gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[BIC2026] Wawancara dengan Isabella Seo Jungsook – Keseriusan Membangun Koneksi Kuat di Scene Game Indie Lewat BIC!

Fadhil by Fadhil
August 20, 2026
in Wawancara
0
Tim kami telah mewawancarai Isabella Seo Jungsook yang menceritakan kisahnya selaku organizer dibalikl Busan Indie Connect Festival 2026

Tim kami telah mewawancarai Isabella Seo Jungsook yang menceritakan kisahnya selaku organizer dibalikl Busan Indie Connect Festival 2026

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Setiap tahun Busan Indie Connect Festival (BIC) mempertemukan developer game indie, publisher, dan pemain dari berbagai penjuru dunia lewat event yang selalu penuh keseruan. Dibalik perkembangan event ini ada sosok Isabella Seo Jungsook, salah satu anggota BIC Organizing Committee yang telah terlibat sejak festival tersebut resmi didirikan pada 2017. Lewat BIC 2026, tim kami mendapat kesempatan untuk berbincang dengannya mengenai awal mula festival ini, bagaimana BIC berkembang selama bertahun-tahun, serta arah yang ingin dia tuju ke depannya.

Dari yang Awalnya Mengamati Hingga Terlibat Langsung

Isabella tidak terlibat dalam BIC sejak awal. Sebelum bergabung dengan festival tersebut, dia bekerja di sejumlah lembaga publik yang berkaitan dengan pemerintah, termasuk badan-badan yang berfokus pada pengembangan industri. Dia sebenarnya sudah mengamati dua gelaran pertama BIC pada 2015 dan 2016 dari luar, sebelum akhirnya bergabung dengan panitia ketika organisasi tersebut resmi dibentuk pada 2017. Saat itu, dia bahkan belum mengetahui apa itu game indie. “Saya berpikir, ‘Wow, Busan punya festival game indie?’ ‘Apa itu game indie?’ Saya tidak tahu apa itu,” ujarnya.

Dia kemudian menyadari kalau BIC memang dibuat untuk mendukung studio-studio game kecil dan independen, sesuatu yang ingin didorong oleh Busan IT Industry Promotion Agency (BIPA) dan pemerintah kota Busan. Ketertarikan tersebut akhirnya membawanya bergabung dengan panitia, dan sejak saat itu dia terus menangani serta merencanakan festival tersebut hingga sekarang, selama lebih dari 10 tahun.

Melihat kembali sejauh mana festival ini berkembang, Isabella mengatakan kalau game indie dulunya cukup sulit untuk mendapatkan dukungan. “Pada saat itu, tidak ada yang benar-benar memahami game indie, jadi sulit untuk mendapatkan sponsor atau dukungan dari siapa pun,” jelasnya. Dukungan dari Pemerintah Metropolitan Busan dan para sponsor, ditambah para developer yang terus menghasilkan game-game berkualitas, menjadi faktor yang memungkinkan BIC terus berkembang hingga seperti sekarang.

Membangun Platform untuk Para Developer

Salah satu perubahan yang cukup terlihat di BIC selama bertahun-tahun adalah bertambahnya jumlah pembicara panel dibandingkan gelaran-gelaran sebelumnya. Menurut Isabella, hal tersebut bukan sekadar untuk mengisi jadwal acara, melainkan untuk memberikan akses kepada developer terhadap orang-orang dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk berkembang.

“Saya ingin meningkatkan BIC untuk para developer. Developer membutuhkan publisher, pendanaan, akselerasi, dan hal-hal seperti itu. Jadi, saya membuat sebuah platform untuk mereka melalui BIC,” ujarnya. Artinya, BIC secara aktif mengundang pembicara populer, publisher ternama, serta berbagai pihak yang bisa memberikan dukungan pada jalannya festival. Dengan begitu, developer yang hadir bisa terhubung dengan orang-orang yang nosa membantu mendanai dan mengembangkan game mereka.

Hal lain yang cukup menarik perhatian di BIC tahun ini adalah penggunaan AI untuk menerjemahkan sesi di panggung pembicara. Berbeda dengan sejumlah festival yang masih mengandalkan penerjemah manusia secara langsung, BIC 2026 menggunakan AI untuk menerjemahkan percakapan sekaligus teks yang ditampilkan di panggung. Isabella mengatakan fitur tersebut mendapatkan banyak respons positif dari para pengunjung.

Dia menjelaskan kalau keputusan tersebut tidak terlepas dari keterbukaan Korea terhadap teknologi baru. “Orang Korea sudah terbiasa menerima teknologi baru dan berbagai hal baru,” ujarnya. Dia menambahkan kalau alat penerjemahan berbasis AI sudah cukup umum digunakan di Korea dan kualitasnya juga mengalami banyak peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, konferensi BIC menjadi kesempatan yang tepat untuk menguji teknologi tersebut secara langsung. Dia juga mengatakan kalau developer internasional yang menggunakan sistem tersebut memberikan respons yang positif.

Game Indie, Game AAA, dan Pentingnya Memiliki IP Sendiri

Isabella juga membahas pentingnya IP orisinal bagi developer indie dengan menggunakan Blue Archive sebagai contoh. Blue Archive bermula sebagai IP indie asal Korea sebelum berkembang menjadi salah satu judul AAA besar. Kehadirannya di BIC sebagai topik keynote bukan dimaksudkan untuk membandingkan game indie dengan AAA, melainkan untuk menyampaikan sebuah pesan.

“Saya rasa game AAA juga bisa menjadi IP game original, dan game indie juga perlu mengembangkan IP mereka sendiri,” ujarnya. Menurutnya, game indie dan AAA tidak seharusnya diperlakukan sebagai dua kategori yang sepenuhnya terpisah. “Kita tidak seharusnya memisahkan sektor game indie dan sektor game AAA. Kita tidak perlu membuat perbedaan seperti itu,” tambahnya. Dia menilai game indie memiliki potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar seiring waktu.

Dengan jumlah pengunjung yang lebih besar tahun ini, Isabella mengatakan respons terhadap BIC juga sangat positif, terutama terkait tata letak area pameran. Area tersebut dibagi berdasarkan tahap perkembangan game, mulai dari beta, demo, coming soon, hingga game yang sudah dirilis. Menurutnya, pembagian ini membantu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung saat menjelajahi game-game yang dipamerkan.

Dia juga menyoroti detail-detail kecil seperti pencahayaan, yang membantu menjaga perhatian pengunjung tetap tertuju pada game yang sedang dipamerkan, serta bertambahnya jumlah aktivitas di dalam acara. Tapi bagi Isabella sendiri, kualitas game tetap menjadi faktor yang paling penting. Ia juga mencatat kalau jumlah game dari developer luar negeri yang ditampilkan di BIC tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan gelaran sebelumnya.

Melihat ke Masa Depan

Mengenai langkah berikutnya, Isabella mengatakan tujuan utamanya adalah terus memperluas BIC, meskipun hal tersebut tidak selalu berarti memperbesar area fisik festival. Baginya, pertumbuhan BIC lebih berkaitan dengan membangun hubungan dan kemitraan di dalam industri game indie.

“Saya tidak hanya ingin memperluas ruang secara fisik. Menurut saya, lebih penting untuk terhubung dengan partner-partner yang baik, yang terlibat dan benar-benar memiliki ketertarikan terhadap industri game indie,” ujarnya. Dia menambahkan kalau membangun jaringan perusahaan dan partner yang lebih luas merupakan bagian terpenting dari ekspansi BIC yang ingin dia wujudkan ke depannya.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: BIC 2026Busan Indie Connect Festival 2026InterviewWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

[BIC2026] Mantan Bos PlayStation Shuhei Yoshida Bahas Soal Scene Indie hingga Pengaruh AI di Industri Game!

Next Post

Spesifikasi PC Untuk Main The Blood of Dawnwalker

Related Posts

Mega Man Dual Override jadi seri utama klasik baru setelah Mega Man 11, dan kali ini ada beberapa hal menarik yang disiapkan.
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Mega Man Dual Override dengan Capcom – Dua Karakter, Dua Cara Menaklukkan Stage!

September 29, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Junzo Hosoi dan Daiki Fukui dari ajang Tokyo Game Show 2026 yang membahas lebih dalam soal Atelier Karia
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Atelier Karia dengan Gust – Menciptakan Penerus Seri Memories yang Sangat Unik!

September 24, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Shuhei Tamakoshi selaku produser dibalik Tales of Eternia Remastered di ajang Tokyo Game Show 2026
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Tales of Eternia Remastered Bareng Shuhei Tamakoshi – Proyek Remaster Tales Paling Menantang Sejauh Ini!

September 23, 2026
Call of Duty: Modern Warfare 4 ingin kembali membawa pemain merasakan perang dari sudut pandang prajurit biasa yang ada di garis depan.
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Call of Duty: Modern Warfare 4 dengan Infinity Ward – Kembali ke Akar, Bawa Konflik Lebih Besar

September 23, 2026
Dalam kesempatan wawancara, kami ngobrol langsung dengan beberapa sosok penting dibalik The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother.
Konsol

[TGS 2026] Wawancara The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother dengan GUST – Jadi “Maomao’s Atelier” Beneran?

September 23, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Iichiro Sasaki dan Hiroyuki Kobayashi dari GPTRACK50 yang membahas debut gamenya yaitu Stupid Never Dies
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Stupid Never Dies Bareng GPTRACK50 – Cerita Dibalik Pengembangan Game Action RPG dengan Beragam Ide Gila!

September 22, 2026
Next Post
The Blood of Dawnwalker dipastikan bakal rilis pada 3 September untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan PC. Spesifikasi PC kamu kuat?

Spesifikasi PC Untuk Main The Blood of Dawnwalker

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Setelah hanya tersedia di konsol dan PC, game bela diri populer Sifu besutan developer Sloclap akhirnya juga akan rilis di Android dan iOS

Sifu Akhirnya Dapatkan Versi Android dan iOS

by Fadhil
October 2, 2026
0

Setelah hanya tersedia di konsol dan PC, game bela diri populer Sifu besutan developer Sloclap akhirnya juga akan rilis di...

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat: AI bakal mulai membatasi input dari pemain lewat update model AI pada Oktober.

RyzaChat AI Bakal Batasi Chat Pemain Demi Jaga Marwah Karakter dan Seri Atelier

by Taufik
October 1, 2026
0

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat AI, game chatbot RPG berbasis Atelier Ryza, bakal mulai membatasi input dari pemain lewat...

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari Google Play dan App Store.

Game Mobile Link! Like! Love Live! Versi Offline Bakal Dihapus Karena Developer Bangkrut

by Taufik
September 30, 2026
0

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari App Store dan Google...

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane

Diablo Immortal Sudah Mulai Adakan Event Kolaborasi Besar dengan Spawn

by Fadhil
September 30, 2026
0

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane.

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS

Monster Hunter Outlanders Akhirnya Dipastikan Rilis Bulan Depan untuk Android dan iOS!

by Fadhil
September 29, 2026
0

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd