Indonesia kelihatannya bakal punya peran yang semakin besar dalam rencana The Pokémon Company ke depannya. Dalam acara Pokémon Press Conference: Future Plans for Indonesia, The Pokémon Company mengumumkan berbagai program baru yang secara khusus menyasar pasar Indonesia, termasuk kolaborasi budaya lewat wayang, kegiatan untuk anak-anak, sampai kelanjutan berbagai aktivitas Pokémon yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Kami juga mendapatkan kesempatan untuk interview langsung kepada Susumu Fukunaga, Corporate Officer of The Pokémon Company, mengenai posisi Indonesia di mata mereka dan alasan kenapa semakin banyak program khusus yang dibuat di sini. Salah satu hal yang cukup terasa dari jawabannya adalah The Pokémon Company melihat antusiasme penggemar Indonesia berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir, sesuatu yang sebelumnya juga mereka rasakan langsung melalui berbagai event besar.

Fukunaga menyinggung Pikachu’s Indonesia Journey dan kolaborasi bersama Garuda Indonesia sebagai salah satu pengalaman yang membuat mereka benar-benar melihat besarnya antusiasme tersebut. Kolaborasi ini juga sempat dilengkapi drone show di PIK yang menarik banyak penggemar. Dari sana, The Pokémon Company merasa respons masyarakat Indonesia terhadap Pokémon memang sangat hangat dan mereka ingin membalasnya dengan aktivitas yang lebih besar.
“Pasar Indonesia sangat penting bagi kami,” menjadi pesan yang ditekankan Fukunaga. Apalagi sekarang ada kolaborasi dengan Nintendo untuk berbagai aktivitas di Indonesia. Semua hal tersebut akhirnya mendorong The Pokémon Company untuk semakin memperbesar bisnis sekaligus kehadiran Pokémon di Indonesia, bukan hanya lewat produk yang dijual, tetapi juga kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Wayang Pokémon Bakal Pertama Kali Tampil di Oktober 2026

Salah satu pengumuman yang paling unik tentu saja wayang Pokémon. The Pokémon Company ternyata sudah punya rencana cukup jelas untuk langkah awal proyek ini. Pertunjukan publik pertamanya direncanakan hadir dalam World Conference on Creative Economy pada 22 dan 23 Oktober 2026. Acara tersebut bakal menjadi pertama kalinya wayang Pokémon diperlihatkan langsung kepada publik.
Ada satu hal yang sempat menjadi pertanyaan menarik, yaitu apakah pertunjukan tersebut bakal mencampurkan karakter Pokémon dengan tokoh wayang tradisional Indonesia seperti Arjuna dan karakter lainnya. Jawabannya ternyata tidak. Pertunjukan ini tetap menggunakan bentuk kesenian wayang, tetapi karakter yang tampil adalah Pokémon saja, bukan crossover antara Pokémon dengan tokoh pewayangan Indonesia.
Menariknya lagi, The Pokémon Company saat ini juga belum punya rencana menjadikan wayang tersebut sebagai merchandise yang langsung dijual kepada penggemar. Fokus awal mereka justru berada di sekolah dasar. Setelah diperkenalkan kepada publik, The Pokémon Company ingin mulai membawa performance wayang Pokémon dari SD ke SD supaya proyek tersebut bisa menjangkau lebih banyak anak-anak di Indonesia.
Rencananya bahkan bukan cuma datang ke sekolah dan mengadakan pertunjukan. Mereka juga mempertimbangkan untuk memberikan kit wayang Pokémon kepada beberapa SD di Indonesia. Setelah diberikan, sekolah bisa menentukan sendiri bagaimana kit tersebut dimanfaatkan. Guru bisa menggunakannya untuk membuat pertunjukan bersama murid atau bahkan menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran mengenai wayang.
“Daripada nanti kami merilisnya sebagai komoditas jualan, mungkin kami akan memberikan kit dari wayang itu ke beberapa SD yang ada di Indonesia,” jelas pihak The Pokémon Company dalam sesi tersebut. Untuk sekarang, pendekatan edukasi dan pengenalan budaya menjadi prioritas. Kemungkinan menjual wayang Pokémon sebagai produk komersial baru menjadi sesuatu yang bisa dipikirkan setelahnya.
Ide Lokal Pokémon Ternyata Ikut Datang dari Orang Indonesia

Banyaknya program yang terasa sangat spesifik untuk Indonesia ternyata bukan sekadar keputusan yang dibuat dari Jepang tanpa masukan lokal. Fukunaga menjelaskan bahwa di perusahaan mereka ada cukup banyak orang Indonesia. Tim juga berdiskusi langsung dengan staf Pokémon asal Indonesia mengenai cara yang paling cocok untuk mendekatkan Pokémon kepada anak-anak di sini.
Dari diskusi seperti itulah berbagai ide lokal mulai muncul. Menurut Fukunaga, mereka memikirkan bagaimana Pokémon bisa lebih dekat dan menjangkau anak-anak Indonesia, kemudian berkembang menjadi sejumlah program yang sudah diumumkan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk proyek wayang Pokémon.
Pendekatan ini cukup menarik karena The Pokémon Company kelihatannya nggak ingin semua aktivitas Pokémon di berbagai negara dibuat dengan formula yang sama. Indonesia punya budaya dan kebiasaan sendiri, jadi beberapa program juga dibangun berdasarkan hal yang memang familiar dengan masyarakat lokal. Wayang menjadi contoh paling jelas karena bentuk kolaborasinya memang sangat identik dengan Indonesia.
Saat ditanya mengenai kemungkinan game Pokémon di Nintendo mendapatkan Bahasa Indonesia, apalagi Pokémon TCG Pocket sebelumnya sudah menyediakan Bahasa Indonesia, Fukunaga belum bisa memberikan jawaban. Ia menjelaskan bahwa posisinya berada di The Pokémon Company sehingga dirinya nggak bisa banyak berkomentar mengenai keputusan yang berhubungan dengan Nintendo.
Fans Pokémon Indonesia Melonjak dalam Beberapa Tahun Terakhir

Pertanyaan lain yang cukup menarik adalah seberapa besar sebenarnya posisi Indonesia dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, terutama dari sisi penjualan dan popularitas. Sayangnya, nggak ada satu angka sederhana yang bisa digunakan untuk menjawabnya karena bisnis Pokémon sendiri sangat luas. Ada Pokémon Trading Card Game, aplikasi, anime, video game, merchandise, dan berbagai kategori lainnya yang masing-masing punya data berbeda.
Fukunaga secara terbuka mengatakan dirinya nggak mengetahui angka total yang bisa langsung digunakan untuk menentukan posisi Indonesia secara keseluruhan. Karena setiap kategori berbeda, The Pokémon Company juga nggak memberikan persentase kontribusi Indonesia terhadap total bisnis Pokémon di Asia Tenggara atau secara global dalam sesi ini.
Meski begitu, ada satu tren yang bisa mereka pastikan. Popularitas Pokémon di Indonesia meningkat sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Fukunaga mengatakan bahwa penggemar Pokémon di Indonesia memang “sangat melonjak” selama periode tersebut. Besarnya jumlah penggemar yang hadir dalam berbagai aktivitas mereka juga menjadi sesuatu yang dirasakan langsung oleh The Pokémon Company.
Ketika pembahasannya diperluas ke perbandingan popularitas Indonesia dengan negara lain di Asia Tenggara, Fukunaga juga nggak memberikan ranking tertentu. Menurutnya, Pokémon pada dasarnya punya penggemar di mana-mana dan popularitas setiap wilayah juga bisa terlihat berbeda tergantung kategori yang sedang dibahas. Jadi untuk sekarang, The Pokémon Company lebih menekankan pertumbuhan yang mereka lihat di Indonesia daripada mencoba menempatkannya dalam ranking tertentu.
Pokémon dan Olahraga Dianggap Cocok Buat Mendekati Anak-anak

Selain budaya, olahraga juga menjadi bagian penting dari pendekatan Pokémon untuk anak-anak. Dalam sesi tersebut, Fukunaga membandingkannya dengan aktivitas yang sudah pernah dilakukan di Jepang. Pokémon sebelumnya bekerja sama dengan organisasi sepak bola seperti Japan Football Association atau JFA dalam program yang melibatkan anak-anak.
Menurutnya, olahraga dan Pokémon punya kecocokan karena keduanya bisa digunakan untuk mengajak anak-anak bergerak, menjaga kondisi tubuh tetap sehat, sekaligus menikmati waktu mereka. Jadi aktivitas Pokémon nggak harus selalu berhubungan langsung dengan memainkan game atau mengoleksi kartu, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk menuju kegiatan lain yang positif.
Pendekatan serupa kemudian dibawa ke Indonesia melalui kegiatan olahraga yang melibatkan anak-anak. The Pokémon Company juga ingin memberikan sesuatu yang bisa terus mereka gunakan setelah kegiatan selesai. Dalam pembahasannya, nama Mana Iwabuchi dan Aya Miyama turut disebut karena keduanya tentu nggak bisa selalu berada di Indonesia untuk terus mendampingi anak-anak secara langsung.
Karena itulah anak-anak diberikan barang bermotif Pokémon yang bisa tetap mereka gunakan setelah program selesai. Harapannya sederhana, ketika sosok yang terlibat dalam kegiatan tersebut sudah nggak berada di Indonesia, anak-anak masih punya sesuatu yang bisa mengingatkan sekaligus membuat mereka tetap semangat menjalankan aktivitasnya.
Kolaborasi Budaya Bukan Cuma Dilakukan di Indonesia

Wayang Pokémon memang sangat Indonesia, tetapi ide menghubungkan Pokémon dengan budaya tradisional sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi The Pokémon Company. Ketika ditanya apakah proyek wayang juga akan dibawa ke negara lain, Fukunaga mengatakan saat ini belum ada rencana untuk melakukannya di luar Indonesia.
Alasannya juga cukup masuk akal karena wayang memang punya hubungan yang sangat kuat dengan budaya Indonesia. Bahkan Fukunaga sempat balik mempertanyakan apakah pertunjukan wayang memang pernah dilakukan di luar negeri. Untuk sekarang, The Pokémon Company melihat proyek tersebut sebagai sesuatu yang memang lebih cocok difokuskan ke Indonesia.
Namun konsep Pokémon berkolaborasi dengan kebudayaan tradisional sudah pernah dilakukan di negara lain. Fukunaga memberikan contoh Jepang, tempat Pokémon pernah berkolaborasi langsung dengan pengrajin tradisional. Ia menggambarkannya kurang lebih seperti jika Pokémon bekerja sama dengan pengrajin gerabah di Indonesia.
Hasilnya ternyata memberikan dampak yang menurut mereka cukup berkesan. Kolaborasi tersebut membuat lebih banyak orang tertarik mempelajari kerajinan tradisional, bahkan ada yang kemudian ingin menjadi pengrajin. Budaya kerajinannya juga ikut mendapatkan perhatian dari lebih banyak orang. “Itu salah satu yang memang kami sangat terharu dengan hasil yang kami dapatkan,” jelas pihak The Pokémon Company mengenai dampak kolaborasi tersebut.
Melihat pengalaman itu, arah proyek wayang Pokémon di Indonesia jadi terasa lebih jelas. Tujuannya bukan sekadar menempelkan Pikachu dan Pokémon lain ke sebuah budaya lokal supaya terlihat unik, tetapi juga mencoba menggunakan popularitas Pokémon untuk membuat generasi yang lebih muda tertarik mengenal budaya tersebut.
Bagaimana dengan Pokémon Center dan World Championships di Indonesia?

Dalam sesi interview ini juga muncul pertanyaan yang mungkin sudah cukup lama ada di kepala penggemar, yaitu kemungkinan Pokémon Center hadir di Indonesia. Pertanyaan tersebut sempat diajukan dalam sesi, tetapi nggak ada konfirmasi atau rencana konkret mengenai pembukaan Pokémon Center Indonesia yang diumumkan pada kesempatan kali ini.
Hal serupa berlaku ketika pembahasannya masuk ke event kompetitif berskala besar. Dengan Pokémon World Championships 2027 yang akan digelar di Singapura, muncul pertanyaan apakah Indonesia suatu saat juga punya kesempatan menjadi tuan rumah event sekelas itu.
Untuk urusan tersebut, Fukunaga menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Pokémon World Championships bukan berada di bawah The Pokémon Company Jepang. Keputusan tersebut berada di The Pokémon Company International yang berbasis di Amerika Serikat, sehingga tim Jepang nggak berada dalam posisi untuk memberikan komentar atau memastikan kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah.
“Kebetulan kalau untuk pemilihan tempat World Championships itu bukan dari The Pokémon Company Jepang, tapi dari The Pokémon Company International yang ada di Amerika. Jadi kami di Jepang tidak bisa berkomentar apa pun,” jelasnya. Jawaban tersebut kemudian ditutup dengan nada ringan, “Didoakan saja semoga ada kesempatan di Indonesia.”
Untuk sekarang mungkin belum ada kepastian mengenai Pokémon Center ataupun event World Championships di Indonesia, tetapi arah besarnya sudah cukup kelihatan. The Pokémon Company melihat penggemar Pokémon di Indonesia tumbuh sangat cepat dan mereka ingin semakin dekat dengan pasar ini lewat berbagai pendekatan, mulai dari game dan event, kolaborasi bersama Nintendo dan Garuda Indonesia, olahraga untuk anak-anak, sampai sesuatu yang sangat lokal seperti wayang.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id









![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)



Discussion about this post