gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Virtua Fighter Crossroads dengan Riichiro Yamada – Kebangkitan Ambisius untuk Franchise Game Fighting Legendaris SEGA!

Fadhil by Fadhil
June 30, 2026
in Wawancara
0
Simak wawancara kami dengan Riichiro Yamada yang membahas tuntas Virtua Fighter Crossroads seperti filosofi desain dan ragam evolusi besar yang dibawanya

Simak wawancara kami dengan Riichiro Yamada yang membahas tuntas Virtua Fighter Crossroads seperti filosofi desain dan ragam evolusi besar yang dibawanya

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Setelah hampir dua dekade tertidur tanpa kepastian, salah satu nama paling legendaris dalam sejarah game pertarungan akhirnya bersiap untuk bangkit. Lewat proyek ambisius bertajuk Virtua Fighter Crossroads, Sega tidak hanya ingin memicu nostalgia lama, tetapi benar-benar merombak total formula klasik yang selama ini melekat pada franchise tersebut.

Dalam kesempatan eksklusif di Indonesia, kami berbincang langsung dengan Riichiro Yamada selaku sang Producer dan Creative Director. Dia memaparkan visi mendalam di balik transisi besar ini, mulai dari penggarapan cerita hibrida hingga keputusan berani mereka untuk keluar dari zona nyaman genre fighting tradisional.

Riichiro Yamada – Producer & Creative Director Virtua Fighter Crossroads

Membangkitkan Kembali Lore Klasik dan Misteri Garis Waktu

Menghidupkan kembali sebuah franchise yang telah absen selama dua puluh tahun menyisakan sebuah dilema besar: apakah tim pengembang harus melakukan reboot total atau melanjutkan kisah yang menggantung? Bagi saya, langkah pertama adalah menggali kembali arsip cerita masa lalu yang sempat terabaikan, sembari menyelaraskannya agar tetap relevan dengan selera audiens modern.

“Tantangan terbesarnya adalah, apa yang ingin kami sampaikan sebagai sebuah cerita? Virtua Fighter memiliki lore-nya sendiri yang tidak pernah digunakan selama 20 tahun lebih. Jadi kami harus mengunjungi kembali pengaturan tersebut dan mengatakan, ‘Nah, ini dari bertahun-tahun yang lalu, ini tidak modern, jadi bagaimana kami bisa memodernisasi ini?'”

Kelanjutan narasi ini dipastikan bukan sekadar spin-off tanpa arah, melainkan sebuah sekuel linier yang mengambil latar waktu jauh setelah konklusi dari game kelimanya. Yamada menjelaskan kalau runtuhnya organisasi J6 pasca-VF5 menjadi hulu dari kekosongan linimasa yang kini coba mereka isi di dalam Crossroads.

“Crossroads adalah setelah Virtua Fighter 5, dan itu berada di antara suatu tempat antara 10 atau 20 tahun setelah akhir dari Virtua Fighter 5. Jadi di akhir VF5, J6 dihancurkan dan hilang. Jadi World Battle Tournament telah lenyap. Semua petarung legendaris telah menghilang dari dunia, dari baris depan masyarakat. Dan kemudian setelah 10 hingga 20 tahun, cerita Crossroads dimulai.”

Inspirasi ‘Watchmen’ dan Fokus ke Narasi Sinematik

Saat mencari formula yang tepat untuk memodernisasi setting klasik yang sudah usang, Yamada-san justru mendapatkan pencerahan dari dunia barat. Ia melihat adanya kemiripan nasib antara franchise miliknya dengan bagaimana komik legendaris Amerika, Watchmen, berhasil dihidupkan kembali dengan sangat matang oleh HBO setelah puluhan tahun berlalu.

“Inspirasi terbesar yang saya miliki adalah serial drama HBO, Watchmen. Watchmen adalah cerita komik Amerika yang sangat tua yang dihidupkan kembali sebagai drama 40 tahun lebih setelahnya. Bagi saya, saya pikir itu sangat mirip dengan situasi dengan Virtua Fighter, dan itu memberi tahu saya banyak hal tentang bagaimana memodernisasi pengaturan lama, cerita lama, and kemudian menghidupkannya kembali.”

