gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[TGS 2025] Wawancara Monster Hunter Outlanders dengan CAPCOM dan TiMi – Ambisi Besar Bawa Monster Hunter ke Mobile

Taufik by Taufik
September 30, 2025 - Updated on October 24, 2025
in Android, iOS, Mobile Games, Wawancara
0
Kami berkesempatan wawancara langsung dengan dua produser di balik proyek Monster Hunter Outlanders: CAPCOM dan TiMi Studio.

Kami berkesempatan wawancara langsung dengan dua produser di balik proyek Monster Hunter Outlanders: CAPCOM dan TiMi Studio.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Monster Hunter Outlanders jadi salah satu sorotan besar karena akhirnya Monster Hunter dibawa ke platform mobile dengan lebih mirip dari versi konsol dan kolaborasi resmi dengan Capcom. Bukan cuma sekadar porting, tapi benar-benar judul baru yang dibangun dari nol dengan tambahan elemen survival dan crafting yang bikin penasaran.

(Kiri) Genki Sunano, Producer, CAPCOM | (Kanan) Huang Dong, Producer, TiMi Studio

Kami berkesempatan wawancara langsung dengan dua produser di balik proyek Monster Hunter Outlanders: Genki Sunano dari CAPCOM dan Huang Dong dari TiMi Studio. Dari obrolan itu, mereka berbagi cerita soal bagaimana kolaborasi ini dimulai, tantangan yang harus mereka hadapi, sampai rencana masa depan Outlanders. Dan jujur, dari cara mereka bercerita, kelihatan banget kalau proyek ini digarap dengan penuh ambisi. Mari simak artikelnya!

Kolaborasi yang Tidak Terduga

Monster Hunter Outlanders bukan sekadar seri baru, tapi percobaan besar untuk membawa dunia Monster Hunter ke layar smartphone dengan sentuhan segar. Di balik layar, ada dua nama besar yang memimpin: Genki Sunano dari CAPCOM dan Huang Dong dari TiMi Studio.

Menurut Sunano, ide kolaborasi ini berawal dari ketertarikan TiMi pada IP Monster Hunter. Mereka sudah berpengalaman di pasar mobile, dan datang dengan konsep menarik untuk mengintegrasikan dunia Monster Hunter ke platform yang lebih luas. “Kami melihat ini sebagai kesempatan agar lebih banyak orang bisa masuk ke dunia Monster Hunter, terutama di Asia. Itulah alasan kenapa kami putuskan untuk bergabung di proyek ini,” jelasnya.

Dari sisi TiMi, Huang Dong menambahkan bahwa mereka tak cuma ingin membawa gameplay berburu monster ke ponsel, tapi juga menambahkan elemen baru yang bikin pengalaman terasa lebih lengkap. “Kami menambahkan sistem bangunan dan menghubungkannya dengan kemampuan Rutaco. Jadi pemain bisa merasakan pengalaman penuh, bukan hanya sekadar berburu,” katanya.

Tujuan Besar di Platform Mobile

Membawa Monster Hunter ke ponsel jelas bukan perkara kecil. Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana inti gameplay bisa bertahan tanpa kehilangan ciri khasnya. Huang Dong menegaskan kalau tujuannya sederhana: membuat game ini bisa dinikmati oleh sebanyak mungkin orang, baik fans lama maupun pemain baru. “Meski platform-nya berbeda, inti gameplay tetap kami jaga. Kami ingin pemain hardcore merasa familiar, sekaligus membuat game ini ramah bagi pendatang baru,” ujarnya.

Tentu saja, dengan format mobile, model bisnisnya juga ikut menyesuaikan. Outlanders bakal mengusung free-to-play dengan opsi pembelian dalam game. Menurut Huang, rencana monetisasi masih terus disesuaikan lewat feedback pemain di masa testing. “Kami ingin memastikan semuanya tetap seimbang dan adil,” tegasnya.

