Pemerintah Korea Selatan akhirnya buka suara soal tuduhan yang mengaitkan game PUBG dengan insiden ledakan di SMA Negeri 72, Jakarta. Mereka menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara game besutan Krafton itu dengan peristiwa pengeboman yang terjadi. Seorang pejabat dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (MCST) menyebut kalau mereka sedang mengonfirmasi fakta melalui jalur resmi seperti kedutaan dan Kementerian Luar Negeri.
Pejabat tersebut juga menambahkan bahwa MCST menilai pengaitan antara insiden bom dengan game asal Korea tidak memiliki dasar yang kuat. Pemerintah Korsel berencana untuk menyampaikan sikap resminya kepada pemerintah Indonesia setelah semua fakta di lapangan benar-benar diverifikasi. Mereka menegaskan bahwa penting untuk melihat peristiwa ini dari sudut pandang yang objektif, bukan sekadar menuduh game sebagai penyebab.

Dalam pernyataan yang dikutip dari ZDNet Korea, salah satu staf kementerian bahkan menyebut bahwa menghubungkan tragedi bom dengan game seperti PUBG merupakan argumen yang lemah. Ia juga menegaskan bahwa kementerian mereka sedang menyusun langkah diplomatik bersama Kementerian Luar Negeri Korsel untuk merespons isu ini secara resmi. Menurutnya, tanggapan tersebut akan diberikan setelah semua data dan klarifikasi dari pihak terkait, termasuk kedutaan, sudah terkumpul.
Di sisi lain, dari pihak Indonesia, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan sedang mempertimbangkan pembatasan terhadap game online, terutama yang mengandung unsur kekerasan dan senjata seperti PUBG. Wacana ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, setelah rapat terbatas dengan Presiden di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan. Menurutnya, pembahasan ini masih dalam tahap awal dan menunggu arahan langsung dari Presiden.

Sebagai tambahan, PUBG memang memiliki sejarah yang cukup menarik. Meskipun penciptanya, Brendan Greene alias PlayerUnknown, berasal dari Irlandia, pengembang utama game ini adalah Krafton, studio asal Korea Selatan. Greene sendiri sudah meninggalkan Krafton pada tahun 2024 untuk membangun studio game miliknya sendiri. Jadi, bisa dibilang, PUBG adalah hasil kolaborasi global yang melibatkan banyak pihak.
Selain itu, perlu diketahui juga bahwa versi PC dari PUBG memang dikembangkan di Korea Selatan, tetapi versi mobile-nya justru berasal dari China. Versi tersebut dibuat oleh Quantum Studio dan diterbitkan oleh Tencent. Perusahaan itu sebelumnya juga sempat menghadapi masalah di negaranya sendiri dan akhirnya membuat versi yang lebih ramah anak dengan judul Game for Peace, yang kini dikenal sebagai PUBG Peace Elite.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post