Saat Granblue Fantasy: Relink pertama kali dirilis, game ini langsung berhasil menarik perhatian para penggemar action RPG berkat sistem pertarungannya yang super cepat dan konten endgame kooperatif yang bikin ketagihan. Namun, seiring pemain mulai menaklukkan batas tertinggi yang ada di Zegagrande Skydom, mulai muncul berbagai masukan dari komunitas. Di Endless Ragnarok, ada evolusi yang cukup besar.
Banyak pemain menginginkan alur endgame yang lebih rapi dan tidak terlalu bergantung pada refleks cepat serta kemampuan menghindar serangan secara sempurna. Singkatnya, para pemain menginginkan sesuatu yang lebih besar dari Granblue Fantasy: Relink. Jawabannya hadir lewat Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok. Dijadwalkan rilis secara global pada 9 Juli, ekspansi standalone berukuran masif ini hadir sebagai perombakan besar terhadap struktur permainan yang sudah ada.

Berdasarkan sesi media preview selama 45 menit serta sesi teknis bersama Series Director Tetsuya Fukuhara dan Combat Director Sanjiro Hidaka, game ini berusaha mendefinisikan ulang identitas utama franchise untuk para Skyfarer veteran maupun pemain baru. Seperti apa detailnya? Simak preview dari kami!
Cerita Kiamat yang Tidak Pernah Berakhir

Fondasi cerita Endless Ragnarok melanjutkan langsung kejadian setelah kampanye utama original game, tepatnya setelah kekalahan Lilith. Kedamaian rapuh yang sempat tercipta di Zegagrande Skydom kembali hancur ketika entitas penghancur dunia bernama Ragnalia muncul secara tiba-tiba. Makhluk apokaliptik yang dikenal sebagai Heralds of Doom ini membuka gerbang-gerbang misterius yang merobek atmosfer dan membuat dunia terjebak dalam kondisi krisis tanpa akhir.
Nama Endless Ragnarok sendiri ternyata berasal dari sebuah lagu latar dalam game original yang memiliki kata “Ragnarok” di dalam judulnya. Dari inspirasi tersebut, tim pengembang kemudian membangun tema filosofis yang lebih dalam untuk skenario baru ini. Mereka ingin mengeksplorasi konsep kiamat yang bukan sekadar satu peristiwa akhir dunia, melainkan kondisi teror kosmik yang terus berlangsung tanpa henti.
Enam Karakter Baru yang Siap Meramaikan

Untuk menghadapi ancaman besar tersebut, daftar karakter yang bisa dimainkan kini bertambah dengan enam karakter baru yang sudah lama dinantikan para pemain. Masing-masing hadir dengan gaya bermain dan mekanik unik yang membuat variasi pertarungan terasa jauh lebih luas.
Beatrix hadir sebagai karakter berisiko tinggi yang mengandalkan berbagai buff khusus serta charge attack yang harus digunakan dengan timing tepat. Eustace menawarkan opsi karakter jarak jauh yang lincah dan cepat bagi pemain yang lebih nyaman menyerang dari kejauhan.
Bagi yang menyukai kekuatan mentah, Gallanza hadir sebagai Draph raksasa dengan serangan lambat namun sangat mematikan. Sementara itu Maglielle tampil sebagai caster unik yang memanggil ratusan pedang melayang untuk menghujani musuh sebagai bentuk sihir miliknya.
Fraux membawa gaya bertarung jarak dekat berbasis bela diri yang diperkuat oleh bantuan Summon miliknya dalam setiap pukulan. Terakhir ada Fediel yang berperan sebagai spellcaster jarak dekat dengan kemampuan Dragon Magic yang sangat kuat.
Kehadiran karakter-karakter baru ini tidak hanya memperluas variasi gameplay, tetapi juga memberi pemain lebih banyak pilihan untuk menemukan karakter favorit baru sekaligus menghadapi berbagai tantangan besar yang dibawa Endless Ragnarok.
Pertarungan yang Kini Lebih Taktis

Mekanik dodge cepat dan perfect block yang menjadi ciri khas Granblue Fantasy: Relink masih tetap menjadi bagian penting dalam pertarungan. Namun Endless Ragnarok menambahkan lapisan mekanik baru yang jauh lebih dalam dan terasa seperti elemen puzzle di dalam pertarungan boss.
Kini pertarungan tidak lagi hanya soal bertahan hidup dan menghasilkan damage sebesar mungkin. Pemain juga harus memiliki kesadaran posisi yang jauh lebih baik serta mampu mengatur sumber daya secara efektif.
Perubahan ini langsung terasa saat menghadapi boss bernama The World, salah satu entitas penting dalam lore Granblue Fantasy. Sambil terus menyerang boss, pemain juga harus menganalisis pola pergerakan serangannya. Dalam salah satu fase, seluruh anggota tim harus bekerja sama mengatur marker di arena ke posisi yang aman agar bisa bertahan dari serangan area berskala besar yang mampu menghancurkan seluruh arena.

Serangan yang diberikan boss juga terasa jauh lebih kacau dibandingkan game dasarnya, sehingga penggunaan kemampuan dan sumber daya harus dilakukan dengan lebih strategis.
Tantangan semakin bertambah dengan kemunculan objek interaktif berbentuk kartu yang muncul di arena. Objek ini harus segera dihancurkan sebelum diserap oleh boss. Jika berhasil diserap, boss akan mendapatkan berbagai buff besar yang membuat pertarungan menjadi jauh lebih sulit.
Weapon Transcendence dan Sistem Master Traits

Bukan hanya karakter baru yang membuat cara bermain berubah. Endless Ragnarok juga menghadirkan sistem baru yang mampu membuat karakter lama terasa seperti karakter yang benar-benar berbeda. Untuk membantu pemain menghadapi berbagai pertarungan yang semakin menantang, sistem perkembangan karakter kini dirombak melalui fitur Master Traits. Sistem ini hadir dalam bentuk jalur perkembangan yang berfokus pada berbagai gaya bermain seperti Insight, Essence, maupun Crux.
Pemain dapat membuka trait dari berbagai jalur tersebut dan memasang hingga tiga trait dari jalur yang sama. Jika tiga trait yang cocok dipasang bersamaan, maka pemain akan mendapatkan Style Perk Effect khusus. Menariknya, setiap karakter memiliki implementasi Master Traits yang benar-benar berbeda. Untuk Gran misalnya, jalur defensif akan memperkuat kemampuannya dalam melindungi rekan satu tim dan menahan serangan musuh.

Sebaliknya, jalur ofensif meningkatkan kekuatan serangan, damage cap, sekaligus mengurangi cooldown skill. Ada juga jalur Combat Healer yang memberikan bonus attack dan damage cap yang terus bertambah setiap kali Gran menggunakan kemampuan penyembuhan. Pada karakter lain, Master Traits bahkan mampu mengubah inti gameplay mereka. Id misalnya bisa mendapatkan serangan lanjutan tambahan pada kombinasi tertentu, sementara Maglielle dan Gallanza memperoleh peningkatan kemampuan mengisi gauge skill.
Sistem ini menciptakan variasi peran yang lebih luas dalam matchmaking multiplayer. Bahkan jika satu tim berisi karakter yang sama, gaya bermain, trait, dan kontribusi mereka terhadap tim bisa terasa sangat berbeda.
Summon yang Kini Bisa Dikendalikan dan Mode The Conflux

Pertarungan juga menjadi jauh lebih spektakuler berkat hadirnya Summon Gauge baru. Dengan mengisi gauge ini selama pertarungan berlangsung, pemain bisa memanggil berbagai Primal Beast yang sudah dikenal seperti Furycane maupun Managarmr langsung ke arena pertempuran.
Tidak hanya sekadar muncul sebagai animasi, pemain bahkan bisa mengendalikan mereka untuk sementara waktu dan membalikkan keadaan saat pertarungan sedang sulit. Jika digunakan pada kondisi yang tepat, sistem ini bahkan dapat mengubah mekanik penyelesaian serangan tim menjadi Primal Burst, sebuah rantai serangan spektakuler yang menghasilkan damage jauh lebih besar dibandingkan Full Burst pada game dasar.
Untuk pemain solo, pengembang juga memperkenalkan mode roguelite baru bernama The Conflux. Mode ini dirancang sebagai jalur perkembangan single-player yang membantu proses peningkatan level karakter dari tahap awal hingga menengah.

Alih-alih menggunakan struktur quest linear, The Conflux menghadirkan pilihan portal bercabang setelah setiap stage selesai. Pemain harus memilih satu dari dua gerbang yang tersedia. Masing-masing akan membawa mereka ke ruangan berbeda yang bisa berisi gelombang musuh, pertarungan boss besar, aktivitas puzzle unik, atau area istirahat.
Salah satu contoh paling menarik adalah Illusion Hall. Di sini pemain harus mengamati sebuah ruangan dengan teliti saat kunjungan pertama, lalu mengidentifikasi berbagai perubahan atau anomali lingkungan ketika kembali melewati ruangan tersebut untuk bisa melanjutkan perjalanan.
Setelah berhasil menyelesaikan ruangan-ruangan tersebut, pemain akan mendapatkan pilihan Aura upgrade yang bisa meningkatkan stun power, critical hit rate, critical damage, damage cap, link attack, dan berbagai bonus lainnya. Sistem ini menciptakan alur progresi roguelite yang terasa memuaskan sekaligus mendorong eksperimen build.
Kesimpulan

Secara keseluruhan, Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok terasa seperti ekspansi yang sangat besar dan berusaha mewujudkan keinginan para penggemar Relink yang mengharapkan konten endgame lebih besar dan lebih ambisius.
Dari sesi preview yang kami coba, Cygames sama sekali tidak meninggalkan fondasi pertarungan cepat dan responsif yang menjadi kekuatan utama game original. Sebaliknya, mereka berhasil menambahkan lapisan strategi yang lebih dalam, ruang eksperimen build yang lebih luas, serta mekanik pertarungan yang lebih cerdas sehingga aktivitas farming tingkat tinggi tidak terasa monoton meskipun tetap menantang.
Ditambah lagi dengan hadirnya fitur cross-platform penuh antara PlayStation, PC, dan Nintendo Switch 2, ekspansi ini juga menjawab salah satu kekhawatiran terbesar komunitas terkait umur panjang permainan.
Baik untuk pemain lama yang ingin mencoba jalur Master Traits baru pada karakter favorit mereka maupun pemain baru yang baru pertama kali menjelajahi Zegagrande, Endless Ragnarok terlihat sangat menjanjikan dan berpotensi menjadi salah satu ekspansi action RPG yang wajib dimainkan musim panas ini.
Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok akan dirilis pada 9 Juli 2026. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post