Tantangan di Balik Layar

Monster Hunter Outlanders

Mengadaptasi Monster Hunter ke smartphone jelas penuh tantangan. Kontrol jadi salah satu isu terbesar. Bagaimana mungkin sistem kompleks Monster Hunter diterjemahkan ke layar sentuh? Huang mengaku, bagian tersulit adalah tata letak tombol, kontrol kamera, dan mekanisme lock-on. Untungnya, pengalaman panjang TiMi di game aksi membantu mereka melewati hambatan itu.

Selain kontrol, ada juga tantangan bahasa dan performa. Monster Hunter dikenal dengan banyak istilah khas yang cukup rumit. TiMi berusaha melokalkan istilah tersebut dengan cara yang lebih sederhana supaya bisa dipahami pemain baru. Lalu ada soal performa—game ini harus jalan mulus di berbagai tipe smartphone, termasuk di wilayah dengan perangkat kelas menengah ke bawah. “Kami banyak mengoptimalkan performa dan balancing agar bisa dimainkan di berbagai region,” jelas Huang.

Perpaduan Survival dan Hunting

Salah satu hal baru di Outlanders adalah hadirnya sistem survival dan crafting. Pemain bisa menyiapkan diri lewat base camp sebelum berburu, sesuai tradisi seri Monster Hunter. Huang melihat ini sebagai cara untuk membuat ritme permainan terasa lebih natural.

Sementara itu, Sunano menekankan bahwa aspek pertempuran tetap dijaga kualitasnya. “Tim CAPCOM ikut terlibat penuh untuk memastikan pengalaman berburu tetap sama seperti seri aslinya. Jadi pemain tidak perlu khawatir, inti Monster Hunter tetap ada,” ucapnya.

Konten, Bahasa, dan Komunitas

Monster Hunter Outlanders

Bagaimana dengan dukungan bahasa? Sunano mengonfirmasi bahwa untuk Monster Hunter Outlanders, bahasa Thai belum termasuk dalam daftar awal. Namun, ia juga menekankan kalau ini bukan berarti fans di Thailand dilupakan. “Saya akan hadir di Thailand Game Show bulan depan, dan saya selalu sangat berterima kasih atas dukungan dari para fans di sana,” ujarnya.

Dari sisi konten, rencana jangka panjang sudah disiapkan. Huang memastikan akan ada seasonal update meski belum bisa membocorkan detailnya. “Kami sudah menyiapkan banyak proposal, bahkan berkonsultasi dengan pemain profesional. Update yang kami rancang akan memenuhi ekspektasi pemain sekaligus menghadirkan konten orisinal,” ungkapnya.

Menyederhanakan Tanpa Menghilangkan Jiwa

Salah satu perdebatan menarik adalah soal penyederhanaan mekanik klasik. Beberapa elemen seperti aksi mengasah senjata memang dihilangkan, tapi sistem sharpness tetap dipertahankan. “Karena game ini di mobile, beberapa aksi kami sederhanakan agar lebih nyaman dimainkan. Tapi esensi strateginya tetap ada,” kata Huang.

Sunano menambahkan, perubahan semacam ini bukan hal baru di seri Monster Hunter. “Misalnya dulu pemain harus pakai paintball untuk melacak monster. Dengan teknologi baru, itu sudah tidak perlu. Begitu juga di Outlanders, ada beberapa mekanik yang disesuaikan untuk platform smartphone,” jelasnya.

UI, Kontrol, dan Tingkat Kesulitan

Monster Hunter Outlanders

Soal UI juga jadi perhatian khusus. Layar kecil smartphone menuntut antarmuka yang lebih ringkas. TiMi mendesain sistem UI dengan fokus pada apa yang paling penting di momen tertentu. “Contohnya saat pakai item, item rekomendasi akan muncul otomatis. Tombol aksi juga bisa menyala dan memberi getaran. Tujuannya untuk mengarahkan perhatian pemain,” jelas Huang.

Namun, mereka tetap memberi pilihan. Ada mode yang lebih simpel untuk pemain kasual, dan ada mode lebih kompleks bagi yang suka multitasking.

Untuk tingkat kesulitan, Sunano menyebut game ini memang dirancang agar cocok dimainkan di sela-sela aktivitas harian. “Bermain di smartphone itu berbeda dengan di rumah atau PC. Kami sesuaikan agar bisa dinikmati dalam sesi singkat tanpa mengurangi keseruannya,” katanya.

Huang menambahkan kalau kesulitan sebenarnya sangat subjektif. “Bagi sebagian pemain, tantangan itu menyenangkan. Bagi yang lain, fokus mereka lebih ke komunitas atau progres karakter. Jadi kami tidak ingin mengikat kesulitan pada satu standar, tapi membuat game ini menyenangkan untuk semua tipe pemain,” tuturnya.

Senjata dan Masa Depan Outlanders

Soal senjata, sampai saat ini Outlanders baru memperlihatkan lima tipe. Tapi Huang memberi sedikit teaser bahwa itu belum semua. “Yang ada sekarang belum gambaran penuh. Senjata baru akan terus ditambahkan kedepannya. (yang sama seperti versi konsol).” ungkapnya.

Dengan rencana update jangka panjang, dukungan komunitas yang kuat, serta sentuhan orisinal, Monster Hunter Outlanders tampak serius memposisikan diri sebagai pintu masuk baru ke dunia Monster Hunter. Dari wawancara kami ini keliatan jelas bahwa game ini punya ambisi besar untuk menjangkau jutaan pemain di seluruh dunia.


Monster Hunter Outlanders belum memiliki jadwal rilis. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: CapcomInterviewMonster Hunter OutlandersTGS 2025TiMi StudioTokyo Game Show 2025Wawancara
ShareTweetShare
Previous Post

[TGS 2025] Wawancara Dynasty Warriors dengan Tomohiko Sho – Kupas Tuntas DLC Baru Origins dan Remaster yang Menarik

Next Post

Fitur Baru FFVII Remake Intergrade Bikin Pemain Bisa Nikmatin Ceritanya Tanpa Ribet

Related Posts

KLab telah menyiapkan selebrasi besar untuk anniversary ke-11 Bleach: Brave Souls yang siap berlangsung sebentar lagi
Android

Bleach: Brave Souls Bagi Detail Lengkap dan Ragam Kejutan Baru untuk Anniversary ke-11!

July 21, 2026
Drop Fake lewat kerjasamanya dengan Warner Bros. Interactive Entertainment resmi umumkan DCKO dengan rencana rilis di 2027
Android

DCKO Diumumkan, Game Fighting F2P Adaptasi Semesta DC untuk Mobile!

July 21, 2026
Tidak lama setelah beroperasi lebih dulu di China, Final Fantasy XIV Mobile sayangnya akan dimatikan pada akhir September mendatang
Android

Final Fantasy XIV Mobile Akan Dimatikan di China dan Ikut Batalkan Versi Global

July 20, 2026
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Elicia Lee mendirikan Indie Wavemakers, sebuah inisiatif yang fokus membantu developer indie.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Elicia Lee – Keinginan Indie Wavemakers Jadi Tempat Developer Indie Berkembang, Bukan Cuma Cari Sorotan

July 17, 2026
Rangkuman wawancara eksklusif kami dengan James Barnard selaku pimpinan Springloaded di ajang Indie Wavemakers Exchange 2026
Wawancara

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan James Barnard – Passion Luar Biasa Dalam Kreasikan Game dari Sumber Inspirasi Apapun!

July 17, 2026
Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary
Android

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

July 17, 2026
Next Post
Fitur Baru FFVII Remake Intergrade Bikin Pemain Bisa Nikmatin Ceritanya Tanpa Ribet

Fitur Baru FFVII Remake Intergrade Bikin Pemain Bisa Nikmatin Ceritanya Tanpa Ribet

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd