gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Dragon Quest III HD-2D Remake – Si Tua dengan Makeup Baru!

Fadhil by Fadhil
November 13, 2024
in Konsol, Nintendo Switch, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Simak review kami untuk Dragon Quest III HD-2D Remake yang hadir dengan ragam upgrade penting meski masih adanya elemen usang juga
Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Tiga tahun lebih berlalu sejak diumumkannya Dragon Quest III HD-2D Remake dan kini game tersebut sudah berada di depan mata. Bagi banyak fans hardcore franchisenya yang terutama sudah tumbuh bersama franchise ini selama beberapa dekade terakhir, ini tentu adalah sebuah proyek impian, apalagi karena reputasi bawaan sebagai salah satu game terbaik di franchisenya yang sekaligus menjadi pembuka cerita untuk trilogi Erdrick (selain seri lain yang sebaiknya tidak kami sebutkan untuk menjaga spoiler).

Kehadiran game ini pasti akan mengundang rasa penasaran dari para calon pendatang baru, seperti apakah mereka bisa memainkannya sebagai rekomendasi terbaik untuk terjun ke franchise Dragon Quest. Tanpa buru-buru terjun ke review kami akan menjawabnya langsung dengan “tidak”, karena nyatanya remake ini masih membawa begitu banyak kekurangan utama yang mungkin jadi daya tarik game originalnya di masa lalu, tapi kini semua itu sudah terasa sangat usang sehingga berujung pada pengalaman bermain yang relatif tidak cocok untuk sebagian pemain.

Lalu apa saja yang membuat gamenya tersebut mungkin dirasa masih ketinggalan zaman? Langsung saja simak bahasan lengkap pada review kami di bawah ini!

Cerita yang Masih Sangat Hambar

Tidak berbeda dari seri originalnya, cerita yang dibawa berkutat pada tema Hero vs Evil yang sangat sederhana tanpa banyak kedalaman pada plot, dialog, atau penokohan. Ini layaknya jenis cerita yang hanya ada untuk menjadi alasan agar dunia di gamenya bisa eksis dan memberimu sebuah tujuan untuk dicapai. Kamu berperan sebagai seorang Hero / Heroine Wanita (dapat memilih di antara keduanya) dari sosok pahlawan egendaris bernama Ortega yang meninggal ketika karaktermu masih kecil. Tepat ketika karaktermu akhirnya mencapai usia keenam belas, dia akan ditugaskan oleh Raja Aliahan untuk memburu Archfiend Baramos demi upaya menyelamatkan dunia dari cengkeraman jahat ras iblis.

Tidak banyak yang bisa dieksplor lebih dalam dari ceritanya karena seperti yang kami jelaskan tadi, ini adalag plot yang sangat umum dan mudah dilupakan, belum lagi bagaimana tidak ada karakterisasi dari sang protagonis dan party selain fakta kalau terkadang kamu hanya memiliki opsi dialog dengan pilihan “Yes” dan “No”. Karaktermu tidak bisa berbicara dan anggota party terasa seperti boneka yang hanya memiliki fungsi untuk bertarung, sehingga setiap perkembangan cerita di game ini memang sepenuhnya dikendalikan oleh NPC / karakter pendukung penting.

Nilai Jual Terkuat di Visual

Selanjutnya mari kita bahas soal bagian terbaik dari remake ini, yang tidak lain ada pada peningkatan visualnya. Saat ini kita memang sudah mendapat begitu banyak game dengan style HD-2D, tapi Dragon Quest III HD-2D Remake masih tampil menonjol dengan cara pihak developer menciptakan atmosfer dan efek pencahayaan. Ada kedalaman lebih yang bisa dirasakan pada lingkungan sekitar meskipun mereka menggunakan style 3D penuh dan bukannya mempertahankan beberapa gaya piksel dari game seperti Octopath Traveler misalnya, tetapi terlepas dari itu, ini masih merupakan game yang sangat indah untuk diapresiasi.

Sorotan utama dari kami ada pada betapa hidup dunianya. Latar dunia di game ini bisa terus berubah, misalnya cuaca dinamis dengan transisi yang mulus baik saat kamu tengah menjelajah overworld atau sedang berada di tengah combat. Tergantung pada waktu yang berjalan, terkadang kota yang kamu kunjungi bisa ramai dengan orang-orang atau bahkan sepi, jadi semisal kamu tiba di malam hari untuk melanjutkan cerita, ada baiknya untuk menginap di Inn untuk kemudian bangun dan melihat bagaimana kota kembali menjadi hidup kembali dan kamu memiliki akses ke NPC yang mungkin ingin diajak berinteraksi tapi sempat absen saat di malam sebelumnya.

Selain itu seleksi aransemen musik yang baru juga dikemas dengan kualitas jempolan dan seolah membuatmu tenggelam dalam dunia fantasinya. Kami terutama paling suka dengan versi baru dari Overworld Theme, yang bahkan hingga sekarang lagu ini masih terasa sangat ikonik karena benar-benar memberikanmu suasana layaknya sedang berada dalam petualangan besar.

Combat Lawas dengan Tempo Lebih Cepat

Beralih ke sistem combat, di sinilah pengalaman bermain kami jadi agak berantakan dan membuat frustasi. Jadi Dragon Quest sebenarnya tidak membawa evolusi yang terlalu signifikan dari game ini dalam urusan sistem combat dan ragam elemen klasik lainnya, tapi yang membuatnya sangat frustasi untuk dimainkan adalah fakta betapa lambat, hambar, dan membosankannya game ini. Untungnya pihak developer telah menyediakan opsi untuk mempercepat combat menjadi Fast dan Ultra-Fast yang memang sangat dibutuhkan karena kecepatan combat normal memang terlalu lambat, jadi kami setidaknya merekomendasikanmu untuk bermain dalam mode Fast. Meskipun begitu, ada beberapa momen dalam combat yang masih terasa lambat bahkan dengan tambahan fitur tadi, misalnya text box pada akhir pertempuran yang sulit diskip dengan cepat apalagi saat naik level, jadi akan ada jeda yang lebih lama setiap kali kamu menyelesaikan pertempuran.

Dan kemudian menurut kami terasa hambar karena game ini masih mengadaptasi combat turn-based dengan style first person yang sering ditemukan di banyak RPG Dungeon Crawler. Kami paham kalau ada banyak pemain yang menyukai style ini, tapi kami sendiri secara pribadi tidak pernah menyukainya, terutama karena gamenya bahkan mengubah sudut pandang medan pertempuran sedemikian rupa sampai kamu bisa melihat semua anggota party saat menghadapi musuh, hanya untuk kemudian dialihkan kembali ke first person. Ini adalah potensi yang sia-sia karena kamu tidak bisa melihat segala bentuk aksi / gerakan animasi dalam combat selain beberapa efek mencolok dari seranganmu atau melihat monster yang bergoyang-goyang di depanmu. Dan fakta kalau kami harus memainkan game ini dalam mode Fast dan kemudian beralih ke mode Ultra-Fast berarti kami tidak dapat benar-benar bisa mengapresiasi / menikmati sisa animasi yang ditampilkan, tapi setidaknya ini jadi pengorbanan yang bisa kami relakan selama tidak harus melewati sistem combatnya yang begitu lambat.

Mengenai grinding, ini benar-benar wajib dilakukan, karena jika tidak kamu akan dibuat babak belur setiap kali mencapai area baru. Untuk sebuah game yang masih mempertahankan random encounter dan seberapa sering kamu harus menghadapi sekelompok musuh, grinding dalam game ini juga tidak mudah, terutama betapa pelitnya sumber daya / resource yang dibagi di progress awal. Salah satu contohnya jika salah satu karakter dalam party tumbang, maka kamu hanya bisa membangkitkannya dengan mengunjungi gereja atau priest di berbagai kota yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Jadi akan ada banyak porsi backtracking dan kamu tidak bisa melawan musuh lagi kecuali memiliki stok Chimaera Wings untuk melakukan fast travel antar area.

Berbicara lebih dalam soal sistem combatnya, kami juga menyayangkan bagaimana game ini kehilangan beberapa fitur penting seperti mengetahui turn order atau memilih musuh mana yang bisa diserang. Kamu memang masih bisa melakukan itu, tapi hanya saat menyerang satu jenis musuh saja. Jadi semisal kamu menghadapi sekelompok musuh yang masing-masing berasal dari jenis yang berbeda, maka kamu harus fokus untuk mengalahkan mereka satu per satu, karena sebagian besar serangan yang dapat mengenai kelompok besar hanya diperuntukkan bagi satu jenis spesifik saja. Ini adalah kekurangan yang masih ada di banyak game lain dalam franchisenya, jadi ini tidak benar-benar eksklusif untuk Dragon Quest III saja, tapi tetap saja ini membuat kami bertanya-tanya mengapa mereka masih mempertahankannya untuk karena hanya berujung lebih merepotkan.

Tentu saja semuanya akan menjadi lebih mudah seiring dengan progress, tetapi jam-jam awal di mana kamu harus terus melakukan backtracking dan grinding di sebagian besar porsi awal sama sekali tidak menyenangkan. Beda cerita jika gamenya memberi semacam motivasi untuk membuatmu terus bermain, tapi combat dan ceritanya sangat hambar, sehingga di akhir pasti akan membuat sebagian darimu bertanya-tanya “Apa yang tersisa untuk dinikmati dari game ini?”

Ini mungkin tergolong subjektif, tetapi kami ingin menekankan tentang random encounter yang sangat mengganggu dengan tingkat encounter musuh yang tinggi. Kami sangat berharap pihak developer bisa mengambil rute remake ala Star Ocean The Second Story R di mana mereka akhirnya menghilangkan fitur yang mengganggu ini dan membiarkanmu menghadapi musuh dengan bebas. Kami rasa Dragon Quest III sangat membutuhkannya karena sekian banyak backtracking yang harus kamu lakukan, sehingga kamu akan sering berhadapan dengan momeb di mana party sekarat bahkan sebelum mencapai tujuanmu. Untung saja ada fitur auto-save, jika tidak maka akan benar-benar jauh lebih dibuat frustasi.

Sistem Job / Vocation yang Masih Keren

Sistem job / vocation dalam game ini ternyata masih sangat mendalam. Tidak adanya interaksi antar karakter justru terbukti berguna dalam hal ini karena kamu bisa dengan bebas membangun party tanpa harus merasa kehilangan karakter favorit untuk dimainkan, karena semua karakter utama hanyalah boneka dengan skin yang berbeda. Ada cukup banyak job dalam game ini yang sudah bisa kamu akses ketika membuat anggota party baru.

Beberapa di antaranya mulai dari Hero sebagai job bawaan sang protagonis yang berfokus pada fleksibilitas, Martial Artist yang sangat lincah dalam bertarung, Mage yang berfokus pada elemen sihir yang kuat dan kapasitas MP melimpah, Merchant yang sangat penting jika kamu perlu mengumpulkan uang, dan bahkan vocation baru yang disebut Monster Wrangler. Khusus untuk Monster Wrangler, ini adalah pilihan baru yang cukup unik, yang menurut kami terasa seperti kombinasi antara Blue Mage dan Berserker, tapi pada dasarnya ini adalah job yang mengandalkan kemampuan monster dan berbagai skill eksklusif lainnya.

Setiap karakter juga dapat memiliki “personalities” berbeda yang memengaruhi potensi mereka dalam pertempuran atau efek naik turunnya pertumbuhan karakter. Ini adalah pendekatan yang cukup unik untuk sistem trait dalam JRPG, jadi kamu bisa terus bereksperimen saat membangun party. Tapi yang paling kami sukai dari sistem job kali ini adalah adanya fitur kustomisasi party.

Ada berbagai ipsi yang bisa kamu sesuaikan seperti nama, penampilan, warna rambut, dan bahkan suara mereka meskipun semua karaktermu hanya bisa mengerang saat berada dalam combat. Kustomisasi party seperti ini sangat jarang ditemukan pada JRPG sejenis, dan kami masih terkejut dengan betapa baiknya sistem job dalam game ini ditangani dan ternyata masih cukup seru untuk dieksplor, sebuah kontras yang cukup besar dibandingkan dengan sistem combat dan beberapa bagian lain dari gamenya yang sudah terasa usang.

Ragam Perombakan Quality of Life (QoL)

Jelas ada beberapa fitur QoL baru untuk memastikan gameplay yang lebih nyaman untuk pendatang baru. Sebagai contoh awal, kamu bisa memilih di antara tiga mode kesulitan berbeda yang sayangnya masih kurang di sisi balancing. Kami cukup kecewa dengan cara mereka menangani “Dracky Quest” (tingkat kesulitan terendah) karena masih mempertahankan tingkat tantangan yang sama dengan mode normal, kecuali karaktermu tidak bisa mati dan akan terhenti di 1 HP, jadi ini bisa dibilang sebagai mode cheat. Sejujurnya kami ingin agar pihak developer bisa mengoptimalkannya sehingga masih ada semacam resiko / tantangan di sana alih-alih memberi karaktermu kekebalan penuh, karena musuh yang dilawan masih sama menjengkelkannya jika kamu underlevel dan bagaimana beberapa dari mereka bisa terus memanggil bala bantuan tanpa henti.

Ada juga Battle Speed yang sudah kami sebutkan tadi dan sangat membantu untuk tetap membuat kami betah memainkan game ini, beberapa pengaturan display penting seperti menyesuaikan minimap atau menampilkan objective yang perlu dijalani, opsi audio untuk berbagai jenis efek suara, dan masih banyak lagi. Satu fitur baru yang secara khusus ingin kami soroti adalah Recall, yang seperti namanya memungkinkanmu untuk memutar kembali semua momen atau pertemuan penting di sepanjang cerita tanpa perlu memuat ulang save data. Kami pribadi tidak pernah menmanfaatkan fitur tersebut karena masih bisa mengikuti ceritanya yang jujur saja sangat sederhana, tapi semisal kamu membutuhkan konteks lebih atau melupakan sesuatu dari interaksi sebelumnya, maka fitur ini bisa berguna.

Kesimpulan

Sebuah remake yang sangat setia dengan source material originalnya bahkan setelah tiga dekade lebih, meski pada akhirnya semua perombakan dan QoL baru yang dibawa tidak cukup untuk menghilangkan kesan “usang” dan rasa frustasi saat memainkannya. Ini terutama karena pihak developer masih mempertahankan banyak elemen klasik yang menurut kami sudah tidak cocok untuk dipertahankan.

Tentu saja ada beberapa hal yang sangat kami sukai seperti upgrade visual HD-2D, sistem job / vocation dengan kustomisasinya, dan seleksi aransemen musik baru yang berkualitas. Hanya saja semua ini belum cukup untuk membuat kami bisa mengapresiasi gamenya secara penuh, karena pada akhirnya game ini tetaplah sebuah JRPG yang mengutamakan cerita, interaksi karakter, dan combat sebagai nilai jual utama, yang mana dalam kasus Dragon Quest III HD-2D Remake sudah tidak lagi memenuhi standar yang kami harapkan.

Kami tidak ragu kalau ini adalah game revolusioner di masanya yang jadi pondasi solid untuk perkembangan franchise Dragon Quest, sehingga ada rasa yakin yang kuat kalau para fans JRPG lawas dan hardcore pasti akan sangat menyukai remake ini. Tapi kembali lagi, kami tidak mendapat impresi serupa dan masih akan menempatkan Dragon Quest XI sebagai rekomendasi terbaik untuk pendatang baru.

Dragon Quest III HD-2D Remake sendiri rencananya akan dirilis untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC pada 14 November mendatang. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita anime lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Dragon Quest III HD-2D Remake

8 Score

PROS

  • Upgrade visual HD-2D yang terlihat fantastis
  • Kualitas jempolan yang juga dibawa seleksi soundtrack versi barunya
  • Sistem Job / Vocation yang masih keren dengan pilihan baru
  • Ragam perombakan QoL yang terasa esensial

CONS

  • Cerita hambar dengan tidak adanya karakterisasi sama sekali selain dari NPC
  • Sistem combat lawas yang masih butuh fitur tambahan dan penyesuaian lebih
  • Tidak adanya balancing untuk tingkat kesulitan terendah
  • Terlalu grindy dan banyaknya backtracking di sana sini

Review Breakdown

  • 8.0 0
Tags: ARTDINKDragon QuestDragon Quest III HD-2D RemakeNintendo SwitchPCPS5ReviewSquare EnixXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Review LEGO Horizon Adventures – Petualangan Baru Aloy dengan Mood Berbeda!

Next Post

Infinity Nikki Tetapkan Jadwal Rilis Pasti untuk Desember 2024

Related Posts

Call of Duty: Modern Warfare 4 bakal menggelar open beta pertamanya mulai Agustus mendatang. Open beta gratis.
Berita

Gratis, Open Beta Call of Duty: Modern Warfare 4 Dimulai Agustus

July 21, 2026
KLab telah menyiapkan selebrasi besar untuk anniversary ke-11 Bleach: Brave Souls yang siap berlangsung sebentar lagi
Android

Bleach: Brave Souls Bagi Detail Lengkap dan Ragam Kejutan Baru untuk Anniversary ke-11!

July 21, 2026
Unity Technologies resmi mengumumkan Unity 7, game engine generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Berita

Unity 7 Resmi Diumumkan, Rilis Awal 2027 dan Banyak Fitur AI

July 21, 2026
The Blood of Dawnwalker, RPG bertema vampir, dipastikan akan dirilis dalam bentuk disc yang berisi keseluruhan.
Berita

The Blood of Dawnwalker Dipastikan Punya Full Data di Disc, Tanpa Denuvo

July 21, 2026
Capcom mengumumkan perubahan besar untuk Monster Hunter Wilds yang bakal mempermudah pemain karena lebih murah.
Berita

Harga Game Monster Hunter Wilds Akan Turun Permanen

July 17, 2026
PlayStation kembali memamerkan Marvel's Wolverine lewat trailer sinematik keren dan penuh aksi berjudul 'Ain't No Hero'
Berita

Marvel’s Wolverine Pamer Trailer Sinematik Baru yang Penuh Aksi Badass

July 17, 2026
Next Post
Sesuai dengan bocoran di PlayStation Store, Infinity Nikki memang ditargetkan untuk rilis pada 5 Desember mendatang

Infinity Nikki Tetapkan Jadwal Rilis Pasti untuk Desember 2024

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd