gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Menjajal Konten Susah di FINAL FANTASY RESONANCE – Sensasi Combat Seru dan Tantangan Colosseum!

Fadhil by Fadhil
September 17, 2026
in Konsol, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Hands-on terbaru kami untuk Final Fantasy Resonance yang juga memberi porsi gameplay dengan progression lebih jauh termasuk Colosseum

Hands-on terbaru kami untuk Final Fantasy Resonance yang juga memberi porsi gameplay dengan progression lebih jauh termasuk Colosseum

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Melalui hands-on dengan FINAL FANTASY RESONANCE beberapa waktu lalu, tim kami juga sempat berkesempatan menjajal porsi konten dengan progress lebih jauh. Jadinya delain Prologue dan Dungeon Exploration yang sempat kami jajal sebelumnya, sesi kali ini juga memberi kesempatan untuk mencoba mode Colosseum yang lebih menantang. Kami akhirnya bisa merasakan sensasi pertarungan melawan boss yang lebih menggugah, strategi yang dibutuhkan, serta cara menghadapi mekanik musuh yang berbeda-beda.

Peran Penting Vision

Salah satu fitur utama FINAL FANTASY RESONANCE adalah sistem Vision. Dalam preview kali ini, kami bisa melihat sekitar 26 karakter Vision, termasuk 16 karakter utama dari seri utama FINAL FANTASY. Ada juga karakter seperti Sephiroth dan sejumlah tokoh lain dari semesta FINAL FANTASY, termasuk FINAL FANTASY BRAVE EXVIUS.

Meski Sephiroth belum bisa digunakan dalam preview ini, kami berkesempatan untuk melihat Ultimate dari beberapa karakter ikonik lainnya, seperti Cloud, Warrior of Light, Clive, dan Lightning. Sebagai fans FINAL FANTASY, bagian ini menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian kami. Karakter-karakter tersebut bukan sekedar hadir sebagai cameo atau wajah familiar. Melalui sistem Vision, mereka bisa bergabung dengan party dan membawa kemampuan khas serta serangan Ultimate masing-masing ke dalam pertarungan.

Melihat serangan Ultimate Cloud, Clive, dan Lightning beraksi terasa sangat memuaskan. Masing-masing memiliki gaya serangan, animasi, dan penyajian yang berbeda. Hal ini membuat kami semakin penasaran dengan karakter lain yang bisa dijajal nantinya. Sephiroth memang belum bisa dimainkan dalam sesi ini, tetapi kehadirannya dalam daftar Vision tentu menjadi sesuatu yang patut dinantikan oleh para fans FINAL FANTASY VII.

Apa yang menarik adalah bagaimana Vision bukan sekedar karakter aksesoris. Sistem ini terintegrasi langsung dengan mekanik pertarungan, sehingga pemain bisa mempertimbangkan karakter dan kemampuan yang sesuai dengan komposisi party maupun musuh yang dihadapi. Dengan begitu, kehadiran karakter klasik FINAL FANTASY terasa lebih dari sekedar fan service. Mereka benar-benar menjadi bagian dari gameplay.

Menguji Strategi Combat yang Lebih Intens di Colosseum

Sesi Colosseum berlangsung sekitar 20 menit, dengan dua Boss Battle yang sempat kami coba. Berbeda dari Dungeon Exploration sebelumnya, pertarungan kali ini berlangsung di arena Colosseum yang jauh lebih luas. Mode ini juga terasa dirancang untuk dicoba berulang kali, sehingga pemain bisa mengulang pertarungan melawan boss dan menguji strategi yang berbeda.

Hal paling menonjol dari kedua pertarungan tersebut adalah kalau mengalahkan boss tidak cukup hanya dengan mengandalkan serangan berdamage tinggi. Karakter yang kuat dan serangan mematikan tentu tetap penting. Namun, terus menggunakan kemampuan terkuat tanpa mempertimbangkan situasi bukanlah strategi yang selalu efektif.

Kami harus memperhatikan mekanik, kelemahan, dan pola serangan setiap boss, lalu menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi pertarungan. Menariknya, kedua boss yang kami hadapi membutuhkan pendekatan yang sangat berbeda.

Pertarungan Boss Epik Melawan Ochu

Boss pertama yang kami hadapi adalah Ochu. Ochu sendiri sudah cukup merepotkan, tetapi pertarungan menjadi semakin rumit karena ia bisa memanggil Microchu dengan mengorbankan sebagian HP-nya.

Artinya, kami tidak hanya perlu menghadapi satu boss. Ada juga musuh tambahan yang harus terus diperhatikan selama pertarungan berlangsung. Awalnya, kami tentu ingin langsung berfokus pada Ochu dan mengurangi HP-nya secepat mungkin. Tapi begitu Microchu mulai bermunculan, kami menyadari kalau membiarkan mereka begitu saja bisa membuat pertarungan semakin sulit dikendalikan.

Salah satu momen yang paling penting adalah ketika Ochu bersiap menggunakan Ultimate. Jika Microchu tidak berhasil dikalahkan tepat waktu, situasi bisa menjadi jauh lebih berbahaya. Hal ini membuat kami harus terus mempertimbangkan musuh mana yang sebaiknya menjadi target utama. Apakah lebih baik langsung menyerang Ochu, atau menghabisi Microchu terlebih dahulu sebelum situasi semakin sulit?

Dark Fang & Wild Maneuverer

Boss Battle kedua mempertemukan kami dengan Dark Fang & Wild Maneuverer. Berbeda dari Ochu, pertarungan ini lebih berfokus pada kemampuan pemain untuk mengenali dan memanfaatkan Weakness setiap musuh. Masing-masing memiliki kelemahan tersendiri yang perlu diserang untuk meningkatkan Break.

Pertarungan ini semakin memperjelas kalau FINAL FANTASY RESONANCE bukan sekedar soal menghasilkan DPS setinggi mungkin. Kami memang masih bisa memberikan damage dengan terus menggunakan serangan terkuat, tetapi hasilnya tidak akan seefektif jika kami mengabaikan Weakness musuh.

 

Begitu mulai menyerang kelemahan yang tepat dan membangun Break, tempo pertarungan terasa berubah cukup signifikan. Dari sinilah kami mulai lebih banyak berpikir tentang “Serangan apa yang sebaiknya digunakan? Musuh mana yang harus menjadi target? Kapan waktu yang tepat untuk memanfaatkan Break?” dibandingkan hanya memikirkan seberapa besar damage yang bisa kami hasilkan saat itu.

Menghadapi dua boss sekaligus juga membuat pertarungan semakin menarik. Kami tidak bisa hanya berfokus pada satu bar HP, tetapi harus terus memantau kondisi kedua musuh dan menentukan mana yang perlu dihadapi terlebih dahulu. Alhasil, pertarungan ini terasa seperti memecahkan teka-teki, bukan sekedar berlomba menghabiskan HP boss.

Strategi Dibalik Skill Ultimate

Hal lain yang cukup menarik perhatian kami adalah bagaimana sistem Ultimate menjadi bagian dari strategi pertarungan secara keseluruhan. Tentu saja, animasi Ultimate menjadi salah satu aspek visual yang paling memukau dalam gamenya. Selain Cloud dan Warrior of Light, kali ini kami juga berkesempatan untuk melihat Ultimate dari Clive dan Lightning.

Sephiroth memang belum bisa dimainkan, tetapi melihat begitu banyak karakter ikonik FINAL FANTASY menggunakan serangan khas mereka tetap menjadi salah satu bagian paling berkesan dari sesi ini. Ultimate Clive dan Lightning, khususnya, memiliki penyajian yang sangat khas dan langsung mencerminkan karakter masing-masing. Bersama Cloud, Warrior of Light, dan Nodius, setiap Ultimate terasa memiliki identitas visual tersendiri, bukan sekedar animasi serangan yang sama dengan karakter berbeda.

Perpaduan antara animasi Ultimate yang spektakuler dan kebutuhan untuk menentukan waktu penggunaan yang tepat menjadi salah satu aspek pertarungan yang paling kami nikmati.

Weakness dan Break untuk Alur Combat Jelas

Weakness dan Break menjadi dua elemen terpenting yang kami perhatikan selama sesi hands-on kali ini. Pemain memang masih bisa mengalahkan musuh dengan serangan biasa maupun kemampuan berdamage tinggi. Tapi pendekatan tersebut belum tentu menjadi cara paling efektif untuk menghadapi setiap musuh.

Dengan mengamati kelemahan lawan dan memilih serangan yang sesuai, kami bisa membangun Break dengan lebih efektif. Ketika musuh berhasil mengalami Break, tempo pertarungan pun berubah. Kondisi ini memberikan kesempatan untuk memusatkan serangan dan memanfaatkan celah saat musuh berada dalam keadaan rentan.

Secara sederhana, alur pertarungannya terasa seperti ini: Temukan Weakness → Serang Weakness → Bangun Break → Manfaatkan Celah untuk Menyerang → Evaluasi Kondisi Boss.  Dengan sistem seperti ini, setiap giliran terasa lebih berarti. Kami tidak lagi hanya berusaha menghasilkan damage sebesar mungkin, tetapi juga mempersiapkan diri untuk memanfaatkan kesempatan berikutnya.

Boss Battle dengan Strategi yang Berbeda

Bagian paling menarik dari Colosseum bagi kami adalah bagaimana kedua Boss Battle tersebut tidak menggunakan formula yang sama. Ochu lebih berfokus pada pengelolaan medan pertarungan dan penentuan target. Kami harus memperhatikan Microchu yang dipanggilnya dan memastikan mereka dikalahkan pada waktu yang tepat, terutama sebelum Ochu menggunakan Ultimate.

Sementara itu, Dark Fang & Wild Maneuverer lebih menekankan penggunaan Weakness dan Break. Kami harus mengenali kelemahan setiap musuh dan menggunakan serangan yang tepat agar bisa memberikan damage secara efektif. Artinya, strategi berdamage tinggi yang berhasil digunakan untuk menghadapi satu boss belum tentu akan memberikan hasil yang sama ketika digunakan melawan boss lainnya.

Dan inilah hal terbesar yang kami dapatkan dari sesi Colosseum kali ini. FINAL FANTASY RESONANCE bukan sekedar meminta pemain untuk memperkuat karakter mereka, tetapi juga memahami musuh yang dihadapi.

Tantangan Menggugah di Colosseum

Dibandingkan Dungeon Exploration biasa, Colosseum terasa seperti tempat khusus bagi pemain untuk menguji pemahaman mereka terhadap sistem pertarungan. Durasi Boss Battle memang tidak terlalu panjang, tetapi setiap boss memiliki mekanik dan kelemahan tersendiri. Kami harus terus memperhatikan kondisi medan pertarungan dan menyesuaikan strategi berdasarkan situasi yang ada.

Kemampuan untuk mengulang pertarungan juga membuat Colosseum terasa lebih dari sekedar tantangan sekali jalan. Jika belum berhasil memahami mekanik boss pada percobaan pertama, kami bisa kembali mencobanya dengan komposisi party, kombinasi Vision, dan strategi serangan yang berbeda. Bagi pemain yang senang mempelajari sistem pertarungan dan mencari strategi paling efektif, Colosseum berpotensi menjadi salah satu aktivitas sampingan yang menarik untuk dicoba.

Impresi Sejauh Ini

Setelah mendapatkan kesempatan untuk mendalami sistem pertarungannya, FINAL FANTASY RESONANCE terasa lebih dari sekedar game yang mempertemukan karakter-karakter dari berbagai seri FINAL FANTASY. Boss Battle di Colosseum, khususnya, memperlihatkan kalau game ini mendorong pemain untuk benar-benar memahami musuh yang dihadapi, bukan hanya mengandalkan level tinggi, kekuatan serangan, atau terus menggunakan kemampuan terkuat.

Berdasarkan preview kali ini, jika FINAL FANTASY RESONANCE mampu terus mengembangkan perpaduan antara karakter klasik FINAL FANTASY, sistem Vision, pertarungan turn-based yang strategis, dan mekanik boss yang unik, sistem pertarungannya berpotensi menjadi salah satu aspek paling menarik untuk dinantikan saat versi penuh game ini dirilis.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Final Fantasy ResonanceHands-OnNintendo SwitchNintendo Switch 2PCPS5Square EnixXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Denuvo Resmi Gugat Cracker Voices38 di Pengadilan

Next Post

Capcom Kolaborasi dengan TRYX untuk Produk AIO Liquid Cooler Bertemakan Pragmata dan Resident Evil

Related Posts

Maskot game horor ikonik Ao Oni belum lama ini telah memulai debutnya sebagai VTuber gaming dengan format silent playthrough
Berita

Ao Oni Debut Jadi VTuber Gaming dengan Format Livestream yang Unik

November 3, 2026
Kami berkesempatan ngobrol dengan Hamada Shuichiro, Brand Producer Cygames sekaligus orang pemimpin CygamesEdge.
PC

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Bos CygamesEdge – Where the Seeds Fall, Tantangan Game Indie, AI, dan Persaingan Ribuan Game di Steam

November 3, 2026
Kami berkesempatan ngobrol dengan tiga sosok di balik pengembangan Mega Man: Dual Override untuk membahas berbagai fitur barunya.
Nintendo Switch

[EKSKLUSIF] Wawancara Mega Man: Dual Override dengan Capcom – Proto Man, Custom Chip, dan Gameplay Fleksibel

November 3, 2026
Square Enix berbagi banyak detail baru Final Fantasy XIV: Evercold yang rilisnya kini ditunda sekitar satu bulan dari jadwal sebelumnya
Berita

Final Fantasy XIV: Evercold Bagi Banyak Detail Baru Termasuk Kepastian Jadwal Rilis

November 3, 2026
Anthropic sekarang mulai memperketat kemampuan Claude Code dan Opus 5.5 buat urusan reverse engineering game ataupun software.
Berita

Claude Mulai Blokir Reverse Engineering, Native PC Port Bisa Ikut Terdampak

November 3, 2026
Rangkuman wawancara terbaru kami dengan Ryozo Tsujimoto di gamescom asia x Thailand Game Show 2026 yang membahas MH Wilds Ascendance
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Monster Hunter Wilds: Ascendance Bareng Ryozo Tsujimoto – Tantangan Baru Lewat Master Rank hingga Kembalinya Lao-Shan Lung!

November 2, 2026
Next Post
Capcom jalin kolaborasi dengan TRYX untuk menjual AIO liquid cooler edisi spesial dari dua IP mereka yaitu PRAGMATA dan Resident Evil

Capcom Kolaborasi dengan TRYX untuk Produk AIO Liquid Cooler Bertemakan Pragmata dan Resident Evil

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

HoYoverse beri konfirmasi jadwal rilis Petit Planet yang jatuh pada 4 Desember mendatang di platform Android, iOS, dan PC

Petit Planet Siap Rilis Awal Desember Nanti di Mobile dan PC

by Fadhil
October 30, 2026
0

HoYoverse beri konfirmasi jadwal rilis Petit Planet yang jatuh pada 4 Desember mendatang di platform Android, iOS, dan PC.

Com2uS baru saja mengumumkan game Idle RPG Destiny: Child Assemble yang rencananya akan rilis di paruh pertama 2027

Destiny Child: Assemble Diumumkan Sebagai Idle RPG Baru dengan Target Rilis 2027

by Fadhil
October 28, 2026
0

Com2uS baru saja mengumumkan game Idle RPG Destiny: Child Assemble yang rencananya akan rilis di paruh pertama 2027.

Mulai hari ini Bandai Namco sudah membuka akses pra-registrasi Digimon Alysion di Google Play dan App Store

Digimon Alysion Akhirnya Buka Pra-Registrasi, Game Kartu Digimon Terbaru untuk Mobile!

by Fadhil
October 28, 2026
0

Mulai hari ini Bandai Namco sudah membuka akses pra-registrasi Digimon Alysion di Google Play dan App Store.

Monster Hunter Outlanders berhasil mencapai target pra-registrasi di 15 juta pemain jelang perilisannya dalam beberapa hari lagi

Pra-Registrasi Monster Hunter Outlanders Kini Sudah Tembus 15 Juta Pemain

by Fadhil
October 27, 2026
0

Monster Hunter Outlanders berhasil mencapai target pra-registrasi di 15 juta pemain jelang perilisannya dalam beberapa hari lagi.

Pokémon UNITE resmi bakal menutup layanannya pada 23 Maret 2027 untuk versi mobile maupun Nintendo Switch.

Pokémon UNITE Bakal Tutup Maret 2027 Setelah Lebih dari 5 Tahun

by Taufik
October 27, 2026
0

Pokémon UNITE resmi bakal menutup layanannya pada 23 Maret 2027 untuk versi mobile maupun Nintendo Switch. Game ini pertama kali...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd