gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Tekken 8 dengan dengan Michael Murray – Bahas Kunimitsu si Ninja Cantik yang Kini Makin Agresif

Taufik by Taufik
May 21, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Kami mendapat kesempatan wawancara dengan Michael Murray selaku producer TEKKEN Project untuk membahas lebih dalam soal comeback Kunimitsu.

Kami mendapat kesempatan wawancara dengan Michael Murray selaku producer TEKKEN Project untuk membahas lebih dalam soal comeback Kunimitsu.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Bandai Namco akhirnya resmi membawa Kunimitsu ke Tekken 8 Season 3, dan karakter ninja favorit fans ini langsung jadi salah satu reveal paling ramai dibahas komunitas. Setelah sempat sangat populer di Tekken 7, banyak pemain penasaran bagaimana versi barunya bakal menyesuaikan diri dengan gameplay agresif dan sistem Heat milik Tekken 8.

Michael Murray – Producer, TEKKEN Project

Kami juga mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Michael Murray selaku producer TEKKEN Project untuk membahas lebih dalam soal comeback Kunimitsu kali ini. Mulai dari alasan dia dipilih untuk Season 3, perubahan gameplay barunya, sampai bagaimana tim developer mencoba menjaga identitas ninja khas Kunimitsu tanpa membuatnya terlalu overpower di Tekken 8.

Tetap Cepat Tapi Punya Kelemahan Jelas

Kehadiran Tekken 8 Season 3 akhirnya resmi membawa kembali Kunimitsu, salah satu karakter ninja paling populer di franchise Tekken. Menurut producer TEKKEN Project, Michael Murray, keputusan menghadirkan Kunimitsu bukan cuma karena popularitasnya yang besar di Tekken 7, tapi juga karena tim merasa gaya bermainnya cocok banget dengan arah desain Tekken 8 sekarang.

Murray bilang sejak awal Kunimitsu memang termasuk karakter yang paling banyak dipakai di online Tekken 7. Faktor utamanya bukan cuma karena kuat, tapi juga karena karakter ini sangat gampang dipelajari. “Dia cepat, responsif, move set-nya satisfying, dan input-nya tidak ribet,” jelas Murray. Apalagi dulu banyak pemain top seperti Arslan Ash yang sering memperlihatkan potensi Kunimitsu di turnamen besar, jadi makin banyak pemain yang tertarik mencoba karakter ini.

Walaupun begitu, tim developer sadar banyak fans khawatir Kunimitsu bakal terlalu mengganggu di Tekken 8 karena sistem Heat yang agresif. Murray menjelaskan kalau Season 3 sekarang memang mulai mengubah filosofi balancing Tekken 8 secara perlahan. Jadi karakter DLC seperti Fahkumram, Armor King, sampai Kunimitsu dirancang punya kekuatan yang jelas, tapi tetap dibarengi kelemahan yang besar juga.

Menurut Murray, Kunimitsu di Tekken 8 masih mempertahankan identitas utamanya sebagai karakter cepat dan agresif, tapi damage-nya dibuat tetap masuk akal dibanding roster lain. Selain itu, range beberapa serangannya ternyata sengaja dibuat pendek. “Kalau dilihat dari gameplay-nya, dia memang cepat dan gampang dipakai, tapi reach-nya pendek dan punya kelemahan besar terhadap sidestep tertentu,” katanya. Jadi tim benar-benar mencoba menjaga supaya karakter ini tetap fun dimainkan tanpa bikin pemain frustrasi saat melawan dia.

Fokus Besar ke Sistem Heat dan Gaya Bermain Ninja

Salah satu perubahan terbesar Kunimitsu di Tekken 8 ada di sistem Heat dan stance barunya. Murray menjelaskan kalau tim ingin setiap karakter di Tekken 8 punya identitas gameplay yang lebih unik dibanding game sebelumnya, termasuk Kunimitsu. Karena itu beberapa mekanik baru sengaja dibuat untuk memperkuat tema ninja miliknya.

Salah satu yang paling diperlihatkan adalah Katon stance yang jadi bagian penting dari kit barunya. Selain itu Murray juga menyebut beberapa route combo dari Setsunagake dan posisi back turned sekarang punya variasi lebih banyak dibanding Tekken 7. Jadi pemain Kunimitsu bakal punya lebih banyak kreativitas saat membuat combo.

Yang paling menarik justru perubahan saat mode Heat aktif. Murray mengatakan Kunimitsu mendapat akses ke beberapa move baru yang benar-benar mengubah cara bermainnya. Heat membuat dia punya jangkauan serangan lebih jauh, tekanan wall yang lebih berbahaya, dan ancaman yang jauh lebih agresif dibanding kondisi normal.

“Kalau mau lihat apa yang benar-benar berbeda dari Tekken 7, perhatikan Heat power-up state miliknya,” jelas Murray. Jadi walaupun secara dasar Kunimitsu masih terasa familiar, ternyata ada banyak lapisan gameplay baru yang baru kelihatan kalau pemain mulai mendalami sistem Heat-nya.

Murray juga sempat memberi tease kecil yang belum diperlihatkan penuh saat presentasi. Selain efek api khas ninja, ternyata Kunimitsu punya semacam dagger yang dilempar ke atas dan bisa dipakai untuk setup tertentu. Dia sengaja tidak menjelaskan detailnya karena ingin pemain bereksperimen sendiri setelah karakter ini rilis nanti.

Bukan Sekadar Populer, Tapi Harus Punya Alasan Kuat untuk Kembali

Dalam interview ini Murray juga cukup panjang membahas bagaimana tim menentukan karakter DLC untuk Season Pass 3. Banyak fans selama ini penasaran kenapa karakter tertentu bisa kembali duluan sementara karakter populer lain masih belum muncul.

Menurut Murray, keputusan memilih karakter ternyata tidak sesederhana voting internal atau sekadar melihat siapa paling sering diminta fans. Ada banyak faktor yang dipertimbangkan sekaligus. Tim melihat gaya bermain, seni bela diri yang belum terwakili di roster, popularitas karakter, sampai potensi ide baru yang bisa dikembangkan.

“Kadang ada karakter yang populer karena gameplay-nya, ada juga yang populer di kalangan cosplayer atau fan artist,” kata Murray. Tapi satu hal penting yang sangat diperhatikan tim adalah apakah pemain benar-benar memakai karakter tersebut saat sudah masuk ke game.

Dia bahkan menyinggung contoh Lei Wulong yang selama ini selalu diminta fans. Murray bilang banyak orang merasa Tekken belum lengkap tanpa Lei, tapi kenyataannya jumlah pemain yang benar-benar memakai Lei ternyata tidak terlalu besar saat karakter itu hadir di game sebelumnya.

“Itu bukan berarti Lei tidak akan datang ke Tekken 8,” jelasnya sambil tertawa, “tapi kami juga harus mempertimbangkan resource besar yang dibutuhkan untuk membuat satu karakter baru.”

Hal yang sama juga berlaku buat Armor King dan Kunimitsu. Armor King menurut Murray termasuk karakter yang hampir disukai semua orang tanpa banyak perdebatan. Sementara Kunimitsu kuat di sisi popularitas dan punya identitas ninja yang sangat gampang dijual ke fans fighting game modern.

Jadi buat tim Tekken, popularitas tetap jadi faktor utama, tapi mereka juga ingin memastikan karakter tersebut benar-benar dimainkan dan punya sesuatu yang baru untuk ditawarkan.

Tantangan Besar Justru Ada di Wajah dan Desain Karakter

Menariknya, Murray bilang tantangan terbesar membawa Kunimitsu ke Tekken 8 bukan soal teknis gameplay, melainkan desain visual karakter. Dia menjelaskan kalau semua model karakter Tekken 8 dibuat ulang dari nol dan tidak memakai model lama dari game sebelumnya.

Masalahnya, banyak pemain punya “versi ideal” karakter favorit mereka di kepala masing-masing. Jadi ketika tim membuat model baru, sering kali hasil awalnya terasa berbeda dibanding bayangan fans.

Menurut Murray, hal ini terutama sulit untuk karakter perempuan. “Orang punya ingatan tertentu soal seperti apa wajah karakter itu, dan membuat model yang bisa memuaskan semua orang itu sangat susah,” jelasnya.

Karena sejak Tekken 7 Kunimitsu sudah mulai sering memperlihatkan wajah di balik maskernya, tim merasa model wajahnya harus benar-benar sempurna di Tekken 8. Mereka juga ingin memperkuat tema ninja Jepang tradisional tanpa membuat desainnya terasa terlalu tua.

Akhirnya tim mencoba menggabungkan estetika Jepang klasik dengan elemen modern seperti sneaker culture yang dekat dengan komunitas fighting game sekarang. Murray bahkan menyebut kolaborasi Nike sebelumnya ikut memberi inspirasi.

“Bagaimana caranya menggabungkan nuansa Jepang tradisional dengan sneaker dan budaya modern itu butuh beberapa kali percobaan sampai terasa pas,” katanya.

Hasil akhirnya memang cukup unik. Kunimitsu sekarang terlihat lebih modern, stylish, tapi tetap mempertahankan aura ninja khas yang sudah melekat sejak lama.

Identitas Ninja dan Legenda Kitsune Jadi Fokus Utama

Kalau bicara tema utama Kunimitsu di Tekken 8, Murray bilang ada dua hal besar yang paling difokuskan tim. Pertama tentu saja tema ninja.

Menurut dia, Tekken 8 saat ini cuma punya Raven sebagai representasi ninja karena Master Raven tidak ada di roster utama. Jadi tim ingin Kunimitsu benar-benar terasa seperti ninja “asli” lengkap dengan berbagai referensi budaya Jepang klasik.

Murray bahkan membahas detail kecil yang mungkin tidak disadari banyak pemain. Dalam salah satu animasi slow motion, Kunimitsu ternyata menggunakan teknik Utsusemi no Jutsu, yaitu teknik ninja klasik mengganti tubuh dengan kayu log. Referensi seperti ini sebelumnya juga pernah muncul di karakter seperti Hanzo dari Samurai Shodown.

“Kalau diperlambat, sebenarnya ada log yang jatuh ke samping,” kata Murray sambil tertawa. “Detail kecil seperti itu yang bikin dia terasa seperti ninja sungguhan.”

Selain ninja, tema kedua yang sangat penting adalah Kitsune. Dalam lore Kunimitsu, karakter ini memang punya hubungan dengan roh rubah berekor sembilan dari mitologi Jepang. Murray menjelaskan tim sangat antusias mengeksplorasi elemen spiritual Jepang ini ke desain karakter.

Masalahnya, konsep Kitsune tidak terlalu familiar buat sebagian pemain internasional. Jadi tim harus mencari cara supaya nuansa mistis Jepang itu tetap terasa tanpa bikin pemain luar Jepang bingung.

Karena itu desain pedang, efek visual, sampai elemen sembilan ekor di karakter Kunimitsu sekarang banyak terinspirasi dari legenda Kitsune tersebut.

Move Api Kunimitsu Ternyata Tidak Sekadar Gimmick

Salah satu move baru Kunimitsu yang paling mencuri perhatian tentu serangan fire breathing miliknya. Banyak pemain langsung penasaran apakah move ini bakal jadi alat zoning baru yang menyebalkan.

Tapi menurut Murray, move api ini sebenarnya lebih dibuat sebagai elemen ninja stylish daripada alat utama gameplay. Dia menjelaskan kalau serangan itu cuma efektif saat lawan benar-benar berada dekat di depan wajah Kunimitsu.

“Kalau lawan sedikit saja mundur atau sidestep, api itu bakal lewat di atas kepala mereka,” jelasnya.

Walaupun begitu, tim balancing ternyata sudah menemukan beberapa setup menarik memakai move tersebut, terutama di area wall. Karena sistem wall pressure di Tekken 8 sekarang sangat agresif, ada beberapa situasi khusus di mana serangan api Kunimitsu bisa dipakai untuk mind game yang cukup berbahaya.

Murray bilang move ini memang sengaja dibuat seperti “show off tool” untuk pemain spesialis Kunimitsu. Jadi mungkin pemain biasa tidak terlalu sering memakainya, tapi pemain yang benar-benar mendalami karakter ini bisa menemukan setup unik yang bikin lawan panik.

“Coba lihat kemungkinan setup di wall,” kata Murray. “Ada beberapa hal keren yang mungkin belum ditemukan banyak orang.”

Reveal Semua Karakter Season Pass Sekaligus Ternyata Punya Plus Minus

Di akhir interview, Murray juga membahas keputusan Bandai Namco yang kali ini langsung memperlihatkan seluruh lineup Season Pass 3 sekaligus, termasuk Kunimitsu, Bob, dan Roger Jr.

Menurut dia, respons fans sebenarnya campur aduk. Banyak pemain senang karena sekarang mereka tahu isi Season Pass sebelum membeli. Jadi pemain bisa menentukan apakah mereka ingin beli pass penuh atau cuma karakter tertentu saja.

Tapi di sisi lain, Murray merasa ada keseruan yang hilang dibanding format lama. Dulu komunitas Tekken sering ramai menebak-nebak siapa karakter DLC berikutnya. Forum seperti Reddit penuh teori mulai dari Wang Jinrei, Jinpachi Mishima, sampai Ancient Ogre.

“Kami tidak ingin mengambil keseruan itu dari komunitas,” jelas Murray.

Masalah lainnya, karena karakter belum selesai sepenuhnya saat diumumkan, tim belum bisa memperlihatkan trailer gameplay penuh. Jadi pengumuman sekarang lebih banyak berupa artwork dibanding showcase besar seperti biasanya.

Walaupun begitu, Murray mengakui tren industri sekarang memang mulai berubah. Banyak pemain modern lebih suka transparansi soal isi Season Pass sejak awal.

Dia juga bilang reaksi reveal sangat tergantung tempat pengumumannya. “Kalau diumumkan di Evo atau Combo Breaker orang pasti bakal meledak. Tapi kalau cuma ditunjukkan ke media biasa reaksinya tentu beda,” tutupnya sambil tertawa.

Kunimitsu Dibuat Lebih Muda, Stylish, dan Penuh Nuansa Waifu Ninja Modern

Salah satu hal yang paling ramai dipuji fans setelah trailer Tekken 8 Season 3 muncul memang desain baru Kunimitsu. Banyak pemain langsung bilang kalau model karakternya terlihat jauh lebih cantik, modern, dan punya aura “waifu ninja” yang sangat kuat dibanding versi sebelumnya. Ternyata menurut tim developer, semua itu memang sengaja dirancang dari awal.

Developer menjelaskan kalau Kunimitsu generasi kedua sekarang memang diposisikan sebagai murid dari Mishima National College of Technology, jadi mereka ingin memberi kesan yang jauh lebih muda dan enerjik dibanding Kunimitsu generasi pertama. Karena itu warna utama kostumnya dibuat memakai kombinasi merah dan putih dengan tone yang jauh lebih cerah di dalam nuansa estetika Jepang modern.

“Begitu melihatnya sekilas saja, kami ingin pemain langsung sadar kalau kostum Kunimitsu sekarang benar benar berubah total,” jelas tim developer. Elemen seperti sepatu model sneaker sampai detail modern lainnya sengaja dipilih untuk memperkuat sisi muda dari karakter ini. Jadi bukan cuma ninja tradisional biasa, tapi ninja yang terasa lebih dekat dengan generasi modern dan kultur anak muda sekarang.

Menariknya lagi, motif Kitsune atau rubah berekor sembilan ternyata dimasukkan ke banyak bagian kecil kostumnya. Jadi bukan sekadar ornamen tempelan saja. Developer bilang fans yang memperhatikan detail bakal menemukan banyak simbol nine tailed fox tersembunyi di desain Kunimitsu, mulai dari bentuk armor, aksesoris, sampai siluet tertentu di kostumnya.

Costume 3 Kunimitsu Ternyata Terinspirasi Seragam Sekolah Mishima

Selain kostum utama, Costume 3 Kunimitsu juga jadi salah satu hal yang paling bikin fans penasaran. Banyak pemain merasa tampilannya jauh lebih mekanikal dan futuristik dibanding vibe ninja tradisional miliknya di Tekken 7.

Ternyata konsep di balik desain itu cukup unik. Developer menjelaskan kalau Costume 3 dibuat berdasarkan ide Kunimitsu sebagai murid Mishima National College of Technology. Jadi gear dan perlengkapan yang dia pakai diasumsikan sebagai teknologi yang mungkin dia buat sendiri.

Karena itu desainnya terlihat seperti reinterpretasi liar dari seragam sekolah Mishima Tech versi lama. Ada nuansa seragam akademi, tapi dicampur armor ninja modern, gadget futuristik, dan aksen mekanikal yang bikin tampilannya terasa seperti ninja cyberpunk. Developer bahkan bilang mereka sengaja membiarkan fans bebas menginterpretasikan desain tersebut. “Apakah ini gaya Kunimitsu saat datang ke kampus Mishima Tech? Silakan dibayangkan sendiri,” kata mereka sambil bercanda.

Hubungan Kunimitsu, Raven, Reina, dan Yoshimitsu Mulai Makin Dalam

Di luar gameplay, lore Kunimitsu ternyata juga mulai berkembang cukup jauh di Tekken 8. Salah satu hal yang sempat bikin fans bingung adalah dialog Kunimitsu soal Raven yang pernah dilatih ayahnya. Banyak teori langsung bermunculan, termasuk dugaan liar kalau Kunimitsu punya hubungan keluarga dengan Victor Chevalier.

Tapi developer langsung menepis teori tersebut. Mereka memastikan ayah Kunimitsu dan Victor adalah dua orang yang berbeda. Hubungannya cuma sebatas teman lama, sementara Raven memang pernah menjadi murid ayah Kunimitsu di masa lalu.

Menariknya lagi, hubungan Kunimitsu dengan Reina juga mulai jadi fokus baru di Tekken 8. Karena sama sama bersekolah di Mishima National College of Technology, Kunimitsu generasi kedua sekarang digambarkan seperti “best friend palsu” dengan Reina.

Developer menjelaskan kalau keduanya sebenarnya saling memata matai diam diam sambil berpura pura akrab di kehidupan sekolah. Relasi yang penuh ketegangan itu bahkan diperlihatkan lewat intro animation khusus saat mereka bertarung satu sama lain.

Buat fans lore lama Tekken, developer juga memastikan hubungan Kunimitsu dengan Yoshimitsu tetap dilanjutkan. Di Tekken 8, Kunimitsu generasi kedua masih memburu pedang terkutuk Yoshimitsu demi ibunya yang sakit. Karena itu Yoshimitsu juga mendapat dialog spesial saat intro dan victory scene ketika melawan Kunimitsu. Jadi fans yang suka memperhatikan lore dan interaksi karakter bakal punya banyak detail kecil baru untuk dicari.

Kunimitsu Sekarang Jauh Lebih Ekspresif Dibanding Generasi Pertama

Salah satu perubahan terbesar Kunimitsu di Tekken 8 ternyata bukan cuma gameplay, tapi juga kepribadiannya. Developer menjelaskan kalau Kunimitsu generasi pertama dulu selalu digambarkan misterius dan hampir tidak pernah memperlihatkan wajahnya.

Sebaliknya, Kunimitsu generasi kedua sekarang jauh lebih ekspresif. Dia membuka topengnya saat intro, bahkan wajahnya juga bisa terlihat selama pertarungan berlangsung. Developer bilang model wajah Kunimitsu sekarang memang sengaja dibuat terlihat muda dan imut seperti siswi SMA. Jadi tim benar benar ingin memperlihatkan identitas baru Kunimitsu sebagai karakter yang lebih enerjik, lebih terbuka, dan punya sisi stylish yang kuat.

Perubahan ini juga jadi pembeda besar antara ibu dan anak tersebut. Kalau Kunimitsu lama terasa seperti ninja bayangan yang dingin dan misterius, versi baru justru terasa seperti ninja muda penuh rasa penasaran yang masih mencari jati dirinya sendiri di tengah konflik besar dunia Tekken.

Gameplay Kunimitsu Tetap Cepat dan Licik, Tapi Kini Lebih Fair

Walaupun banyak fans senang melihat Kunimitsu kembali, sebagian pemain lama ternyata masih khawatir karena versi Tekken 7 dulu sering dianggap terlalu kuat dalam spacing control. Banyak orang merasa hampir semua approach ke Kunimitsu selalu berbahaya.

Developer sadar penuh soal kekhawatiran itu. Karena itulah versi Tekken 8 sekarang dibuat dengan filosofi yang lebih jelas soal kekuatan dan kelemahan karakter.

Mereka menjelaskan kalau Kunimitsu memang tetap fokus pada pergerakan cepat, mix-up tricky, dan stance unik untuk mengejutkan lawan. Tapi di sisi lain pemain juga harus punya pengambilan keputusan yang akurat. Kalau salah membaca situasi, stance miliknya justru bisa dengan mudah dihukum lawan.

“Dia bisa mengontrol pertandingan dengan gerakan cepat dan stance unik, tapi kalau dipakai sembarangan dia juga bisa langsung terkena counter,” jelas developer. Secara sederhana, tim ingin Kunimitsu tetap terasa kuat dan stylish untuk dimainkan, tapi tanpa membuat lawan merasa tidak punya jawaban saat melawannya.

Vermillion Gate Kembali Karena Sudah Identik dengan Kunimitsu

Hal menarik lain yang ternyata disadari developer adalah soal musik. Banyak fans lama langsung senang ketika mendengar track Vermillion Gate kembali muncul di Tekken 8. Developer menjelaskan alasan mereka sebenarnya sederhana. Lagu itu dulu dipakai saat Kunimitsu generasi kedua pertama kali muncul di Tekken 7, dan sekarang track tersebut sudah terasa sangat identik dengan karakter ini.

“Begitu memikirkan Kunimitsu, lagu itu langsung muncul di kepala kami,” kata developer singkat. Karena itu dibanding membuat tema baru total, mereka merasa Vermillion Gate lebih cocok dipakai kembali untuk mempertahankan identitas Kunimitsu yang sudah melekat di ingatan fans sejak Tekken 7.


Karakter Kunimitsu di Tekken 8 akan dirilis pada 27 Mei mdantang.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: InterviewKunimitsuMichael MurrayTekken 8Wawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Preview Kunimitsu di Tekken 8 – Makin Flashy, Tapi Tetap Balanced!

Next Post

Capcom Bilang AI Secanggih Apa Pun Masih Kalah Soal “Kreativitas” Dibanding Manusia

Related Posts

Simak review terbaru kami untuk Farming Simulator 26 yang kali ini lebih dimaksimalkan untuk sisi aksesibilitas
Android

Review Farming Simulator 26 – Lebih Kasual dengan Progression Adiktif, Meski dengan Ragam Kekurangan Juga!

Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7.
Konsol

Wawancara Ace Combat 8 dengan Bandai Namco – Menjadi Lebih Realistis dan Dinamis Disaat yang Sama!

June 4, 2026
Berikut ini adalah impresi kami setelah memainkan versi preview awal dari Ace Combat 8: Wings of Theve
Konsol

Nyobain Ace Combat 8: Wings of Theve – Keseruan Baru Dibalik Wajah Familiar!

June 4, 2026
Jadwal rilis Avatar Legends: The Fighting Game kini sudah diundur hingga mendekati akhir bulan Juli nanti
Berita

Avatar Legends: The Fighting Game Ditunda Rilisnya ke Juli 2026

June 4, 2026
Halaman resmi Persona 4 Revival di Xbox Store telah mencantumkan rating ESRB jelang beberapa hari sebelum pengadaan Xbox Games Showcase
Berita

Persona 4 Revival Resmi Dapatkan Rating Mature 17+

June 4, 2026
Pengumuman God of War Laufey di State of Play kemarin memang langsung jadi bahan perbincangan dan belom ada jadwal rilis.
Berita

Jadwal Rilis God of War Laufey Dikabarkan Tidak Akan Lama

June 4, 2026
Next Post
Capcom kembali ngomong soal penggunaan AI di industri game. Katanya AI gak bakal bisa ngalahin manusia soal kreativitas.

Capcom Bilang AI Secanggih Apa Pun Masih Kalah Soal “Kreativitas” Dibanding Manusia

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd