gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – Kesempurnaan yang Hanya Tertahan Variasi!

Fadhil by Fadhil
July 7, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 4, PlayStation 5
0
Simak review kami untuk Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok yang berlimpah konten serta perombakan esensial untuk game utamanya

Simak review kami untuk Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok yang berlimpah konten serta perombakan esensial untuk game utamanya

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Setelah menyadari potensi emas dan minat luar biasa fans akan Granblue Fantasy: Relink, keputusan Cygames untuk mengekspansi game ini berujung jadi angin segar yang patut dirayakan, apalagi karena apa yang mereka tawarkan lewat Endless Ragnarok berujung sangat memuaskan ekspektasi kami. Setelah berkesempatan memainkan expansionnya selama beberapa minggu terakhir, kami jadi punya apresiasi lebih akan beragam perombakan yang dibawa untuk sisi gameplay serta aktivitas membangun karakter, meski di sisi lain ada juga kekurangan yang bisa dirasa besar bagi sebagian pemain.

Jalan Cerita

Endless Ragnarok mengambil latar setelah true ending dari Granblue Fantasy: Relink, tepatnya ketika ancaman baru mulai membayangi Zegagrande Skydom lewat kelompok monster “Ragnalia” yang memiliki kekuatan berlipat-lipat lebih mengerikan. Bersamaan dengan kemunculan jenis monster tersebut, ragam portal misterius menuju dimensi lain juga mulai bermunculan di berbagai penjuru skydom. Fenomena inilah yang kemudian menjadi fondasi bagi salah satu perombakan gameplay terbesar dalam ekspansi ini yang akan kami bahas lebih lanjut nanti.

Untuk mengakses cerita baru tersebut, kamu harus terlebih dulu menyelesaikan quest “The Tale of Bahamut’s Rage” yang mengharuskanmu mengalahkan Proto Bahamut pada tingkat kesulitan Proud. Artinya kamu masih harus melalui perjalanan yang cukup panjang sebelum bisa menikmati konten utama dari expansion baru ini. Sebaliknya, sebagian besar pemain lama kemungkinan sudah memenuhi persyaratan tadi, apalagi mengingat Proto Bahamut masih menjadi salah satu quest yang paling sering dimainkan karena inilah satu-satunya tempat untuk mendapat senjata Terminus Weapon.

Mengenai ceritanya sendiri, kualitas yang ditawarkan bisa dibilang terkesan apa adanya. Selain satu atau dua momen yang cukup berkesan, Endless Ragnarok tidak memiliki banyak cutscene yang benar-benar menonjol. Adegan terbaiknya justru lebih banyak difokuskan pada kemunculan karakter-karakter penting seperti Seofon, Tweyen, Fraux, dan Fediel. Masing-masing dari mereka memegang peran penting dalam alur cerita baru ini, bahkan beberapa di antaranya mendapatkan alur cerita khusus yang bisa diikuti secara terpisah.

Sayangnya ini kembali mencerminkan salah satu kekurangan terbesar yang telah ditujukan kepada Granblue Fantasy: Relink sejak pertama kali dirilis, yaitu pada ceritanya. Endless Ragnarok tidak banyak melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas penyajian ceritanya secara keseluruhan. Jadi jika kamu berharap expansion ini menghadirkan presentasi yang lebih sinematik, maka kemungkinan besar kamu akan merasa kurang puas. Tapi bagi yang tidak terlalu mempermasalahkan aspek penceritaan yang lebih sederhana, setidajnya masih ada banyak lore menarik yang bisa digali.

Pada sela-sela momen saat menjalani quest, cerita akan disampaikan melalui segmen Memories yang disajikan dengan format mirip Fate Episode untuk karakter yang yaitu memadukan narasi bacaan dengan ilustrasi di bagian background. Melalui bagian inilah expansion ini menggali lebih dalam asal-usul dunia Granblue Fantasy, sekaligus mengungkap sejarah di balik terciptanya Six Dragons. Memang penyampaiannya tidak dikemas melalui cutscene sinematik yang megah, tapi informasi yang diberikan tetap berhasil memperkaya aspek world-building.

Selain campaign terbaru, Endless Ragnarok juga menghadirkan sejumlah tambahan cutscene ke dalam game utamanya, termasuk adegan baru pada bagian Prologue serta beberapa cutscene khusus dari para karakter utama di Chapter 1. Untungnya pihak developer menyadari kalau sebagian besar pemain kemungkinan tidak akan pernah melihat tambahan tersebut jika harus memulai gamenya dari awal. Karena itu seluruh cutscene baru tersebut juga bisa langsung diakses melalui tab Main Story di Lyria’s Journal, jadinya ini sangat membantu bagi pemain lama yang hanya ingin menikmati tambahan cerita tanpa harus melakukan New Game.

Gameplay yang Makin Bombastis dan Karakter Baru

Jika harus bicara jujur, cerita bukanlah daya tarik utama dari expansion ini atau gamenya secara keseluruhan. Sejak awal Granblue Fantasy: Relink memang lebih menonjol berkat gameplay action yang seru, adiktif, dan terasa sangat mulus, yang terutama didukung pertarungan melawan bos dengan sekian banyak momen spektakuler. Melalui Endless Ragnarok, skala pertarungan tersebut kembali ditingkatkan, baik lewat berbagai tambahan mekanik baru maupun sederet bos yang menanti pada tier quest Fatebreaker.

Fondasi sistem pertarungannya sendiri masih sama, tapi perombakan terbesar hadir melalui mekanik baru bernama Summon. Summon bekerja dengan konsep yang mirip seperti skill karakter, di mana masing-masing memiliki cooldown sendiri dan memungkinkanmu memanggil bala bantuan kuat untuk bergabung selama pertarungan. Mengingat Summon punya kekuatan yang sangat besar, pihak developer sudah melakukan balancing dengan membatasi penggunaannya hanya empat kali dalam setiap pertarungan (kecuali ada bonus khusus), atau pada dasarnya satu kali penggunaan untuk setiap Summon yang dibawa. Beberapa Summon yang lebih kuat bahkan mengharuskanmu mengisi Summon Gauge hingga penuh sebelum bisa diaktifkan. Karena itu meski Summon mampu memberikan dampak yang sangat besar, mekanik ini tetap terasa seimbang dan tidak berlebihan.

Expansion ini juga semakin memaksimalkan peran Summon dengan memberikan Lyria fungsi baru sebagai karakter pendukung saat Chain Burst berlangsung. Setelah Link Time mencapai 100%, Lyria bisa memicu Primal Burst di akhir Chain Burst yang disajikan lewat satu serangan spektakuler tambahan yang menghasilkan damage dalam jumlah sangat besar. Sebuah tambahan yang sederhana, tapi sangat efektif dalam membuat salah satu mekanik paling seru di dalam gamenya terasa semakin memuaskan untuk dieksekusi.

Seluruh perombakan tersebut berhasil memperluas pilihan ofensif yang kamu miliki, terutama mengingat betapa brutalnya quest di tier Fatebreaker. Semua boss kini memiliki HP dalam jumlah yang sangat besar hingga terkadang terasa membutuhkan waktu sangat lama untuk dikalahkan, karena itu memiliki lebih banyak opsi serangan jelas sangat membantu untuk menetralkannya. Mengesampingkan fungsi, mekanik Summon secara keseluruhan sangat seru untuk dicoba-coba. Jumlah Summon yang bisa dikoleksi sangat banyak, bahkan terkadang rasanya hampir semua makhluk di dalam game telah diubah menjadi Summon. Ini membuatmu jadi punya sesuatu yang baru untuk dicoba dan terus dieksperimenkan sepanjang gamenya.

Bagian lain yang tidak kalah menarik dari sistem Summon adalah hadirnya Trait Bonus. Cara kerjanya mirip seperti sebuah Sigil, hanya saja bonus yang diberikan berlaku untuk seluruh anggota party dan bukan hanya satu karakter. Sebagai contoh, jika salah satu Summon yang digunakan memiliki trait Supplementary Damage yang sudah ditingkatkan hingga level maksimal, seluruh anggota party akan langsung mendapat manfaat dari bonusnya, meskipun mereka tidak memasang Sigil yang sesuai atau belum mencapai level maksimum untuk trait tersebut. Mengingat bagaimana kita bisa membawa hingga empat Summon sekaligus, artinya ada empat Trait Bonus universal yang bisa digunakan secara bersamaan. Ini semakin membuka lebih banyak cara untuk memperkuat seluruh party tanpa harus bergantung sepenuhnya pada build masing-masing karakter.

Tentu saja kita juga tidak boleh melupakan kehadiran enam karakter baru yang akhirnya bisa dimainkan yaitu Beatrix, Eustace, Maglielle, Gallanza, Fraux, dan Fediel. Masing-masing hadir dengan jenis senjata dan gaya bermain yang benar-benar berbeda, sehingga setiap karakter terasa cukup unik dan layak dipelajari secara mendalam.

Untungnya hampir seluruh karakter tersebut bisa direkrut sejak awal expansion. Beberapa yang jadi pengecualian mungkin hanyalah Fraux dan Fediel, karena keduanya terikat dengan alur cerita utama yang baru. Gamenya bahkan secara langsung menyarankan kita untuk menunggu hingga quest cerita dari masing-masing karakternya selesai agar bisa direkrut secara gratis. Jika kamu memutuskan merekrut mereka lebih awal, maka masing-masing butuh sampai dua Crewmate Card dan bukannuya hanya satu seperti kebanyakan karakter lian, belum lagi ada resiko terkena spoiler pada porsi ceritanya.

Dari seluruh karakter baru, Fraux seketika langsung jadi favorit kami. Tidak, ini bukan semata-mata karena desain karakternya yang cantik atau seksi (meskipun harus diakui bisa jadi nilai tambahan), melainkan karena gameplay yang dibawanya benar-benar sangat seru. Sebagai petarung tanpa senjata yang hanya dominan menggunakan kaki, Fraux bisa berganti di antara dua stance berbeda yang mirip seperti Narmaya, tapi dengan tempo permainan yang jauh lebih cepat dibandingkan Ghandagoza, meskipun keduanya sama-sama mengisi peran sebagai petarung ala monk.

Gameplay Fraux berkutat pada pergantian stance secara terus-menerus untuk mengisi sebuah gauge khusus. Setelah gauge tersebut penuh, dia bisa langsung mengaktifkan tiga skill secara gratis. Mekanik ini membuat Fraux terasa sangat fleksibel sekaligus memberikan ritme permainan yang memuaskan, karena kamu harus terus berusaha mengisi gauge secepat mungkin sambil melakukan transisi antar stance dengan mulus.

Pada sisi lain, ini juga menjadikan Fraux sebagai salah satu karakter yang paling menantang untuk dikuasai. Sebagai petarung jarak dekat, alur permainannya sangat mudah terganggu oleh boss yang agresif dan terus-menerus melancarkan serangan AoE. Untuk bisa memaksimalkan potensinya, kamu tidak hanya dituntut menjaga kombo tetap berjalan, tapi juga harus mampu bertahan dengan perfect dodge dan block, semua sambil tetap menjaga posisi cukup dekat dengan musuh agar tekanan serangan tidak pernah terputus.

Master Traits yang Kaya Eksperimentasi

Untuk semakin memperluas variasi gaya bermain sekaligus memberikan cara baru untuk memperkuat karakter, Endless Ragnarok kini memperkenalkan sistem baru bernama Master Traits. Sistem ini lumayan mendalam untuk dieksplorasi, dengan begitu banyak pilihan yang bisa membuatmu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bereksperimen dengan berbagai kombinasi build dan playstyle.

Pada dasarnya, Master Traits memungkinkanmu membuka beragam bonus atribut yang terbagi ke dalam tiga Master Style yang berbeda. Setiap Style memiliki Style Rank Perk miliknya sendiri yang bisa memberikan pengaruh besar terhadap cara sebuah karakter dimainkan. Semakin jauh kamu berinvestasi pada satu Style, semakin banyak juga bonus yang akan terbuka secara bertahap, sehingga perkembangan karakter terasa lebih fleksibel sekaligus lebih personal.

Kami ingin menggunakan Fraux sebagai contoh sekali lagi. Salah satu Style Rank Perk miliknya berfokus pada peningkatan kemampuan free skill yang bisa digunakan setelah Special Gauge-nya terisi penuh. Pada rank awal, perk tersebut hanya memberikan buff Skill Damage. Tapi setelah mencapai rank yang lebih tinggi, efeknya berkembang menjadi jauh lebih berguna dengan memberikan status kebal (invincibility) setiap kali Fraux mengaktifkan free skill tersebut.

Perubahan ini memberikan keuntungan yang sangat besar karena tidak hanya meningkatkan potensi serangan, tapi juga berfungsi sebagai alat untuk bertahan hidup. Ini semakin esensial karena beberapa skill milik Fraux membuatnya harus diam di tempat selama beberapa saat ketika digunakan, sehingga dia menjadi sasaran empuk bagi serangan musuh yang agresif. Dengan Style Rank Perk tingkat tinggi tersebut, kamu tidak lagi perlu terlalu khawatir serangannya akan terputus. Hasilnya Fraux bisa dimainkan dengan jauh lebih agresif setiap kali dia melepaskan rangkaian free skill-nya.

Dan itu baru satu Master Style untuk satu karakter saja. Fraux masih memiliki dua Master Style lain yang mampu mengubah cara bermainnya secara signifikan. Dari situ saja sudah bisa dibayangkan berapa banyak waktu yang bisa kamu habiskan jika benar-benar ingin mengeksplorasi setiap kemungkinan build dan playstyle yang tersedia, apalagi jika mempertimbangkan seluruh karakter yang bisa dimainkan dalam Relink.

Membuka Master Traits dengan rank yang lebih tinggi juga membutuhkan jumlah MSP yang sangat besar, yang mana ini adalah resource serupa dengan yang digunakan pada sistem Masteries. Mengingat sebelumnya kebanyakan pemain relatif mudah memaksimalkan seluruh Masteries setiap karakter, kehadiran sistem baru ini akhirnya memberikan alasan yang jauh lebih berarti untuk terus melakukan farming MSP hingga memasuki porsi endgame daripada hanya membuatnya terbuang begitu saja.

Jika sistem Master Traits saja masih belum cukup untuk membuatmu terus bermain, Endless Ragnarok juga memperluas progresi karakter melalui berbagai Sigil baru, termasuk sejumlah trait eksklusif yang hanya bisa didapat dengan upgrade senjata tertentu. Kali ini seluruh karakter mendapatkan lebih banyak pilihan senjata, termasuk mereka yang baru bergabung setelah perilisan game utamanya seperti Seofon, Tweyen, dan Sandalphon. Ketiganya pun akhirnya ikut mendapat jatah senjata Terminus, sehingga seluruh roster kini memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang hingga potensi maksimalnya.

Grinding Seru dan Efisien Lewat The Conflux

Dengan beragam sistem progresi baru yang diperkenalkan di Endless Ragnarok, jumlah material yang perlu dikumpulkan juga meningkat jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Untungnya pihak developer sudah menyadarinya, sehingga expansion ini ikut menghadirkan mode solo baru bernama The Conflux untuk membantu mengurangi beban grind tersebut.

The Conflux dirancang sebagai mode sole bergaya roguelite, di mana setiap sesi permainan atau yang disebut Cycle akan membawamu ke beberapa fase yang berisi pertarungan maupun mini-game. Sebelum melanjutkan ke area berikutnya melalui portal, kamu diberi kebebasan memilih tantangan mana yang ingin diselesaikan, sehingga setiap cycle akan terasa lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya linear.

Sepanjang jalannya mode ini, kamu akan menemukan berbagai macam buff yang terbagi ke dalam beberapa kategori dengan efek yang berbeda-beda. Karena banyak di antaranya bersifat cukup situasional, kami sendiri lebih sering memilih kategori Destruction, mengingat bonus yang ditawarkan lebih sederhana dan langsung meningkatkan damage secara mentah. Meski begitu, setiap kategori ternyata memiliki karakteristik yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di awal.

Salah satu contohnya adalah kategori Calamity/Salvation. Kategori ini biasanya menawarkan beberapa buff yang sangat kuat, tapi ada harga yang harus dibayar. Sebelum bisa mendapat bonus besar tersebut, kamu harus lebih dulu menerima beban/hukuman mulai dari penurunan stats dalam jumlah besar hingga terkena efek status seperti Blight yang membuat karakter terus berada di ambang kematian dengan hanya menyisakan 1 HP. Barulah setelah melewati beberapa portal berikutnya, kamu akan memasuki fase Salvation yang akhirnya memberikan seluruh buff kuat yang telah dijanjikan.

Sebagai sebuah mode gameplay, The Conflux sebenarnya sudah cukup seru untuk dimainkan, tapi nilai terbesar dari mode ini justru ada pada sistem pembagian hadiahnya. Daripada membanjirimu dengan material random, seluruh reward dikelompokkan ke dalam beberapa bundle berdasarkan fungsinya, sehingga proses berburu material yang dibutuhkan menjadi jauh lebih terarah dan efisien.

Sebagai contoh, kamu bisa memilih bundle reward yang berisi seluruh material yang diperlukan untuk melakukan Awakening pada senjata Terminus. Game ini bahkan akan menandai karakter dalam party yang masih memiliki senjata yang belum ditingkatkan. Selain itu, tersedia juga bundle yang berisi berbagai Sigil berguna, material langka yang biasanya hanya didapat dalam jumlah sedikit dari quest biasa seperti Silver Centrum, hingga material eksklusif yang sebelumnya hanya bisa didapat dengan berulang kali menjalankan quest Lucilius. Memang ada beberapa hadiah yang jumlah klaimnya dibatasi, tapi sistem ini seketika menjadi alternatif yang sangat membantu, terutama bagi pemain baru yang masih kesulitan mendapat material tersebut melalui rute standar.

Tidak hanya materialnya yang dikelompokkan dengan rapi berdasarkan kegunaan, jumlah yang diberikan juga terasa pas sehingga setiap sesi masuk ke dalam The Conflux selalu terasa sepadan dengan waktu yang dihabiskan. Ditambah lagi, kamu masih bisa menikmati keseruan sebuah mode roguelite yang penuh variasi daripada harus terus-menerus mengulang quest yang sama seperti di game utamanya. Mungkin satu-satunya kekurangan yang cukup disayangkan adalah bagaimana mode ini sama sekali tidak mendukung fitur multiplayer, sebuah keputusan yang terasa seperti peluang yang terlewatkan mengingat sebagian besar daya tarik Relink memang berpusat pada pengalaman bermain co-op.

Setidaknya jika melihat sisi paling penting di sini, The Conflux berhasil membuat proses mengumpulkan material jadi jauh lebih ringan tanpa menghilangkan kepuasan bermain. Pada game utamanya, mengumpulkan material tertentu sering kali memakan waktu yang sangat lama, apalagi karena banyak resource penting tersebar di berbagai quest yang berbeda dan bukannya berasal dari satu sumber saja. Sebagai perbandingan, The Conflux berhasil menyederhanakan seluruh proses tersebut tanpa menghilangkan kepuasan yang muncul ketika kamu akhirnya berhasil mencapai target yang diinginkan.

Agar mode ini terasa semakin layak dimainkan dalam jangka panjang, The Conflux juga menghadirkan sistem progresi permanennya sendiri yang disebut Resonance. Sistem ini bekerja dengan konsep yang mirip seperti Masteries, hanya saja setiap upgrade membutuhkan resource khusus bernama RP (bukan MSP). Tentu saja jika ingin terus membuka lebih banyak bonus buff permanen di Resonance, kamu hanya perlu terus memainkan mode ini dan mengumpulkan RP sebanyak mungkin.

Perombakan Lain Hingga Masalah Lama yang Masih Ada

Endless Ragnarok bukan hanya berfokus pada penambahan konten baru, karena expansion ini juga menghadirkan sejumlah perubahan positif yang dibuat berdasarkan feedback dari para pemain game originalnya. Sekali lagi, ini benar-benar menunjukkan keseriusan developer akan permintaan komunitas sembari berusaha memberikan pengalaman bermain yang lebih baik.

Salah satu peningkatan terbesar terlihat dari cara mendapatkan senjata Terminus. Seperti yang sempat kami sebut tadi, senjata ini hanya bisa didapat sebagai random drop dari boss Proto Bahamut, yang berarti tidak pernah ada jaminan kalau kamu akan mendapatkannya setelah menyelesaikan satu kali pertarungan. Bahkan jika senjata tersebut berhasil didapat sebagai drop, ada kemungkinan senjata itu justru dikhususkan untuk karakter yang bukan incaranmu. Karenanya proses mendapatkan senjata ini terasa sangat bergantung pada faktor keberuntungan dan membuat sistem grind menjadi jauh lebih melelahkan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Endless Ragnarok kini memungkinkanmu untuk menempa senjata Terminus di blacksmith menggunakan material yang didapat dari The Conflux atau berbagai quest tertentu, termasuk Proto Bahamut lagi. Meski kami tetap harus berusaha mengumpulkan material dengan beberapa kali sesi pertarungan, perbedaan terbesarnya adalah sekarang kamu bisa mengetahui dengan jelas kapan mendapatkan senjata yang sedang diincar, dibandingkan sebelumnya yang sepenuhnya bergantung pada RNG.

Perubahan positif lainnya adalah kemudahan dalam mendapatkan Supplementary Damage V+. Ini bisa dibilang adalah Sigil yang paling diincar banyak pemain di endgame dan hanya bisa didapat melalui appraisal Curio (yang pada dasarnya bekerja seperti sistem gacha), sehingga ini menjadi salah satu bentuk grind paling membuat frustrasi di Relink. Bahkan setelah menghabiskan waktu berjam-jam mengumpulkan lebih dari seratus Curio untuk dibuka sekaligus, masih ada kemungkinan besar kamu tidak akan mendapatkan Sigil ini.

Dengan adanya perluasan konten endgame, Supplementary Damage V+ kini bisa didapat dengan lebih mudah sebagai hadiah “first-clear” atau random drop dari sekian banyak quest di tier Fatebreaker. Perubahan ini memang tidak sepenuhnya menghilangkan nilai dari sistem appraisal Curio, tapi setidaknya sistem tersebut tidak lagi terasa sebagai satu-satunya cara realistis untuk mendapatkan salah satu Sigil paling berharga di gamenya.

Masih ada banyak perubahan lain, termasuk berbagai peningkatan kecil pada aspek quality-of-life yang semakin membuat pengalaman bermain menjadi lebih nyaman secara keseluruhan.  Selain itu, penambahan fitur cross-play menjadi salah satu keputusan terbaik. Fitur tersebut tidak hanya membuat pencarian sesi multiplayer menjadi jauh lebih mudah, tapi juga membantu memastikan kalau Granblue Fantasy: Relink bisa mempertahankan komunitas pemain aktif dalam jangka waktu lama.

Tentu saja tidak semuanya bisa kami bilang sempurna. Salah satu kekecewaan terbesar dari expansion ini bagi kami adalah betapa besar ketergantungan Endless Ragnarok pada penggunaan ulang bos dari game utama. Granblue Fantasy: Relink sendiri sebenarnya sudah cukup sering menggunakan kembali boss yang sama dengan sedikit modifikasi di sepanjang quest Maniac dan Proud, sehingga mengethaui Endless Ragnarok masih berkutat pendekatan tersebut memang cukup mengecewakan.

Hal ini semakin terasa karena pertarungan ujian untuk masuk ke expansionnya melawan Seofon dan Tweyen disajikan dengan sangat luar biasa. Pertarungan tersebut seolah menetapkan standar baru yang terlalu tinggi dan membuat kami sangat antusias untuk melihat apa saja yang akan ditawarkan expansion ini. Hanya saja sebagian besar kontennya justru kembali menghadirkan boss yang sama lagi dengan tambahan modifikasi. 

Meski semua pertarungan barunya memiliki mekanik tambahan dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, mungkin sebagian besar pertarungan tetap akan berkutat melawan bos yang sebelumnya sudah pernah dihadapi berkali-kali. Ini membuat rasa antusias mulai berkurang sampai akhirnya kami mencapai bagian expansion yang menghadirkan pertarungan baru yang benar-benar luar biasa, seperti The World misalnya.

Perubahan lain yang juga bisa dianggap sebagai sisi negatif adalah bagaimana senjata Terminus kini jauh lebih mudah didapat. Membuat jenis senjata tersebut lebih mudah diakses jelas menjadi keuntungan besar bagi sebagian besar pemain, tapi di sisi lain hal ini juga mengurangi rasa “eksklusivitas” yang sebelumnya masih ada ketika akhirnya berhasil mendapatkan senjata tersebut. Selain pencapaian yang didapat lewat trophies, kini tidak banyak reward yang benar-benar terasa bergengsi untuk dipamerkan kepada pemain lain.

Ini menjadi kontras yang sangat besar jika dibandingkan dengan game browser original Granblue Fantasy yang terkenal dengan sesi grind panjang. Banyak reward yang paling diinginkan dalam game tersebut membutuhkan dedikasi dan usaha besar, dengan karakter Eternal sebagai salah satu contoh terbaiknya. Merekrut satu karakter Eternal saja bahkab bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan, dan meningkatkan mereka hingga batas maksimal di 6-Star menghadirkan beberapa lapisan progres tambahan yang membutuhkan lebih banyak waktu serta usaha.

Sayangnya hampir tidak ada filosofi seperti itu yang diterapkan dalam Relink. Bahkan karakter spesial seperti Sandalphon yang sebelumnya membutuhkan material tertentu dari quest Lucilius untuk direkrut, sekarang malah bisa langsung direkrut hanya dengan menggunakan Crewmate Card biasa. Menghilangkan persyaratan tersebut memang membuat gamenya menjadi lebih mudah diakses dan mengurangi proses grinding yang dianggap tidak perlu, tapi kami yakin ada bagian dari komunitas Granblue Fantasy yang benar-benar menikmati adanya tujuan jangka panjang untuk dikejar.

Menghabiskan waktu berbulan-bulan demi mendapatkan reward eksklusif yang kemudian bisa dibanggakan kepada pemain lain sudah menjadi bagian dari identitas franchise ini. Karena itu menghadirkan setidaknya beberapa bentuk progresi opsional dengan tingkat dedikasi tinggi di Relink tentu bisa sangat diapresiasi. 

Kesimpulan

Sesuai harapan kami, Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok berhasil jadi sebuah pengalaman yang luar biasa. Expansion ini tidak hanya menambahkan lebih banyak konten, tapi juga memperbaiki beragam masalah yang sebelumnya dikeluhkan oleh para pemain dari game originalnya. Mengesampingkan cerita yang masih terasa kurang kuat dalam hal penyampaian dan presentasi, kelemahan terbesar dari expansion ini menurut kami justru ada di minimnya variasi boss yang lagi-lagi masih suka didaur ulang.

Untungnya hampir semua aspek lainnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bagian yang lebih berpengaruh pada keseruan bermain lewat mekanik baru Summon, Master Traits, dan The Conflux membuat gameplay serta perkembangan karakter kini menjadi lebih menarik dan memuaskan. Selain itu berbagai peningkatan quality-of-life menunjukkan bagaimana pihak developer benar-benar mendengarkan feedback untuk membuat pengalaman bermain secara keseluruhan menjadi lebih baik.

Meski membuat beberapa reward endgame menjadi jauh lebih mudah didapat mungkin akan memicu perdebatan di antara para fans lama Granblue Fantasy yang menikmati sistem grind tradisional dari franchise ini, sulit rasanya untuk menyangkal kalau perubahan tersebut membuat Relink menjadi game yang ramah diakses sebagian besar pemain khususnya pendatang baru.

Jika ini benar-benar menjadi expansion besar terakhir untuk Granblue Fantasy: Relink, maka Endless Ragnarok merupakan penutup yang sangat luar biasa. Expansion ini memang tidak memperbaiki setiap kekurangan yang ada pada game utamanya, dan lebih berfokus memperkuat kelebihan yang sudah dimiliki sambil memberikan banyak alasan untuk terus memainkannya.

Dengan semua peningkatan yang ditawarkan, Endless Ragnarok menjadi opsi paling definitif untuk menikmati Relink, khususnya bagi pemain baru yang ingin mencoba game ini untuk pertama kali.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok

9 Score

PROS

  • Mekanik Summon yang seru dan membuat combat terasa semakin epik
  • Setiap karakter playable baru terasa unik, khususnya Fraux
  • Master Traits berujung jadi alur progression ekspansif yang menambah ruang eksperimen untuk gaya bermain
  • Lebih banyak cara untuk memperkuat karakter melebihi batasannya
  • Alternatif grinding yang tidak membosankan dan efisien lewat The Conflux
  • Beberapa perombakan QoL yang lumayan membantu terutama berdasarkan feedback lama
  • Implementasi cross-play yang bisa jadi kunci penting untuk membangun basis pemain aktif lebih kuat

CONS

  • Konten cerita masih jadi bagian terlemah dari pengalamannya
  • Terlalu banyak boss daur ulang, apalagi karena disuguhkan setelah pertarungan pembuka luar biasa yang kebanyakan sisa expansionnya tidak bisa menyamai

Review Breakdown

  • 9.0 0
Tags: CygamesGranblue Fantasy RelinkGranblue Fantasy Relink - Endless RagnarokNintendo Switch 2PCPS4PS5ReviewXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Wawancara Captain Tsubasa 2: World Fighters dengan Soya Mikumo – Bahas Gameplay Baru, Lebih Spektakuler, Indonesia Juga Bisa Menang!

