gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Nilai Ubisoft Anjlok Hampir 95% dalam Delapan Tahun Usai Umumkan “Reset Besar”

Taufik by Taufik
January 23, 2026
in Berita, Industri
0
Ubisoft kembali jadi sorotan setelah mengumumkan langkah besar yang mereka sebut sebagai “major reset”. Tapi malah anjlok.

Ubisoft kembali jadi sorotan setelah mengumumkan langkah besar yang mereka sebut sebagai “major reset”. Tapi malah anjlok.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Ubisoft kembali jadi sorotan setelah mengumumkan langkah besar yang mereka sebut sebagai “major reset”. Pengumuman ini mencakup pembatalan enam game, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time, penundaan tujuh judul lain yang belum diumumkan, serta perombakan total cara perusahaan beroperasi ke depan. Skala perubahan ini jelas bukan hal kecil dan langsung bikin pasar bereaksi keras.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, harga saham Ubisoft langsung jatuh sekitar 34% dalam satu hari. Dampaknya terasa sangat besar, karena kejatuhan ini menekan valuasi perusahaan ke level yang makin mengkhawatirkan. Apa yang disebut sebagai “major reset” ini ternyata juga jadi titik terendah baru buat kepercayaan investor.

Menurut laporan Bloomberg, nilai pasar Ubisoft kini berada di kisaran 500 juta Euro. Angka ini jauh sekali dibandingkan kondisi tahun 2018, saat kapitalisasi pasar mereka masih mendekati 10 miliar Euro. Artinya, dalam delapan tahun terakhir, Ubisoft sudah kehilangan sekitar 95% dari total nilainya, sebuah penurunan yang sangat drastis untuk publisher sebesar ini.

Following yesterday’s stock plunge, Ubisoft’s market cap is now around half a billion euros. In 2018 it was around 10 billion euros. In eight years, the company has lost around 95% of its value

[image or embed]

— Jason Schreier (@jasonschreier.bsky.social) January 22, 2026 at 10:05 PM

Harga saham Ubisoft saat ini juga berada di titik terendah dalam lebih dari satu dekade, berada di kisaran 4,37 Euro. Terakhir kali saham mereka turun di bawah 5 Euro terjadi pada 2011. Situasi ini ikut menjelaskan kenapa sejak 2024 lalu, para pemegang saham mulai terang-terangan mempertanyakan kepemimpinan keluarga Guillemot dan bahkan mempertimbangkan berbagai opsi ekstrem, termasuk kemungkinan akuisisi.

Peran Tencent disebut cukup krusial dalam menjaga posisi Ubisoft beberapa tahun terakhir. Melalui kemitraan strategis dan pembentukan Vantage Studios, Tencent kini jadi salah satu penopang utama. Tanpa dukungan tersebut, posisi CEO dan co-founder Yves Guillemot beserta keluarga pendirinya mungkin sudah jauh lebih terancam.

Dalam wawancara dengan GamesIndustry.Biz, CFO Ubisoft Frederick Duguet menegaskan bahwa fokus utama perusahaan sekarang bukan soal harga saham, melainkan soal eksekusi. Ia menyebut Ubisoft ingin memastikan setiap Creative House baru bisa berjalan optimal dan jadi yang terbaik di segmennya masing-masing. Ubisoft juga masih menyiapkan empat IP baru, meski mengakui pasar kini sangat selektif. Targetnya jelas, kembali ke game berkualitas tinggi dan berharap hasil investasinya bisa benar-benar terasa dalam jangka panjang.

Sumber: CNBC

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Ubisoft
ShareTweetShare
Previous Post

Kreator Sakura Wars Ungkap Alasan Industri Game Jepang Mandek

Next Post

Forza Horizon 6 Siap Rilis Mei Mendatang, Versi PS5 Menyusul di Jadwal Berbeda

Related Posts

Kazuma Kaneko saat ini tengah menyiapkan proyek game barunya yang dipastikan tidak lagi bergantung pada AI terutama dari sisi mekaniknya
Berita

Game Baru Kazuma Kaneko Dikonfirmasi Tidak Lagi Gunakan Gen AI

July 22, 2026
NVIDIA membagikan lebih banyak detail soal DLSS 5 setelah fitur ini sempat jadi perbincangan sejak pertama kali diperkenalkan.
Berita

NVIDIA Pamer Kontrol DLSS 5 untuk Developer, Tegaskan AI Tetap Jaga Visi Artistik

July 22, 2026
Perusahaan Sankei Digital dari Jepang baru saja mengumumkan kerjasama mereka dengan agensi Eliphant yang berbasis di Singapura
Berita

Sankei Digital Umumkan Kerjasama Strategis dengan Agensi Spesialis Gaming Eliphant

July 22, 2026
Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Digimon UP.
Android

Digimon UP Redeem Code – Ada Reward Gratis

July 22, 2026
BlackJack Studio berbagi ragam detail baru Langrisser: Sea of Sword termasuk penampakan gameplay perdana yang memukau
Android

Game Gacha ‘Langrisser: Sea of Sword’ Bagi Detail dan Penampakan Gameplay Perdana

July 22, 2026
Namun, mantan penulis Valve yang ikut mengerjakan Left 4 Dead, Chet Faliszek, punya pandangan yang cukup berbeda.
Berita

Mantan Karyawan Valve Sebut PlayStation Tinggalkan Disc Fisik Bukan Salah Sony, Tapi Karena Pilihan Pemain

July 22, 2026
Next Post
Forza Horizon 6 berbagi banyak detail baru termasuk konfirmasi jadwal rilisnya di bulan Mei mendatang untuk Xbox Series dan PC lebih dulu

Forza Horizon 6 Siap Rilis Mei Mendatang, Versi PS5 Menyusul di Jadwal Berbeda

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd