Melalui hands-on dengan FINAL FANTASY RESONANCE beberapa waktu lalu, tim kami juga sempat berkesempatan menjajal porsi konten dengan progress lebih jauh. Jadinya delain Prologue dan Dungeon Exploration yang sempat kami jajal sebelumnya, sesi kali ini juga memberi kesempatan untuk mencoba mode Colosseum yang lebih menantang. Kami akhirnya bisa merasakan sensasi pertarungan melawan boss yang lebih menggugah, strategi yang dibutuhkan, serta cara menghadapi mekanik musuh yang berbeda-beda.
Peran Penting Vision
Salah satu fitur utama FINAL FANTASY RESONANCE adalah sistem Vision. Dalam preview kali ini, kami bisa melihat sekitar 26 karakter Vision, termasuk 16 karakter utama dari seri utama FINAL FANTASY. Ada juga karakter seperti Sephiroth dan sejumlah tokoh lain dari semesta FINAL FANTASY, termasuk FINAL FANTASY BRAVE EXVIUS.
Meski Sephiroth belum bisa digunakan dalam preview ini, kami berkesempatan untuk melihat Ultimate dari beberapa karakter ikonik lainnya, seperti Cloud, Warrior of Light, Clive, dan Lightning. Sebagai fans FINAL FANTASY, bagian ini menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian kami. Karakter-karakter tersebut bukan sekedar hadir sebagai cameo atau wajah familiar. Melalui sistem Vision, mereka bisa bergabung dengan party dan membawa kemampuan khas serta serangan Ultimate masing-masing ke dalam pertarungan.

Melihat serangan Ultimate Cloud, Clive, dan Lightning beraksi terasa sangat memuaskan. Masing-masing memiliki gaya serangan, animasi, dan penyajian yang berbeda. Hal ini membuat kami semakin penasaran dengan karakter lain yang bisa dijajal nantinya. Sephiroth memang belum bisa dimainkan dalam sesi ini, tetapi kehadirannya dalam daftar Vision tentu menjadi sesuatu yang patut dinantikan oleh para fans FINAL FANTASY VII.
Apa yang menarik adalah bagaimana Vision bukan sekedar karakter aksesoris. Sistem ini terintegrasi langsung dengan mekanik pertarungan, sehingga pemain bisa mempertimbangkan karakter dan kemampuan yang sesuai dengan komposisi party maupun musuh yang dihadapi. Dengan begitu, kehadiran karakter klasik FINAL FANTASY terasa lebih dari sekedar fan service. Mereka benar-benar menjadi bagian dari gameplay.
Menguji Strategi Combat yang Lebih Intens di Colosseum
Sesi Colosseum berlangsung sekitar 20 menit, dengan dua Boss Battle yang sempat kami coba. Berbeda dari Dungeon Exploration sebelumnya, pertarungan kali ini berlangsung di arena Colosseum yang jauh lebih luas. Mode ini juga terasa dirancang untuk dicoba berulang kali, sehingga pemain bisa mengulang pertarungan melawan boss dan menguji strategi yang berbeda.

Hal paling menonjol dari kedua pertarungan tersebut adalah kalau mengalahkan boss tidak cukup hanya dengan mengandalkan serangan berdamage tinggi. Karakter yang kuat dan serangan mematikan tentu tetap penting. Namun, terus menggunakan kemampuan terkuat tanpa mempertimbangkan situasi bukanlah strategi yang selalu efektif.
Kami harus memperhatikan mekanik, kelemahan, dan pola serangan setiap boss, lalu menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi pertarungan. Menariknya, kedua boss yang kami hadapi membutuhkan pendekatan yang sangat berbeda.
Pertarungan Boss Epik Melawan Ochu
Boss pertama yang kami hadapi adalah Ochu. Ochu sendiri sudah cukup merepotkan, tetapi pertarungan menjadi semakin rumit karena ia bisa memanggil Microchu dengan mengorbankan sebagian HP-nya.
Artinya, kami tidak hanya perlu menghadapi satu boss. Ada juga musuh tambahan yang harus terus diperhatikan selama pertarungan berlangsung. Awalnya, kami tentu ingin langsung berfokus pada Ochu dan mengurangi HP-nya secepat mungkin. Tapi begitu Microchu mulai bermunculan, kami menyadari kalau membiarkan mereka begitu saja bisa membuat pertarungan semakin sulit dikendalikan.

Salah satu momen yang paling penting adalah ketika Ochu bersiap menggunakan Ultimate. Jika Microchu tidak berhasil dikalahkan tepat waktu, situasi bisa menjadi jauh lebih berbahaya. Hal ini membuat kami harus terus mempertimbangkan musuh mana yang sebaiknya menjadi target utama. Apakah lebih baik langsung menyerang Ochu, atau menghabisi Microchu terlebih dahulu sebelum situasi semakin sulit?
Dark Fang & Wild Maneuverer
Boss Battle kedua mempertemukan kami dengan Dark Fang & Wild Maneuverer. Berbeda dari Ochu, pertarungan ini lebih berfokus pada kemampuan pemain untuk mengenali dan memanfaatkan Weakness setiap musuh. Masing-masing memiliki kelemahan tersendiri yang perlu diserang untuk meningkatkan Break.
Pertarungan ini semakin memperjelas kalau FINAL FANTASY RESONANCE bukan sekedar soal menghasilkan DPS setinggi mungkin. Kami memang masih bisa memberikan damage dengan terus menggunakan serangan terkuat, tetapi hasilnya tidak akan seefektif jika kami mengabaikan Weakness musuh.

Begitu mulai menyerang kelemahan yang tepat dan membangun Break, tempo pertarungan terasa berubah cukup signifikan. Dari sinilah kami mulai lebih banyak berpikir tentang “Serangan apa yang sebaiknya digunakan? Musuh mana yang harus menjadi target? Kapan waktu yang tepat untuk memanfaatkan Break?” dibandingkan hanya memikirkan seberapa besar damage yang bisa kami hasilkan saat itu.
Menghadapi dua boss sekaligus juga membuat pertarungan semakin menarik. Kami tidak bisa hanya berfokus pada satu bar HP, tetapi harus terus memantau kondisi kedua musuh dan menentukan mana yang perlu dihadapi terlebih dahulu. Alhasil, pertarungan ini terasa seperti memecahkan teka-teki, bukan sekedar berlomba menghabiskan HP boss.
Strategi Dibalik Skill Ultimate
Hal lain yang cukup menarik perhatian kami adalah bagaimana sistem Ultimate menjadi bagian dari strategi pertarungan secara keseluruhan. Tentu saja, animasi Ultimate menjadi salah satu aspek visual yang paling memukau dalam gamenya. Selain Cloud dan Warrior of Light, kali ini kami juga berkesempatan untuk melihat Ultimate dari Clive dan Lightning.

Sephiroth memang belum bisa dimainkan, tetapi melihat begitu banyak karakter ikonik FINAL FANTASY menggunakan serangan khas mereka tetap menjadi salah satu bagian paling berkesan dari sesi ini. Ultimate Clive dan Lightning, khususnya, memiliki penyajian yang sangat khas dan langsung mencerminkan karakter masing-masing. Bersama Cloud, Warrior of Light, dan Nodius, setiap Ultimate terasa memiliki identitas visual tersendiri, bukan sekedar animasi serangan yang sama dengan karakter berbeda.
Perpaduan antara animasi Ultimate yang spektakuler dan kebutuhan untuk menentukan waktu penggunaan yang tepat menjadi salah satu aspek pertarungan yang paling kami nikmati.
Weakness dan Break untuk Alur Combat Jelas
Weakness dan Break menjadi dua elemen terpenting yang kami perhatikan selama sesi hands-on kali ini. Pemain memang masih bisa mengalahkan musuh dengan serangan biasa maupun kemampuan berdamage tinggi. Tapi pendekatan tersebut belum tentu menjadi cara paling efektif untuk menghadapi setiap musuh.
Dengan mengamati kelemahan lawan dan memilih serangan yang sesuai, kami bisa membangun Break dengan lebih efektif. Ketika musuh berhasil mengalami Break, tempo pertarungan pun berubah. Kondisi ini memberikan kesempatan untuk memusatkan serangan dan memanfaatkan celah saat musuh berada dalam keadaan rentan.

Secara sederhana, alur pertarungannya terasa seperti ini: Temukan Weakness → Serang Weakness → Bangun Break → Manfaatkan Celah untuk Menyerang → Evaluasi Kondisi Boss. Dengan sistem seperti ini, setiap giliran terasa lebih berarti. Kami tidak lagi hanya berusaha menghasilkan damage sebesar mungkin, tetapi juga mempersiapkan diri untuk memanfaatkan kesempatan berikutnya.
Boss Battle dengan Strategi yang Berbeda
Bagian paling menarik dari Colosseum bagi kami adalah bagaimana kedua Boss Battle tersebut tidak menggunakan formula yang sama. Ochu lebih berfokus pada pengelolaan medan pertarungan dan penentuan target. Kami harus memperhatikan Microchu yang dipanggilnya dan memastikan mereka dikalahkan pada waktu yang tepat, terutama sebelum Ochu menggunakan Ultimate.

Sementara itu, Dark Fang & Wild Maneuverer lebih menekankan penggunaan Weakness dan Break. Kami harus mengenali kelemahan setiap musuh dan menggunakan serangan yang tepat agar bisa memberikan damage secara efektif. Artinya, strategi berdamage tinggi yang berhasil digunakan untuk menghadapi satu boss belum tentu akan memberikan hasil yang sama ketika digunakan melawan boss lainnya.
Dan inilah hal terbesar yang kami dapatkan dari sesi Colosseum kali ini. FINAL FANTASY RESONANCE bukan sekedar meminta pemain untuk memperkuat karakter mereka, tetapi juga memahami musuh yang dihadapi.
Tantangan Menggugah di Colosseum
Dibandingkan Dungeon Exploration biasa, Colosseum terasa seperti tempat khusus bagi pemain untuk menguji pemahaman mereka terhadap sistem pertarungan. Durasi Boss Battle memang tidak terlalu panjang, tetapi setiap boss memiliki mekanik dan kelemahan tersendiri. Kami harus terus memperhatikan kondisi medan pertarungan dan menyesuaikan strategi berdasarkan situasi yang ada.

Kemampuan untuk mengulang pertarungan juga membuat Colosseum terasa lebih dari sekedar tantangan sekali jalan. Jika belum berhasil memahami mekanik boss pada percobaan pertama, kami bisa kembali mencobanya dengan komposisi party, kombinasi Vision, dan strategi serangan yang berbeda. Bagi pemain yang senang mempelajari sistem pertarungan dan mencari strategi paling efektif, Colosseum berpotensi menjadi salah satu aktivitas sampingan yang menarik untuk dicoba.
Impresi Sejauh Ini

Setelah mendapatkan kesempatan untuk mendalami sistem pertarungannya, FINAL FANTASY RESONANCE terasa lebih dari sekedar game yang mempertemukan karakter-karakter dari berbagai seri FINAL FANTASY. Boss Battle di Colosseum, khususnya, memperlihatkan kalau game ini mendorong pemain untuk benar-benar memahami musuh yang dihadapi, bukan hanya mengandalkan level tinggi, kekuatan serangan, atau terus menggunakan kemampuan terkuat.
Berdasarkan preview kali ini, jika FINAL FANTASY RESONANCE mampu terus mengembangkan perpaduan antara karakter klasik FINAL FANTASY, sistem Vision, pertarungan turn-based yang strategis, dan mekanik boss yang unik, sistem pertarungannya berpotensi menjadi salah satu aspek paling menarik untuk dinantikan saat versi penuh game ini dirilis.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id









![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)


Discussion about this post