Kalau ngomongin game balapan arcade klasik, Crazy Taxi dari SEGA jelas jadi salah satu nama yang masih cukup melekat di ingatan banyak pemain. Sejak pertama kali dirilis pada 1999, seri ini memang terkenal lewat formula gameplay yang sangat simpel tapi kacau dalam cara yang seru: jemput penumpang, abaikan aturan lalu lintas, lalu antar mereka ke tujuan sebelum waktu habis.
Sekarang, SEGA akhirnya bersiap membawa taksi gila mereka kembali ke jalan lewat Crazy Taxi: World Tour. Game ini masih mempertahankan gameplay klasik soal mengantar penumpang yang sudah jadi ciri khas serinya, tapi sekarang skalanya dibuat jauh lebih luas lewat map terbuka, berbagai misi khusus, balapan, sampai lokasi yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Kami sendiri mendapat kesempatan untuk melihat game ini dua kali sepanjang tahun ini. Pertama lewat hands-on demo map Jerman di Gamescom 2026, lalu dilanjutkan dengan liat presentasi di Tokyo Game Show 2026. Memang bentuk pengalaman keduanya berbeda, tapi cukup memberikan gambaran soal bagaimana SEGA mencoba membawa Crazy Taxi ke dalam konsep perjalanan keliling dunia yang jauh lebih besar.
Menggila di Jalanan Jerman

Demo yang kami mainkan di Gamescom membawa kami ke map Jerman. Di sini pemain bisa melaju melewati jalanan kota, bangunan dengan arsitektur tradisional, sampai area yang terasa lebih terbuka. Beberapa landmark terkenal seperti Cologne Cathedral juga ikut dimasukkan dan langsung memberikan identitas yang cukup kuat untuk map tersebut.
Untuk gameplay utamanya sendiri, Crazy Taxi masih terasa sangat familiar. Setelah mengambil seorang penumpang, pemain akan diberikan waktu terbatas untuk membawa mereka sampai ke tujuan. Selama perjalanan, pemain juga bisa mengambil penumpang tambahan dan memaksimalkan sisa waktu yang tersedia. Drifting, boosting, dan berbagai trik berkendara gila lainnya menjadi cara utama untuk bergerak lebih cepat di tengah jalanan yang ramai.

Demo ini juga menghadirkan beberapa misi khusus yang tidak hanya berkutat pada aktivitas mengantar penumpang seperti biasanya.
Salah satu misinya meminta kami untuk mengambil seorang penumpang lalu melakukan Crazy Stop sampai penumpangnya terlempar keluar. Ada juga misi yang mengharuskan pemain kabur dari kejaran polisi terlebih dahulu sebelum akhirnya mengantar penumpang ke bandara. Selain itu, tersedia juga tantangan balapan yang memberikan sedikit variasi dari pekerjaan utama sebagai sopir taksi dan membuat pemain bisa langsung adu cepat di jalanan.
Sistem berkendaranya sendiri masih sangat berfokus pada gaya arcade. Crazy Drift dan Crazy Dash membuat pemain bisa melakukan tikungan tajam sekaligus mendapatkan tambahan kecepatan dengan cukup mudah. Menyelip di antara kendaraan, drifting saat memasuki tikungan, sampai mencari jalur tercepat menuju tujuan masih memberikan sensasi khas Crazy Taxi yang memang menjadi daya tarik utama seri ini sejak dulu.

Tokyo Ikut Masuk dalam Perjalanan
Berbeda dengan map Jerman, pada Tokyo Game Show kali ini kami belum mendapat kesempatan untuk memainkan map Tokyo secara langsung. Map tersebut hanya diperlihatkan lewat sebuah presentasi video, tapi setidaknya kami bisa melihat lebih dekat seperti apa lingkungan dan konten yang nantinya akan tersedia di sana.
Kalau dibandingkan dengan Jerman, map Tokyo tentu punya identitas perkotaan yang jauh lebih kuat. Presentasinya memperlihatkan berbagai landmark yang mudah dikenali seperti Tokyo Gate Bridge, Tokyo Tower, area Tokyo Bay, Asakusa, Tokyo Skytree, dan Shibuya. Pemain nantinya juga bisa melihat kereta yang melintas di tengah kota, memberikan satu lagi elemen yang langsung terasa sangat identik dengan suasana Tokyo.
Map Tokyo juga akan menghadirkan berbagai penumpang unik yang hanya bisa ditemukan di lokasi ini, termasuk pegulat sumo dan penari tradisional. Para pegulat sumo terlihat menaburkan garam terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam taksi, sementara para penari tradisional tampil membawa kipas lipat. Detail kecil seperti ini membuat map Tokyo terasa punya sentuhan Jepang yang jauh lebih kuat dibanding hanya sekadar mengganti latar kotanya saja.
Walaupun kali ini kami belum bisa langsung duduk di balik kemudi dan menjajal jalanan Tokyo sendiri, presentasi videonya sudah cukup memperlihatkan bagaimana SEGA mencoba memberikan identitas berbeda untuk setiap destinasi, mulai dari landmark, jenis penumpang, sampai berbagai elemen lokal yang khas dari masing-masing negara.
Crazy Taxi Kini Benar-Benar Keliling Dunia

Setelah memainkan map Jerman secara langsung dan mendapatkan sedikit gambaran soal Tokyo, satu hal yang cukup jelas adalah Crazy Taxi: World Tour masih mempertahankan formula utama dari seri ini: jemput penumpang, ngebut menuju tujuan, drifting, boost, dan manfaatkan setiap detik yang tersisa sebaik mungkin.
Bedanya, kali ini taksinya tidak cuma berputar-putar di satu kota saja. Mulai dari jalanan di Jerman sampai suasana perkotaan Tokyo yang jauh lebih padat, Crazy Taxi: World Tour mencoba memperluas pengalaman arcade yang sudah familiar menjadi sebuah perjalanan keliling dunia.
Masih ada cukup banyak hal lain yang belum kami lihat, apalagi map Tokyo sejauh ini baru diperlihatkan lewat B-roll selama TGS. Jadi untuk mengetahui bagaimana rasanya benar-benar berkendara di jalanan Tokyo, kami masih harus menunggu kesempatan hands-on lainnya.
Crazy Taxi: World Tour akan dirilis untuk PlayStation 5, Xbox Series, Switch 2 dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)
Discussion about this post