Next Post

Wawancara The Blood of Dawnwalker dengan Jakub Szamalek – RPG Ambisus yang Berani Ubah Aturan Main Open World

Related Posts

Kami dapat kesempatan menjajal The Blood of Dawnwalker selama sekitar empat jam yang langsung memperlihatkan keseruannya.
Berita

Nyobain The Blood of Dawnwalker – Jadi Vampir di RPG Open World yang Masif!

July 8, 2026
Kami juga mendapat kesempatan berbincang dengan Jakub Szamalek, Narrative Director sekaligus Main Writer untuk The Blood of Dawnwalker.
Konsol

Wawancara The Blood of Dawnwalker dengan Jakub Szamalek – RPG Ambisus yang Berani Ubah Aturan Main Open World

July 8, 2026
Wawancara Captain Tsubasa 2: World Fighters dengan Soya Mikumo - Bahas Gameplay Baru, Lebih Spektakuler, Indonesia Juga Bisa Menang! | GamerWK
PC

Wawancara Captain Tsubasa 2: World Fighters dengan Soya Mikumo – Bahas Gameplay Baru, Lebih Spektakuler, Indonesia Juga Bisa Menang!

July 7, 2026
Namun dari sesi preview Captain Tsubasa 2: World Fighters yang kami coba, rasanya kali ini bukan hanya soal efek visual.
Berita

Nyobain Captain Tsubasa 2: World Fighters – Makin Brutal, Intens, Ada Indonesia Coy!

July 7, 2026
Berikut ini adalah rangkuman wawancara terbaru kami dengan perwakilan beberapa developer Capcom untuk Monster Hunter Stories 3
Berita

[EKSKLUSIF] Wawancara Monster Hunter Stories 3 dengan Capcom – Bahas Lebih Dalam Mengenai Proses Kreatif Uniknya!

July 7, 2026
Wizardry Variants Daphne baru saja mengumumkan event kolaborasi spesial dengan MMORPG legendaris Final Fantasy XI dari Square Enix
Android

Wizardry Variants Daphne Umumkan Kolaborasi Besar dengan Final Fantasy XI

July 7, 2026
Next Post
Kami juga mendapat kesempatan berbincang dengan Jakub Szamalek, Narrative Director sekaligus Main Writer untuk The Blood of Dawnwalker.

Wawancara The Blood of Dawnwalker dengan Jakub Szamalek - RPG Ambisus yang Berani Ubah Aturan Main Open World

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Bandai Namco akhirnya berbagi detail terbaru game mobile BLEACH Mirrors High yang terlihat sangat menarik di ajang Anime Expo 2026

Game Mobile BLEACH Mirrors High Dipamerkan, Ambil Latar Cerita Setelah Thousand-Year Blood War!

by Fadhil
July 6, 2026
0

Bandai Namco akhirnya berbagi detail terbaru game mobile BLEACH Mirrors High yang terlihat sangat menarik di ajang Anime Expo 2026.

Server China untuk Neverness to Everness (NTE) baru saja menerima patch yang mengubah tampilan karakter baru bernama Shinku.

Protes Pemain, Neverness to Everness Ubah Celana Pendek Karakter Jadi Celana Dalam

by Taufik
July 6, 2026
0

Server China untuk Neverness to Everness (NTE) baru saja menerima patch yang mengubah tampilan karakter baru bernama Shinku. Perubahan ini...

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham, Square Enix mendapat pertanyaan soal nasib game-game live service yang sudah tutup server.

Pemegang Saham Square Enix Pertanyakan Nasib Game yang Tutup Server

by Taufik
July 6, 2026
0

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham ke-46 yang digelar pada 24 Juni lalu, Square Enix mendapat pertanyaan soal nasib game-game live...

Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Star Sailors.

Star Sailors Redeem Code – Banyak Hadiah Gratis

by Taufik
July 3, 2026
0

Star Sailors adalah RPG turn-based koleksi karakter yang ngasih sensasi battle seru dengan finishing move yang keren  kamu membutuhkan redeem...

TiMi Studio Group telah kembali membuka pendaftaran Closed Beta Monster Hunter Outlanders hingga batas waktu 24 Juli mendatang

Monster Hunter Outlanders Buka Pendaftaran Closed Beta Ketiga

by Fadhil
July 3, 2026
0

TiMi Studio Group telah kembali membuka pendaftaran Closed Beta Monster Hunter Outlanders hingga batas waktu 24 Juli mendatang.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd