Setelah bertahun-tahun lamanya tanpa hero baru, Heroes of the Storm akhirnya kembali menjadi sorotan dengan kehadiran Xal’atath sebagai hero terbaru yang sudah dinantikan fans tersebut. Untuk mendapat insight dibalik kebangkitan salah satu game ikonik Blizzard ini, tim kami melalui ajang BlizzCon 2026 telah berbincang dengan James Yen selaku Lead Game Producer dan Senior Custodian, Legacy Games, mengenai perjalanan timnya dalam menghidupkan kembali Heroes of the Storm, alasan memilih Xal’atath, rencana untuk hero dan kosmetik berikutnya, hingga hubungan kuat antara game ini dan komunitasnya.

Dari Tanpa Update hingga Hero Baru
Bagi James Yen, perjalanan untuk membawa Heroes of the Storm kembali bukanlah sesuatu yang terjadi dalam waktu singkat. Ia pertama kali bergabung dengan Blizzard sebagai Game Master sekitar 21 tahun lalu sebelum akhirnya bergabung dengan tim pengembangan Heroes pada 2015 sebagai Live Operations Producer.
Setelah mengerjakan berbagai proyek Blizzard lainnya, James akhirnya kembali ke Heroes pada 2022 bersama sekelompok kecil developer yang memiliki passion besar terhadap game tersebut. Ketika ditanya apakah Heroes of the Storm akhirnya “kembali”, jawabannya cukup tegas.
“Kami kembali. Ini benar-benar tentang para fans yang selama ini tetap ada, dan kami sangat senang bisa merayakan momen ini bersama mereka.”
Tapi sebelum sampai pada pengumuman hero baru, tim terlebih dahulu harus memastikan kalau game tersebut memiliki fondasi yang berkelanjutan. James menjelaskan kalau mereka memulai dengan melihat kondisi Heroes secara keseluruhan, terutama teknologi, proses pengembangan, dan berbagai hal yang dapat diperbaiki untuk membuat game lebih efisien sekaligus meningkatkan pengalaman pemain.
“Ketika kami memulai sebagai sebuah tim, tujuan kami adalah membuat hero dan membawa Heroes kembali. Untuk melakukan itu, kami harus melalui beberapa langkah. Yang pertama adalah melihat game ini secara keseluruhan dan berfokus pada kelanjutannya.”

Setelah itu, mereka mulai mengerjakan bug fixes. Komunitas sendiri memberikan daftar panjang mengenai masalah yang ingin mereka lihat diperbaiki, sehingga tim dapat menggunakan feedback tersebut untuk kembali memahami game secara lebih mendalam. Tahap berikutnya adalah balance. Tim mulai melihat hero mana yang perlu disesuaikan, termasuk karakter-karakter yang sudah lama jarang dimainkan. Seiring semakin banyak perubahan yang dibuat, komunitas mulai kembali memperhatikan Heroes dan bertanya-tanya apakah Blizzard akan melakukan lebih banyak hal.
“Setelah kami semakin terbiasa dengan bug fixes, kami mulai berpikir, ‘Oke, apa selanjutnya?’ Berikutnya adalah balance. Komunitas juga punya daftar panjang mengenai balance, jadi kami mulai melihat hero yang menurut kami bisa disesuaikan, termasuk karakter yang tidak terlalu sering dimainkan.”
Pada titik itulah tim mulai merasa kalau mereka mungkin sudah siap untuk membuat hero baru.
“Setelah kami benar-benar memahami game ini dan melihat feedback pemain kalau sesuatu mulai terjadi di Heroes of the Storm, muncul pertanyaan seperti, ‘Apakah mereka akan melakukan lebih banyak?’ Itu benar-benar memberikan semangat dan passion kepada tim untuk berpikir, ‘Oke, sekarang mungkin waktunya kami membuat sebuah hero.’ Itulah bagaimana proses panjang tersebut terjadi. Ini bukan sekadar langsung membuat hero baru.”
Menurut James, proses tersebut juga bukan soal mendapatkan “lampu hijau” sejak awal untuk membuat hero. Fokus utama mereka adalah memastikan setiap langkah yang dilakukan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Kenapa Memilih Xal’atath?
Setelah merasa fondasi game sudah berada di tempat yang tepat, tim mulai mempertimbangkan karakter mana yang paling cocok untuk menjadi hero berikutnya. Dengan begitu banyak karakter dalam sejarah Blizzard, pilihannya tentu sangat luas. Pada saat itu, Xal’atath menjadi salah satu karakter yang paling menonjol.
“Ketika kami sampai pada titik di mana kami merasa sangat yakin untuk membuat sebuah hero, kami melihat Blizzard dan menyadari kalau ada begitu banyak karakter dan begitu banyak hal yang bisa kami ambil. Saat itu, Xal’atath sedang berada di garis depan.”
Menurut James, Xal’atath juga memiliki karakteristik yang terasa cocok dengan identitas Heroes of the Storm. Meskipun dikenal dengan sisi gelapnya, tim melihat potensi untuk membuatnya lebih whimsical dan snarky ketika diterjemahkan ke dalam game. Salah satu momen yang semakin meyakinkan mereka adalah adegan dalam cinematic ketika Xal’atath memanggil orb raksasa dan menghancurkan Dalaran.
“Kami melihat berbagai hal yang bisa dia lakukan, dan salah satu momen favorit saya ada di sebuah cinematic ketika dia memanggil orb raksasa dan menghancurkan Dalaran. Kami berpikir, ‘Itu akan sangat, sangat keren di Heroes of the Storm.’ Tim benar-benar bersemangat, dan akhirnya itulah yang kami putuskan untuk kerjakan.”
Xal’atath sendiri memiliki dua pilihan Heroic Ability. Void Convergence memungkinkan Xal’atath memanggil portal di tanah yang kemudian mengeluarkan sejumlah minion untuk menyerang lawan. Minion tersebut dapat digunakan untuk melakukan body blocking maupun memberikan tekanan dan mengontrol area.
Sementara itu, Void Eruption mengambil inspirasi langsung dari orb yang menghancurkan Dalaran. Orb tersebut akan terus membesar sebelum ditembakkan dan memberikan damage besar saat bergerak melewati area. Trait Xal’atath juga menjadi bagian penting dari kit-nya karena kekuatannya dapat berkembang berdasarkan seberapa efektif pemain mengenai target. James mengatakan Blizzard akan terus memantau performanya melalui PTR maupun setelah peluncuran.
“Kami sudah memiliki gambaran mengenai posisi Xal’atath nantinya, tetapi semuanya benar-benar bergantung pada bagaimana pemain memainkannya. Karena itulah kami melakukan hal seperti PTR, kemudian saat peluncuran kami juga melakukan perbaikan bug dan balancing untuk memastikan dia berada di level yang menurut kami seharusnya. Kalau dia ternyata sangat overpowered atau semacamnya, kami akan memastikan untuk menurunkannya. Kami akan terus memantaunya untuk memastikan dia berada di posisi yang baik dan menyenangkan untuk dimainkan, karena itu yang penting.”
Masa Depan Hero di Heroes of the Storm
Dengan Xal’atath yang kembali mengambil karakter dari franchise Blizzard, muncul pertanyaan mengenai apakah Heroes akan terus berfokus pada karakter-karakter yang sudah dikenal atau kembali menciptakan hero original. James mengatakan kalau untuk saat ini, sejarah Blizzard masih menjadi sumber inspirasi utama mereka. Setelah begitu lama tidak membuat hero baru, masih ada banyak karakter yang bisa dieksplorasi.
“Fokus kami akan berada pada pemain, pada apa yang mereka sukai. Blizzard memiliki begitu banyak karakter, dan kami sudah begitu lama tidak membuat hero. Ada sejarah yang sangat kaya untuk dilihat dan dipertimbangkan ketika kami memikirkan siapa yang bisa menjadi hero berikutnya.”
Tapi sementara ini dia belum ingin memastikan apakah seluruh hero masa depan akan berasal dari karakter Blizzard yang sudah ada.
“Apakah itu berarti kami tidak akan pernah membuat hero lain? Sulit untuk mengatakannya. Saya tidak bisa memberi tahu kalian saat ini karena fokus kami sekarang adalah memastikan hero yang kami buat hari ini benar-benar dicintai oleh para pemain.”

Pendekatan serupa juga berlaku untuk hero lama. Blizzard telah melakukan sejumlah rework dan ingin terus memperbarui hero yang membutuhkan penyesuaian agar tetap sesuai dengan prinsip desain yang mereka gunakan saat ini.
“Kami sudah melakukan rework untuk banyak hero dan kami ingin terus melakukannya. Kami juga ingin memastikan kalau hero yang kami kerjakan sesuai dengan prinsip desain yang kami miliki.”
Ketika ditanya apakah ada hero tertentu yang sedang berada dalam pipeline untuk mendapatkan rework, James sayangnya belum bisa memberi bocoran. Untuk konten kosmetik, James memastikan kalau Blizzard juga akan terus mengembangkan skin dan mount. Pemain saat ini dapat memperoleh bundle pre-purchase yang mencakup skin peluncuran Xal’atath serta Phoenix mount.
“Untuk kosmetik, skin, dan mount, kami memiliki bundle pre-purchase yang mencakup skin peluncuran Xal’atath dan Phoenix mount, yang benar-benar keren. Jadi kami akan terus membuat skin dan mount untuk game ini.”
Kembalinya Heroes of the Storm Karena Komunitas
Bagi James, salah satu hal paling berkesan dari kembalinya Heroes of the Storm adalah melihat reaksi komunitas secara langsung. Dia berada di opening ceremony ketika pengumuman tersebut disambut oleh para penggemar dan bisa merasakan sendiri antusiasme yang muncul setelah bertahun-tahun.
Menurutnya, hubungan antara Heroes dan komunitasnya sudah berkembang jauh melampaui sekadar sebuah game. Selama bertahun-tahun, ia mendengar berbagai cerita dari pemain, termasuk orang-orang yang bahkan bertemu pasangan mereka melalui Heroes. Hal tersebut menjadi salah satu bukti betapa besar arti game ini bagi sebagian pemain.

James juga merasa terkesan karena Heroes tetap dimainkan dan dicintai komunitas meskipun sudah bertahun-tahun berlalu. Bagi tim, melihat pemain masih menikmati game tersebut setiap hari menjadi salah satu alasan terbesar mengapa mereka ingin terus mengerjakannya.
“Heroes sudah berjalan selama bertahun-tahun, tetapi orang-orang masih memainkannya setiap hari dan masih mencintai game ini. Itu benar-benar luar biasa. Saya rasa saya akan mengakhirinya dengan berbicara kepada komunitas. Terima kasih, komunitas. Kami mencintai kalian. Terima kasih atas semua dukungan selama bertahun-tahun, dan kami berharap bisa terus mengerjakan Heroes.”
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id









![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)



Discussion about this post