Dari beragam highlight utama di ajang BlizzCon 2026, World of Warcraft Forever lumauan menjadi sorotan karena premisnya untuk memperluas pengalaman Classic dengan tetap mempertahankan identitas Azeroth yang sudah dikenal pemain. Mulai dari ras Skyborne, kombinasi class baru, dungeon dan raid tambahan, hingga peningkatan teknologi visual dan controller support, tim kami telah berbincang dengan Clay Stone selaku Associate Production Director WoW Classic & WoW Forever, serta Ana Resendez selaku Lead Software Engineer World of Warcraft: Classic & WoW Forever dari Blizzard, di mana mereka membeberkan bagaimana timnya menjaga esensi Classic sambil membawa Azeroth ke arah baru.
Skyborne dan Filosofi Classic
Salah satu hal baru yang langsung menarik perhatian dalam demo adalah Skyborne, ras keturunan High Elf yang memiliki dua faksi dengan pilihan class berbeda. Menurut Clay Stone, desain Skyborne sejak awal dibuat dengan mempertimbangkan bagaimana mereka dapat terasa baru tanpa kehilangan tempatnya di dunia Classic. Tim developer bahkan bekerja dekat dengan Chris Metzen untuk membangun narasi di balik ras tersebut, termasuk alasan mengapa mereka baru kembali ke Azeroth setelah 10.000 tahun.
“Kami banyak mencurahkan waktu untuk narasi dan lore di balik Skyborne, tempat mereka tinggal, serta apa yang memaksa mereka kembali ke Azeroth untuk pertama kalinya dalam 10.000 tahun.”
Saat membuat karakter Skyborne, pemain langsung harus memilih salah satu dari dua faksi. Kedua kelompok tersebut ternyata memiliki pandangan berbeda mengenai cara menghadapi masalah yang terjadi di tempat asal mereka. Ketika kekuatan sihir di wilayah tersebut mulai menghilang dan mereka terpaksa kembali, konflik tersebut akhirnya berkembang menjadi perselisihan antar-faksi. Ana menambahkan kalau perbedaan Skyborne tidak hanya terlihat dari kombinasi ras dan class. Mereka juga memiliki racial ability yang berbeda, yang berkaitan langsung dengan sumber kekuatan serta cerita masing-masing faksi.

Pendekatan serupa juga diterapkan pada kombinasi class yang sebelumnya tidak tersedia, seperti Forsaken Paladin dan Dwarf Shaman. Clay menjelaskan kalau masing-masing memiliki alasan naratif tersendiri. Untuk Forsaken Paladin, kisah tersebut bahkan berkaitan dengan Warcraft III Reforged: Forsaken Kingdom, yang menceritakan Paladin Forsaken pertama dan bagaimana karakter tersebut memperoleh class-nya.
“Ketika kalian membuat Forsaken Paladin di WoW Forever, kalian akan mendapatkan pengalaman yang sangat unik yang belum pernah dialami pemain ketika menaikkan level karakter Forsaken lainnya.”
Tapi Blizzard tidak berencana membuka seluruh kombinasi ras dan class secara bebas. Menurut Clay, pembatasan tersebut masih merupakan bagian penting dari filosofi desain Classic.
“Kalau kami ragu, kami akan kembali berpegang pada Classic. Itu yang selama ini menjadi pedoman kami.”
Ana menambahkan kalau keputusan tersebut juga harus tetap masuk akal secara cerita. Tim mereka tidak hanya mempertimbangkan apa yang memungkinkan secara gameplay, tapi juga apakah class tersebut benar-benar cocok dengan narasi yang ingin mereka sampaikan.
Bukan Sekedar Alternate Universe
Salah satu pertanyaan menarik mengenai WoW Forever adalah bagaimana game ini ditempatkan dalam kontinuitas Warcraft. Apakah ini merupakan skenario “what if”, atau dunia alternatif yang sepenuhnya terpisah? Menurut Clay, cerita WoW Forever tetap dimulai dari titik canon. Seluruh game RTS dan cerita yang terjadi sebelumnya tetap dianggap canon.
Perbedaannya adalah Blizzard akan mengeksplorasi periode tahun pertama World of Warcraft, ketika masih banyak hal di Azeroth yang belum pernah diceritakan. Konsep tersebut mereka sebut sebagai Found Photographs. Clay menggambarkannya dengan analogi sederhana: bayangkan kita mengenal orang tua sendiri dengan sangat baik, lalu suatu hari menemukan foto lama mereka di loteng yang menunjukkan kalau mereka pernah melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa pernah menceritakannya kepada kita. Orang tersebut tidak berubah. Kita hanya menemukan bagian dari kehidupannya yang sebelumnya tidak diketahui.

“Kami tidak secara substansial bertentangan dengan lore setelah Vanilla. Kami hanya memperluasnya.”
Dengan pendekatan tersebut, Blizzard bisa menceritakan kisah karakter, ras, dan faksi yang belum pernah mendapatkan sorotan sebelumnya tanpa harus mengubah kejadian besar yang sudah dikenal pemain. Meski begitu, WoW Forever tetap memiliki kontinuitasnya sendiri. Hal ini memberikan timnya ruang kreatif agar perubahan kecil yang terjadi dalam game tidak harus memaksa versi modern World of Warcraft untuk ikut menyesuaikan diri.
“Tujuan akhirnya tetap memastikan kami membuat game terbaik yang bisa kami buat untuk WoW Forever. Itu adalah prioritas nomor satu.”
Ana melihat konsep ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Menurutnya, dunia itu sendiri merupakan karakter utama dalam WoW Forever.
“Kami benar-benar ingin memberikan penekanan pada cerita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan di seluruh dunia, di mana kalian juga menjadi bagian dari cerita tersebut.”
Azeroth yang Diingat Pemain
WoW Forever juga membawa peningkatan visual, terutama pada sistem pencahayaan. Ana menjelaskan kalau timnya ingin memperbarui teknologi game tanpa menghilangkan estetika yang membuat pemain mencintai Vanilla WoW.
Prosesnya membutuhkan banyak prototype dan iterasi untuk menemukan teknologi yang tepat. Blizzard tidak mungkin memperbarui seluruh model dalam game karena jumlahnya mencapai puluhan ribu, mulai dari karakter, properti, hingga berbagai item. Karena itu, mereka memilih melakukan investasi pada teknologi yang bisa meningkatkan tampilan dunia secara keseluruhan.
“Kami sudah tidak berada di tahun 2004 lagi. Kami ingin memastikan game ini tidak hanya terjebak di masa lalu, tetapi juga bergerak maju bersama kita.”

Clay kemudian mengutip perkataan Art Director mereka yang menurutnya sangat menggambarkan filosofi visual WoW Forever: “Ini bukan Classic seperti yang kalian ingat. Ini adalah Azeroth seperti yang kalian ingat.” Menurutnya, perbedaan tersebut bisa terlihat dari kabut, pencahayaan, serta bagaimana cahaya menembus pepohonan di Ashenvale. Blizzard ingin mempertahankan gaya artistik Classic, tetapi menambahkan efek lingkungan yang membuat dunia terasa lebih imersif.
Ana sendiri mengatakan kalau perubahan tersebut bahkan membuat tim mereka sering berhenti dalam playtest hanya untuk mengambil screenshot. Mereka bisa saja sedang menguji fitur yang sama sekali tidak berhubungan dengan lighting, tetapi kemudian melihat matahari terbenam atau pepohonan dan mulai mengabadikannya.
Mengisi Bagian Azeroth yang Belum Terselesaikan
Dungeon dan raid baru juga menjadi bagian penting dari WoW Forever. Alih-alih hanya menambahkan konten endgame, Blizzard ingin memastikan dungeon baru bisa dirasakan pemain sepanjang perjalanan leveling. Ana memberikan contoh Orgrimmar. Horde sudah memiliki dungeon yang bisa ditemui cukup awal, tetapi pengalaman serupa tidak tersedia bagi Alliance. Karena itu, tim developer mencoba menemukan “bagian yang hilang” seperti ini dan mengisinya dengan konten baru mulai sekitar level 10.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan Blizzard mengeksplorasi lokasi yang selama ini hanya dikenal dari cerita atau imajinasi pemain. Salah satu favorit Ana adalah Dalaran. Dalam WoW Forever, pemain bisa melihat kota tersebut ketika masih berada pada tahap awal pembangunannya.
“Saya masuk ke game dan berpikir, ‘Saya sedang mempelajari lebih banyak tentang tempat ini dan bagaimana tempat ini terus berkembang.’ Tapi semuanya dilihat dari sudut pandang baru.”

Konsep tersebut juga berlaku untuk Ruins of Lordaeron dan berbagai lokasi lainnya. Clay menjelaskan kalau timnya secara khusus melihat “mimpi” yang selama ini dimiliki pemain mengenai elemen Vanilla yang belum pernah diselesaikan.
“Apa yang ada di balik gerbang di Azshara, misalnya? Mungkin di WoW Forever kalian akan mengetahuinya.”
Menurut Clay, ada begitu banyak elemen seperti itu yang masih hidup dalam imajinasi komunitas maupun di dalam Blizzard sendiri. Beberapa bahkan belum sempat benar-benar dikembangkan oleh tim original.
“Dengan dungeon dan raid kami, ini adalah kesempatan untuk akhirnya mewujudkan banyak hal tersebut.”
Ketika ditanya mengenai keinginan pribadi untuk memberikan lebih banyak sorotan kepada Rexxar, Ana hanya tertawa dan mengatakan kalau dia sudah mencatat permintaan tersebut, meskipun belum bisa memberikan janji apa pun.
Controller Support dan Masa Depan WoW Forever
Salah satu fitur yang paling membuat Ana bersemangat adalah controller support. Fitur ini sepenuhnya opsional dan dirancang sebagai fitur accessibility, sehingga bisa membuka kesempatan bagi pemain yang sebelumnya kesulitan memainkan World of Warcraft menggunakan kontroler tradisional. Ana sendiri telah menggunakan controller dalam berbagai playtest dan merasa pengalaman tersebut cukup menyegarkan.
“Rasanya seperti memainkan game yang sudah sangat saya kenal, tetapi di saat yang sama terasa menyenangkan dan menyegarkan hanya dengan mengambil controller, bersandar, lalu bermain.”
Blizzard melakukan banyak iterasi untuk memastikan navigasi UI, VFX, dan berbagai elemen lainnya tetap mudah dipahami ketika menggunakan controller. Clay sendiri menekankan kalau semua yang diperlihatkan di BlizzCon baru merupakan awal dari perjalanan WoW Forever. Setelah acara tersebut, Blizzard masih akan membagikan lebih banyak informasi mengenai zone, dungeon, raid, serta perubahan class.
“Ini adalah awal dari perjalanan yang kami bangun bersama komunitas, dan saya sangat bersemangat untuk menjalani perjalanan ini bersama mereka ketika semuanya dimulai pada 4 November.”

Bagi Ana, membangun kembali komunitas menjadi salah satu bagian paling menarik dari proyek tersebut. Selama BlizzCon, ia bertemu pemain yang baru mengenal World of Warcraft melalui Hardcore, hingga pemain yang mengaku masih berada dalam guild yang sama selama 20 tahun.
“Apa yang kami buat mungkin berpotensi mengubah hidup beberapa orang. Itu adalah momen yang sangat membuat saya rendah hati, tetapi pada saat yang sama juga menjadi tanggung jawab yang besar.”
Clay menambahkan kalau timnya ingin terus mendengarkan komunitas, terutama karena mereka sendiri juga merupakan pemain World of Warcraft. Pengalaman dari Season of Discovery menjadi salah satu contoh bagaimana tim mereka bisa bergerak cepat ketika melihat perubahan yang memang diinginkan pemain. Dan untuk pertanyaan mengenai handheld PC, Ana memastikan kalau WoW Forever memang bisa dimainkan di perangkat handheld. Sementara untuk versi konsol, Blizzard belum memiliki rencana yang bisa diumumkan saat ini.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id









![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)



Discussion about this post