Ubisoft kembali jadi sorotan setelah mengumumkan langkah besar yang mereka sebut sebagai “major reset”. Pengumuman ini mencakup pembatalan enam game, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time, penundaan tujuh judul lain yang belum diumumkan, serta perombakan total cara perusahaan beroperasi ke depan. Skala perubahan ini jelas bukan hal kecil dan langsung bikin pasar bereaksi keras.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, harga saham Ubisoft langsung jatuh sekitar 34% dalam satu hari. Dampaknya terasa sangat besar, karena kejatuhan ini menekan valuasi perusahaan ke level yang makin mengkhawatirkan. Apa yang disebut sebagai “major reset” ini ternyata juga jadi titik terendah baru buat kepercayaan investor.
Menurut laporan Bloomberg, nilai pasar Ubisoft kini berada di kisaran 500 juta Euro. Angka ini jauh sekali dibandingkan kondisi tahun 2018, saat kapitalisasi pasar mereka masih mendekati 10 miliar Euro. Artinya, dalam delapan tahun terakhir, Ubisoft sudah kehilangan sekitar 95% dari total nilainya, sebuah penurunan yang sangat drastis untuk publisher sebesar ini.
Following yesterday’s stock plunge, Ubisoft’s market cap is now around half a billion euros. In 2018 it was around 10 billion euros. In eight years, the company has lost around 95% of its value
— Jason Schreier (@jasonschreier.bsky.social) January 22, 2026 at 10:05 PM
Harga saham Ubisoft saat ini juga berada di titik terendah dalam lebih dari satu dekade, berada di kisaran 4,37 Euro. Terakhir kali saham mereka turun di bawah 5 Euro terjadi pada 2011. Situasi ini ikut menjelaskan kenapa sejak 2024 lalu, para pemegang saham mulai terang-terangan mempertanyakan kepemimpinan keluarga Guillemot dan bahkan mempertimbangkan berbagai opsi ekstrem, termasuk kemungkinan akuisisi.
Peran Tencent disebut cukup krusial dalam menjaga posisi Ubisoft beberapa tahun terakhir. Melalui kemitraan strategis dan pembentukan Vantage Studios, Tencent kini jadi salah satu penopang utama. Tanpa dukungan tersebut, posisi CEO dan co-founder Yves Guillemot beserta keluarga pendirinya mungkin sudah jauh lebih terancam.
Dalam wawancara dengan GamesIndustry.Biz, CFO Ubisoft Frederick Duguet menegaskan bahwa fokus utama perusahaan sekarang bukan soal harga saham, melainkan soal eksekusi. Ia menyebut Ubisoft ingin memastikan setiap Creative House baru bisa berjalan optimal dan jadi yang terbaik di segmennya masing-masing. Ubisoft juga masih menyiapkan empat IP baru, meski mengakui pasar kini sangat selektif. Targetnya jelas, kembali ke game berkualitas tinggi dan berharap hasil investasinya bisa benar-benar terasa dalam jangka panjang.
Sumber: CNBC
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post