Sebelum rilis resminya, kami mendapat kesempatan untuk berbincang langsung dengan Main Producer Captain Tsubasa 2: World Fighters, Soya Mikumo, membahas berbagai perubahan besar yang dibawa sekuel ini. Mulai dari sistem gameplay yang jauh lebih agresif, cerita yang diperluas, sampai alasan di balik masuknya Timnas Indonesia sebagai salah satu negara yang bisa dimainkan, semuanya dibahas cukup terbuka.

Yang menarik, hampir semua perubahan di game ini ternyata berawal dari satu tujuan sederhana. Bukan sekadar membuat gameplay lebih kompleks atau lebih kompetitif, tetapi benar benar ingin membuat pemain merasakan sensasi berada di dunia Captain Tsubasa seperti yang selama ini mereka lihat di manga maupun anime. Dari situlah berbagai sistem baru seperti Super Move, Chain System, Miracle Chance, hingga perubahan besar pada mekanisme kiper mulai dibangun.
Prioritas Utamanya Bukan Balance, Tapi Membuat Pemain Merasakan Dunia Captain Tsubasa

Kalau melihat berbagai fitur baru di Captain Tsubasa 2: World Fighters, mungkin banyak pemain langsung berpikir kalau game ini bakal jauh lebih ofensif dibanding seri sebelumnya. Ada Super Move, Miracle Chance, Chain System, sampai mekanisme Goalkeeper Break yang membuat serangan terasa jauh lebih eksplosif. Pertanyaannya tentu bagaimana tim pengembang menjaga supaya pertandingan tidak terasa berat sebelah.
Menariknya, menurut sang developer, keseimbangan gameplay justru bukan titik awal ketika mereka mendesain sistem baru tersebut. Yang paling penting adalah memastikan pemain benar benar bisa merasakan sensasi menjadi bagian dari dunia Captain Tsubasa. Semua fitur baru lahir setelah mereka menentukan pengalaman seperti apa yang ingin dirasakan pemain.
Menurut Mikumo, pengalaman khas Captain Tsubasa selalu dipenuhi momen yang membuat penonton terpukau. Ketika Tsubasa melepaskan Drive Shot, misalnya, kiper bisa sampai tidak mampu bergerak. Belum lagi berbagai efek visual yang menampilkan hewan sebagai simbol kekuatan tendangan, sesuatu yang memang sudah menjadi identitas seri ini sejak lama.

Ia menjelaskan bahwa, “Kami ingin pemain ikut merasakan kejutan yang sama seperti ketika menyaksikan Captain Tsubasa. Itulah titik awal dari seluruh sistem yang kami buat.”
Karena itulah peningkatan serangan tidak dibuat sendirian. Saat penyerang memperoleh Super Shot dengan efek spektakuler, pihak bertahan juga mendapat kesempatan untuk melakukan block maupun tackle yang sama menariknya. Jadi setiap duel antara penyerang dan kiper diharapkan tetap terasa menegangkan sampai detik terakhir.
Menurut Mikumo, pada akhirnya yang ingin mereka jaga adalah rasa serunya Captain Tsubasa itu sendiri. Bukan sekadar siapa yang lebih kuat, tetapi bagaimana pemain bisa menikmati drama pertandingan layaknya anime.
Terinspirasi Dari World Youth, Tapi Tetap Disesuaikan Dengan Era Modern

Meski sepak bola Jepang saat ini sedang berkembang pesat dengan banyak pemain yang tampil di liga top Eropa dan tim nasional yang semakin kompetitif, ternyata perkembangan dunia sepak bola modern tidak menjadi acuan utama dalam pembuatan Captain Tsubasa 2: World Fighters.
Mikumo menjelaskan bahwa fondasi utama game ini tetap berasal dari arc World Youth yang ada di manga. Cerita tersebut menjadi kerangka utama seluruh dunia dalam game. Namun agar tetap terasa relevan bagi pemain masa kini, tim pengembang juga melakukan beberapa penyesuaian terhadap situasi modern.
Salah satu contoh paling menarik adalah hadirnya pengaruh media sosial di dalam cerita. Menurut Mikumo, saat ini pemain sepak bola bisa mempelajari teknik baru hanya dengan menonton pertandingan melalui internet atau media sosial, sehingga konsep tersebut ikut dimasukkan ke dalam alur cerita game.

Ia mencontohkan karakter Mizuki. Pada masa SMP di cerita sebelumnya, Mizuki belum mampu melakukan Drive Shot. Namun beberapa tahun kemudian di World Youth, kemampuan itu berhasil ia kuasai setelah berkembang sebagai pemain. Di game ini, perkembangan tersebut dibuat terasa lebih masuk akal karena para pemain memiliki akses untuk mempelajari teknik pemain hebat melalui media sosial.
Latar waktunya sendiri berlangsung empat tahun setelah game sebelumnya. Seluruh karakter kini sudah berkembang sejak mengikuti Junior Youth World Championship dan memasuki World Youth Tournament. Karena semua pemain sudah menyaksikan teknik teknik hebat dari turnamen sebelumnya, kini bukan hanya karakter utama saja yang mampu menggunakan teknik spektakuler.
Akibatnya, level seluruh tim meningkat secara signifikan. Menurut Mikumo, itulah yang membuat pertandingan menjadi jauh lebih sulit diprediksi dibanding seri sebelumnya.
“Semua tim sekarang sudah berkembang. Jadi tidak ada lagi yang benar benar bisa dipastikan akan menang.”
Popularitas Captain Tsubasa dan Demam Sepak Bola Dunia Memang Saling Berkaitan

Captain Tsubasa memang selalu punya hubungan yang unik dengan dunia sepak bola. Di berbagai negara seperti Brasil, Meksiko, Prancis, hingga Spanyol, anime ini dikenal luas bahkan oleh para pemain sepak bola profesional. Saat ditanya apakah menurutnya ada hubungan antara besarnya popularitas sepak bola dengan anime Captain Tsubasa di berbagai negara tersebut, Mikumo mengaku memang melihat adanya korelasi yang cukup jelas.
Ia mengatakan bahwa ketika Captain Tsubasa 2: World Fighters diumumkan, respons media sosial dari negara negara yang hadir di dalam game benar benar sangat besar. Hal itu membuatnya merasa kalau ikatan emosional masyarakat terhadap Captain Tsubasa memang sangat kuat, terutama di negara yang memang memiliki budaya sepak bola besar.
Rilis Bertepatan Dengan Piala Dunia Memang Sudah Direncanakan
Banyak yang menganggap perilisan Captain Tsubasa 2: World Fighters di tahun yang sama dengan Piala Dunia 2026 hanyalah kebetulan. Namun ternyata tidak demikian. Mikumo secara langsung mengonfirmasi bahwa jadwal perilisan tersebut memang sudah dirancang sejak awal. Mereka sengaja mengembangkan game ini agar hadir bertepatan dengan antusiasme sepak bola dunia menjelang Piala Dunia.
Cerita Baru Dibuat Sangat Hati Hati Agar Tetap Terasa Resmi

Selain menghadirkan World Youth Arc, game ini juga membawa berbagai tema baru yang belum pernah muncul di manga. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri karena cerita tambahan harus tetap terasa menyatu dengan semesta Captain Tsubasa. Untungnya, tim pengembang merupakan orang orang yang sebelumnya juga mengerjakan seri pertama sehingga mereka sudah memiliki pemahaman yang sangat mendalam mengenai dunia Captain Tsubasa.
Yang lebih menarik lagi, proses kreatifnya juga melibatkan langsung Yoichi Takahashi. Menurut Mikumo, setiap kali mereka memiliki ide mengenai tim baru atau karakter baru, semuanya akan didiskusikan bersama sang kreator. Mereka terlebih dahulu menganalisis karakteristik setiap tim yang ada di manga. Setelah itu mereka mencoba membayangkan karakter seperti apa yang dapat memperkuat identitas tim tersebut. Jika dirasa cocok, proposal tersebut akan dibawa kepada Takahashi untuk didiskusikan lebih lanjut hingga akhirnya lahir karakter baru yang terasa alami.
Tidak hanya dari sisi cerita, desain karakter juga tetap mempertahankan kesinambungan dengan anime maupun manga. Tim desain yang pernah mengerjakan karakter asli Captain Tsubasa juga ikut terlibat sehingga pemain lama tetap merasa familiar ketika melihat karakter karakter baru.
Gameplay Dirombak Besar Setelah Mendengar Masukan Pemain

Perubahan gameplay ternyata bukan keputusan yang muncul begitu saja. Menurut Mikumo, semuanya berawal setelah tim pengembang mengamati respons pemain terhadap game sebelumnya. Mereka mempelajari berbagai komentar komunitas, terutama mengenai kontrol permainan yang dianggap cukup rumit.
Salah satu kritik terbesar adalah banyaknya kombinasi tombol yang harus ditekan secara bersamaan ketika ingin melakukan aksi tertentu. Karena itulah Captain Tsubasa 2: World Fighters mengubah filosofi kontrol secara signifikan. Sistem baru dibuat jauh lebih sederhana dengan fokus pada penggunaan satu tombol untuk berbagai aksi utama.
Mikumo menjelaskan bahwa mereka juga banyak mengambil inspirasi dari game action modern. Pemain kini lebih banyak diminta membaca gerakan lawan lalu bereaksi di waktu yang tepat dibanding sekadar menghafal kombinasi tombol. Meski kontrol dibuat lebih sederhana, ciri khas Captain Tsubasa tetap dipertahankan. Super Play dan berbagai aksi akrobatik masih menjadi bagian penting gameplay sehingga pemain lama tetap merasa familiar, sementara pemain baru juga lebih mudah mempelajarinya.
Indonesia Masuk Karena Memang Bagian Dari World Youth

Salah satu kejutan terbesar tentu hadirnya Timnas Indonesia di Captain Tsubasa 2: World Fighters. Saat ditanya mengenai alasan kreatif di balik keputusan tersebut, Mikumo mengatakan bahwa karena game ini mengambil latar World Youth Arc, mereka ingin menghadirkan negara negara yang memang ikut terlibat dalam turnamen tersebut.
Hal lain yang cukup menarik adalah proses penamaan karakter Indonesia. Menurut Mikumo, tim pengembang tidak mengambil inspirasi dari sosok tertentu. Mereka juga tidak mencoba meniru pemain sepak bola asli Indonesia. Sebaliknya, mereka banyak berdiskusi dengan staf lokal maupun tim internasional untuk mencari nama nama yang memang terdengar akrab bagi masyarakat Indonesia.
Mikumo juga mengaku bahwa mereka mengetahui Captain Tsubasa memiliki komunitas penggemar yang cukup besar di Indonesia. “Kami tahu ada banyak penggemar Captain Tsubasa di Indonesia. Kalau pemain Indonesia senang melihat negaranya hadir di game ini, kami juga ikut merasa senang.”
Tetap Seru Meski Belum Pernah Main Game Sepak Bola

Menariknya, Captain Tsubasa 2: World Fighters ternyata juga dirancang untuk pemain yang mungkin belum pernah memainkan game sepak bola sebelumnya. Menurut Mikumo, meski seseorang sama sekali belum mengenal anime maupun manga Captain Tsubasa, mereka tetap bisa menikmati sensasi bermain sebagai anggota tim nasional yang mengejar impian tampil di Piala Dunia.
Pengalaman itulah yang ingin mereka tonjolkan terlebih dahulu. Kalau setelah bermain akhirnya pemain tertarik menonton anime atau membaca manganya, menurut Mikumo, itu menjadi bonus yang tentu akan membuat tim pengembang merasa sangat senang.
Sistem Kiper Kini Jauh Lebih Sulit Diprediksi

Mekanisme stamina kiper kembali hadir di seri terbaru, tetapi kali ini sistemnya mengalami perubahan cukup besar. Mikumo mengakui bahwa pada game sebelumnya pemain akhirnya menemukan pola yang cukup mudah ditebak. Selama stamina kiper masih tinggi, peluang mencetak gol terasa sangat kecil. Karena itulah mereka menghabiskan banyak waktu untuk mendesain ulang sistem penjaga gawang.
Kini pemain memiliki lebih banyak pilihan dan keputusan yang memengaruhi hasil akhir. Kiper dapat melakukan Perfect Save, sementara penyerang juga memperoleh peluang tambahan melalui berbagai mekanisme baru.
Salah satu sistem terpenting adalah Chain System. Semakin tinggi nilai Chain yang berhasil dibangun selama pertandingan, semakin besar pula kekuatan tendangan yang dihasilkan. Artinya, bahkan ketika stamina kiper masih tinggi, pemain tetap memiliki peluang mencetak gol apabila mampu membangun momentum dengan baik.
Menurut Mikumo, sistem ini membuat pertandingan menjadi jauh lebih sulit ditebak. “Saya ingin pemain merasa mereka tidak akan pernah tahu hasil pertandingan sampai peluit akhir berbunyi.”
Cerita Dibuat Lebih Dramatis Tanpa Meninggalkan Manga Aslinya

Selain gameplay, aspek cerita juga mendapatkan perhatian besar di Captain Tsubasa 2: World Fighters. Menurut Mikumo, tujuan mereka bukan hanya menghadirkan pertandingan yang seru, tetapi juga memastikan pemain benar benar menikmati dunia Captain Tsubasa selama mengikuti Story Mode.
Karena itulah berbagai kejutan baru disisipkan sepanjang perjalanan cerita. Mereka ingin pemain terus penasaran mengenai perkembangan pertandingan maupun interaksi antarkarakter. Di sisi lain, tim pengembang juga tetap menghormati World Youth Arc yang selama ini menjadi salah satu bagian manga paling disukai pembaca.
Masukan pemain dari game pertama ikut dipertimbangkan, sementara tim baru dan berbagai perkembangan cerita baru dimasukkan secara hati hati agar tetap terasa alami. Semua keputusan tersebut kembali dikonsultasikan langsung bersama Takahashi sehingga menurut Mikumo, baik Story Mode maupun gameplay akan tetap terasa sebagai bagian resmi dari dunia Captain Tsubasa.
Walaupun Indonesia Lemah, Semua Tim Punya Kesempatan Menang

Saat mencoba mode Versus, memang cukup mudah merasakan bahwa beberapa negara terasa lebih kuat dibanding yang lain. Brasil misalnya terlihat jauh lebih mudah mencetak gol dibanding Indonesia. Menurut Mikumo, proses menyeimbangkan semua tim merupakan salah satu tantangan terbesar selama pengembangan game.
Di satu sisi mereka harus menghormati kekuatan karakter yang memang sudah dikenal sejak lama. Tsubasa tetap harus terasa luar biasa kuat karena memang seperti itulah karakter aslinya. Namun di sisi lain, mereka juga tidak ingin ada negara yang otomatis kalah hanya karena statistik.
Karena itu setiap tim memiliki karakteristik yang berbeda, bukan sekadar angka status yang lebih tinggi atau lebih rendah. Cara bermain masing masing negara dibuat unik sehingga pemain bisa menemukan strategi yang paling sesuai. Dengan pendekatan tersebut, menurut Mikumo, bahkan Indonesia tetap memiliki peluang untuk mengalahkan Brasil apabila pemain mampu memanfaatkan kelebihan timnya dengan baik.

Pendekatan inilah yang tampaknya menjadi benang merah dari seluruh pengembangan Captain Tsubasa 2: World Fighters. Bukan sekadar membuat game sepak bola yang lebih cepat atau lebih spektakuler, tetapi menciptakan pengalaman yang benar benar terasa seperti berada di dalam anime Captain Tsubasa.
Semua perubahan, mulai dari kontrol yang lebih sederhana, sistem serangan dan pertahanan yang lebih dinamis, cerita baru yang tetap menghormati manga, hingga kehadiran Timnas Indonesia, dibangun dengan tujuan agar setiap pertandingan mampu menghadirkan rasa tegang dan kejutan sampai peluit akhir berbunyi.
Captain Tsubasa 2: World Fighters akan rilis pada 28 Agustus. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post