Bagi banyak pembaca di Asia Tenggara, apalagi di Indonesia, Tahilalats sudah seperti teman lama di linimasa media sosial. Gaya humornya tajam, absurd, tapi sering terasa dekat dengan kejadian sehari-hari, mulai dari rasa kesal kecil, situasi canggung, sampai momen tulus yang tidak terduga.
Di Comic Fiesta 2025, kami berbincang langsung dengan Nurfadli Mursyid, atau yang lebih dikenal sebagai Palik atau Lickpalik, kreator di balik Tahilalats dan Mindblowon, untuk membahas perjalanan panjang komik ini, audiensnya yang makin luas, dan bagaimana identitasnya berkembang selama lebih dari satu dekade.
Palik bercerita bahwa Tahilalats bermula dari masa kuliahnya di jurusan teknik sipil. Saat itu, membuat komik strip hanyalah pelarian pribadi, bukan rencana karier. Dimulai pada 2012 sebagai media berbagi ide dengan teman-teman, Tahilalats perlahan menjadi rumah bagi semua karya kreatifnya. Baginya, Tahilalats tumbuh seiring dengan perkembangan dirinya sendiri, bukan karena dorongan ambisi komersial sejak awal.
Dari Komik Lokal ke Fenomena Regional

Di awal kemunculannya, Tahilalats sama sekali tidak ditujukan untuk pembaca di luar Indonesia. Ceritanya banyak mengambil pengalaman pribadi, budaya lokal, dan situasi sosial yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari di sini. Palik mengakui bahwa saat itu ia hanya membayangkan pembaca dari Indonesia yang akan memahami konteks ceritanya.
Perubahan mulai terasa sekitar 2015, ketika ia rutin mengunggah komik setiap hari di berbagai platform media sosial. Konsistensi ini perlahan memperluas jangkauan Tahilalats ke negara tetangga, terutama Malaysia. Menariknya, hal ini terjadi tanpa upaya lokalisasi khusus. Kesamaan budaya dan bahasa membuat humornya bisa diterima secara alami. Kini, Malaysia menjadi audiens terbesar kedua Tahilalats setelah Indonesia, sesuatu yang masih terasa mengejutkan bagi Palik.
Relate, Kontekstual, dan Audiens yang Terus Berubah
Kunci utama Tahilalats, menurut Palik, selalu ada pada rasa relatable. Ceritanya berangkat dari hal-hal sederhana, interaksi sosial yang canggung, dan perasaan yang sering dirasakan banyak orang. Walau dibalut humor, dasarnya tetap kejujuran terhadap pengalaman sehari-hari.
Namun, cara bercerita pun ikut berubah seiring waktu. Dulu, mayoritas pembaca adalah generasi milenial yang senang menangkap konteks dan membaca makna di balik panel. Sekarang, dengan munculnya generasi baru dan perubahan algoritma, perhatian pembaca jadi lebih singkat. Palik menyesuaikan pendekatannya, di mana panel pertama harus langsung menjadi pemancing perhatian, tanpa menghilangkan esensi humornya.
Humor yang Bisa Menyeberang Batas

Meski sebagian besar komik Tahilalats menggunakan bahasa Indonesia, pembacanya datang dari berbagai negara. Palik percaya bahwa daya tariknya tidak hanya bergantung pada bahasa. Dengan produksi komik yang sangat rutin, peluang untuk menemukan cerita yang bisa dipahami lintas budaya jadi lebih besar.
Selain itu, kekuatan visual punya peran besar. Ekspresi karakter, gestur, warna, dan komposisi sering kali menyampaikan emosi lebih cepat daripada teks. Banyak pembaca yang merasa terhubung dengan Tahilalats bahkan sebelum benar-benar memahami kata-katanya.
Menyikapi Ekspansi Global

Dengan basis penggemar yang kuat di Malaysia, Palik mulai membayangkan cerita yang melibatkan konteks lokal. Bukan sekadar terjemahan, tapi situasi baru, misalnya karakter Ben dan Agus berkunjung ke Malaysia dan bereaksi terhadap perbedaan kebiasaan atau budaya. Humor dari kontras inilah yang menurutnya menarik untuk dieksplorasi.
Ia juga terbuka pada kolaborasi dengan IP lokal, selama kerja sama tersebut memperkaya pertukaran budaya dan tidak menghilangkan identitas Tahilalats.
Soal ekspansi global, Palik menyinggung akun Tahilalats berbahasa Inggris yang kini sudah dihentikan. Menurutnya, banyak lelucon yang kehilangan makna saat diterjemahkan karena konteks budayanya tidak ikut terbawa. Dari sinilah lahir Mindblowon Universe, platform terpisah yang memang dirancang sejak awal untuk audiens global.
Di Mindblowon, cerita lebih mengandalkan animasi tanpa dialog dan visual yang kuat, sehingga humor bisa dipahami tanpa batas bahasa. Ke depannya, Palik melihat ekspansi internasional sebagai kerja sama dengan mitra lokal agar cerita bisa disesuaikan dengan budaya masing-masing wilayah.
Melihat Comic Fiesta dari Sudut Pandang Kreator

Berjalan di tengah Comic Fiesta 2025, Palik justru merasa terinspirasi oleh para pengunjungnya. Menurutnya, acara seperti ini menjadi ruang aman bagi orang-orang dengan minat yang sangat spesifik. Hal-hal yang mungkin terasa aneh di kehidupan sehari-hari, di konvensi justru menjadi sesuatu yang dirayakan bersama.
Kontras inilah yang menurutnya menarik untuk dijadikan cerita, tentang rasa memiliki, penerimaan, dan bagaimana minat yang sama bisa mempertemukan banyak orang.
Menjaga DNA Tahilalats

Dengan kolaborasi bersama berbagai brand besar, menjaga jati diri Tahilalats menjadi hal yang sangat penting. Palik menegaskan bahwa peran kreator tetap berada di pusat proses, meski urusan bisnis dan operasional ditangani secara terpisah. Ekspansi ke berbagai industri boleh saja, tapi DNA Tahilalats tidak boleh berubah. Kolaborasi yang ideal adalah yang mampu menyeimbangkan pesan brand dengan jiwa komiknya sendiri, tanpa terasa dipaksakan.
Lore, Buku, dan Langkah Berikutnya

Memasuki fase berikutnya, Tahilalats tidak hanya akan hadir sebagai komik internet. Palik mengungkap rencana pengembangan cerita panjang lewat seri buku, dimulai dengan Ben’s World, yang akan menggali lore dan dunia di balik karakter-karakter yang sudah dikenal. Targetnya, beberapa buku bisa dirilis setiap tahun, memberi pengalaman baru bagi penggemar tanpa meninggalkan akar Tahilalats sebagai budaya internet.
Menutup obrolan, Palik menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penggemar di Malaysia atas dukungan selama ini. Ia juga memberi isyarat adanya proyek dan kolaborasi baru di sana yang sedang dibicarakan. Lebih dari sepuluh tahun sejak pertama kali dibuat, Tahilalats terus berkembang dengan satu prinsip yang tetap sama, jujur pada pengalaman manusia, sesuatu yang ternyata bisa dirasakan lintas budaya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post