Kepala penerbitan Larian Studios, Michael Douse baru-baru ini membagikan pandangannya tentang dominasi Steam di pasar game digital. Meski tidak sepenuhnya disebut monopoli, platform milik Valve ini masih menjadi pilihan utama para pemain dibanding pesaingnya seperti Epic Games Store.
It’s almost as if it isn’t providing a shit service defined by public shareholder KPIs https://t.co/O5pSTSfjFD
— Very AFK (@Cromwelp) November 5, 2025
Diskusi ini mencuat setelah survei menunjukkan 72% pengembang percaya Steam sudah seperti monopoli. Menanggapi hal itu di X (Twitter) Douse menulis “Seolah-olah Steam tidak memberikan layanan buruk berdasarkan KPI pemegang saham.” Sindiran itu menegaskan bahwa keberhasilan Steam berasal dari layanan yang fokus pada customer, bukan dari tuntutan investor.
Douse juga menyinggung bahwa banyak platform lain justru gagal bersaing karena terlalu sibuk mengejar angka performa dan target pertumbuhan. Sementara itu, Steam terus mempertahankan reputasinya sebagai toko digital yang paling dipercaya oleh pengembang dan pemain.

Kemudian, ketika ditanya tentang masa depan Valve setelah Gabe Newell tiada, Douse menjawab, “Dunia setelah Gabe pergi akan jadi hal yang menakutkan.” data terbaru menunjukkan 40% game yang rilis di Steam tahun ini hanya meraup kurang dari USD 100 (sekitar Rp1,6 juta), dan sekitar 20% di antaranya menggunakan AI generatif yang naik 800% dibanding 2024.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post