gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Patapon 1+2 Replay – Serasa Remaster Paling Aman!

Fadhil by Fadhil
July 17, 2025
in Konsol, Nintendo Switch, PC, PlayStation 5, Review
0
Simak review terbaru kami untuk atapon 1+2 Replay yang kini jadi opsi versi terbaik untuk memainkan seri game rhythm ikonik dari era PSP

Simak review terbaru kami untuk atapon 1+2 Replay yang kini jadi opsi versi terbaik untuk memainkan seri game rhythm ikonik dari era PSP

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Tidak lagi tertahan sebagai salah satu franchise Sony Japan Studio yang terlupakan, Patapon akhirnya telah kembali bangkit lewat rilis bundle remaster Patapon 1+2 Replay oleh Bandai Namco yang berhasil mendapat lisensi resmi. Terlepas dari usia yang sudah cukup tua, konsep gameplay yang ditawarkannya terbilang masih sangat fresh di genre rhytm dan hanya sempat benar-benar berusaha direalisasikan kembali lewat seri suksesor Ratatan (datang dari developer inti yang sama).

Seperti judulnya, bundle ini hanya mencakup dua seri gamenya saja, jadi bagi fans yang mengharapkan akses ke Patapon 3 sayangnya harus gigit jari. Ini masihlah mengundang tanda tanya besar bagi fans, karena trilogi franchisenya sama-sama hadir dengan kualitas solid yang semakin naik dari tiap seri, sehingga remasternya dirasa terlalu nanggung, kecuali jika Bandai punya rencana untuk merilis Patapon 3 sebagai remaster terpisah di masa depan karena suatu alasan khusus.

Kami kebetulan sudah menyempatkan diri untuk memainkan gamenya sejak rilis di minggu lalu, dan harus diakui kalau gameplay loop-nya masih sangat seru seperti dulu, apalagi dengan kualitas visual yang lebih tajam di monitor besar dan tidak lagi tertahan di platform handheld. Lalu bagaimana dengan kualitasnya secara keseluruhan dalam satu bundle? Langsung simak saja rangkum review Patapon 1+2 di bawah ini!

Franchise Rhythm yang Masih Istimewa

Memulai debutnya sebagai salah satu franchise original Sony Japan Studio di PSP pada 2007 lalu, Patapon langsung sukses menjadi hit besar berkat dobrakan istimewa yang dibawanya pada genre rhythm. Basis ceritanya sendiri berfokus pada suatu suku bernama “Patapon” yang meminta junjungan dari “Mighty Patapon” alias kamu sebagai sang pemain untuk membimbing mereka dalam bertahan hidup, berburu mencari makan, serta berhadapan dengan suku rival Zigoton. Tujuan mereka adalah satu, yaitu mencapai Earthend untuk menyaksikan “IT” secara langsung di depan mata mereka.

Sebagai game rhythm yang biasanya lebih memprioritaskan gameplay dibanding aspek lain, kami jujur lumayan tertarik dengan perkembangan cerita yang ada, apalagi seiring berjalannya setiap stage di mana kamu akan bertemu dengan karakter-karakter baru serta konfrontasi melawan boss tertentu. Stage? Boss? Deskripsi tadi mungkin membuatmu sedikit bingung untuk sebuah game rhythm, tapi dalam Patapon kamu memang akan dibawa dalam progress menyusuri stage-stage dengan struktur linear dan porsi combat di dalamnya.

Lalu di mana letak gameplay rhythm-nya? Ini ada di kemampuanmu untuk menggiring skuad beranggotakan berbagai jenis Patapon dalam melewati setiap level dengan mengikuti irama dan arahan dari “Hatapon”. Dia adalah sang pembawa bendera sekaligus sosok paling penting dalam skuadmu, karena meski tidak memiliki kemampuan bertarung, tapi Hatapon punya tugas untuk menyalurkan setiap perintah yang kamu (sebagai pemain) eksekusi.

Kamu bisa mengeksekusi iringan lagu dengan perintah spesifik. Beberapa di antaranya seperti “Pata Pata Pata Pon” untuk menggerakan seluruh skuad maju, “Pon Pon Pata Pon” untuk menyerang musuh atau objek yang menghalangi jalanmu, “Chaka Chaka Pata Pon” untuk memperkuat pertahanan semisal saat diserang oleh boss berbahaya, “Pon Pata Pon Pata” untuk memundurkan skuad saat berusaha menghindari sesuatu.

Ada beberapa kombinasi lain termasuk yang ikut ditambahkan di sekuelnya, tapi yang jelas kamu hanya perlu berfokus pada semua irama spesifik tersebut, sehingga ini memang game rhythm dengan pemahaman mekanik yang jauh lebih sederhana dan mudah untuk dikuasai. Meski begitu, kamu harus punya fleksibilitas dalam mengganti irama secara real-time bergantung dari situasi yang terjadi di medan tempur. Selain itu, kamu harus mengeksekusi irama sesuai cue dentuman di gamenya sembari menunggu giliran setelah skuad Patapon menyelesaikan lagu mereka.

Ada kombinasi harmonis antara sisi aksi dan menikmati aliran musik apalagi jika kamu konsisten masuk ke mode “FEVER” dengan mengeksekusi kombo irama tanpa miss. Setelah menyelesaikan suatu stage, kamu bisa kembali melanjutkan progress atau berinteraksi dengan suku Patapon di area hub utama sekaligus membangun pasukan yang lebih besar dan kuat bergantung dari resource. Jadi dalam game ini ada aspek kustomisasi ala game RPG di mana kamu bisa membentuk skuad beranggotakan berbagai jenis Patapon dengan senjata berbeda serta kombinasi equipment yang memiliki stats.

Meski sejauh ini kami baru membahas game pertamanya saja, tapi sebenarnya tidak banyak yang bisa ditambahkan dari Patapon 2, karena sekuelnya terasa lebih seperti chapter lanjutan atau potongan game yang masih sama tapi dengan konten yang lebih diperkaya. Ini juga termasuk dari jalan ceritanya yang masih berfokus pada petualangan suku Patapon demi mencapai “IT”. Sebagian orang menyebutnya sebagai “Patapon 1.5” karena sekian banyak persamaan yang masih ada, tapi bagi kami sekuel yang mempertahankan daya tarik khas dari seri origunal sembari memperkaya konten yang ada sudah terasa lebih dari cukup.

Masalah Lama yang Masih Ada

Dibalik premisnya yang masih sangat fresh dan seru, beberapa permasalahan lama sayangnya masih terbawa di remaster kali ini dan bisa terasa lumayan krusial bagi sebagian pemain, tidak terkecuali oleh kami. Salah satunya sudah jelas ada di aspek grinding yang masih terlalu berlebihan. Ini merujuk pada resource yang kamu butuhkan untuk membangun skuad dengan kombinasi item dan mata uang, termasuk drop loot berupa senjata dan equipment untuk masing-masing Patapon terutama mereka yang berada di formasi lini depan. Jadi meski memiliki sistem gameplay yang mudah untuk dikuasai bahkan bagi pendatang baru ke genre rhythm, tapi tingkat kesulitan sesungguhnya ada di seberapa tebal dan kuatnya skuadmu dalam menghadapi gempuran musuh yang semakin naik tingkat kesulitannya di tiap stage.

Ini tidak lagi hanya sebatas pada skill semata, karena kamu pada akhirnya memang harus kembali memainkan beberapa stage yang sama secara berulang-ulang untuk grinding resource. Tentu saja backtracking atau memainkan konten yang sudah pernah dirasakan adalah salah satu keseruan utama dari game rhythm, tapi untuk Patapon ini lebih mengarah ke alur progress daripada keputusan sendiri. Karena itu cukup disayangkan bagaimana tidak ada upaya untuk melakukan semacam balancing pada sisi progression demi meminimalisir grinding yang bisa cukup mengganggu.

Apa yang Baru dari Remasternya?

Dari sisi konten, apa yang ditawarkan bundle ini hanya mencakup apa yang sudah ada di kedua game originalnya, sehingga para calon pemain perlu menjaga ekspektasi semisal mereka mengharapkan konen yang lebih diekspansi. Perubahan paling jelas sudah pasti ada di sisi visual, yang mana kami bisa melihat kalau kualitasnya memang sangat mulus tanpa adanya efek resolusi rendah atau kasar dari versi original bahkan hingga remaster terpisahnya dulu. Ini semakin dimaksimalkan dengan performa di 60 FPS yang selalu konsisten tanpa adanya drop atau permasalahan teknis lain.

Untuk fitur barunya termasuk dari sisi Quality of Life sebenarnya tidak begitu banyak, tapi kali ini para pemain setidaknya bisa mengatur tingkat kesulitan dengan bebas antara Easy, Normal, dan Hard. Selain itu ada juga opsi untuk mengatur timing rhythm demi meminimalisir input latency, apalagi berhubung kalau game originalnya lebih dioptimalkan untuk PSP, sehingga pasti ada ketidakelarasan antara eksekusi tombol dan rhythm semisal kamu memainkannya di TV. Kami tidak sampai mengutak-atik opsi ini karena iramanya sudah terasa pas, tapi mungkin sebagian pemain akan kesulitan untuk melakukan kalibrasi karena perbedaannya baru akan terasa setelah menjajalnya secara manual langsung di gameplay untuk tiap tingkatan.

Kesimpulan

Mengesampingkan usia franchisenya yang sudah hampir mencapai dua dekade, kami masih dibuat takjub dengan premis yang dibawa Patapon baik itu dari sisi gameplay, presentasi dengan style unik, bahkan hingga ke penyampaian cerita sederhana yang cukup menggugah serta interaksi di tiap stage. Meski tidak sampai membawa begitu banyak perombakan drastis baik dari segi konten dan fitur, Patapon 1+2 Replay masihlah jadi bundle terbaik untuk memainkan kedua game originalnya di platform modern saat ini.

Sangat disayangkan memang bagaimana mereka tidak ikut membawa Patapon 3, tapi kedua seri gamenya tetap hadir dengan konten yang cukup padat dan memuaskan untuk kembali dinikmati, terutama bagi para pendatang baru. Jika ada aspek yang kami sayangnkan, maka itu lebih berhubungan ke permasalahan lama dari sisi progression yang terganggu oleh keharusan untuk grinding.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Patapon 1+2 Replay

8 Score

PROS

  • Jalan cerita santai yang lumayan seru
  • Gameplay rhythm engaging yang juga sangat mudah untuk dikuasai
  • Pendekatan art style yang masih menawan dan ikonik
  • Beberapa perombakan yang cukup terasa, terutama di visual

CONS

  • Tidak ada Patapon 3
  • Gameplay loop yang masih grindy
  • Beberapa pemain mungkin akan merasakan input lag bergantung pada TV-nya

Review Breakdown

  • 8.0 0
Tags: Bandai NamcoNintendo SwitchPatapon 1+2 ReplayPCPS5Review
ShareTweetShare
Previous Post

Pokémon TCG Pocket Akan Ubah Sistem Trading Mulai Akhir Juli

Next Post

Review Nintendo Switch 2 – Rasa Familiar yang Lebih Superior!

Related Posts

Cygames telah meresmikan brand barunya yang diberi nama CygamesEdge serta Where the Winds Fall sebagai game debutnya
Berita

Cygames Resmikan Brand Baru Bernama CygamesEdge dan Game Pertama Timnya

September 4, 2026
Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Sony ikut meramaikan hype GTA lewat hardware baru yang diperlihatkan dalam rangkaian State of Play berupa DualSense.
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi GTA 6 Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Next Post
Simak review terbaru kami untuk konsol Nintendo Switch 2 yang tetap terasa sangat familiar tapi juga lebih superior

Review Nintendo Switch 2 - Rasa Familiar yang Lebih Superior!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd