gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review KAZUMA KANEKO’S TSUKUYOMI – Wujud Definitif yang Masih Ternodai Kekurangan Lama!

Fadhil by Fadhil
July 24, 2026
in Konsol, Nintendo Switch, PC
0
Simak review terbaru kami untuk KAZUMA KANEKO'S TSUKUYOMI yang dikemas sebagai versi premium dari Tsukuyomi: The Divine Hunter

Simak review terbaru kami untuk KAZUMA KANEKO'S TSUKUYOMI yang dikemas sebagai versi premium dari Tsukuyomi: The Divine Hunter

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Hanya dalam kurun waktu satu tahun sejak rilisnya Tsukuyomi: The Divine Hunter, cukup mengejutkan memang saat melihat Kazuma Kaneko dan COLOPL sudah menyiapkan versi upgradenya lewat KAZUMA KANEKO’S TSUKUYOMI. Tidak hanya dari segi presentasi yang kelihatan jauh lebih bagus, tapi game ini juga membawa perombakan di berbagai area untuk menjadikannya versi “premium” dari Tsukuyomi lama, apalagi mengingat game pertamanya dulu juga didesain untuk platform mobile.

Meski begitu, game ini masih belum sepenuhnya lepas dari beberapa kekurangan terbesarnya, dengan penggunaan aset berbasis AI generatif yang menjadi topik perbincangan terbesar di komunitas sekaligus sumber kontroversi, hal yang mungkin jadi alasan utama kenapa mereka mengembangkan versi definitif ini dalam waktu yang tergolong singkat.

Jalan Cerita

Mari kita mulai dari konten cerita yang terkesan tanpa basa-basi. Kamu berperan sebagai agen elit dari organisasi pertahanan nasional bernama Izayoi Tsukuyomi atau biasa dipanggil “Tsukuyomi” saja. Kamu ditemani oleh partner bernama Takenouchi Mutsu untuk menginvestigasi menara THE HASHIRA yang kini sudah dikuasai oleh kelompok monster dengan sebutan “Jinma.” Kalau kamu sudah familiar dengan franchise Shin Megami Tensei seperti kebanyakan fans Kaneko, Tsukuyomi di sini dasarnya punya premis yang mirip dengan Raidou Kuzunoha, dan Jinma bisa dibilang adalah demon yang kamu lawan sekaligus bisa direkrut untuk bertarung di sisimu.

Setidaknya itu saja hal utama yang perlu kamu tahu soal premis ceritanya. Ini setup yang memang simple dan tidak punya banyak momen untuk menonjolkan karakternya. Kamu memang mendapat pilihan untuk memainkan agen Tsukuyomi lain agar bisa melihat cerita dari sudut pandang yang berbeda, jadi ada sedikit twist menarik dari bagaimana plotnya berkembang di sepanjang game. Tapi pada akhirnya, ceritanya masih hambar dan lebih berfungsi sebagai pijakan untuk nilai jual utama gamenya, yaitu porsi combat melawan Jinma lewat gameplay deckbuilding yang bikin nagih dan progression ala roguelike.

Combat Sederhana yang Lumayan Seru

Untuk gameplay-nya sendiri, ini adalah RPG dengan pertempuran kartu berbasis turn-based di mana kamu bisa memanggil Jinma yang terdiri dari tiga atribut utama yaitu Attack, Balance, dan Defense. Menjaga keseimbangan deck berdasarkan tiga atribut ini sangat krusial, karena beberapa musuh bisa memberi damage yang sangat besar sehingga kamu perlu menahannya dengan Jinma tipe Balance atau Defense. Kalau kamu hanya memiliki Jinma tipe Attack, maka kamu akan selalu menelan damage secara penuh dari musuh. Gamenya akan selalu memberi indikator damage yang dikeluarkan musuh dan total damage yang karaktermu terima, jadi ini membuatmu lebih mudah merencanakan strategi bertahan dengan menempatkan kartu yang bisa menahan damage sesuai dengan angkanya.

Selain soal penempatan posisi, bertahan, dan menyerang, tiap kartu juga dilengkapi dengan skill uniknya masing-masing yang bisa sangat berguna. Penting untuk diketahui kalau saat kamu mengeksekusi skill, kartu Jinma tersebut akan langsung ditarik keluar dari arena pertempuran, jadi akan selalu lebih baik bagimu untuk menggunakan skill dari kartu yang tidak lagi jadi sasaran musuh.

Memanggil kartu mengonsumsi Odo yang akan terisi penuh kembali di setiap awal giliranmu. Jadi akan ada giliran di mana kamu cuma bisa memanggil satu atau dua kartu tergantung cost-nya, atau kamu bahkan bisa mengeluarkan lebih banyak kartu dengan cost 0 Odo. Secara keseluruhan ini adalah sistem combat yang cukup simpel dan bisa kamu kuasai dengan cepat, terutama bagi yang sudah familiar dengan genre ini.

Tantangan sebenarnya baru akan terasa ketika kamu sampai di akhir tiap lantai dan harus melawan boss utama. Ini jelas merupakan bagian tersulit dari setiap run yang benar-benar menguji skill bermainmu, di mana satu turn yang terbuang sia-sia bisa berakibat fatal, dan bagaimana persiapan sebelum pertempuran sama pentingnya, atau bahkan lebih penting daripada jalannya pertarungan itu sendiri untuk mengamankan kemenangan.

Progression Memuaskan dan Juga Bisa Bikin Frustasi

Sayangnya ada beberapa momen di mana kami benar-benar stuck di boss tertentu hanya karena sedikit lebih lemah di daya tahan dan serangan meskipun isi deck sudah lumayan bagus. Pada titik ini, rasanya hampir mustahil untuk menang bahkan meski kamu sudah melakukan segalanya dengan benar selama jalannya pertarungan. Sebagai contoh, ada boss yang bisa menghasilkan damage dua kali lipat dan menyerang seluruh kartu yang ada di medan tempur. Tanpa adanya Jinma tipe Defense, kamu harus menelan damage penuh sampai tiga kali berturut-turut yang tentu sangat menyiksa.

Dalam skenario tersebut, kamu butuh deck yang jauh lebih seimbang dengan beberapa support skill mumpuni yang bisa meningkatkan serangan, guard, dan bahkan memulihkan karaktermu yang menjadi faktor lain kenapa game ini terasa sangat sulit di beberapa momen. Ini karena sumber untuk menyembuhkan HP karakter sangat langka, dan cuma ada satu checkpoint (Rest Sites) sebelum boss utama di mana kamu hanya bisa memilih antara upgrade kartu atau memulihkan sekitar 30% HP saja. Memang ada support skill dari kartu spesifik dan event random yang bisa jadikan sumber, tapi tetap saja kamu akan selalu merasa kesulitan untuk memulihkan HP sampai penuh lagi.

Progression di game ini bisa terasa memuaskan sekaligus membuat frustrasi karena ketergantungannya yang tinggi pada RNG. Terasa memuaskan karena combatnya punya pacing yang cepat termasuk saat kamu membangun deck lewat kartu Jinma yang bisa kamu dapatkan dari beberapa kali encounter. Bahkan ada kartu spesial seperti Creation Cards yang bisa kamu dapatkan dari Okami yang dipengaruhi dari beragam tindakanmu sebelumnya, dan bagian paling kerennya adalah kamu juga bisa memilih karakteristik dari desain mereka.

Setelah menyelesaikan satu lantai, Tsukuyomi kamu akan naik level di mana kamu bisa mendapatkan lebih banyak efek pasif seperti peningkatan HP, berbagai bonus pertarungan dengan Tsukimono, hingga Divine Gear yang bisa disimpan sebagai senjata rahasia untuk digunakan di momen-momen krusial. Pacing gameplay dan sensasi saat karaktermu menjadi semakin kuat terkesan sangat lancar dan seluruh prosesnya pun juga seru, tapi semua itu terkadang masih belum cukup dan itulah alasan kenapa game ini juga bisa sangat membuat frustrasi di momen-momen tertentu.

Soal ketergantungannya yang tinggi pada RNG, ini pada dasarnya mencakup banyak hal, jadi kamu mungkin tidak merasa punya banyak kebebasan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang kamu mau. Sebagai contoh, bisa saja ada event acak di mana opsi apa pun yang kamu pilih akan selalu berujung pada kerugian tertentu, kartu Jinma yang kamu dapatkan kurang bagus, dan masih banyak lagi. Dan tidak hanya soal acaknya sistem yang bikin frustrasi, tapi fakta kalau eksplorasi dungeon dengan sudut pandang first-person di game ini berjalan secara linear, serta bagaimana karaktermu akan selalu bergerak secara otomatis kecuali ada persimpangan di mana kamu harus memilih jalan mana yang mau diambil. Jadi selain tidak bisa menjelajahi semua spot yang ada di setiap lantai, kamu juga tidak bisa menghindari encounter dan event random tertentu saat kamu ingin lebih menghemat HP.

Mungkin ini bukan masalah kalau kamu punya lebih banyak pilihan dan bagaimana strategimu lebih memiliki dampak kuat, tapi akan ada roadblock di mana apa pun yang kamu lakukan, gamenya malah lebih bergantung pada deck dan berbagai bonus pasif yang kamu miliki saat itu untuk mengamankan kemenangan melawan boss. Tentu saja game over juga bisa jadi pilihan, kecuali kamu perlu ingat kembali kalau ini adalah game roguelike, jadi ada banyak progression yang harus kamu kejar kembali dan tidak ada jaminan kalau percobaanmu berikutnya akan lebih baik. Untuk menyeimbangkannya, menurut kami perlu ada lompatan tingkat kesulitan yang lebih natural antara musuh biasa dan boss, karena perbedaan antara keduanya sangat signifikan. Karena itu pemain bisa jadi mudah merasakan kesan aman yang ternyata palsu meski sudah dirasa kuat, padahal sebenarnya mereka belum berada di tingkat kekuatan yang cukup untuk melawan boss yang menanti.

Penggunaan Generative AI

Sekarang saatnya membahas bagian yang paling sensitif dari game ini, yaitu penggunaan generative AI. Ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak ditutupi oleh pihak developer, dan kamu bahkan bisa melihat informasinya langsung di halaman Steam di mana mereka menyebutkan penggunaan generative AI untuk aset gambar, musik, dan video. Kami jujur tidak bisa membedakan penggunaannya untuk musik, tapi untuk aset gambar, jelas ada banyak di dalam gamenya dan itu terasa jauh lebih kentara saat melihat desain dari para Jinma. Memang ada beberapa yang jelas dibuat atau setidaknya menggunakan basis art style khas Kaneko sebagai dasarnya, tapi ada juga banyak yang terasa sangat berbeda dan punya karakteristik kuat dari gambar AI generik yang biasa kamu lihat di mana-mana.

Tentu saja sulit untuk tidak merasa kecewa, apalagi ini adalah game dari Kazuma Kaneko alias salah satu seniman video game paling legendaris yang punya pengaruh dan peninggalan kuat di industri ini. Jadi saat mendapati kalau dia menggunakan kebebasannya saat ini untuk memanfaatkan sesuatu yang sepenuhnya berseberangan dengan prinsip banyak seniman di luar sana, ini tentu bisa sangat merusak reputasi dan kepercayaan dari para fansnya. Meski Kaneko belum lama ini mengonfirmasi kalau dia tidak akan menggunakan AI lagi di game berikutnya, KAZUMA KANEKO’S TSUKUYOMI ini seharusnya menjadi game yang jadi pembuktian tersebut, tapi yang terjadi malah penggunaan aset AI generatif masih sangat kental di sini.

Kesimpulan

Terlepas dari beberapa kekurangan terbesarnya seperti cerita yang sangat minimalis, lompatan tingkat kesulitan yang kurang seimbang, serta penggunaan aset berbasis generative AI, pada intinya ada game yang kompeten di sini dan bisa terasa lumayan seru di beberapa tempat. Fakta kalau mereka bisa merilis game ini hanya dalam waktu singkat sejak debut Tsukuyomi: The Divine Hunter setidaknya bisa jadi pembuktian komitmen tersebut, dan hasilnya memang nampak jelas. Kami cuma bisa berharap apa pun yang akan dikerjakan oleh Kazuma Kaneko berikutnya bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih baik di berbagai aspek, karena kami merasa game ini bahkan belum mendekati kata ideal untuk menjadi karya yang membuat dirinya layak dikenang.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

KAZUMA KANEKO'S TSUKUYOMI

6.5 Score

PROS

  • Sistem combat yang mudah dipelajari, punya tempo cepat, dan adiktif
  • Sisi presentasi dan sensasi gameplay yang jauh lebih baik dibanding Tsukuyomi: The Divine Hunter
  • Progression yang menggugah dan juga terasa cepat
  • Pertarungan boss selalu seru dan menantang

CONS

  • Cerita hingga karakterisasi yang sangat lemah meski dengan opsi untuk memainkan beberapa agen Tsukuyomi
  • Masih adanya penggunaan generative AI yang dominan untuk assetnya
  • Terlalu bergantung pada RNG dengan difficulty jump yang besar
  • Eksplorasi yang linear dengan kebebasan terbatas
  • Sumber healing yang langka

Review Breakdown

  • 6.5 0
Tags: ColoplKAZUMA KANEKO'S TSUKUYOMINintendo SwitchPC
ShareTweetShare
Previous Post

Xbox Mulai Uji Coba Cloud Gaming Gratis dengan Iklan

Next Post

Fallen Souls Idle RPG Redeem Code – Banyak Reward Menarik

Related Posts

Xbox mulai menguji fitur baru yang memungkinkan pemain melakukan cloud gaming secara gratis dengan iklan doang.
Berita

Xbox Mulai Uji Coba Cloud Gaming Gratis dengan Iklan

July 24, 2026
Ragam detail baru MARVEL Tokon: Fighting Souls yang mencakup opening movie, karakter DLC Year 1, dan kolaborasi dengan Marvel's Wolverine
Berita

MARVEL Tokon: Fighting Souls Bagi Detail Baru dan Konfirmasi Karakter DLC Pertamanya

July 24, 2026
Alih-alih langsung mematikan server, Yongshi memutuskan tetap menjalankan Aether Gazer lewat Companion Server.
Android

Aether Gazer Tetap Bisa Dimainkan Meski EOS, Developer Siapkan Server Khusus

July 24, 2026
Sony dan Insomniac games kembali berbagi detail baru Marvel’s Wolverine yang dibarengi trailer untuk highlight cerita utamanya
Berita

Marvel’s Wolverine Pamer Trailer Cerita Utamanya dan Konfirmasi Kostum Kolaborasi Spesial Marvel Tokon

July 24, 2026
Nintendo dan Monolith Soft berbagi detail untuk ragam perombakan dan konten baru yang dibawa Xenoblade Chronicles 2 versi Switch 2
Berita

Xenoblade Chronicles 2 Versi Nintendo Switch 2 Bagi Detail Konten Barunya!

July 24, 2026
Kali ini kritik datang dari kreator Disgaea sekaligus mantan CEO Nippon Ichi Software, Sohei Niikawa. Menurutnya sekalian aja hapus konsol.
Berita

Kreator Disgaea Kritik Keputusan Sony Hentikan Game Fisik, Sindir: Sekalian Saja Hapus Konsol

July 24, 2026
Next Post
Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Fallen Souls Idle RPG.

Fallen Souls Idle RPG Redeem Code - Banyak Reward Menarik

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd