gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review The Settlers: New Allies – RTS Indah dengan Gameplay Loop Membosankan!

Fadhil by Fadhil
March 7, 2023
in PC, Review
0
Review The Settlers: New Allies – RTS Indah dengan Gameplay Loop Membosankan!

Simak review kami untuk The Settlers: New Allies yang merupakan game RTS/Cit Builder baru dari Ubisoft Düsseldorf

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Sempat dikira tidak akan kembali lagi, tahun ini menjadi momen yang cukup spesial bagi para fans The Settlers karena Ubisoft baru saja merilis seri barunya yang terlihat mengesankan dari sisi teknis. Diberi judul The Settlers: New Allies, ini adalah game Real-Time Strategy (RTS) dan City Builder yang dihadirkan sebagai seri reboot untuk memperkenalkan lebih banyak pendatang baru sekaligus kembali membawa fans lama dalam pengalaman bermain yang sangat familiar.

Ini adalah game yang memungkinkan pemain untuk membangun kerajaan ala medieval impian mereka. Ada keseimbangan antara sistem ekonomi hingga combat yang membuat seharusnya membuat gamenya tetap menggugah untuk dimainkan, tapi apa yang kami rasakan justru lebih mengarah ke gameplay loop yang terlalu membosankan. Lalu apa yang sebenarnya menjadi faktor pengganjal di The Settlers: New Allies? Langsung saja simak reviewnya di bawah ini!

Grafis Memukau dengan Snowdrop Engine

Kualitas grafis dalam The Settlers: New Allies harus kami akui memang sangat menawan, dan ini apalagi basisnya yang menggunakan Snowdrop Engine terbaru dari Ubisoft. Sisi art direction yang kental dengan gaya barat dalam game ini terutama sangat cocok dengan keseluruhan temanya, di mana dunianya terlihat sangat hidup berkat warna-warna yang menonjol. Tekstur dan detail dari bangunan dan unit-unitnya sangat detail dan sejujurnya saya sangat terkesan dengan bagaimana mereka berhasil membuat semuanya terlihat begitu detail dalam skala yang begitu besar. Ketika kamu memperbesar setiap bangunan, kamu bisa melihat detail kecil dan rumit untuk setiap bahan bangunan dan ketidaksempurnaan / keausan pada bangunan tersebut.

Grafis yang indah tersebut juga diperkuat dalam mode Kampanye permainan yang menampilkan berbagai adegan untuk menceritakan narasinya. Kualitasnya juga dibuat beriringan dengan animasi karakter yang tidak kalah bagus, sehingga ada semacam perasaan takjub seperti saat kamu melihat kapal pengangkuat sendiri (pekerja yang tidak dapat dikendalikan) membawa sumber daya dari Warehouse saat mereka menyelesaikan tugas yang diberikan.

Desain lingkungan untuk beberapa peta dalam game ini juga cukup atmosferis. Kamu akan menemukan flora hijau subur yang tersebar di seluruh daratan, lautan biru berkilauan yang luas dan terbuka, hingga daerah pegunungan yang kasar dan berbatu yang dipenuhi dengan bijih yang belum dieksplorasi. Singkat cerita, game ini terlihat cantik. Gaya seni 2D game ini juga terlihat cantik. Kamu bisa menemukan karya seni dari menu dan layar pemuatan dan mereka memiliki kesan lukisan berwarna-warni yang menurut saya sangat cocok dengan estetika permainan.

Gameplay Loop yang Bermasalah

Premis utamanya dalam segi gameplay sendiri terbilang cukup sistematis. Kamu akan mulai membuka peta utama dengan menempatkan markas yang disebut “Warehouse”, sekelompok kapal pengangkut, dan beberapa insinyur. Kamu kemudian perlu membangun bangunan pengumpul sumber daya seperti pabrik kayu dan tambang untuk mendapatkan aliran material yang stabil (semua bangunan harus dihubungkan dengan jalan menuju Warehouse) yang digunakan untuk membuat tambang batu bara dan besi yang menghasilkan sumber daya masing-masing yang dapat diubah menjadi persenjataan seperti busur, perisai, dan kapak untuk menghasilkan pasukan militer yang kuat, semua sambil memperluas wilayah kekuasaanmu.

Gameplay loop ini sayangnya bisa menjadi sangat repetitif karena hanya itu yang kamu lakukan sepanjang permainan tanpa banyak variasi. Tentu saja, kamu tetap diberi opsi untuk memilih di antara tiga faksi yang berbeda di Elari, Maru, dan Jorn, tetapi selain memiliki beberapa unit khusus, dan beberapa bonus faksi, mereka pada dasarnya bermain dengan cara yang sama.

Selain memiliki gameplay yang repetitif, game ini juga terasa sangat lambat. Saat membangun bangunan apa pun, kapal pengangkutmu harus membawa semua sumber daya yang dibutuhkan dari Warehouse ke tujuan bangunan yang telah ditentukan. Dan tidak berhenti di situ, kapal pengangkut kamu juga harus mengangkut sumber daya tersebut kembali ke Warehouse. Seluruh jalannya proses ini terlihat cukup memukai di awal, tapi pesona itu hilang dengan sangat cepat. Ada beberapa cara untuk mempercepat waktu tempuh, di mana kamu bisa membangun jalan batu atau upgrade Donkey Cart (yang dapat mengangkut sumber daya dalam jumlah besar), tetapi meskipun demikian, seluruh proses akan memakan waktu yang lama.

 

Memperluas wilayah juga membutuhkan waktu. Jadi Ketika saat memulai campaign, kamu hanya diberi sejumlah tanah bawaan yang terbatas untuk mendirikan bangunan penting. Tapi jika kamu menemukan sebidang tanah yang belum ditambang yang berada di luar jangkauan bangunan awal, kamu harus mengirimkan teknisi untuk “mengklaim” tanah tersebut yang akan memperluas jangkauan bangunanmu. Dan tentu saja, tindakan tersebut juga akan memakan waktu. Seringkali ini bisa membuat frustasi terutama dalam pertempuran saat spawn di spot sumber daya utama seperti batu bara dan besi berada jauh dari Warehouse. Selain itu dalam beberapa kasus spot sumber daya ini juga terlalu jauh dari Warehouse, yang membuatmu harus mengeluarkan sumber daya tambahan untuk membangun Warehouse lain yang lebih dekat dengan spot sumber daya tersebut karena ada batas jangkauan akan rute barang yang bisa dibawa dari sumbernya ke markasmu.

Combat dalam The Settlers sering terjadi tetapi lambat dan kurang mendalam. Sebagai permulaan, pasukanmu datang sebagai unit-unit individual dan bukan sebagai kelompok unit; yang berarti kamu perlu merekrut mereka satu per satu (dan ingat, sumber daya yang dibutuhkan untuk melatih unit perlu diangkut dari Warehouse ke aula latihan), sehingga membangun pasukan dalam skala besar akan memakan banyak waktu. Dan meskipun sebagian besar unit memiliki keahlian masing-masing, sangat mudah untuk mengabaikannya karena pertempuran ditentukan oleh siapa pun yang memiliki pasukan terbesar. Tidak perlu dikatakan bahwa tidak banyak pengaturan mikro yang diperlukan untuk mengarahkan pasukanmu di sekitar medan perang, selain mungkin mengarahkan pasukanmu menjauh dari menara pertahanan musuh. Ada juga kekurangan jenis unit yang sangat jelas, tidak ada unit artileri atau hewan, yang sangat disayangkan karena membuat pertempuran terasa sangat cepat.

Mengikuti akar serupa, gameplay dalam The Settlers dianggap sangat sederhana dibandingkan dengan game RTS/City Builder lainnya. Setelah mendirikan sebagian besar bangunan penting, tidak ada lagi yang perlu kamu lakukan dalam hal perkembangan (misalnya, tidak ada rantai produksi). Tidak seperti game pembangun kota lainnya, kamu tidak membutuhkan bangunan produksi makanan untuk membuat pendudukmu senang, makanan hanya dibutuhkan untuk mempercepat tingkat produksi dan bangunan yang berbeda memiliki preferensi makanan yang berbeda seperti Blacksmith yang membutuhkan daging, Tambang yang membutuhkan Ikan, dll.

Kurangnya kedalaman strategi dan logistik dapat mematikan banyak veteran RTS yang mencari tantangan. Tetapi kamu bisa berargumen bahwa game ini dapat menjadi pintu gerbang yang bagus bagi pemula dari genre ini untuk merasakan genre ini tanpa harus terjun langsung ke dalam kompleksitas RTS. Gim ini melakukan pekerjaan yang bagus dalam memperkenalkan pemain baru dengan tutorialnya yang ekstensif, mendedikasikan fitur individu seperti produksi, insinyur, logistik, ke dalam tutorial terpisah sehingga tidak akan membebani pemain baru dengan terlalu banyak informasi.

Kesimpulan

Impresi kami berujung pada kesan kalau The Settlers: New Allies adalah game RTS yang sangat indah dari sisi teknisnya, tapi standar kualitas ini tidak sejalan dengan sensasi gameplay utamanya sendiri yang justru terasa sangat lambat dan membosankan, serta kurangnya kompleksitas dalam sistemnya yang berpotensi mengecewakan para fans genre RTS / City Builder kecuali mungkin dari fans berat serinya. Meski begitu harus kami akui kalau game ini bisa dinikmati dalam sesi singkat, tapi ini membuat gamenya kehilangan pesona dengan begitu cepat karena jalannya skirmish match yang dapat menyita waktu sampai dua jam. Kami bisa melihat The Settlers sebagai game yang cocok untuk memperkenalkan pendatang baru ke genre RTS, hanya saja hal yang sama sepertinya tidak akan berpengaruh pada fans veteran jika melihat beberapa kekurangan krusialnya di atas.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

The Settlers: New Allies

6 Score

PROS

  • Grafis memukau dengan Snowdrop Engine
  • Rekomendasi cocok untuk pendatang baru ke genre RTS

CONS

  • Pacing yang sangat lambat
  • Gameplay loop repetitif dan membosankan
  • Kurangnya kompleksitas pada beberapa mekanisme utama

Review Breakdown

  • 6.0 0
Tags: City BuilderPCReviewRTSThe Settlers: New AlliesUbisoft
ShareTweetShare
Previous Post

Review Scars Above – Shooter Soulslike yang ‘Kok Gampang’

Next Post

Lagi-Lagi Rumor Sebut GTA VI Akan Dirilis Pada Akhir Tahun 2024

Related Posts

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Rev. NOiR bagi segudang detail baru yang dibagikan lewat ajang presentatiPlayStation State of Play serta Konami Press Start kemarin malam
Berita

Rev. NOiR Kembali Dipamerkan dengan Banyak Detail Baru!

September 4, 2026
Capcom akhirnya memamerkan trailer perdana Monster Hunter Wilds: Ascendance yang terlihat epik dan penuh beragam detail menarik
Berita

Monster Hunter Wilds: Ascendance Pamer Trailer Perdana yang Ungkap Beragam Konten Menarik

September 4, 2026
Next Post
GTA VI kemungkinan akan dirilis pada musim liburan 2024, artinya sekitaran akhir tahun pada bulan Oktober hingga Desember.

Lagi-Lagi Rumor Sebut GTA VI Akan Dirilis Pada Akhir Tahun 2024

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd