cerita, tetapi tidak semuanya bisa menjelaskan perasaan orang-orang yang berada di balik peristiwa tersebut.
“DLC memberi kami kesempatan untuk mengekspresikan lebih banyak elemen tersebut, dan kami percaya kalau hal itu menambah kedalaman yang lebih besar pada dunia serta keseluruhan karya.”
Dari situlah posisi Mask of Idris menjadi menarik. Expansion ini tidak berusaha menggantikan pengalaman cerita utama, tidak mengubah ending yang sudah dicapai pemain, dan tidak secara langsung menjanjikan sesuatu untuk proyek berikutnya. Sebaliknya, ia mengambil konsep perjalanan waktu yang sudah menjadi bagian penting dari CODE VEIN II, lalu menggunakannya untuk melihat konsekuensi dari sejarah yang telah berubah.
Forsaken World adalah kumpulan dunia yang seharusnya mungkin pernah ada. Melalui Mask of Idris, pemain akhirnya diberi kesempatan untuk melihatnya, dan mungkin memahami lebih jauh apa yang sebenarnya telah hilang dalam perjalanan mereka sendiri.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post