gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Nintendo Switch 2 – Rasa Familiar yang Lebih Superior!

Fadhil by Fadhil
July 17, 2025
in Review
0
Simak review terbaru kami untuk konsol Nintendo Switch 2 yang tetap terasa sangat familiar tapi juga lebih superior

Simak review terbaru kami untuk konsol Nintendo Switch 2 yang tetap terasa sangat familiar tapi juga lebih superior

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Konsol penerus Nintendo Switch yang sangat sukses akhirnya tiba, dan hasilnya persis seperti yang kamu harapkan dan itu tentu bukan hal buruk. Nintendo Switch 2 tidak mencoba menciptakan ulang konsep yang ada, melainkan mengambil semua hal yang membuat Switch pertama hebat dan membuatnya menjadi lebih baik. Dalam ulasan Nintendo Switch 2 ini, kami akan mengulas segalanya mulai dari peningkatan hardware dan Joy-Con baru, peningkatan performa, hingga daya tahan baterai, untuk membantu kamu memutuskan apakah upgrade ini layak untuk dibeli.

Desain dan Kualitas Build

Sekilas, Nintendo Switch 2 terlihat familiar, tetapi perbaikan terasa jelas saat kamu memegangnya. Perubahan paling mencolok adalah finishing matte hitam baru yang terasa tidak terlalu plastik dan memberikan kesan lebih premium. Beratnya sedikit lebih berat dari Switch OLED, yaitu 401g, tetapi justru membuatnya terasa lebih kokoh tanpa membuat tangan cepat lelah.

Layar Switch 2 kini lebih besar, yaitu 7,9 inci, membuat pengalaman bermain dalam mode handheld jauh lebih menyenangkan. Kickstand yang ditingkatkan juga menjadi fitur unggulan dengan build lebih kokoh, sehingga bisa menahan posisinya dengan baik, dan tidak goyang seperti versi original. Baik saat dimainkan di meja atau tray pesawat, kickstand ini terasa seperti penyangga bawaan yang sungguh dirancang serius.

Posisi tombol sebagian besar tetap sama, yang bagus untuk pemilik Switch lama. Tombol volume dan power kini memiliki sensasi klik yang lebih terasa, dan ventilasi atas didesain ulang untuk menghembuskan udara panas menjauh dari jari selama sesi bermain yang panjang. Detail kecil seperti flap karet baru pada slot cartridge juga membuat pengalaman keseluruhan terasa lebih halus dan berkualitas.

Joy-Con 2

Joy-Con 2 membawa peningkatan signifikan dibanding Joy-Con pertama. Ergonominya diubah dengan lekukan yang lebih tegas dan bagian belakang bertekstur soft-touch yang memberi cengkeraman lebih baik tanpa terasa karet berlebihan. Perubahan terbesar adalah sistem attachment magnetik yang menggantikan rel fisik pada Switch pertama.

Sistem magnetik ini bekerja dengan sangat baik—kontroler menempel dengan klik yang memuaskan dan tetap aman berkat magnet internal. Untuk melepasnya, kamu cukup menekan tombol release di belakang, lalu pin kecil akan mendorong kontroler keluar. Ini memperbaiki banyak masalah pada sistem rel lama, termasuk sambungan yang kendor dan Joy-Con yang mudah goyang.

Tombol dan analog stick juga ditingkatkan. Tombol face terasa klik dan responsif, sedangkan stick analog bergerak dengan mulus dan konsisten tanpa dead zone yang aneh. Tombol shoulder tidak lagi lembek dan kini lebih tactile, dengan sedikit penyesuaian sudut sehingga lebih mudah ditekan dalam mode handheld. Joy-Con lama kamu masih kompatibel dengan Switch 2, meskipun harus diisi dayanya secara terpisah. Artinya, kamu tidak perlu membuang kontroler edisi khusus atau Joy-Con cadangan yang sudah kamu miliki.

Mouse Mode: Cara Bermain Baru

Fitur baru yang paling menarik adalah Mouse Mode, yang memungkinkan satu atau kedua Joy-Con 2 digunakan layaknya mouse komputer. Cukup letakkan Joy-Con secara horizontal dan geser di permukaan untuk menggerakkan kursor. Ini bekerja pada kebanyakan permukaan seperti kayu, kain, atau meja, meskipun kaca bisa menyebabkan masalah tracking.

Fitur ini aktif otomatis saat kedua Joy-Con dilepas dan diposisikan dengan benar. Menelusuri eShop jadi lebih mudah dengan scrolling drag-style, terasa seperti berbelanja di PC dibanding menavigasi dengan joystick. Beberapa game sudah memanfaatkan Mouse Mode ini. BRAVELY DEFAULT FLYING FAIRY HD Remaster misalnya, menyertakan dua mini game baru yang dirancang khusus untuk fitur ini—satu game rhythm mirip arcade dan satu mini game multitasking di mana kamu mengendalikan kapal udara.

Namun, meski Mouse Mode bekerja dengan baik untuk penggunaan tertentu, Joy-Con tidak cukup ergonomis untuk digunakan layaknya mouse dalam waktu lama karena tidak ada penopang telapak tangan. Fitur ini bukan sekadar gimmick, tetapi juga bukan pengganti mouse sepenuhnya.

Peningkatan Performa

Dari aspek sinilah Switch 2 benar-benar bersinar. Meski Nintendo tidak memposisikannya sebagai konsol sekelas PS5 atau Xbox Series X, peningkatan performanya terasa nyata dan berarti. Chip NVIDIA khusus dengan DLSS upscaling membuat semuanya terasa lebih responsif.

Waktu loading jauh lebih cepat berkat penyimpanan internal UFS 3.1 baru yang menggantikan eMMC pada Switch lama. Contohnya, Xenoblade Chronicles X loading dalam 13 detik di Switch 2 dibanding 17 detik pada Switch OLED. Navigasi sistem, booting, dan melanjutkan game dari sleep mode juga berlangsung jauh lebih cepat.

Sistem pendingin yang ditingkatkan dengan desain kipas baru dan pembuangan panas lebih baik membuat konsol tetap dingin dan senyap, bahkan saat mode docked. Speaker internal juga ditingkatkan, menghasilkan suara lebih jernih dan keras dalam mode handheld dengan separasi stereo yang lebih baik.

Backward Compability

Nintendo melakukan pekerjaan luar biasa pada kompatibilitas mundur di Switch 2. Hampir semua game yang sudah kamu miliki tetap berjalan, bahkan di banyak kasus performanya lebih baik. Cartridge fisik bisa langsung dimasukkan, sedangkan game digital bisa diunduh kembali dengan mudah melalui eShop yang tampilannya kini sedikit lebih rapi.

Saat setup awal, tersedia tool migrasi yang memindahkan game digital, data save, dan preferensi dari Switch lama. Ini membuat Switch 2 terasa seperti perluasan dari setup lamamu, bukan memulai dari nol. Sebagian besar game langsung mendapat manfaat dari hardware baru, seperti loading lebih cepat, frame rate lebih stabil, dan tekstur lebih tajam. Game yang sebelumnya bermasalah seperti Pokémon Scarlet and Violet kini berjalan lebih mulus dengan waktu loading lebih singkat.

Testing dengan Pokémon Scarlet and Violet

Pokémon Scarlet and Violet terkenal memiliki performa buruk di Switch lama, hanya berjalan di 30 FPS dan kadang turun ke 20 FPS saat eksplorasi. Pada Switch 2, game ini kini berjalan di 60 FPS yang stabil dalam mode handheld, hanya sesekali drop saat eksplorasi open world.

Loading juga jauh lebih cepat dan lag saat melempar pokeball hampir hilang. Model karakter dan Pokémon terlihat lebih halus dengan anti-aliasing yang lebih baik, mengurangi tepi bergerigi berkat resolusi lebih tinggi dan DLSS upscaling. Peningkatannya begitu signifikan sehingga para speedrunner bisa mencatatkan waktu 30 menit lebih cepat di Switch 2.

Daya Tahan Baterai yang Masih Loyo

Sayangnya, daya tahan baterai menjadi kelemahan Switch 2. Meskipun memiliki baterai lebih besar, yaitu 5220 mAh, konsumsi daya yang meningkat membuat durasi bermain lebih pendek dibanding Switch original. Nintendo mencatat 2 hingga 6,5 jam bermain, lebih rendah dari model OLED yang mampu 4,5 hingga 9 jam.

Dalam praktiknya, kamu bisa bermain sekitar tiga jam untuk game berat dan maksimal lima jam untuk game ringan. Bahkan saat idle di home screen, baterai tetap terkuras lebih cepat dari seharusnya. Ini menjadi kelemahan terbesar Switch 2.

Haruskah Kamu Upgrade?

Jika kamu masih menggunakan Switch 2017 original, upgrade ke Switch 2 terasa sangat signifikan. Hampir semua aspeknya lebih baik seperti kualitas build lebih kuat, layar lebih besar dan terang, Joy-Con lebih nyaman dan aman, serta performa yang meningkat nyata. Bagi pengguna Switch pertama, ini benar-benar lompatan besar.

Bagi pemilik Switch OLED, keputusannya lebih sulit. Model OLED masih memiliki kualitas layar yang sangat baik dan daya tahan baterai lebih lama. Namun, performa Switch 2 yang lebih cepat, sistem Joy-Con magnetik, speaker yang lebih baik, serta peningkatan kecil lain seperti kickstand dan manajemen panas tetap membuatnya menggoda untuk di-upgrade.

Pada akhirnya, keputusan bergantung pada bagaimana kamu menggunakan Switch. Pemain kasual yang hanya bermain game indie mungkin cukup dengan konsol lama. Tetapi jika kamu rutin bermain game besar eksklusif Nintendo atau menginginkan Switch yang paling cepat dan responsif, Switch 2 jelas merupakan peningkatan yang layak.

Kesimpulan

Nintendo Switch 2 menghadirkan apa yang dijanjikan Nintendo—versi lebih cepat dan lebih baik dari konsep yang sudah sukses besar. Rasanya seperti konsol handheld modern yang akhirnya memenuhi ekspektasi dengan kualitas build yang lebih baik, loading lebih cepat, dan performa lebih mulus, sambil tetap mempertahankan daya tarik khas Nintendo.

Daya tahan baterai yang lebih pendek dibanding model OLED memang mengecewakan, dan absennya Hall Effect stick untuk menghilangkan drift terasa sebagai kesempatan yang terlewat. Namun, kekurangan ini tidak menutupi banyak kelebihan yang dibawa Switch 2.

Bagi pendatang baru di ekosistem Nintendo, ini adalah versi terbaik untuk dibeli. Bagi pemilik Switch lama, upgrade ini mungkin tidak wajib tergantung kebiasaan bermainmu, tetapi ketika akhirnya memutuskan upgrade, kamu akan merasakan bahwa itu sepadan. Switch 2 bukan hadir untuk mengejutkanmu—ia hadir untuk mengingatkan mengapa formula hybrid Nintendo begitu brilian sejak awal, kini dieksekusi dengan lebih baik dari sebelumnya.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Nintendo Switch 2Review
ShareTweetShare
Previous Post

Review Patapon 1+2 Replay – Serasa Remaster Paling Aman!

Next Post

Review Shadow Labyrinth: Pac-Man dalam Versi Metroidvania Brutal

Related Posts

Seri terbarunya, Echoes of Aincrad, yang dikembangkan oleh Game Studio, mencoba menghadirkan pengalaman action RPG yang lebih dalam.
Konsol

Review Echoes of Aincrad – Setidaknya Bukan Game SAO Terburuk

July 9, 2026
Kami dapat kesempatan menjajal The Blood of Dawnwalker selama sekitar empat jam yang langsung memperlihatkan keseruannya.
Berita

Nyobain The Blood of Dawnwalker – Jadi Vampir di RPG Open World yang Masif!

July 8, 2026
Witchspire mencoba masuk ke persaingan game survival crafting dengan pendekatan yang sedikit berbeda dan seru.
PC

Review Witchspire Early Access – Jadi Penyihir di Game Survival Crafting Ternyata Seru

Kami mendapat kesempatan untuk mengikuti sesi hands-off preview untuk melihat langsung DOOM: The Dark Ages - Revelations.
Konsol

Preview DOOM: The Dark Ages – Revelations: DLC Masif yang Bikin Makin Brutal dan Cerita Makin Gelap

July 1, 2026
Simak review terbaru kami untuk Final Fantasy VII Rebirth versi Nintendo Switch 2 yang kembali menawarkan kualitas port jempolan
Konsol

Review Final Fantasy VII Rebirth (Nintendo Switch 2) – Port yang Mengesankan dan Cukup Stabil!

Devil May Cry 5, yang akhirnya resmi menyambangi konsol hybrid terbaru dari Nintendo ini dengan Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition.
Konsol

Review Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition Switch 2 – Port yang Hampir Sempurna

Next Post
Karena kami dapat kesempatan untuk nyobain duluan, kami akan coba review Shadow Labyrinth melalui artikel ini. Mari simak!

Review Shadow Labyrinth: Pac-Man dalam Versi Metroidvania Brutal

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd