gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC – Mahakarya dengan Kualitas Porting Jempolan

Taufik by Taufik
August 10, 2022
in PC, Review
0
Saya mendapatkan kesempatan untuk nyobain Marvel’s Spider-Man Remastered di PC duluan dan akan saya review performanya di artikel ini.

Saya mendapatkan kesempatan untuk nyobain Marvel’s Spider-Man Remastered di PC duluan dan akan saya review performanya di artikel ini.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Sejak God of War rilis di PC, sepertinya Sony semakin sadar kalau para gamer sebenarnya tidak cuma butuh perilisan ulang saja, melainkan juga dengan dukungan teknologi kekinian di PC yang bisa menunjang aktivitasnya selama memainkan game tersebut. Cara yang sama akan mereka lakukan di Marvel’s Spider-Man Remastered yang juga hadir di PC.

Marvel’s Spider-Man Remastered di PC hadir dengan berbagai teknologi mutakhir agar performanya mulus dan lancar dimainkan para gamer. Apakah memang benar seperti itu? Saya mendapatkan kesempatan untuk nyobain Marvel’s Spider-Man Remastered di PC duluan dan akan saya review performanya di artikel ini. Mari simak!

Segudang Pilihan Upscaling Yang Bikin Performa Game Makin Lancar

Marvel’s Spider-Man Remastered di PC hadir dengan beberapa pilihan teknologi upscaling. Mulai dari NVIDIA DLSS, AMD FSR 2.0, hingga IGTI (Insomniac Games Temporal Injection). Namun fokus kami disini akan membahas yang ada di DLSS dan juga FSR 2.0 yang memang lebih optimal dan dipakai sebagian besar gamer.

NVIDIA DLSS

Fitur yang satu ini sudah pernah hadir di God of War sebelumnya. Saya sangat menyukai bagaimana Sony mengimplementasikan DLSS. Mereka bukan cuma sekedar menaruhnya, tapi juga menyediakan berbagai opsi.

Jika DLSS pada game PC umumnya hanya tersedia fitur “On” dan “Off, tapi di game PC besutan Sony tersedia opsi untuk memilih mulai dari Quality, Balanced, Performance, dan Ultra Performance, tergantung mana yang terbaik sesuai dengan preferensi gamer masing-masing.

Saya coba menggunakan DLSS pada settingan Quality agar tetap bisa mempertahankan kualitas visualnya agar tetap bagus. Jika tanpa DLSS saya mendapatkan framerate di 85 FPS, ketika pakai DLSS di opsi Quality, framerate rata-rata yang saya dapatkan berada dikisaran 98 FPS. Meningkat sekitar 13 FPS.

Setelah itu, saya juga mencoba ke opsi DLSS paling tinggi untuk meningkatkan performa, yaitu Ultra Performance. Hasilnya, yang tadinya mendapatkan framerate di 85 FPS, kini framerate rata-rata yang didapatkan menjadi 105 PFS, meningkat sekitar 20 FPS, atau lebih tinggi 7 FPS dibanding opsi terendah, Quality.

Menurut saya, opsi terbaik untuk memainkannya cukup menggunakan opsi DLSS di Quality saja. Karena performa yang didapatkan sudah sangat tinggi tanpa mengorbankan kualitas visual. Saya tidak melihat adanya perbedaan visual antara tanpa menggunakan DLSS dan juga DLSS Quality.

Jika pakai opsi Ultra Performance, kualitas visual sudah mulai pecah dengan resolusi yang rendah dan terkesan blur yang malah berujung tidak sedap dipandang sehingga menganggu sepanjang kamu menikmati game AAA seperti Marvel’s Spider-Man Remastered. Opsi Ultra Performance tersebut lebih cocok untuk game kompetitif yang lebih mengutamakan performa.

AMD FSR 2.0

Sama seperti DLSS, AMD FSR 2.0 juga datang dengan opsi yang sama, mulai dari Quality, Balanced, Performance, dan Ultra Performance. Sekali lagi saya mencobanya dan membandingkan dengan opsi Quality dan Ultra Perfomance.

Jika tanpa AMD FSR 2.0 saya mendapatkan 85 FPS, framerate yang didapatkan 97 FPS, atau meningkat 12 FPS. Untuk Ultra Performance, saya mendapatkan 109 FPS, meningkat sekitar 24 FPS, atau lebih tinggi 12 FPS dibanding opsi Quality.

NVIDIA DLAA

Tidak cuma dari DLSS, ada juga fitur untuk pengguna kartu grafis NVIDIA yang disebut dengan DLAA aka Deep Learning Anti-Aliasing yang bertujuan untuk mempertajam gambar agar tidak terlihat “patah” dan mulus. Sayangnya kamu tidak bisa menggunakan fitur yang satu ini bersamaan dengan DLSS.

Saya coba menggunakan DLAA dan membandingkannya dengan TAA yang konvensional. Hasilnya, DLAA hanya “sedikit” meningkatkan ketajaman gambar, perbedaannya malah hampir tidak terlihat jika kamu tidak benar-benar fokus melihatnya. Yang lebih buruk lagi, DLAA mengurangi performa jauh lebih besar dibanding TAA. Pakai DLAA saya mendapatkan 85 FPS, tapi menggunakan TAA bisa dapat 94 FPS dengan kualitas yang bahkan hampir sama.

Menurut saya DLAA masih belum sempurna seperti DLSS dan belum layak untuk digunakan. Tidak ada perbedaan mencolok yang terlihat dan malah mengorbankan performa framerate yang didapatkan.

Ray-Traced Reflection

Jika saya tidak salah, ini pertama kalinya portingan versi PC milik Sony akhirnya mengimplementasikan fitur ray-tracing, bahkan fitur ini tidak ada di God of War sebelumnya.

Fitur Ray-Tracing disini datang dengan dua pilihan opsi untuk Ray-Traced Reflected Resolution dan Geometry di settingan High dan Very High. Sementara ada juga slider untuk Object Range, yang berguna untuk mengatur sejauh mana objek ray-tracing yang dapat dirender.

Ketika menggunakan settingan High, kualitas ray-tracing yang dihasilkan sudah sangat bagus dan terlihat banget beda jika tanpa menggunakannya. Framerate yang saya dapatkan juga tentu saja menurun, dari yang tadinya rata-rata mendapatkan 85 FPS turun menjadi 52 FPS.

Tapi ketika dicoba menggunakan settingan Very High, saya tidak melihat perbedaan yang mencolok. Mungkin hanya sekilas terlihat lebih terang, dan jika sangat fokus banget refleksinya baru terlihat beda. Framerate rata-rata 85 FPS, turun drastis ke 30 FPS, atau turun lebih rendah 22 FPS dari settingah High.

Game ini terlihat lebih sempurna dengan optimasi yang lebih baik pada ray-tracing. saya tidak memerlukan setting Very High karena tidak ada perbedaan mencolok dalam hal visual, tapi disisi lain mendapatkan framerate lebih besar pada settingan High. Sekarang, RTX 2070 saya bisa memainkan game ini dengan ray-tracing dengan lancar.

Dukungan Ultra-Wide

Marvel’s Spider-Man Remastered versi PC juga mendukung fitur ultra-wide untuk satu monitor atau bahkan multiple monitor sekaligus. Aspect ratio yang didukung mulai dari 16:9, 16:10, 21:9, 32:9, hingga 48:9. Kamu bisa melihat dunia open-world hingga sinematik yang lebih imersif disini.

Pakai DualSense Lebih Imersif, Pakai Mouse Keyboard Tetap Nyaman

Setelah perilisan God of War di PC, semua game Sony di PC secara default sudah mendukung DualSense. Saya hanya perlu mencolokan DualSense ke PC, semua pengaturan sudah komplit dan tak perlu mengatur tombol apapun.

Game ini mendukung haptic feedback dan juga dynamic trigger (yes, they say dynamic trigger, not adaptive trigger) untuk pengguna DualSense. Namun kenyataannya, saya hanya bisa merasakan fitur haptic feedback, misalnya ketika sedang mengayunkan jaring dari gedung ke gedung, atau ketika sedang melakukan Heavy / Finishing Attack.

Saya tidak bisa merasakan fitur dynamic trigger, semua tombol terasa sama saja ketika ditekan dalam kondisi apapun. I dont feel force and tension when using spider web and anything like i play on PS5.

Menurut kami memainkannya menggunakan mouse dan keyboard masih terasa sangat nyaman. Pilihan tombol secara default sangat gampang digunakan dan terasa optimal, tangan kirimu cukup berfokus pada keyboard dan tangan kanan bisa berfokus pada mouse. Jadi bagi kamu yang tak punya kontroler atau gamepad, masih tetap bisa memainkannya dengan optimal.

Performa Mulus, Ada Sedikit Bug Saja

Jika berbicara mengenai performa, kami tidak ada masalah mengenai hal tersebut. Sony seperti biasa melakukan porting yang sangat bagus di Marvel’s Spider-Man Remastered, sama halnya seperti God of War dulu. Kami hampir tidak pernah mengalami stutering atau framerate drop. Sepanjang gameplay terasa smooth dengan preset very high tanpa ray-tracing, setidaknya dengan spesifikasi yang saya gunakan, yaitu Ryzen 5 3600 dan RTX 2070.

Saya menemukan satu bug, yaitu objek bergerak seperti burung, mengalami visual glitch yang sangat menganggu permainan. Cara satu-satunya untuk mengatasinya adalah keluar dari game, dan buka kembali gamenya. Untungnya, bug tersebut sangat jarang muncul.

Terkadang ada glitch untuk objek bergerak seperti burung. Perlu restart game agar bisa di fix.

Kami harus acungi jempol, dengan settingan grafis yang ada di Marvel’s Spider-Man Remastered memang sangat detail, mulai dari reflection, gemotry, pencahayaan, tekstur, shadow, dan lain-lain. Semuanya digambarkan secara detail dengan masing-masing penyesuain yang bisa diatur sedemikian rupa untuk visual atau performa terbaik di masing-masing PC.

Jika kamu adalah gamer yang tidak ingin ribet, game ini juga menyediakan setting preset yang dimulai dari Very Low untuk para pengguna PC kentang, Low, Medium, High, hingga ke Very High. Settingan Very Low adalah yang paling saya apresiasi karena memberikan kesempatan untuk lebih banyak gamer agar bisa memainkan game tersebut.

Kesimpulan

Masih melanjutkan tradisinya merilis game PC dengan porting yang sangat berkualitas,  Marvel’s Spider-Man Remastered menawarkan segudang fitur yang mutakhir untuk dinikmati dan memiliki performa yang sangat baik.

Berbagai fitur seperti DLSS dan FSR misalnya, sangat membantu meningkatkan performa bagi pengguna kartu grafis NVIDIA maupun AMD. Belum lagi ada tambahan fitur ray-traced untuk pertama kalinya di game portingan PC besutan Sony, akhirnya gamer yang memiliki PC high-end dapat memainkannya dengan lebih maksimal.

Tidak cuma dari segi fitur dan visual saja, melainkan juga skema kontrol yang lebih baik. DualSense memang menawarkan pengalaman lebih imersif. Tapi, jika kamu cuma punya mouse dan keyboard, saya rasa tidak masalah, karena secara default game ini sudah memiliki skema kontrol yang sangat baik dan optimal.

Saya memang masih menemukan bug, tapi hal tersebut jarang terjadi dan masih bisa diatasi. Selain itu, ray-tracing sudah terasa optimal, namun akan lebih baik jika ada perbedaan mencolok antara setting High ke Very High agar pengguna VGA high-end bisa merasakan benefit lebih. DLAA juga menjadi kekurangannya karena tidak beda dengan TAA yang sudah lebih optimal.

Marvel’s Spider-Man Remastered akan rilis di PC pada 13 Agustus mendatang di Indonesia. yang kemudian disusul Miles Morales pada musim gugur mendatang. Kedua gamenya sendiri akan tersedia bersamaan di marketplace Steam dan Epic Games Store.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Marvel's Spider-ManPCRemasteredReviewSony Interactive Entertainment
ShareTweetShare
Previous Post

Tower of Fantasy Tier List, Pastikan Pilih Simulacrum Terbaik!

Next Post

Hadirkan Porting Kelas Atas, Wawancara Marvel’s Spider-Man PC dengan Insomniac & Nixxes

Related Posts

Tim Sweeney kembali menegaskan kalau dia benar-benar percaya generative AI bakal punya peran besar di masa depan industri game.
Berita

Tim Sweeney Yakin AI Bakal Bawa Industri Game Masuk “Era Keemasan” Baru

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Game gacha RPG Stella Sora besutan Yostar akhirnya mendapat rilis versi Steam bersamaan dengan anniversary pertamanya
Berita

Stella Sora Akhirnya Kebagian Rilis di Steam Minggu Ini!

October 19, 2026
Simak review kami untuk Cyberpunk Edgerunners 2 yang kembali hadir sebagai tontonan brutal, penuh aksi, dan cerita emosional yang kuat
Anime

Review Cyberpunk Edgerunners 2 – Sekuel Brutal dan Emosional yang Pantas!

Epic juga langsung memanfaatkan momen ini buat sedikit menyindir Steam, dengan klaim launcher barunya 46% lebih cepat saat cold start.
Berita

Epic Games Pamer Launcher Hasil Vibe Coding dan Ejek Steam, Tapi Steam Langsung Dapet Update dan Lebih Kenceng

October 19, 2026
Activision melalui wawancara dengan media The Game Business mengonfirmasi pengembangan subseri Call of Duty terbaru
Berita

Activision Konfirmasi Sedang Garap Subseri Call of Duty Terbaru

October 16, 2026
Next Post
Kami interview untuk membahas lebih detail mengenai Marvel’s Spider-Man Remastered yang rilis di PC dengan Insomniac dan juga Nixxes.

Hadirkan Porting Kelas Atas, Wawancara Marvel’s Spider-Man PC dengan Insomniac & Nixxes

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd