gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review The DioField Chronicle – JRPG Strategi Juga Bisa Menegangkan!

Taufik by Taufik
September 28, 2022
in Konsol, Nintendo Switch, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Review, Xbox One, Xbox Series S, Xbox Series X
0
The DioField Chronicle adalah game yang menawarkan genre strategi real-time yang seru karena mengambil inspirasi dari MMO dan MOBA sekaligus.

The DioField Chronicle adalah game yang menawarkan genre strategi real-time yang seru karena mengambil inspirasi dari MMO dan MOBA sekaligus.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Meskipun saat ini para gamer lebih banyak ditawarkan pada sebuah game action open-world yang bisa dibilang cukup mendominasi, masih ada segelintir developer yang doyan membuat game-game klasik dengan basis strategi. Contohnya saja Square Enix dengan The DioField Chronicle yang membawa konsep yang cukup unik yang menggabungkan banyak inspirasi dari banyak game.

The DioField Chronicle adalah game Square Enix yang menawarkan genre strategi real-time yang cukup seru karena mengambil inspirasi dari MMO dan MOBA sekaligus. Kami mendapatkan kesempatan untuk mencicipi game tersebut. Mari simak review The DioField Chronicle kami!

Jalan Cerita yang Generik & Membosankan

The DioField Chronicle memiliki plot cerita yang terbilang standar untuk ukuran sebuah game JRPG. Gamenya memiliki setting cerita disebuah daerah yang diberinama Diofield dengan karajaan Kingdom of Alletain yang sedang diinvasi oleh kerajaan jahat lainnya yang lebih besar karena menginginkan sebuah sumber daya sihir yang powerful yang disebut dengan Jade. Kamu akan mengendalikan sebuah kelompok yang diberinama Blue Foxes yang dipimpin sang protagonis – Angrias. Tujuannya? Menghentikan invasi yang merugikan tersebut.

Benar bukan? Plot seperti itu menurut kami benar-benar standar dan sudah sering kita temui di game JRPG atau anime. Bahkan, impresi awal ceritanya tidak membuat kami tertarik untuk terus memainkannya dan terkesan membosankan. Cuma sekedar disuruh menyelematkan orang, mengalahkan bandit, dan hal-hal generik lainnya.

Kamu juga tidak akan dibuat penasaran dengan penggambaran cerita yang terburu-buru. Misalnya, pada chapter pertama sebuah group diberitahukan telah terbantai dan salah satu karakter penting tewas. Adegannya tiba-tiba berhenti dan sebuah cuts-in muncul dengan narator yang menjelaskan mengapai karakter penting tersebut tewas. Kamu tidak akan diperlihatkan bagaimana reaksi karakter lainnya dan bagaimana hal-hal disekitar terkena dampaknya.

Berbagai Karakter yang Unik

Jalan cerita yang menurut kami biasa saja tersebut untungnya dibalut dengan berbagai karakter yang unik dengan berbagai kepribadian yang berbeda-beda. Gaya karakter disini seperti Game of Thrones ala political drama. Misalnya sang protagonis – Agrias yang adalah pria berkepala dingin dengan kepercayaan diri yang tinggi. Fredret adalah sahabat sang karakter utama yang blak-blakan soal apapun. Ada juga Isca yang adalah bangsawan yang baik hati.

Karakter yang cukup menarik perhatian saya adalah Waltaquin Redditch (gadis berambut putih). Ketika pertama kali melihatnya, dia tampil sebagai putri pendiam yang baik, tetapi segera terungkap bahwa dia adalah masokis yang licik. Dia tertawa gembira ketika memanggil meteor untuk menghujani musuh, dia menjadi sangat bersemangat untuk melawan lebih banyak musuh dan kecewa ketika mereka terlalu lemah karena kurang menyenangkan baginya.

Gameplay dengan Intensitas Tinggi Jadi Sajian Utama

The DioField Chronicle memiliki gameplay yang berbeda dari Strategi JRPG karena sang developer lebih menakankan ke arah real-time strategi. Pada pertarungan, kamu memiliki empat karakter di map. Ada sebuah cursor untuk memilih karakter mana yang ingin dikendalikan. Cara menggerakannya hanya menekan sebuah tombol lalu seakan-akan menggariskan kemana karaktermu akan pergi, termasuk juga ketika ingin menyerang musuh.

Setiap karakter disini memiliki kemampuan unik atau Special Attack. Efeknya bermacam-macam, ada yang memiliki serangan AoE, memberikan buff atau stun musuh agar tidak bisa bergerak. Tiap karakter juga dibagi menjadi empat class, yaitu Soldiers (DPS), Cavaliers (Tank), Sharpshooters (Ranged), and Magickers (Healer / Summoner).

Sayangnya, kamu cuma bisa mengendalikan empat karakter utama saja pada setiap pertarungan. Tiap karakter “primary” tersebut bisa dipasangkan dengan karakter “bench” yang mana sekaligus bisa mengambil Special Attack yang ia miliki. Karakter cadangan tersebut nantinya juga mendapatkan XP serta Ability Point setelah pertarungan.

Ada juga sebuah sistem yang disebut dengan Magilumic Orbs yang memungkinkan untuk melakukan Summon yang powerful seperti misalnya Bahamut untuk menghasilkan damage yang masif. Namun untuk bisa melakukannya membutuhkan Blue Orbs yang drop tiap musuh tewas. Artinya, kamu bisa menggunakannya saat terdesak atau disimpan ketika lawan musuh yang sulit.

Tiap kali menyelesaikan misi atau pertarungan, kamu akan mendapatkan XP untuk meningkatkan stat karakter. Ada juga Ability Point untuk meningkatkan skill pasif. Ada juga sistem untuk meningkatkan level senjata, mendapatkan skill seperti summon. Kostumisasi progress ini terbilang cukup luas, namun tidak begitu rumit untuk dipelajari.

Menurut kami gameplay strategi real-time seperti ini cukup unik, dimana para pemain benar-benar dituntut untuk bisa berfikir cepat melakukan serangan, bertahan, heal, summon, dan ketika bisa menyelesaikan tiap pertarungan tersebut rasanya puas banget karena intensitas yang begitu tinggi. Meskipun harus kami akui meskipun gameplaynya fun, tapi akan terasa repetitif jika dilama-lamain.

Kualitas Visual yang Elegan

Saya sangat menyukai gaya art dan visual di game ini. Gayanya seperti sebuah game klasik fantasy yang aestetik serta elegan disaat yang sama. Tidak mengherankan memang, karena style di game ini didesain oleh Isamu Kamikokuryo yang sebelumnya terlibat pada Final Fantasy 12. Saya juga menyukai bagaimana gaya berpakaian untuk berbagai karakter ala tahun 1700an dengan beberapa karakter mengenakan setelan lengkap baju besi ksatria dan yang lainnya dalam setelan jas dan topi mewah.

Sementara mapnya sendiri terlihat sederhana dan terkesan kecil. Apalagi ketika mengeluarkan summon, bahkan Bahamut terkesan lebih besar dari map yang disediakan. Tapi hal tersebut bisa menunjukan betapa powerfulnya summon dan kekuatannya yang bisa merubah jalannya pertarungan.

Untuk berbicara soundtrack, kami juga memberikan pujian yang super positif karena bisa mengurangi kebosanan ketika saya merasa game ini mulai repetitif. Ramin Djawadi dan Brandon Campbell yang sebelumnya terlihat di Game of Thrones melakukan pekerjaan yang baik untuk The DioField Chronicle.

Kesimpulan

Saya salut bahwa The DioField Chronicle berani membawa sesuatu yang berbeda dari segi gameplay. Bagaimana merek menggabungkan konsep strategi JRPG yang kaku dengan RTS ala barat beserta elemen MOBA didalamnya justru membuat gamenya semakin menarik untuk dinikmati dengan intensitas tinggi. Kami bahkan berani menyarankan yang tak suka dengan game strategi bisa mencicipi game ini untuk permulaan nyemplung di genre tersebut.

Presentasi yang dimilikinya dari segi visual hingga soundtrack menjadi nilai lebih. Sayangnya, hal tersebut harus sedikit di nodai dengan jalan cerita yang sudah terkesan generik yang biasa dijumpai di banyak game JRPG atau anime. Jika mereka bisa meracik jalan ceritanya menjadi lebih baik, game ini mungkin akan mendekati kata sempurna.

The DioField Chronicle sudah resmi dirilis dan bisa kamu mainkan di PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series, Switch, dan juga PC melalui Steam. Jangan lupa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

The DioField Chronicle

7 Score

PROS

  • Gameplay strategi dengan intensitas tinggi
  • Visual yang cantik dan elegan
  • Soundtrack yang meningkatkan keseruan bermain

CONS

  • Jalan cerita yang penting malah terkesan generik
  • Map yang agak kecil

Review Breakdown

  • 7 0
Tags: ReviewSquare EnixStrategyThe DioField Chronicle
ShareTweetShare
Previous Post

Dragon Nest 2: Evolution Akhirnya Segera Buka Tahap Closed Beta!

Next Post

Persiapan Menyambut Indonesia Comic Con 2022, Kembalinya Event Pop Culture Terbesar di Indonesia!

Related Posts

Cosmicpup Studio umumkan Ordinary Oddness sebagai game open-world RPG terbaru mereka yang mengusung grafis memukau dengan Unreal Engine 5
Berita

Ordinary Oddness Diumumkan, Game Open-World RPG Menawan Baru dengan Basis Unreal Engine 5

October 21, 2026
FINAL FANTASY RESONANCE pada dasarnya adalah JRPG klasik yang terasa seperti surat cinta buat para penggemar Final Fantasy.
Konsol

Review FINAL FANTASY RESONANCE – Surat Cinta untuk Fans Final Fantasy Klasik

Sekarang Outlast sudah jadi salah satu nama besar di genre horror, lengkap dengan dua game utama, DLC, sampai game multiplayer.
Berita

Outlast Dulu Sempat Ditolak Publisher, Mereka Lebih Pilih Tanam Modal ke 10 Game Mobile

October 20, 2026
Saros telah merilis update "Zenith" yang menambah beragam konten dengan fokus tantangan ekstra serta aksesibilitas untuk pendatang baru
Berita

Saros Rilis Update Besar yang Tambah New Game+ Hingga Mode Boss Rush

October 20, 2026
Tim Sweeney kembali menegaskan kalau dia benar-benar percaya generative AI bakal punya peran besar di masa depan industri game.
Berita

Tim Sweeney Yakin AI Bakal Bawa Industri Game Masuk “Era Keemasan” Baru

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Next Post
Simak rangkuman detail lengkap dalam menyambut pengadaan event Indonesia Comic Con 2022 pada akhir pekan ini

Persiapan Menyambut Indonesia Comic Con 2022, Kembalinya Event Pop Culture Terbesar di Indonesia!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd