gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[EKSKLUSIF] Wawancara Monster Hunter Wilds: Ascendance Bareng Ryozo Tsujimoto – Tantangan Baru Lewat Master Rank hingga Kembalinya Lao-Shan Lung!

Fadhil by Fadhil
November 2, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Rangkuman wawancara terbaru kami dengan Ryozo Tsujimoto di gamescom asia x Thailand Game Show 2026 yang membahas MH Wilds Ascendance

Rangkuman wawancara terbaru kami dengan Ryozo Tsujimoto di gamescom asia x Thailand Game Show 2026 yang membahas MH Wilds Ascendance

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Bagi para pemain yang tumbuh bersama franchise Monster Hunter, keseruan utama franchise ini selalu terletak pada perburuan monster secara langsung. Setelah puluhan tahun, elemen tersebut masih menjadi inti permainan, meskipun kini Monster Hunter memasuki generasi baru melalui Monster Hunter Wilds: Ascendance.

Dalam kesempatan wawancara eksklusif bersama Ryozo Tsujimoto selaku Produser franchise Monster Hunter di ajang gamescom asia x Thailand Game Show 2026, kami membahas perbedaan antara mekanik klasik dan modern, perkembangan strategi di kalangan komunitas, serta identitas monster-monster raksasa Capcom yang tetap ikonik hingga sekarang.

Dari kiri ke kanan: Sean Lim (Managing Director Digital Braves) dan Ryozo Tsujimoto (Produser Monster Hunter Wilds: Ascendance)

Ini merupakan kunjungan ketiga Tsujimoto ke Bangkok untuk mewakili Monster Hunter Wilds. Kami pun mengawali wawancara dengan menanyakan kesannya selama berada di kota tersebut. Dia mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Bangkok dan memiliki kesan positif terhadap keramahan masyarakat serta kuliner Thailand. Menurut Tsujimoto, masyarakat Thailand sangat ramah dan makanannya juga enak.

Salah satu bahasa pertama yang dipilih untuk lokalisasi Monster Hunter Wilds adalah bahasa Thailand. “Dalam hal tersebut, saya memiliki kedekatan tersendiri dengan Thailand sebagai sebuah negara. Karena itu, saya sangat senang bisa kembali ke sini,” tambahnya.

Momentum Kesuksesan yang Semakin Kuat

Tidak mudah bagi game dari berbagai genre untuk meraih kesuksesan secara bersamaan. Tapi Monster Hunter Wilds, PRAGMATA, Onimusha, dan Resident Evil Requiem sama-sama menunjukkan performa yang baik. Kami pun menanyakan faktor di balik pencapaian tersebut, termasuk apakah RE Engine menjadi salah satu alasannya. “Kami tidak bisa mengatakan kalau RE Engine merupakan satu-satunya alasan. Tapi engine tersebut memang menjadi faktor besar dan salah satu alasan mengapa pengembangan berbagai game ini bisa berjalan seperti sekarang,” ujarnya.

Dia kemudian menyoroti keunggulan RE Engine yang dikembangkan secara internal oleh Capcom. “Keberadaan para engineer yang bisa terlibat langsung selama proses pengembangan sangat membantu. Dengan begitu, berbagai masalah dapat diselesaikan lebih cepat dan komunikasi antartim bisa berjalan lebih lancar. Selain itu, keberadaan engine ini juga memungkinkan mereka melakukan berbagai penyesuaian kecil selama proses pengembangan.”

Tsujimoto kemudian menyebutkan faktor lainnya. Menurutnya, salah satu hal penting adalah kebijakan Capcom untuk terus menantang diri sendiri dalam mengembangkan berbagai genre dan jenis game yang bisa dinikmati para pemain. Prinsip ini berlaku baik untuk seri utama maupun game lama yang kembali dihidupkan seperti Onimusha.

“Capcom selalu berusaha mempertahankan arah pengembangan mereka dengan terus menantang diri sendiri dan meningkatkan kualitas game yang dibuat. Semua ini dilakukan agar bukan hanya para pemain lama, tetapi juga pendatang baru bisa mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan, bahkan sesuatu yang terasa baru, dari berbagai IP yang mereka miliki. Hal tersebut selalu menjadi salah satu pertimbangan utama mereka.”

Tsujimoto menggunakan dua game sebagai contoh penerapan prinsip tersebut. Dia menyebut Onimusha sebagai game yang sangat mencerminkan identitas Capcom. Berbagai keahlian perusahaan dalam animasi, desain karakter, serta pengalaman yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun dirangkum ke dalam game tersebut. Sebaliknya, PRAGMATA merupakan IP orisinal yang sepenuhnya baru. Pengembangannya mengharuskan tim untuk menciptakan banyak sistem baru sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang belum pernah mereka coba sebelumnya.

“Kedua hal tersebut benar-benar mencerminkan semangat Capcom dalam menghadapi dan mencoba berbagai hal baru. Jika melihat bagaimana game tersebut dikembangkan hingga pencapaiannya saat ini, semuanya benar-benar menggambarkan apa yang mereka sebut sebagai ‘Capcom-ness’,” ujarnya. Tsujimoto juga menjelaskan kalau istilah “Capcom-ness” sendiri merupakan sebuah istilah baru yang digunakan untuk menggambarkan identitas tersebut.

Bahas Versi Nintendo Switch 2, Local Multiplayer, dan Cross-play

Versi Switch 2 nantinya akan mendukung multiplayer lokal. Kami pun menanyakan apakah Tsujimoto memiliki kenangan pribadi bersama Monster Hunter yang ingin dibagikan. “Jika melihat kawasan Asia secara umum, saya rasa memang ada kecenderungan pemain untuk lebih suka bermain bersama secara langsung. Kita masing-masing memiliki perangkat portabel sendiri dan bisa bermain bersama teman melalui koneksi lokal. Hal tersebut tentu menambah keseruan pengalaman bermain,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan kalau versi Switch 2 dikembangkan dengan mempertimbangkan fitur cross-play. “Jadi, kalian bisa berada di ruangan yang sama, meskipun masing-masing menggunakan perangkat keras yang berbeda,” ujarnya. Pengalaman bermain seperti ini sepenuhnya mengandalkan koneksi internet, bukan jaringan lokal. Menurutnya, gagasan untuk memungkinkan pemain menikmati game yang sama bersama-sama di tempat yang sama meskipun menggunakan perangkat berbeda mungkin turut menjadi salah satu pertimbangan di balik keputusan membawa game ini ke Switch 2.

RE Engine kembali menjadi pembahasan ketika dia menjelaskan lebih lanjut mengenai fitur tersebut. “Ya, terutama karena fitur cross-play ini merupakan sesuatu yang sudah cukup lama mereka kembangkan dan eksplorasi. Kali ini, mereka benar-benar berusaha mengembangkannya lebih jauh lagi.”

Kembalinya Lao-Shan Lung

Lao-Shan Lung akhirnya kembali, meskipun banyak hal telah berubah sejak quest originalnya yang dikenal cukup panjang. Kami pun menanyakan pendekatan tim dalam menghadirkan kembali monster klasik berukuran raksasa tersebut tanpa menghilangkan keistimewaannya bagi pemain modern.

“Salah satu hal yang membuat Lao-Shan Lung begitu unik adalah konsep quest-nya. Pada masa itu, belum banyak quest dengan tujuan yang bukan untuk mengalahkan monster secara langsung, karena ukurannya memang terlalu besar untuk ditaklukkan,” jelasnya.

Dia juga membandingkan kondisi tersebut dengan situasi saat ini. Dahulu, informasi mengenai kelemahan monster dan panduan strategi tidak mudah ditemukan. Sementara sekarang, banyak pemain memanfaatkan media sosial untuk berbagi cara mengalahkan musuh dengan lebih cepat. “Pada masa itu, hal seperti ini belum begitu marak karena media sosial belum bisa menyebarkan informasi secepat sekarang,” ujarnya.

“Justru, hal tersebut memang menjadi salah satu tujuan mereka. Mereka ingin meningkatkan interaksi antarpemain, bukan hanya di dalam game, tetapi juga di luar game, sehingga komunitas bisa menjadi lebih aktif dan ramai membicarakannya.”

Mengenai bagaimana quest tersebut akan disesuaikan dengan sistem permainan modern, Tsujimoto kembali menyoroti identitas Lao-Shan Lung sebagai monster raksasa. “Meskipun cara mengintegrasikannya ke dalam sistem permainan saat ini merupakan hal yang penting, identitas Lao-Shan Lung terletak pada ukurannya yang luar biasa besar. Bahkan hanya dengan melewati suatu area, dia sudah bisa menyebabkan kehancuran. Kami tentu tidak ingin terlalu banyak mengubah identitas tersebut atau menghilangkan ciri khasnya.”

Tim mereka kini merancang quest tersebut dengan mempertimbangkan berbagai aksi yang bisa dilakukan pemain, sembari tetap mempertahankan identitas Lao-Shan Lung dan menyesuaikannya dengan sistem gameplay saat ini. “Sudah ada beberapa klip atau cuplikan demo yang memperlihatkan quest Lao-Shan Lung. Tapi kalian belum melihat keseluruhan misi tersebut. Itulah arah yang akan mereka tempuh dalam pengembangan quest ini selanjutnya.”

Master Rank dan Masa Depan Monster Apex

Monster Apex sebelumnya dikenal sebagai ancaman terkuat di wilayah masing-masing. Tapi setiap kali monster baru muncul, posisi mereka turut mendapat tantangan. Dengan kehadiran Elder Dragon dan berbagai ancaman lainnya, kami menanyakan apakah para monster Apex akan mulai kehilangan dominasinya dalam expansion mendatang.

Tsujimoto mengatakan kalau masih terlalu dini untuk memastikan apa yang akan terjadi pada para monster Apex. Meski begitu, dia menjelaskan kalau naiknya tingkat kesulitan juga akan diikuti dengan penyesuaian terhadap monster-monster yang sudah ada. Tim mereka ingin memastikan kalau monster lama yang kini masuk kategori Master Rank tetap mampu memberikan tantangan yang sesuai bagi para pemain.

“Masih terlalu dini untuk membicarakannya. Terutama dengan diperkenalkannya tingkat kesulitan yang lebih tinggi, kami juga akan memastikan kalau monster-monster yang sudah ada dan kini masuk ke Master Rank tetap mampu memberikan tantangan yang sesuai bagi pemain. Jadi, hal tersebut juga menjadi salah satu hal yang patut dinantikan dan diperhatikan kedepannya.”

Bagi para fans, Ascendance akan menghadirkan Master Rank beserta sejumlah monster baru yang dirancang untuk tingkat kesulitan tersebut. Tim mereka juga memastikan monster-monster lama yang kembali ke Master Rank tetap mampu memberikan tantangan yang sepadan.  Sejauh ini, Capcom baru memperlihatkan beberapa klip dan cuplikan demo quest Lao-Shan Lung, sehingga keseluruhan misinya masih menjadi sesuatu yang patut dinantikan. Versi Switch 2 juga tengah dikembangkan dengan dukungan cross-play sebagai salah satu fitur utamanya.

Monster Hunter Wilds: Ascendance sendiri sudah dijadwalkan rilis pada 2027, sementara game utamanya tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC, dengan versi Nintendo Switch 2 juga masih aktif dikembangkan. Untuk detail lengkap dan terupdate dari expansionnya bisa kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Capcomgamescom asia x Thailand Game Show 2026InterviewMonster Hunter WildsMonster Hunter Wilds: AscendanceNintendo Switch 2PCPS5WawancaraXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

[GCAxTHGS26] Wawancara Persona 4 Revival Bareng Atlus – Bahas Soal Aika Nakamura, Ragam Perombakan Baru, hingga Musik!

Related Posts

[GCAxTHGS26] Wawancara Persona 4 Revival Bareng Atlus – Bahas Soal Aika Nakamura, Ragam Perombakan Baru, hingga Musik!
Konsol

[GCAxTHGS26] Wawancara Persona 4 Revival Bareng Atlus – Bahas Soal Aika Nakamura, Ragam Perombakan Baru, hingga Musik!

November 2, 2026
Phantom Blade Zero sukses mencatat penjualan lebih dari 4 juta copy hanya dalam 72 jam sejak rilis. Pencapaian yang fantastis.
Berita

Phantom Blade Zero Tembus 4 Juta Copy Hanya dalam 3 Hari

November 2, 2026
Silver Palace kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis di platform konsol, mobile, dan PC pada pertengahan Desember 2026
Android

Silver Palace Akhirnya Siap Rilis Desember Nanti di Semua Wilayah

November 2, 2026
FromSoftware resmi ngumumin kalau The Duskbloods, game action multiplayer eksklusif Nintendo Switch 2, ditunda ke 2027.
Berita

The Duskbloods Ditunda ke 2027, FromSoftware Butuh Waktu Buat Moles

October 30, 2026
HoYoverse beri konfirmasi jadwal rilis Petit Planet yang jatuh pada 4 Desember mendatang di platform Android, iOS, dan PC
Android

Petit Planet Siap Rilis Awal Desember Nanti di Mobile dan PC

October 30, 2026
Memperkenalkan budaya Asia Tenggara ke seluruh dunia tujuan bagi Metronomik dalam mengembangkan Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale.
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Metronomik – Perkenalkan Budaya Asia Tenggara ke Dunia Lewat Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale

October 30, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

HoYoverse beri konfirmasi jadwal rilis Petit Planet yang jatuh pada 4 Desember mendatang di platform Android, iOS, dan PC

Petit Planet Siap Rilis Awal Desember Nanti di Mobile dan PC

by Fadhil
October 30, 2026
0

HoYoverse beri konfirmasi jadwal rilis Petit Planet yang jatuh pada 4 Desember mendatang di platform Android, iOS, dan PC.

Com2uS baru saja mengumumkan game Idle RPG Destiny: Child Assemble yang rencananya akan rilis di paruh pertama 2027

Destiny Child: Assemble Diumumkan Sebagai Idle RPG Baru dengan Target Rilis 2027

by Fadhil
October 28, 2026
0

Com2uS baru saja mengumumkan game Idle RPG Destiny: Child Assemble yang rencananya akan rilis di paruh pertama 2027.

Mulai hari ini Bandai Namco sudah membuka akses pra-registrasi Digimon Alysion di Google Play dan App Store

Digimon Alysion Akhirnya Buka Pra-Registrasi, Game Kartu Digimon Terbaru untuk Mobile!

by Fadhil
October 28, 2026
0

Mulai hari ini Bandai Namco sudah membuka akses pra-registrasi Digimon Alysion di Google Play dan App Store.

Monster Hunter Outlanders berhasil mencapai target pra-registrasi di 15 juta pemain jelang perilisannya dalam beberapa hari lagi

Pra-Registrasi Monster Hunter Outlanders Kini Sudah Tembus 15 Juta Pemain

by Fadhil
October 27, 2026
0

Monster Hunter Outlanders berhasil mencapai target pra-registrasi di 15 juta pemain jelang perilisannya dalam beberapa hari lagi.

Pokémon UNITE resmi bakal menutup layanannya pada 23 Maret 2027 untuk versi mobile maupun Nintendo Switch.

Pokémon UNITE Bakal Tutup Maret 2027 Setelah Lebih dari 5 Tahun

by Taufik
October 27, 2026
0

Pokémon UNITE resmi bakal menutup layanannya pada 23 Maret 2027 untuk versi mobile maupun Nintendo Switch. Game ini pertama kali...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd