Sebagai salah satu seri paling ikonik dalam franchisenya, Final Fantasy X/X-2 HD Remaster telah dirilis di berbagai platform sejak versi remaster tersebut pertama kali rilis sebelum kemudian ikut menyusul di Nintendo Switch 2. Meski versi Nintendo Switch 2 tidak menghadirkan konten baru, ada penyempurnaan pada aspek HD Remaster yang sudah ada dengan menambahkan berbagai fitur Booster opsional sekaligus memanfaatkan kemampuan hardware konsolnya untuk menghadirkan pengalaman bermain handheld yang lebih mulus.
Bagi pemain baru, Final Fantasy masih menjadi salah satu JRPG klasik yang wajib dimainkan. Sementara itu, bagi pemain lama, daya tarik terbesar versi Nintendo Switch 2 terletak pada hadirnya fitur Booster baru serta peningkatan kualitas pengalaman bermain dalam mode handheld.
Apa yang Berbeda di Nintendo Switch 2?
Penambahan terbesar pada versi Nintendo Switch 2 adalah hadirnya fitur Booster baru. Fitur ini mencakup Turbo (x2/x4), Enemy Encounter Override, Supercharge, dan Auto Battle. Selain itu, terdapat pula opsi Change Parameters yang memungkinkanmu mendapatkan seluruh item, membuka semua skill, serta memperoleh Gil dalam jumlah maksimal.
Seluruh Booster tersebut tidak mengubah jalan cerita maupun mekanisme inti permainan. Sebaliknya, fitur-fitur ini memberikan kebebasan untuk menentukan sendiri bagaimana mereka ingin menikmati permainan, baik itu mempercepat proses grinding yang berulang maupun sekadar menikmati cerita tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas yang repetitif.

Turbo dan Enemy Encounter Override menjadi dua Booster yang paling berguna karena memungkinkanmu mengatur tempo permainan sesuai keinginan sekaligus memangkas waktu yang biasanya dihabiskan untuk menjelajah, melakukan grinding, dan menghadapi random encounter yang berulang.
Supercharge juga sangat membantu bagi kamu yang hanya ingin mengikuti alur cerita. Dengan membuat pertarungan menjadi jauh lebih mudah, kamu bisa lebih fokus menikmati kisah Final Fantasy X/X-2 tanpa terlalu dipusingkan oleh tingkat kesulitan pertempuran. Sementara itu, Auto Battle juga menjadi tambahan yang disambut baik, meskipun tingkat manfaatnya berbeda di masing-masing game.

Dalam Final Fantasy X, sistem pertarungan berfokus pada peran unik setiap karakter dan pemanfaatan kelemahan musuh. Karena hanya karakter yang benar-benar melakukan aksi yang akan memperoleh EXP, kamu harus terus berganti karakter untuk menghadapi berbagai jenis musuh. Karena Auto Battle hanya melakukan serangan dasar, fitur ini lebih berfungsi sebagai kemudahan tambahan daripada sesuatu yang akan terus digunakan sepanjang permainan.
Sebaliknya, Final Fantasy X-2 mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar dari Auto Battle. Dengan hanya memiliki tiga karakter yang bisa dimainkan serta sistem level yang lebih tradisional, sebagian besar random encounter bisa diselesaikan hanya dengan serangan biasa. Jika dikombinasikan dengan Turbo, proses menaikkan level dan farming AP untuk membuka kemampuan Dressphere menjadi jauh lebih cepat.
Pengalaman Bermain Handheld dan Performanya
Versi Nintendo Switch 2 juga tetap mempertahankan fitur layar sentuh dari versi Nintendo Switch sebelumnya, termasuk fitur penyembuhan cepat saat menjelajah, serta kemampuan mengatur durasi animasi summon di FINAL FANTASY X dan durasi transformasi Dressphere di FINAL FANTASY X-2. Walaupun fitur-fitur ini cukup menyenangkan, pengaruhnya jauh lebih kecil dibandingkan Booster dan lebih terasa sebagai kenyamanan tambahan saat bermain dalam mode handheld.
Dari sisi performa, game ini tampil sangat solid. Sama seperti versi lainnya, permainan tetap berjalan pada 30 FPS. Saat dimainkan di Nintendo Switch 2, game mendukung resolusi hingga 1440p saat dimainkan dalam mode docked dan 1080p saat dimainkan secara handheld. Walaupun model karakter masih memperlihatkan asal-usulnya dari era PlayStation 2, gaya visual khas game ini tetap mampu bertahan dengan sangat baik, terutama ketika dimainkan di layar handheld.

Selama proses bermain, performanya tetap stabil. Aktivasi Turbo berlangsung cepat dan responsif tanpa ditemukan stuttering yang berarti. Sayangnya, masih ada satu fitur yang absen, yaitu kemampuan untuk melewati cutscene tertentu. Berbeda dengan versi Steam, versi Nintendo Switch 2 tidak menyediakan opsi tersebut. Hal ini memang bukan masalah besar bagi pemain baru, tetapi cukup disayangkan bagi pemain lama yang ingin menikmati permainan kembali dengan tempo yang lebih cepat.
Perbandingan Antar Versi
Final Fantasy X/X-2 HD Remaster kini telah tersedia di berbagai platform, dan masing-masing memiliki keunggulannya sendiri. Versi Steam juga memiliki seluruh fitur Booster yang sama, ditambah dukungan untuk melewati beberapa cutscene serta fitur auto-save, sehingga menjadi versi dengan fitur paling lengkap secara keseluruhan.
Sementara itu, versi PlayStation 4 dan Xbox Series X|S tidak memiliki fitur Booster. Versi Nintendo Switch juga tidak menyertakan Booster serta menawarkan resolusi dan performa yang lebih rendah dibandingkan versi Nintendo Switch 2. Perlu diketahui juga kalau tidak tersedia jalur upgrade maupun fitur transfer save data. Jika sudah memiliki versi Nintendo Switch, kamu tetap harus membeli versi Nintendo Switch 2 secara terpisah, dan data save lama tidak bisa dipindahkan.

Bagi kamu yang sudah memiliki versi Nintendo Switch sebelumnya, apakah Booster baru cukup layak untuk dijadikan alasan membeli game ini lagi merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. Versi Nintendo Switch 2 memang menawarkan pengalaman bermain handheld terbaik, tetapi sebagian besar peningkatannya berfokus pada kenyamanan, bukan penambahan konten baru.
Tapi jika kamu menginginkan fleksibilitas bermain secara handheld sekaligus menikmati seluruh fitur Booster, maka versi Nintendo Switch 2 merupakan cara terbaik untuk memainkan Final Fantasy X/X-2 HD Remaster saat ini.
Rangkuman Final Fantasy X

Final Fantasy X mengikuti sudut pandang Tidus dan seorang summoner bernama Yuna yang memulai petualangan untuk mengalahkan Sin sambil perlahan mengungkap berbagai rahasia yang tersembunyi di balik dunia Spira.
Sebagai salah satu seri yang paling dihormati dalam franchisenya, Final Fantasy X masih mampu meninggalkan kesan yang mendalam hingga saat ini. Melalui sudut pandang Tidus sebagai orang luar, kamu secara perlahan diperlihatkan kenyataan pahit kehidupan di Spira serta penderitaan yang harus dihadapi oleh penduduknya. Kisah romansa antara Tidus dan Yuna tetap menjadi salah satu cerita cinta paling berkesan dalam sejarah video game. Bahkan setelah lebih dari 25 tahun sejak pertama kali dirilis, game ini masih sering muncul dalam berbagai daftar yang membahas momen paling emosional di dunia gaming. Pengaruhnya terhadap genre JRPG pun masih terasa hingga sekarang.
Sistem Pertarungan CTB dan Sphere Grid
Final Fantasy X memperkenalkan sistem CTB (Conditional Turn-Based Battle), yang memungkinkanmu melihat urutan giliran berikutnya sehingga bisa menyusun strategi berdasarkan kelemahan musuh, kecepatan, dan pola perilaku mereka.
Dibandingkan sistem turn-based tradisional, CTB lebih menekankan pergantian karakter, pemanfaatan kelemahan musuh, serta pengelolaan urutan giliran secara cermat. Setiap anggota party memiliki peran yang jelas, sehingga kamu harus memanfaatkan kemampuan masing-masing karakter untuk menghadapi berbagai jenis musuh dengan efektif.

Game ini juga menggantikan sistem level tradisional dengan sistem perkembangan karakter unik bernama Sphere Grid. Dengan memperoleh Ability Points (AP) dari setiap pertarungan, kamu bisa bergerak di sepanjang Sphere Grid untuk mempelajari kemampuan baru, membuka sihir, serta meningkatkan berbagai atribut karakter.
Walaupun setiap karakter memulai permainan dengan jalur dan peran masing-masing, kamu bebas mengubah arah perkembangan mereka seiring berjalannya permainan. Sebagai contoh, Yuna yang pada awalnya berfokus sebagai summoner dan penyembuh bisa dikembangkan untuk mempelajari Black Magic sehingga berubah menjadi penyerang berbasis sihir yang sangat kuat. Tingkat kebebasan dalam membangun karakter inilah yang membuat FINAL FANTASY X tetap terasa istimewa bahkan hingga sekarang.
Tempo Gameplay dan Desain Eksplorasi

Jika dibandingkan dengan RPG modern, Final Fantasy X mengusung pendekatan eksplorasi yang lebih klasik. Sebagian besar area memiliki struktur yang linear, dengan lebih sedikit side quest yang mengganggu alur cerita utama sehingga petualangan terasa mengalir dengan baik dan tetap fokus.
Game ini juga menghadirkan berbagai mini-game yang sebagian besar baru terbuka di pertengahan hingga akhir permainan dan menawarkan hadiah yang berharga. Namun, beberapa di antaranya memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi sehingga menjadi tantangan besar bagi yang ingin menyelesaikan seluruh konten dalam game.
Rangkuman Final Fantasy X-2

Cerita Final Fantasy X-2 berlangsung setelah Sin berhasil dikalahkan. Yuna bergabung dengan Gullwings bersama Rikku dan karakter baru bernama Paine sebagai pemburu Sphere, menjelajahi Spira yang kini memasuki era Eternal Calm.
Berbeda dengan perjalanan penuh pengorbanan dan penyelamatan dunia pada game sebelumnya, Final Fantasy X-2 mengusung nuansa yang jauh lebih ringan. Perubahan arah yang cukup drastis ini menjadi salah satu alasan mengapa game tersebut masih memecah pendapat para fans hingga sekarang. Meski begitu, kisahnya mengangkat perjalanan seorang summoner yang pernah mengorbankan segalanya demi menyelamatkan dunia, lalu berusaha menemukan jati dirinya sendiri setelah tanggung jawab tersebut tidak lagi berada di pundaknya. Yuna kini tidak lagi dibebani oleh nasib Spira dan akhirnya memiliki kesempatan untuk memikirkan kehidupan seperti apa yang benar-benar ia inginkan.
Game ini menggunakan struktur misi berbasis chapter yang memungkinkanmu mengunjungi berbagai wilayah, melihat bagaimana Spira berubah setelah kekalahan Sin, sekaligus mengikuti kisah para karakter lama yang berusaha menyesuaikan diri dengan era baru yang damai.
Sistem Pertarungan ATB dan Dressphere

Final Fantasy X-2 menggunakan sistem Active Time Battle (ATB) dan memperkenalkan sistem Dressphere. Melalui berbagai Dressphere, kamu bisa berganti job kapan saja dan menikmati beragam gaya bertarung yang berbeda.
Dibandingkan sistem CTB milik Final Fantasy X, pertarungan di X-2 berlangsung jauh lebih cepat, tetapi sebagai konsekuensinya kedalaman strategi menjadi sedikit berkurang. Setiap Dressphere memiliki tingkat efektivitas yang berbeda-beda; beberapa job jauh lebih kuat dibandingkan yang lain, sementara sebagian lainnya terasa kurang berguna. Setelah memperoleh Dressphere yang kuat, kamu sering kali tidak lagi memiliki alasan untuk berganti ke job lain. Dalam pertarungan biasa pun, kebutuhan untuk menyesuaikan Dressphere berdasarkan jenis musuh relatif tidak terlalu besar.
Sistem Completion dan Ending Rahasia

Meskipun Final Fantasy X-2 tidak mendapatkan pengakuan sebesar pendahulunya dalam banyak aspek, game ini memiliki sebuah secret ending yang mendorong banyak pemain untuk mengejar tingkat penyelesaian yang lebih tinggi. Game ini menggunakan sistem completion, di mana persentase penyelesaian akan terus bertambah seiring progress cerita dan menyelesaikan berbagai misi. Setelah memenuhi persyaratan tertentu, kamu bisa membuka secret ending tersebut.
Tapi syarat untuk mencapai completion yang tinggi sangatlah ketat. Meski tidak harus memperoleh 100% completion untuk membuka secret ending, kamu bisa sangat mudah melewatkan detail-detail kecil seperti percakapan, event tertentu, atau tugas spesifik. Akibatnya, persentase completion bisa berkurang hanya karena melewatkan satu hal kecil, bahkan ketika sudah mengikuti panduan.
Bagi sebagian besar pemain, sistem ini hanya menjadi lapisan tambahan yang membuat eksplorasi terasa lebih menarik sekaligus mendorong mereka untuk memperhatikan dunia game dengan lebih saksama. Namun, bagi mereka yang ingin meraih completion 100% atau mengoleksi seluruh konten yang tersedia, sistem ini bisa menjadi tantangan yang sangat berat.
Kesimpulan

Daya tarik utama Final Fantasy X/X-2 HD Remaster versi Nintendo Switch 2 bukanlah peningkatan visual ataupun hadirnya konten baru, melainkan penambahan fitur Booster serta pengalaman bermain handheld yang lebih baik berkat kemampuan hardware Nintendo Switch 2.
Final Fantasy X tetap menjadi bintang utama dalam paket ini. Walaupun kualitas visualnya mulai menunjukkan usia, cerita yang luar biasa, sistem pertarungan CTB, serta sistem perkembangan karakter Sphere Grid masih terasa sangat matang bahkan hingga sekarang. Sementara itu, Final Fantasy X-2 memang tidak sepopuler pendahulunya, tetapi berhasil memperluas kisah Spira setelah kekalahan Sin sekaligus mengeksplorasi perjalanan Yuna dalam mencari tujuan hidupnya setelah misinya selesai. Secret ending yang dimilikinya juga memberikan penutup yang memuaskan bagi kisah Tidus dan Yuna, sehingga tetap layak dimainkan oleh para penggemar yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak awal.
Bagi pemain baru, versi Nintendo Switch 2 saat ini merupakan versi konsol terbaik yang tersedia. Kehadiran berbagai Booster membuat JRPG klasik ini menjadi lebih ramah bagi pemain modern, sementara pengalaman bermain secara handheld menjadikannya sangat cocok untuk menikmati petualangan yang panjang ini.
Bagi pemain yang sudah memiliki versi sebelumnya, membeli game ini untuk kedua kalinya cukup sulit direkomendasikan, kecuali jika kamu benar-benar menginginkan pengalaman bermain handheld yang lebih baik. Dalam hal bermain secara portabel, versi Nintendo Switch 2 memang menawarkan cara terbaik untuk menikmati game ini.
Secara keseluruhan, Final Fantasy X/X-2 HD Remaster versi Nintendo Switch 2 menghadirkan pengalaman bermain handheld paling lengkap yang tersedia saat ini. Namun, tidak adanya jalur upgrade maupun fitur transfer save data, ditambah harga perilisannya, bisa membuat sebagian pemain memilih untuk menunggu hingga game ini mendapatkan potongan harga sebelum memutuskan untuk membelinya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Final Fantasy X/X-2 HD Remaster (Nintendo Switch 2)
PROS
- Versi paling komplit dari gamenya untuk platform konsol
- Booster yang memaksimalkan pengalaman bermain JRPG klasik
- Kombinasi X dan X-2 memberi cerita yang memorable serta lengkap
- Performa serta pengalaman bermain handheld yang sempurna
CONS
- Sayangnya tidak ada opsi upgrade dan transfer save data












Discussion about this post