gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Nyobain The Wandering Village – Hidup Damai di Punggung Monster Raksasa!

Fadhil by Fadhil
September 11, 2022
in Konsol, PC, Xbox One, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Impresi awal kami setelah memainkan versi awal dari game builder unik The Wandering Village

Impresi awal kami setelah memainkan versi awal dari game builder unik The Wandering Village

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Saat ini industri game sudah memasuki era di mana kreativitas adalah salah satu faktor kunci untuk menjaga relevansi di pasaran. Selain menciptakan game dengan production value tinggi yang bisa menarik minat fans dari segi presentasi saja, ada banyak game lain terutama dari developer indie yang selalu menarik perhatian kami berkat prioritas pada konsep uniknya sendiri. Karena itulah saat Stray Fawn Studio memberi kami kesempatan untuk menjajal game baru mereka yaitu The Wandering Village, tentu saja ada rasa penasaran besar yang mengikuti.

Berdasar penjelasan singkatnya The Wandering Village adalah game builder yang memungkinkanmu membangun pemukiman dan bertahan hidup di dunia yang mulai teracuni tanaman misterus. Karena tidak dapat hidup di daratan lagi, banyak manusia mulai mengungsi ke tempat tidak biasa, salah satunya seperti punggung monster raksasa bernama Onbu yang seketika mengingatkan kami pada pulau Zou di One Piece. Inilah konsep unik yang berusaha dibawa gamenya, yaitu fakta kalau kamu membangun sebuah peradaban kecil di atas monster raksasa yang terus berpindah tempat.

Serasa Nonton Film Ghilbi

Nyobain The Wandering Village - Hidup Damai di Punggung Monster Raksasa!

Baik itu dari monster serta latar dunianya, kami juga bisa melihat adanya inspirasi dari film populer studio Ghibli seperti Nausicaä of the Valley of the Wind. Ini apalagi bisa dirasakan saat melihat ragam atmosfer yang dibangunnya, mulai dari area yang dipenuhi ladang hijau hingga yang terasa lebih gelap dan dipenuhi tanaman beracun. Dari segi presentasi gamenya sebagian besar lebih mengarah ke 2D, tapi kamu bisa melihat beberapa elemen 3D seperti desain pada Onbu sendiri yang memang diperlukan sebagai basis map sandbox utama di gamenya. Alunan musik di gamenya cukup nyaman untuk memperkuat suasana layaknya berada dalam dunia fantasi, tapi selebihnya game ini nampak sama persis dengan apa yang bisa kamu bayangkan saat melihat trailer dan screenshotnya.

Game City Builder dengan Sedikit Elemen Roguelike

Terlepas dari basis utamanya sebagai game builder, The Wandering Village punya elemen roguelike yang berhubungan dengan elemen random / acak di beberapa tempat. Elemen tersebut mempengaruhi penempatan sumber daya yang perlu kamu farming, event khusus yang terjadi di overworld, serta area yang dilewati oleh Onbu sepanjang perjalanannya. Misi utamamu adalah membangun pemukiman makmur untuk seluruh koloni sekaligus merawat Onbu, meski sesuatu yang disukai penduduk tidak menjamin berefek serupa pada Onbu.

Nyobain The Wandering Village - Hidup Damai di Punggung Monster Raksasa!

Penduduk dalam game ini tentunya membutuhkan tempat tinggal, makanan, dan obat untuk terus bertahan hidup apalagi saat terkena bahaya racun. Kematian bisa selalu mengintai mereka yang kelaparan atau terkena racun yang tidak kunjung diobati, jadi sebisa mungkin kamu harus menaruh perhatian pada situasi seperti ini karena jika tidak teratasi, maka suasana hati penduduk akan semakin memburuk sebelum kemudian mereka akhirnya meninggalkan Onbu. Selain itu ini bisa berdampak saat kamu berusaha merekrut lebih banyak orang untuk bergabung ke pemukiman sendiri, karena normalnya tentu saja mereka menghindari bergabung ke kelompok yang dirasa tidak makmur.

Jalannya permainan di awal terasa cukup standar dan mirip dengan kebanyakan game builder lainnya, yaitu bagaimana kamu harus berfokus mencari sumber daya dan berusaha membangun lebih banyak tempat tinggal serta fasilitas. Penempatannya juga tidak bisa sembarangan, karena kamu harus mengikuti jenis sumber daya yang ingin didapat, misalnya seperti peternakan yang membutuhkan area hijau hingga Quarry (tambang batu) yang harus ditempatkan dekat dengan sisi belakang Onbu yang memang kaya dengan bebatuan. Selebihnya kamu bisa membangun Scavenging Post untuk mengirim suatu tim khusus untuk farming di area luar Onbu. Penting juga untuk ditekankan kalau cuaca bisa berdampak pada efektivitas produksi sumber daya maupun kondisi pemukiman, sesuatu yang memang selalu menjadi salah satu ancaman utama dalam game builder pada umumnya.

Onbu yang dijadikan sebagai rumah bagi seluruh koloni bukanlah raksasa tanpa perasaan, karena kamu harus membuatnya menaruh kepercayaan pada seluruh koloni. Saat berhasil membuatnya senang, kamu bisa mendapat keuntungan seperti memerintahnya untuk berganti haluan selama perjalanan atau membuatnya beristirahat. Tapi sebaliknya jika Onbu merasa tidak nyaman dengan keberadaan kolonimu, dia akan bersikap agresif hingga mengguncang penggung dan menghancurkan bangunanmu. Karenanya memang penting bagimu untuk membangun ikatan simbiosis sejak awal.

Apa yang membuat kami terasa kurang nyaman dari game ini ada pada balancing tingkat kesulitan serta pilihan prioritas. Lebih spesifiknya mode Novice tidak memberi akses ke modifier khusus, sesuatu yang justru tersedia untuk Adept dan di atasnya yang memungkinkamu untuk memastikan agar penduduk serta Onbu tidak bisa mati. Jika mengikuti alur gameplay normal yang berusaha ditawarkannya, kamu mungkin akan cukup kewalahan untuk menaruh prioritas untuk menyenangkan penduduk atau Onbu, karena satu kesalahan kecil yang membuat salah satunya merasa tidak puas dapat berujung menjadi perkara yanhg lebih besar dan suliit diperbaiki. Contohnya bagaimana Onbu tidak puas yang kemudia merusak fasilitas dan memakan waktu lama untuk diperbaiki, sehingga kamu tidak punya cukup opsi untuk membuat mood Onbu kembali pulih dan akhirnya situasi hanya akan menjadi lebih kacau.

Kesimpulan

Nyobain The Wandering Village - Hidup Damai di Punggung Monster Raksasa!

Membangun sebuah game untuk genre yang terasa sangat umum adalah tantangan besar, apalagi jika ambisimu adalah demi menjadi salah satu yang paling menonjol. Meski The Wandering Village tidak terasa seperti game yang mengincar atau mampu mencapai ambisi tersebut, kami tetap ingin memberikan apresiasi pada pihak developer yang sudah menuangkan ide kreatifnya yang cukup dieksekusi dengan baik. Setidaknya dari akses awal yang sudah kami mainkan ini, The Wandering Village adalah game builder dengan sedikit bumbu roguelike yang lumayan seru, meski di saat yang sama kami memang ingin merasakan lebih banyak konten serta balancing yang lebih baik lagi, terutama pada pilihan prioritas yang kami sebut tadi.

The Wandering Village sendiri rencananya akan dirilis untuk Xbox One, Xbox Series, dan PC pada 14 September mendatang.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game mobile lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: PCPreviewStray Fawn StudioThe Wandering VillageXbox OneXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Marvel’s Midnight Suns Dipastikan Rilis Desember 2022 untuk Konsol dan PC!

Next Post

Kembali ke Akar, Inilah Segudang Detail Mengenai Assassin’s Creed Mirage

Related Posts

Jadwal rilis Avatar Legends: The Fighting Game kini sudah diundur hingga mendekati akhir bulan Juli nanti
Berita

Avatar Legends: The Fighting Game Ditunda Rilisnya ke Juli 2026

June 4, 2026
Halaman resmi Persona 4 Revival di Xbox Store telah mencantumkan rating ESRB jelang beberapa hari sebelum pengadaan Xbox Games Showcase
Berita

Persona 4 Revival Resmi Dapatkan Rating Mature 17+

June 4, 2026
Pengumuman God of War Laufey di State of Play kemarin memang langsung jadi bahan perbincangan dan belom ada jadwal rilis.
Berita

Jadwal Rilis God of War Laufey Dikabarkan Tidak Akan Lama

June 4, 2026
ILL akhirnya mendapat jadwal rilis resmi. Developer Team Clout mengonfirmasi bahwa game survival horror ini akan meluncur pada tahun 2027.
Berita

ILL Dipastikan Rilis 2027, Horor Sadis dengan Monster yang Ngeri

June 3, 2026
Silent Hill: Townfall akhirnya resmi mendapat tanggal rilis. Konami, Annapurna Interactive, dan Screen Burn Interactive mengumumkan.
Berita

Silent Hill: Townfall Dipastikan Rilis 24 September

June 3, 2026
Bandai Namco melepas trailer baru Ace Combat 8: Wings of Theve yang ikut memberi konfirmasi jadwal rilis pada awal Oktober 2026
Berita

Ace Combat 8: Wings of Theve Kembali Dipamerkan dan Konfirmasi Jadwal Rilis

June 3, 2026
Next Post
Kami sudah mendapatkan berbagai informasi menarik mengenai Assassin's Creed Mirage dari Ubisoft yang bakal menarik perhatianmu.

Kembali ke Akar, Inilah Segudang Detail Mengenai Assassin's Creed Mirage

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd