Micron Technology selaku produsen chip memori asal Amerika Serikat telah mengumumkan kalau mereka akan menghentikan seluruh bisnis memori konsumen dan beralih fokus pada chip memori canggih untuk data center AI. Keputusan ini muncul di tengah kelangkaan semikonduktor global yang memengaruhi berbagai produk mulai dari memori ponsel hingga high-bandwidth memory (HBM). Pasca pengumuman tersebut, nilai saham Micron seketetika mengalami penurunan hingga 2,6%.
Sebagai dampak dari keputusan ini, unit RAM dan SSD konsumen yang dijual melalui merek Crucial akan dihentikan di seluruh dunia, termasuk di toko retauler, e-commerce, dan distributor remsi. Meski begitu, Micron akan tetap mengirimkan produknya hingga Februari 2026 untuk memenuhi pesanan yang sudah ada. Menurut Kinngai Chan selaku analis Summit Insights, segmen ini memang bukan penyumbang pendapatan besar bagi mereka, sehingga keputuan tersebut memungkinkan Micron memusatkan investasi pada sektor dengan pertumbuhan dan margin lebih tinggi di AI.
Today, Micron shared some news that comes with a heavy heart: we’ve made the difficult decision to wind down the Crucial consumer business. This means that sales of Crucial-branded products through retailers, e-tailers, and distributors worldwide will gradually come to an end.… pic.twitter.com/KlW6B40BHO
— Crucial Memory (@CrucialMemory) December 3, 2025
Fokus baru perusahaan adalah HBM, jenis DRAM berkecepatan tinggi yang ditumpuk secara vertikal untuk mengurangi konsumsi daya dan memproses data dalam jumlah masif. Permintaan untuk HBM meningkat tajam seiring pesatnya penggunaan AI di data center. Sumit Sadana selaku Chief Business Officer Micron menyatakan kalau keluar dari bisnis Crucial akan membantu perusahaan memperkuat pasokan bagi pelanggan strategis di pasar yang tumbuh lebih cepat. HBM memang lebih mahal, tetapi memberikan margin keuntungan yang jauh lebih besar bagi mereka.
Micron melaporkan pendapatan HBM hampir mencapai USD 2 miliar ada kuartal Agustus yang setara dengan potensi pendapatan tahunan sekitar USD 8 miliar. Langkah ini menempatkan Micron dalam posisi lebih kompetitif menghadapi Samsung dan SK Hynix di pasar memori untuk AI. Bagi konsumen, keputusan ini berarti ketersediaan SSD dan RAM Crucial di toko-toko yang menjual komponen PC akan semakin terbatas, meski produk tetap bisa dibeli selama 15 bulan ke depan. Perubahan arah ini juga mencerminkan tren industri di mana inovasi dan pertumbuhan pendapatan kini semakin didorong oleh komputasi AI dan performa tinggi.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post