Setiap tahun Busan Indie Connect Festival (BIC) mempertemukan developer game indie, publisher, dan pemain dari berbagai penjuru dunia lewat event yang selalu penuh keseruan. Dibalik perkembangan event ini ada sosok Isabella Seo Jungsook, salah satu anggota BIC Organizing Committee yang telah terlibat sejak festival tersebut resmi didirikan pada 2017. Lewat BIC 2026, tim kami mendapat kesempatan untuk berbincang dengannya mengenai awal mula festival ini, bagaimana BIC berkembang selama bertahun-tahun, serta arah yang ingin dia tuju ke depannya.
Dari yang Awalnya Mengamati Hingga Terlibat Langsung
Isabella tidak terlibat dalam BIC sejak awal. Sebelum bergabung dengan festival tersebut, dia bekerja di sejumlah lembaga publik yang berkaitan dengan pemerintah, termasuk badan-badan yang berfokus pada pengembangan industri. Dia sebenarnya sudah mengamati dua gelaran pertama BIC pada 2015 dan 2016 dari luar, sebelum akhirnya bergabung dengan panitia ketika organisasi tersebut resmi dibentuk pada 2017. Saat itu, dia bahkan belum mengetahui apa itu game indie. “Saya berpikir, ‘Wow, Busan punya festival game indie?’ ‘Apa itu game indie?’ Saya tidak tahu apa itu,” ujarnya.

Dia kemudian menyadari kalau BIC memang dibuat untuk mendukung studio-studio game kecil dan independen, sesuatu yang ingin didorong oleh Busan IT Industry Promotion Agency (BIPA) dan pemerintah kota Busan. Ketertarikan tersebut akhirnya membawanya bergabung dengan panitia, dan sejak saat itu dia terus menangani serta merencanakan festival tersebut hingga sekarang, selama lebih dari 10 tahun.
Melihat kembali sejauh mana festival ini berkembang, Isabella mengatakan kalau game indie dulunya cukup sulit untuk mendapatkan dukungan. “Pada saat itu, tidak ada yang benar-benar memahami game indie, jadi sulit untuk mendapatkan sponsor atau dukungan dari siapa pun,” jelasnya. Dukungan dari Pemerintah Metropolitan Busan dan para sponsor, ditambah para developer yang terus menghasilkan game-game berkualitas, menjadi faktor yang memungkinkan BIC terus berkembang hingga seperti sekarang.
Membangun Platform untuk Para Developer
Salah satu perubahan yang cukup terlihat di BIC selama bertahun-tahun adalah bertambahnya jumlah pembicara panel dibandingkan gelaran-gelaran sebelumnya. Menurut Isabella, hal tersebut bukan sekadar untuk mengisi jadwal acara, melainkan untuk memberikan akses kepada developer terhadap orang-orang dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk berkembang.
“Saya ingin meningkatkan BIC untuk para developer. Developer membutuhkan publisher, pendanaan, akselerasi, dan hal-hal seperti itu. Jadi, saya membuat sebuah platform untuk mereka melalui BIC,” ujarnya. Artinya, BIC secara aktif mengundang pembicara populer, publisher ternama, serta berbagai pihak yang bisa memberikan dukungan pada jalannya festival. Dengan begitu, developer yang hadir bisa terhubung dengan orang-orang yang nosa membantu mendanai dan mengembangkan game mereka.

Hal lain yang cukup menarik perhatian di BIC tahun ini adalah penggunaan AI untuk menerjemahkan sesi di panggung pembicara. Berbeda dengan sejumlah festival yang masih mengandalkan penerjemah manusia secara langsung, BIC 2026 menggunakan AI untuk menerjemahkan percakapan sekaligus teks yang ditampilkan di panggung. Isabella mengatakan fitur tersebut mendapatkan banyak respons positif dari para pengunjung.
Dia menjelaskan kalau keputusan tersebut tidak terlepas dari keterbukaan Korea terhadap teknologi baru. “Orang Korea sudah terbiasa menerima teknologi baru dan berbagai hal baru,” ujarnya. Dia menambahkan kalau alat penerjemahan berbasis AI sudah cukup umum digunakan di Korea dan kualitasnya juga mengalami banyak peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, konferensi BIC menjadi kesempatan yang tepat untuk menguji teknologi tersebut secara langsung. Dia juga mengatakan kalau developer internasional yang menggunakan sistem tersebut memberikan respons yang positif.
Game Indie, Game AAA, dan Pentingnya Memiliki IP Sendiri
Isabella juga membahas pentingnya IP orisinal bagi developer indie dengan menggunakan Blue Archive sebagai contoh. Blue Archive bermula sebagai IP indie asal Korea sebelum berkembang menjadi salah satu judul AAA besar. Kehadirannya di BIC sebagai topik keynote bukan dimaksudkan untuk membandingkan game indie dengan AAA, melainkan untuk menyampaikan sebuah pesan.
“Saya rasa game AAA juga bisa menjadi IP game original, dan game indie juga perlu mengembangkan IP mereka sendiri,” ujarnya. Menurutnya, game indie dan AAA tidak seharusnya diperlakukan sebagai dua kategori yang sepenuhnya terpisah. “Kita tidak seharusnya memisahkan sektor game indie dan sektor game AAA. Kita tidak perlu membuat perbedaan seperti itu,” tambahnya. Dia menilai game indie memiliki potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar seiring waktu.

Dengan jumlah pengunjung yang lebih besar tahun ini, Isabella mengatakan respons terhadap BIC juga sangat positif, terutama terkait tata letak area pameran. Area tersebut dibagi berdasarkan tahap perkembangan game, mulai dari beta, demo, coming soon, hingga game yang sudah dirilis. Menurutnya, pembagian ini membantu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung saat menjelajahi game-game yang dipamerkan.
Dia juga menyoroti detail-detail kecil seperti pencahayaan, yang membantu menjaga perhatian pengunjung tetap tertuju pada game yang sedang dipamerkan, serta bertambahnya jumlah aktivitas di dalam acara. Tapi bagi Isabella sendiri, kualitas game tetap menjadi faktor yang paling penting. Ia juga mencatat kalau jumlah game dari developer luar negeri yang ditampilkan di BIC tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan gelaran sebelumnya.
Melihat ke Masa Depan
Mengenai langkah berikutnya, Isabella mengatakan tujuan utamanya adalah terus memperluas BIC, meskipun hal tersebut tidak selalu berarti memperbesar area fisik festival. Baginya, pertumbuhan BIC lebih berkaitan dengan membangun hubungan dan kemitraan di dalam industri game indie.
“Saya tidak hanya ingin memperluas ruang secara fisik. Menurut saya, lebih penting untuk terhubung dengan partner-partner yang baik, yang terlibat dan benar-benar memiliki ketertarikan terhadap industri game indie,” ujarnya. Dia menambahkan kalau membangun jaringan perusahaan dan partner yang lebih luas merupakan bagian terpenting dari ekspansi BIC yang ingin dia wujudkan ke depannya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post