gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara DRAGON BALL XENOVERSE 3 – Bahas Tuntas Konsep Baru dan Rencan Jangka Panjang AGE 1000!

Fadhil by Fadhil
October 1, 2026
in Wawancara
0
Rangkuman wawancara kami dengan Masayuki Hirano selaku producer DRAGON BALL XENOVERSE 3 yang sudah membahas tuntas mengenai premis gamenya

Rangkuman wawancara kami dengan Masayuki Hirano selaku producer DRAGON BALL XENOVERSE 3 yang sudah membahas tuntas mengenai premis gamenya

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Selama bertahun-tahun lamanya, para fans Dragon Ball yang senang membuat karakter sendiri dan terjun ke dalam ceritanya terus menjaga XENOVERSE 2 tetap hidup. Dukungan update yang konsisten dan komunitas yang loyal membuat game tersebut terus bertahan jauh setelah dirilis, dan kini suksesornya sedang dipersiapkan. DRAGON BALL XENOVERSE 3 membawa seri ini ke masa depan, tepatnya ke periode yang dikenal sebagai Age 1000. Game ini memperkenalkan ras baru yang bisa dimainkan, cara baru menggunakan Ki, serta sistem yang memungkinkan pemain berubah menjadi karakter-karakter ikonik.

Dalam Tokyo Game Show 2026, media mendapat kesempatan mengikuti sesi Q&A bersama Masayuki Hirano selaku producer utama gamenya. Kami dipersilakan menanyakan apa pun, mulai dari hal serius seperti balancing dan cerita hingga beberapa pertanyaan yang lebih konyol. Berikut berbagai hal yang ia bagikan.

Android Bergabung dalam Daftar Ras yang Bisa Dimainkan

Salah satu tambahan terbesar dalam DRAGON BALL XENOVERSE 3 adalah ras baru yang bisa dimainkan, yaitu Android. Mereka bergabung dengan lima ras yang kembali dari game-game sebelumnya. Hirano menjelaskan kalau timnya melihat kembali arc Frieza, Cell, Buu, dan Namek. Masing-masing sudah memiliki ras yang mewakilinya, kecuali Cell. “Kami ingin memastikan kalau pemain memiliki lebih banyak pilihan dalam hal ini,” ujarnya. Banyak pemain XENOVERSE 2 memang sudah meminta kehadiran Android, dan balancing juga menjadi salah satu pertimbangan tim.

“Hal tersebut juga menjadi sesuatu yang kami perhatikan di XENOVERSE 3, untuk memastikan kalau apa pun ras yang kalian pilih, kalian tidak akan berada dalam posisi yang sangat dirugikan dari segi gameplay,” ujar Hirano. Untuk saat ini, detail mengenai ras Android masih terbatas dan informasi lebih lanjut akan dibagikan di kemudian hari. “Apa yang bisa saya katakan, mereka akan mirip dengan ras lainnya. Masing-masing akan memiliki serangan khusus dan kemampuan uniknya sendiri,” lanjut Hirano.

Cooldown dan Soul Switch Mengubah Cara Bermain

DRAGON BALL XENOVERSE 3 juga mengubah cara kerja jurus yang menggunakan Ki. Pada game sebelumnya, pemain perlu mengisi Ki untuk menggunakan serangan terkuat mereka. Game baru ini justru menggunakan sistem stamina dengan cooldown, berdasarkan data yang dikumpulkan tim mengenai perilaku pemain XENOVERSE 2 selama bertahun-tahun.

“Tapi sistem tersebut tidak memberikan banyak variasi gameplay atau memberi kesempatan bagi jurus-jurus lain untuk lebih bersinar,” jelas Hirano mengenai temuan tim. “Pemain sering kali mengisi Ki lalu melakukan spam terhadap banyak jurus besar, dan kami sangat berterima kasih karena ada begitu banyak pemain yang benar-benar mengoptimalkan game ini sampai mereka berhasil menemukan meta yang paling optimal.”

Soul Switch memungkinkan pemain mengubah karakter buatan mereka menjadi karakter-karakter ikonik Dragon Ball. “Soul Switch sebenarnya adalah sesuatu yang kami dapatkan dari Toriyama-sensei ketika beliau kurang lebih menggambarkan seperti apa dunia Age 1000,” ujar Hirano. Dia menambahkan kalau sistem tersebut didukung oleh teknologi masa depan dan juga memiliki peran dalam cerita, meskipun ia belum bisa membagikan detail lebih lanjut.

Dalam pertarungan, Hirano menggambarkan pilihan tersebut seperti ini. “Mungkin ada pemain yang menyukai avatar mereka dan hanya ingin bertarung menggunakan karakter tersebut. Tapi mungkin ada juga pemain yang ingin bertarung bersama karakter-karakter yang sangat ikonik atau karakter favorit mereka, seperti menjalani perjalanan bersama seorang teman.”

Sebagai contoh, pemain bisa bertarung bersama mentor mereka. “Hal ini memberikan lebih banyak pilihan kepada pemain dalam perkembangan karakter,” kata Hirano.

Bagaimana Karakter Soul Assist dan Soul Change Dipilih

Kami juga menanyakan pertimbangan tim ketika memilih karakter yang akan hadir sebagai opsi Soul Assist dan Soul Change. “Hal ini kembali lagi pada ide untuk menghadirkan jajaran karakter yang beragam di dalam game,” ujar Hirano.

Daftar karakter tersebut mencakup karakter yang berfokus pada serangan, karakter yang lebih defensif, serta karakter yang dapat menyembuhkan atau memberikan dukungan kepada tim. “Kami ingin menyediakan berbagai macam kemampuan untuk pemain,” jelasnya, sembari menambahkan kalau penampilan karakter juga menjadi salah satu pertimbangan.

“Tentu saja ada elemen visual di dalamnya, dan beberapa kemampuan karakter ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dieksekusi. Namun, saya rasa hal tersebut juga merupakan salah satu bentuk ekspresi diri.”

Dalam pertanyaan lanjutan, Hirano mengatakan kalau beberapa jurus mungkin terasa konyol atau memiliki animasi yang lambat. Dia kemudian memberikan sebuah contoh: “Kalau kalian berempat masuk ke sebuah misi dan semuanya melakukan pose Ginyu di awal, bukankah itu akan terlihat sangat seru? Itu juga menjadi bagian dari pertimbangan kami ketika memilih karakter Soul Switch.”

Age 1000 dan Warisan Toriyama

Game-game XENOVERSE sebelumnya berfokus pada Time Patrol yang memperbaiki berbagai kejadian terkenal dari anime aslinya. DRAGON BALL XENOVERSE 3 justru membawa pemain ke masa depan, yaitu Age 1000. Karena itu, kami menanyakan bagaimana tim mempertahankan nuansa Dragon Ball klasik dalam setting tersebut.

Hirano mengatakan kalau timnya banyak memikirkan hal ini selama proses pengembangan, meskipun ia belum bisa membagikan banyak detail mengenai ceritanya. “Cerita adalah sesuatu yang sangat kami nantikan dan ingin kami biarkan pemain alami sendiri,” ujarnya. “Untuk adegan-adegan terkenal, jurus-jurus terkenal, serta pertarungan ikonik, semuanya akan diimplementasikan ke dalam game dalam bentuk tertentu.”

Sejak XENOVERSE 2, seri ini telah kehilangan sang kreator, Akira Toriyama, dan cara pengelolaan IP Dragon Ball juga telah mengalami perubahan. Kami menanyakan kepada Hirano, tanpa membahas detail, apakah ada hal-hal yang sebelumnya bisa dilakukan tetapi kini menjadi lebih sulit, atau justru ada hal yang menjadi lebih mudah.

Dia tidak secara langsung menjawab apakah ada perubahan dalam hal tersebut. “Toriyama-sensei meninggalkan begitu banyak materi, sumber daya, dan setting yang luar biasa untuk dunia Age 1000,” ujar Hirano. “Sebagai sebuah tim, kami semua merasa memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk terbaik yang kami bisa dan merilisnya kepada dunia. Itu adalah sesuatu yang kami rasakan dengan sangat kuat.” Hirano menjelaskan kalau misi tim adalah memberikan dukungan sebanyak mungkin untuk game tersebut.

Update, DLC, dan Game Dragon Ball Lainnya

XENOVERSE 2 telah menerima banyak DLC dan expansion selama bertahun-tahun. Karena itu, kami menanyakan apakah DRAGON BALL XENOVERSE 3 juga akan mendapatkan dukungan serupa selama beberapa tahun setelah rilis. Hirano langsung memberikan jawabannya. “Ya. Kami ingin terus meng-update game ini selama mungkin.”

Ketika ditanya mengenai kemungkinan edisi terbatas yang berisi item tambahan atau collectible figure, dia menjawab, “Tentu saja semuanya masih terbuka saat ini dan kami sedang mempertimbangkan semua kemungkinan.” Dia kemudian meminta para fans untuk menantikan informasi lebih lanjut di masa mendatang.

Kami juga menanyakan bagaimana game Dragon Ball lainnya, seperti Sparking! ZERO, memengaruhi pengembangan DRAGON BALL XENOVERSE 3, serta apakah tim menjaga visi masing-masing game agar tetap terpisah. “Gabungan keduanya. Masing-masing memiliki identitas unik, tetapi mereka juga saling memengaruhi dalam beberapa hal,” ujar Hirano.

Hirano sendiri mengawasi Kakarot, Sparking! ZERO, FighterZ, serta XENOVERSE 1 dan 2. Menurutnya, semua game tersebut memiliki satu tujuan yang sama. “Semua game ini ingin memberikan sebanyak mungkin nilai kepada para pemain. Karena itu, kami memberikan umur panjang dan memastikan pemain bisa terus menghabiskan waktu bersama komunitas tersebut.”

Pertanyaan Konyol dan Pesan Penutup

Untuk sedikit mencairkan suasana, salah satu reporter menanyakan pendapat pribadi Hirano mengenai apakah Arale-chan bisa dianggap sebagai cyborg. “Itu pertanyaan yang sangat gila, jadi mungkin kita harus membahasnya secara terpisah, lalu kalian bisa menemui saya setelah ini,” ujar Hirano. “Dalam pikiran saya, Arale-chan adalah IP yang terpisah.”

Dalam pesan penutupnya, Hirano berterima kasih kepada semua orang yang telah hadir. Dia juga mengatakan kalau masih ada informasi baru mengenai game yang akan dibagikan, sementara beberapa pertanyaan lainnya masih belum bisa dijawab oleh tim. “Saya mengajak kalian semua untuk menantikan update-update berikutnya. Saya rasa beberapa update tersebut bahkan mungkin akan mengubah cara kalian melihat game ini secara keseluruhan.”

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Bandai NamcoDragon Ball Xenoverse 3InterviewPCPS5Tokyo Game Show 2026WawancaraXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Review Total War: WARHAMMER III – Lords of the End Times! Antara Standar dan Ambisius!

Related Posts

Mega Man Dual Override jadi seri utama klasik baru setelah Mega Man 11, dan kali ini ada beberapa hal menarik yang disiapkan.
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Mega Man Dual Override dengan Capcom – Dua Karakter, Dua Cara Menaklukkan Stage!

September 29, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Junzo Hosoi dan Daiki Fukui dari ajang Tokyo Game Show 2026 yang membahas lebih dalam soal Atelier Karia
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Atelier Karia dengan Gust – Menciptakan Penerus Seri Memories yang Sangat Unik!

September 24, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Shuhei Tamakoshi selaku produser dibalik Tales of Eternia Remastered di ajang Tokyo Game Show 2026
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Tales of Eternia Remastered Bareng Shuhei Tamakoshi – Proyek Remaster Tales Paling Menantang Sejauh Ini!

September 23, 2026
Call of Duty: Modern Warfare 4 ingin kembali membawa pemain merasakan perang dari sudut pandang prajurit biasa yang ada di garis depan.
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Call of Duty: Modern Warfare 4 dengan Infinity Ward – Kembali ke Akar, Bawa Konflik Lebih Besar

September 23, 2026
Dalam kesempatan wawancara, kami ngobrol langsung dengan beberapa sosok penting dibalik The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother.
Konsol

[TGS 2026] Wawancara The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother dengan GUST – Jadi “Maomao’s Atelier” Beneran?

September 23, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Iichiro Sasaki dan Hiroyuki Kobayashi dari GPTRACK50 yang membahas debut gamenya yaitu Stupid Never Dies
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Stupid Never Dies Bareng GPTRACK50 – Cerita Dibalik Pengembangan Game Action RPG dengan Beragam Ide Gila!

September 22, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat: AI bakal mulai membatasi input dari pemain lewat update model AI pada Oktober.

RyzaChat AI Bakal Batasi Chat Pemain Demi Jaga Marwah Karakter dan Seri Atelier

by Taufik
October 1, 2026
0

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat AI, game chatbot RPG berbasis Atelier Ryza, bakal mulai membatasi input dari pemain lewat...

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari Google Play dan App Store.

Game Mobile Link! Like! Love Live! Versi Offline Bakal Dihapus Karena Developer Bangkrut

by Taufik
September 30, 2026
0

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari App Store dan Google...

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane

Diablo Immortal Sudah Mulai Adakan Event Kolaborasi Besar dengan Spawn

by Fadhil
September 30, 2026
0

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane.

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS

Monster Hunter Outlanders Akhirnya Dipastikan Rilis Bulan Depan untuk Android dan iOS!

by Fadhil
September 29, 2026
0

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS.

Opera GX telah mengumumkan kolaborasi spesial dengan Persona 5: The Phantom X yang memungkinkan pemain berburu reward in-game

Opera GX Umumumkan Kolaborasi dengan Persona 5: The Phantom X yang Membawa Beragam Reward Menarik

by Fadhil
September 25, 2026
0

Opera GX telah mengumumkan kolaborasi spesial dengan Persona 5: The Phantom X yang memungkinkan pemain berburu reward in-game.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd