Awal bulan ini sempat beredar laporan dari media Bloomberg kalau Rockstar Games telah melakukan praktik “Union Busting” atau pemberangusan serikat kerja, di mana mereka kabarnya memecat antara 30 sampai 40 pekerja secara tidak adil. Pihak Take-Two Interactive selaku perusahaan parent dari Rockstar telah memberi klaim ke PC Gamer mengenai masalah ini, yang mana mereka memecat kelompok pekerja tersebut karena terlibat dalam pelanggaran berat.
Rockstar: not only making history in terms of profits, but in enacting the most brazen act of union busting the games industry has ever seen. https://t.co/D5F40jMywZ
— IWGB (@IWGBunion) October 31, 2025
Hampir satu minggu berlalu sejak kabar tersebut menyebar, akhirnya ada konfirmasi susulan yang diberi ke media Bloomberg kalau pelanggaran berat tersebut merujuk pada aktivitas membocorkan informasi perusahaan lewat forum publik. Ini tentu berbeda dari tuduhan awal kalau Rockstar memecat para karyawan tersebut karena terlibat dalam aktivitas serikat pekerja, yang mana mereka sudah ikut membantahnya dalam konfirmasi terbaru ini.
Meski begitu, pihak IWGB selaku perserikatan pekerja di wilayah Inggris tidak tunduk begitu saja dan berusaha untuk terus menyerukan suara mereka pada mengenai kasus ini. IWGB ikut memberi komentar pada Bloomberg mengenai bagaimana Rockstar khawatir pada pekerja keras yang ingin memperjuangkan haknya termasuk kondisi lingkungan kerja lebih adil. Sulit tentunya untuk menentukan mana pihak yang 100% benar dalam kasus ini, tapi bisa dibayangkan kalau bocoran tersebut mungkin tidak berhubungan dengan GTA 6 misalnya yang memang berbeda jika datang dari kelompok pekerja langsung dibanding hacker dari luar perusahaan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post