SK Hynix memperingatkan kalau masalah kelangkaan RAM & SSD kemungkinan masih bakal berlanjut sampai 2030, meskipun kapasitas produksi terus ditambah. Permintaan besar dari industri AI sekarang memang bikin DRAM, NAND, sampai HBM terus diburu, sementara membangun pabrik baru dan meningkatkan produksi chip memory kelas terbaru butuh waktu yang panjang.
Kondisi ini juga bikin bisnis SK Hynix lagi tumbuh sangat besar. Pada Q3 2026, revenue mereka bahkan untuk pertama kalinya menembus 100 triliun won. Kalau diringkas, hasil keuangannya seperti ini:
- Revenue: 104,62 triliun won atau sekitar Rp1.419,6 triliun, naik 32% dari kuartal sebelumnya dan 328% YoY.
- Operating Profit: 83,33 triliun won atau sekitar Rp1.130,8 triliun, naik 38% QoQ dan 632% YoY.
- Operating Margin: 80%, dibanding 76% pada kuartal sebelumnya dan 47% setahun lalu.
- Net Income: 39,78 triliun won atau sekitar Rp539,8 triliun, turun 58% QoQ tapi masih naik 216% YoY.

Lonjakan tersebut terutama datang dari permintaan tinggi buat server DDR5 dan HBM4, ditambah penjualan 321-layer TLC enterprise SSD. SK Hynix sekarang mau memperbesar produksi DRAM generasi keenam kelas 10nm atau 1c DRAM, terutama buat DDR5 dan LPDDR5 SOCAMM yang banyak dipakai di AI data center serta sistem enterprise berperforma tinggi.
Produksi HBM juga bakal digenjot dengan memaksimalkan fasilitas M15X. SK Hynix memperkirakan HBM4 bahkan sudah bakal melewati HBM3E dari sisi volume pengiriman dan pendapatan pada Q4 2026. Tahun depan, fasilitas Yongin Phase 1 juga mulai beroperasi penuh dan investasi infrastruktur di Korea maupun luar negeri bakal meningkat, meski jumlah dan waktunya tetap disesuaikan dengan permintaan, keuntungan, dan efisiensi investasi.

Di sisi NAND, produksi teknologi 321-layer bakal dinaikkan sampai mencakup lebih dari setengah kapasitas produksi domestik mereka pada Q4 2026. SK Hynix juga pengen menjadikan NAND sebagai bagian penting dari sistem AI lewat teknologi HBF, yang ditujukan buat meningkatkan throughput. Tapi semua ekspansi ini tetap belum cukup buat langsung menyelesaikan masalah pasokan karena proses produksi chip terbaru makin rumit dan pembangunan fasilitas baru butuh waktu bertahun-tahun.
SK Hynix sekarang juga sudah menandatangani long-term agreement atau LTA dengan 14 pelanggan besar, termasuk perusahaan cloud global, dan volumenya sudah mencakup lebih dari 50% total kapasitas produksi mereka untuk 2027 dan 2028. Kontrak seperti ini biasanya berjalan sekitar lima tahun, dengan harga yang masih bisa menyesuaikan kondisi pasar dalam rentang yang sudah disepakati. Samsung dan Micron juga menggunakan pendekatan serupa.
Sumber: SK Hynix (via WCCFtech)
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post