Lu lagi main game dan lagi ngejelajah sekitar, terus nemu gua misterius. Lu masuk ke dalemnya, dan di sana ada pintu besar yang dikunci. Tepat di atasnya, ada platform tinggi tempat kunci berada yang belum bisa lu jangkau. Akhirnya lu berbalik arah, lanjut eksplor tempat lain. Beberapa jam kemudian, setelah dapet skill double jump, lu keinget, “eh, gua bisa balik ke tempat tadi” Pas pintunya kebuka, area baru yang belum pernah lu lihat pun tersingkap. Penuh rahasia dan tantangan yang siap menunggu. Inilah komponen inti dari genre Metroidvania. Genre yang maduin antara rasa penasaran, eksplorasi, dan kepuasan pas udah berhasil ngelewatin batas yang sebelumnya lu gak bisa.

Sebagai subgenre dari action-adventure, Metroidvania menawarkan pengalaman eksplorasi yang unik. Game dengan genre ini nggak ngebagi petanya jadi level-level yang terpisah, tapi menyatukannya jadi satu peta yang gede dan saling terhubung. Lu bebas ngejelajah ke mana aja, tapi selalu ada area yang belum bisa diakses karena butuh skill atau ability tertentu. Setiap kekuatan baru entah itu dash, double jump, atau grappling hook nggak cuma bikin karakter lu makin kuat, tapi juga ngebuka cara baru buat eksplor gamenya.

Asal-usul nama “Metroidvania” datang dari dua game jadul ternama: Metroid dan Castlevania: Symphony of the Night. Keduanya jadi pelopor yang ngenalin konsep eksplorasi non-linear dan progres berbasis ability. Backtracking pun jadi elemen penting di sini. Pemain sering kali harus balik ke area sebelumnya, tapi kali ini dengan ability/skill baru yang bisa ngebuka jalan rahasia yang gak sempet diakses. Sensasi ngebuka jalan atau area baru yang sebelumnya gak bisa itu jadi kesenengan tersendiri.
Ciri khas utama Metroidvania ada pada dunianya yang saling terhubung, kebebasan bereksplorasi, dan progres berbasis kemampuan. Tapi yang bikin genre ini menonjol bukan cuma mekaniknya, melainkan gimana dunianya yang penuh akan cerita dan bikin penasaran. Setiap ruangan, biome, level itu punya cerita, setiap sudut menyimpan sesuatu yang menunggu buat ditemuin. Rasanya ngejelajah di dunia asing itu kayak banyak kesesatnya, banyak backtrackingnya, kadang frustrasi, tapi juga kadang bikin penasaran buat ngelangkah lebih jauh.

Beberapa game modern berhasil bawa semangat Metroidvania ke level baru. Hollow Knight dengan atmosfer gelap dan dunianya yang luas; Ori and the Will of the Wisps dengan visualnya yang indah dan kontrol yang mulus; serta Blasphemous dengan nuansa kelam dan tantangannya yang brutal. Ketiganya nggak cuma bikin formula klasik jadi indah, tapi juga nunjukin gimana genre ini terus berevolusi tanpa kehilangan jati dirinya.

Metroidvania bukan cuma soal genre, tapi sebuah pengalaman. Genre ini ngajak pemain buat sabar, tekun, dan selalu ingin tahu. Setiap langkah kecil pasti berarti, setiap kemampuan baru membuka dunia yang lebih luas. Kadang lu harus tersesat dulu buat nemuin arah yang benar. Tapi begitulah pesona Metroidvania, selalu ada sesuatu yang menunggu di balik pintu yang belum terbuka.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id









![Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/CounterSide-A-120x86.jpg)


Discussion about this post