Namun, membawa fokus narasi yang berat ke dalam game pertarungan adalah pedang bermata dua. Tim developer sangat menghindari kejenuhan pemain yang dipaksa menonton video berdurasi panjang tanpa adanya interaksi. Karena itu, porsi cerita dalam Crossroads dirancang mengalir langsung ke dalam mekanik gameplay itu sendiri.

“Bagian terbesar dari membuat game ini yang sulit adalah bagaimana kami harus menyampaikan cerita dengan narasi dan juga kami ingin orang-orang mengalami narasi tersebut melalui gameplay… Banyak orang tidak akan puas hanya dengan cutscene yang bagus di dalam game, dan adegan-adegan cantik atau sinematik yang indah. Jauh lebih baik jika Anda bisa memainkannya dan memahami ceritanya sendiri.”

Dunia Vilaspara dan Eksplorasi Kultur Asia Tenggara

Salah satu kejutan terbesar dari game ini adalah keberanian Sega untuk meninggalkan latar arena abstrak demi membangun sebuah kota fiksi yang hidup bernama Vilaspara. Untuk menangkap esensi dan visual lingkungan yang otentik, tim pengembang bahkan melakukan perjalanan riset langsung ke berbagai penjuru Asia Tenggara, hingga akhirnya menemukan jangkar budaya mereka di Filipina.

“Orang-orang yang pernah tinggal di Filipina mungkin akan menyadari kalau kami memiliki banyak pengaruh dari Filipina. Ketika kami mulai mendesain game ini, kami ingin mencari lokasi yang bagus, jadi kami benar-benar mengunjungi beberapa kota di Asia Tenggara. Salah satu pengaruh terbesar Filipina adalah latar belakang multinasionalnya. Selain itu, mereka memiliki banyak budaya campuran. Pemandangan kota dan juga jalan-jalannya adalah apa yang ingin kami lihat, jadi Filipina adalah pengaruh terbesarnya.”

 

Atmosfer lokal yang kental ini secara otomatis memicu antusiasme para fans mengenai representasi bela diri regional. Meski masih menutup rapat detail implementasinya, Yamada mengisyaratkan kalau kekayaan seni bela diri khas Asia Tenggara, seperti Eskrima maupun Pencak Silat, sudah masuk ke dalam radar pengembangan mereka.

“Kami mencoba membangun dunia ini, kota Vilasapura, dengan nuansa Asia Tenggara yang sangat kental, dan kami ingin memperkenalkan karakter atau rival yang cocok dengan dunia ini, pengaturan dunia, atau kota itu sendiri. Dan pada saat ini, kami belum bisa mengatakan apa yang akan datang atau apa yang tidak akan datang, tetapi kami ingin memperkenalkan banyak elemen budaya yang unik di Asia Tenggara, dan juga banyak seni bela diri. Kami ingin memperkenalkan banyak seni bela diri dari daerah tersebut ke dalam game, dan kami sedang mengerjakannya, tetapi kami belum bisa mengatakan apa yang akan datang saat ini.”

Simbolisme Judul ‘Crossroads’ dan Struktur Omnibus 4 Karakter

Keputusan Sega untuk menanggalkan angka “6” di belakang judul sempat memicu perdebatan sengit di internal perusahaan. Tapi Yamada bersikeras kalau sub-judul Crossroads (Persimpangan) membawa simbolisme yang jauh lebih kuat untuk menggambarkan era baru permainan, sekaligus menyembunyikan kode visual “VI” yang cerdik khusus untuk memuaskan fans veteran.

“Saya secara khusus ingin ini memiliki tagline atau subtitle, judul kedua, tidak hanya menyebutnya Virtua Fighter. Karena dia ingin menunjukkan banyak perubahan, kalau ini tidak seperti Virtua Fighter yang lama. Ini adalah Virtua Fighter yang baru.”

Warna khusus yang disematkan pada huruf ‘V’ dan ‘I’ dalam logo permainan mempertegas dedikasi tim untuk menghormati nomor urut aslinya, sembari membuka pintu selebar-lebarnya bagi audiens generasi baru yang mungkin belum pernah menyentuh seri ini sebelumnya.

“Judul ini sangat bagus karena benar-benar mengekspresikan arti dari game tersebut. Untuk satu hal, narasinya, keempat pahlawan dan pahlawan wanita melewati banyak persimpangan jalan (crossroads). Nasib mereka saling bersilangan. Dan untuk para fans veteran, saya tahu kalau mereka akan tetap ingin menyebutnya VI. Saya tidak benar-benar ingin menceritakan ini kepada banyak orang, tetapi kami sebenarnya menaruh sedikit warna pada huruf V dan angka 1 untuk judul Crossroads. Jadi judul ini sebenarnya untuk banyak orang yang tidak tahu seri Virtua Fighter dan baru mengenal game ini. Dan kami ingin mereka ikut bergabung dan menikmatinya.”

Simbolisme persimpangan jalan ini juga direfleksikan langsung ke dalam struktur kampanye utamanya. Alih-alih berjalan linier, cerita game ini mengadopsi format omnibus yang berpusat pada empat tokoh utama. Pemain akan memulai petualangan dari sudut pandang karakter baru bernama Cielo, sebelum akhirnya dihadapkan pada cabang takdir yang dinamis.

“Main storyline dari Crossroads adalah sebuah omnibus dari empat protagonis, dan pengguna akan mulai bermain dengan Cielo. Jika Anda mengikuti alur cerita Cielo, Anda akan menemui titik percabangan di mana Anda akan bisa mulai menelusuri alur cerita dengan karakter lain… dan memilih cabang yang berbeda untuk melihat hasil yang berbeda.”

Evolusi Gameplay dengan Konsep ‘Fighting Adventure’ & Optimalisasi Pad

Langkah paling radikal yang diambil oleh tim pengembang adalah mendobrak batasan genre konvensional. Berkaca pada warisan inovatif seri masa lalu seperti Shenmue, Yamada memilih label baru, yaitu Fighting Adventure, untuk menggambarkan bagaimana game ini meleburkan batas antara eksplorasi dunia luar dengan ketatnya mekanik pertarungan.

“Saya ebenarnya menyebut Virtua Fighter Crossroads sebagai petualangan pertarungan (fighting adventure). …Kami ingin keluar dari kerangka kotak genre game pertempuran lewat Crossroads. Kami ingin para pemain memulai game dan berkata, ‘Sepertinya ini seperti RGG Like a Dragon’, tetapi ketika saya memainkannya, itu adalah hal yang sama sekali berbeda.”

Penerapan pertarungan bergaya action-adventure melawan sekelompok musuh sekaligus sengaja dipilih demi alasan teknis. Format ini memungkinkan tim pengembang untuk merancang tingkat kesulitan yang lebih organik, sekaligus menjadi sarana latihan yang halus bagi para pemain baru sebelum mereka terjun ke duel satu lawan satu yang kompetitif.

“Alasan mengapa kami tidak hanya memilih pertarungan satu lawan satu saja dalam game ini adalah karena… kami membutuhkan variasi situasi dan variasi pertempuran untuk mendesain level yang berbeda agar pemain bisa maju… Dan juga bagian yang paling penting adalah kami membutuhkan mode pemain tunggal ini untuk bisa menjadi tutorial bagi pemain untuk mempelajari sistem pertempuran.”

Pergeseran tren global dari mesin arcade ke konsol rumahan dan PC juga memaksa tim pengembang merombak fondasi kontrol mereka. Jika dahulu seluruh mekanik permainan selalu disesuaikan untuk pengguna arcade stick, kini Crossroads dirancang dari dasar agar terasa responsif dan intuitif di genggaman controller (pad) standar.

“Kali ini, kami telah mengoptimalkannya untuk kontrol pad, bukan mode arcade stick, karena semua game Virtua Fighter sebelumnya dioptimalkan untuk arcade stick. Tetapi kami akan menggunakan kontrol pad, dan juga kami akan menggunakan sistem input berbeda yang lebih mudah dan memungkinkan kontrol lebih bagi pemain.”

Menjaga Esensi Realisme Kung-Fu dan Masa Depan Komunitas

Meskipun dihujani dengan berbagai modernisasi masif, SEGA menjamin kalau pondasi mekanis pertarungan yang presisi tidak akan diringankan begitu saja. Di tengah maraknya game tarung modern yang dipenuhi efek kilatan cahaya fiksi atau bar indikator yang kompleks, Crossroads memilih setia pada akar realisme gerakan film kung-fu tahun 90-an yang menjadi identitas awal mereka.

“Kami pikir hal terpenting dalam seri Virtua Fighter adalah realitas pertempuran atau game itu sendiri. Dan Virtua Fighter sendiri berasal dari inspirasi film kung-fu tahun 90-an. Dan itulah realisme atau lini realistis yang dimiliki Virtua Fighter pertama. Dan kami ingin mengeksplorasi realisme atau bagian realistis dari Virtua Fighter di seri baru ini.”

Wawancara ditutup dengan pesan emosional dari Yamada-san kepada para komunitas veteran. Sembari menyampaikan permohonan maaf atas masa tunggu yang terlampau lama, ia menaruh harapan besar agar dedikasi para pemain lama mampu melahirkan sebuah ekosistem yang sehat untuk merekomendasikan game ini ke lingkaran pertemanan mereka.

“Ketika saya menjadi produser Virtua Fighter, saya mendapati ada komunitas yang terdiri dari banyak pemain yang telah memainkan judul-judul ini selama 20 tahun dan secara pribadi saya merasa sangat menyesal kalau kami harus membuat mereka menunggu… Kami ingin semua veteran dan juga semua pemain baru menjadi seperti, ‘ini game yang bagus, kami menikmatinya, jadi kami ingin merekomendasikannya kepada teman-teman kami dan semua orang di sekitar kami’. Itulah yang kami tuju, dan kami bekerja siang dan malam untuk mewujudkannya.”

Dan terakhir, Yamada-san ikut mengungkapkan rasa terkejut sekaligus bahagianya atas sambutan yang sangat hangat dari wilayah Asia Tenggara sejak cuplikan perdana game ini mengudara. Ia mengundang seluruh pemain, baik yang lama maupun yang baru, untuk tidak ragu mencicipi demo permainan saat diluncurkan nanti.

“Kami sangat senang menerima banyak tanggapan dari audiens Asia Tenggara setelah trailer dirilis. …Kami memahami kalau mungkin ada banyak pemain yang tidak tahu seri Virtua Fighter di Asia Tenggara, tetapi silakan mencobanya jika Anda memiliki waktu untuk memainkan demonya, atau ketika demonya keluar, atau ketika judulnya keluar, silakan mencobanya. Juga, Virtua Fighter R.E.V.O., kami akan memulai diskon untuk Virtua Fighter R.E.V.O, jadi jika Anda memiliki kesempatan untuk mencobanya, silakan.”

Virtua Fighter Crossroads sendiri saat ini masih dalam tahap pengembangan aktif, tapi masih belum ada kepastian mengenai perkiraan rilis serta platformnya. Untuk ragam perkembangan terupdatenya nanti bisa kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: InterviewRGG StudioSEGAVirtua Fighter CrossroadsWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Wawancara Silo Season 3 dengan Common dan Alexandria Riley – Perubahan Keluarga Sims, Perebutan Kekuasaan, hingga Hubungan yang Mulai Retak

Next Post

Bos Epic Games Akui AI di Unreal Engine Bisa Hasilkan “AI Slop”, Tapi Tetap Dinilai Bantu Developer

Related Posts

Kalau selama dua musim pertama keluarga Sims terlihat sebagai salah satu pasangan paling solid di dunia Silo, Season 3.
Film

Wawancara Silo Season 3 dengan Common dan Alexandria Riley – Perubahan Keluarga Sims, Perebutan Kekuasaan, hingga Hubungan yang Mulai Retak

June 29, 2026
Setelah selama dua musim membuat penonton terus menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi di balik dunia Silo, Season 3 akhirnya.
Film

Wawancara Silo Season 3 dengan Rebecca Ferguson dan Graham Yost – Ungkap Asal Usul Silo, Perjalanan Juliette, hingga Proses Produksi yang Ambisius

June 29, 2026
Salah satu daya tarik terbesar Silo Season 3 adalah hadirnya kisah baru yang berpusat pada Helen dan Daniel.
Film

Wawancara Silo Season 3 dengan Jessica Henwick dan Ashley Zukerman – Bahas Hubungan Helen dan Daniel, Pentingnya Memori, hingga Dunia yang Penuh Manipulasi

June 29, 2026
Simak wawancara eksklusif kami dengan Tetsuya Fukuhara dan Sanshiro Hidaka yang membahas Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – Bahas Soal Belial, Karakter Zodiak, Hingga Endgame yang Lebih Kaya!

June 18, 2026
Diablo Immortal memasuki babak baru lewat Patch 5.0 dan class Warlock yang menjadi salah satu update terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Android

[EKSKLUSIF] Wawancara Diablo Immortal dengan Blizzard – Warlock, Endgame Baru, dan Teaser Kolaborasi Selanjutnya

June 15, 2026
Kalau selama ini game Sword Art Online selalu Kirito sebagai pusat cerita, Echoes of Aincrad hadir dengan pendekatan yang sangat berbeda.
Konsol

Wawancara Echoes of Aincrad dengan Yosuke Futami – Tinggalkan Kirito, Kini Pemain Jadi Tokoh Utama

June 11, 2026
Next Post
Epic Games belum lama ini memperkenalkan integrasi berbagai model AI seperti Claude dan Gemini ke Unreal Engine 5.8 dan Unreal Engine 6.

Bos Epic Games Akui AI di Unreal Engine Bisa Hasilkan "AI Slop", Tapi Tetap Dinilai Bantu Developer

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

JOYCITY Corporation akan menghadirkan kolaborasi pertama Resident Evil: Survival Unit yang menggaet Monster Hunter

Resident Evil: Survival Unit Umumkan Kolaborasi Besar Pertamanya dengan Monster Hunter

by Fadhil
June 26, 2026
0

JOYCITY Corporation akan menghadirkan kolaborasi pertama Resident Evil: Survival Unit yang menggaet Monster Hunter.

Silver Studio dan Elementa hari ini kembali berbagi update besar dari Silver Palace yang siap mengadakan Closed Beta terbarunya

Silver Palace Kembali Buka Pendaftaran Closed Beta Terbaru untuk PC

by Fadhil
June 26, 2026
0

Silver Studio dan Elementa hari ini kembali berbagi update besar dari Silver Palace yang siap mengadakan Closed Beta terbarunya.

Netmarble mengumumkan perubahan besar untuk Ni no Kuni: Cross Worlds. Server global yang saat ini berjalan akan resmi ditutup.

Ni no Kuni: Cross Worlds Tutup Server, Akan Rilis Ulang Tanpa Kripto

by Taufik
June 26, 2026
0

Netmarble mengumumkan perubahan besar untuk Ni no Kuni: Cross Worlds. Server global yang saat ini berjalan akan resmi ditutup pada...

Akses pra-registrasi BanG Dream! Our Notes kini sudah tersedia di platform Google Play Store dan App Store

BanG Dream! Our Notes Sudah Tersedia untuk Pra-Registrasi di Android dan iOS!

by Fadhil
June 25, 2026
0

Akses pra-registrasi BanG Dream! Our Notes kini sudah tersedia di platform Google Play Store dan App Store.

Artikel ini akan memberikan panduan sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Lumina Saga.

Lumina Saga Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
June 24, 2026
0

Lumina Saga adalah MMORPG fantasi yang membawa kembali nuansa MMO klasik dengan fokus pada petualangan santai dan interaksi sosial tapi...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd